Dian Nafi's

journey journal

Perjalanan Ketulusan Cinta

Leave a Comment
Perjalanan Ketulusan Cinta




Bicara tentang tulus, kita pasti ingat penyanyi bernama Tulus dong. Tapi kalau band? band mana yang terdengar cintanya paling tulus

sheila on 7?
letto?
the overtune?
atau siapa?


Bicara tentang tulus, kita tak akan lupa keterkaitannya dengan cinta.

Seperti apa cinta yang tulus itu?

Bagaimana cara mengukurnya? Baik dalam diri kita sendiri, maupun pada orang lain?

Apakah kita bisa menilai ketulusan cinta orang lain?

Apakah boleh?



Btw, kurasa, aku tidak menyesal telah memberikan cinta dengan tulus selama bertahun-tahun, karena cuma ketulusan itu yang kupunya. Hanya saja aku butuh ketemu yang sama tulusnya.

Oke, stop sampai sini curcolnya. hahaha..


**


Bicara tentang tulus, tentu tak luput dari ikhlas.

Bicara ikhlas, kita akan ingat dengan karma.

Berikut konsep karma, phala (pahala), & dosha (dosa) menurut Hindu Dharma.

Karma berarti tindakan (baik & buruk). Tiga jenis karma: Sancitta, Prarabdha, & Kriyamana/Agami. Dosha (√dush) adl tindakan yg salah. Phala adl buah karma.




Karma menyebabkan kelahiran kembali. Moksha berarti lepas dari siklus ini. Bagaimana bisa, sementara semua tindakan kita di dunia menghasilkan karma? Shri Krishna mengatakan ‘nishkama karma’, jadikan setiap perbuatanmu sebagai persembahan; jangan terikat pd hasilnya. Karma Yoga.


Teknik membaca Prarabdha Karma diajarkan dalam Jyotisha (ilmu astronomi/logi Veda). Prarabdha Karma ini dianalisis untuk membantu perjalanan Jiwa. Kriyamana Karma juga bisa dibaca dengan teknik yang serupa

Apakah yang banyak sedekah/karma baik misalnya bisa lepas dari bala/karma buruk?

Konsep dasarnya agak berbeda dlm Hindu Dharma. Derma & perbuatan baik lainnya bagus dilakukan, tapi masih karma. Dia akan ber-pahala baik, dan akan membantu perkembangan Jiwa. Tapi masih “menjerat” krn phala baik bisa membuat kita (makin) betah di dunia.

Orang yg menderita ingin segera mengakhirinya. Sdgkan orang yg menerima phala berupa segala kesenangan duniawi malah akan sulit keluar dari permainan. Tp bukan berarti berbuat jahat juga supaya menderita. Baik phala karma baik maupun buruk, keduanya adl “penderitaa

Mungkin Nishkama Karma ini kalau di Islam disebut ikhlas lillahi ta'ala, ikhlas karena Allah semata? Nggak memikirkan apakah ini berpahala, apakah ini akan jadi tiket masuk surga, intinya ikhlas karena Allah.

Ya, seperti pengabdian tulus ikhlas (bhakti) Rabi’ah yg tak mengaharap surga atau menghindari neraka


Pada upacara api suci (agnihotra), setelah umat memasukkan persembahan ia akan mengatakan “idan na mama”, ini bukan milikku, bukan ‘aku’. Ini adl bentuk latihan utk mencapai keikhlasan itu.




Rg Veda kitab tertua yg masih hidup dalam tradisi Hindu Dharma juga dibuka dgn semangat ini. Kita perlu melalui Agni/api. Membersihkan diri dari kotoran-kotoran. 

Perjalanan ke dalam diri, adalah perjalanan oleh Dia, dari Dia, menuju Dia.

kalau dalam islam, di tasawuf ada takholli, tahalli, tajalli (yang kujadikan dasar dalam buku How To Reset Your Life)
takholli: mengosongkan diri dari keburukan
tahalli: mengisi dengan kebaikan
tajalli: mengejawantah/ menyatu denganNya


Dalam hindu, semua karma yang masih mengharapkan hasil (baik di sini atau di alam nanti) masih menghasilkan buah; masih ada ‘aku’, egonya. Kita masih harus memetiknya, di sini atau nanti.

Sedangkan tulus, berarti tak lagi mengharapkan apa-apa lagi. 
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 coment�rios:

Posting Komentar