Dian Nafi's

journey journal
Perjalanan Mengenal Indonesia
Gambar


Arsitektur sebenarnya merumahkan api agar tdk terkena panas dan hujan. Arsitektur berarti bgm mengendalikan api Tapi rumah2 kayu di kampung adat mengalami kebakaran Pemerintah ternyata belum bisa memahami bgm menjaga kampung2 adat Para arsitek berjibaku membangunnya kembali

Gambar

Wae adl ritual memasang alang2
Tempat mengolah daging dihandle laki2. Tdk boleh di belakang sauh Tempat mengolah nasi dihandle perempuan. Boleh di samping atau belakang sauh. Di Podu ulu sui mrk memotong daging2 sblm dibagikan ke masyarakat

Gambar


Gorigote. Org yg meninggal sblm dikubur di paliwae, ditaruh di tengah noah Sauh tdk berdiri sendiri. Berkoloni dg sauh2 lain membentuk noah/kampung #arsitektur struktur bangunan sbg daur hidupnya ada komuni yg lbh luas lagi


Gambar


Masy memotong pohon dg kapak. Dari 1 pohon dpt 3 papan. Diangkut ke area perumahan. Material disimpan dlm kuwuh. Antar kayu diberi bambu utk mengunci agar tdk kayu tdk melengkung' dan membiarkan angin masuk. Pengeringan kayu tdk pakai matahari. Ujungnya diberi bambu utk tdk pecah


Gambar

Mumalika proses menaikkan api ke dalam one Ada yg dilaksanakan di kolong Ada yg di atas one Apakah pengasapan itu membuat material2 itu tahan lama? (asumsi) Pengecekan kembali dg kolo. bambu dibelah 4 sama panjang, 2 di antaranya disatukan Cek diagonalnya sampai bisa pas

Gambar

Ternyata kubus tdk simetris. Ada selisih 1-2 cm. di bagian wiso yg menonjol, ada yg renggang. Proses penyambungan papan. Proses ube ditali kanan kiri Ada celah mata patek. Berfungsi saat di dalam sumpek, bisa utk ventilasi Lapisan kedua one, ada perubahan2 yg dimungkinkan
Gambar
Dg menalar seberapa ruang yg dibutuhkan sesuai jumlah anggota keluarga Tiap kegiatan ada ritual utk memastikan agar semua sesi berjalan lancar Transformasi Atap2 skrg lbh rendah Mrk memakai mata pandang dg bantuan bambu utk menentukan ketinggian sauh Memasang waja sambil nyanyi2
Gambar

Nyanyi2 itu maknanya hati2. Sambil mengerjakan rumah sebaik mungkin Memasang wae alang2 Ditusuk2 sbg ikatan kecil Proses pengukiran uti dg ritual Diskusi ke pemilik rumah Cerita2 cari tahu spt apa rumah sblmnya

Gambar


mengenai perencanaan mitigasi, karena sebelumnya Desa Gurusina ini ada kebakaran yang mengakibatkan sebagian besar rumah rusak, apakah saat ini sudah ada perencanaan design untu mitigasi yang selanjutnya?

Apakah dalam proses pembangunan kembali hanya melibatkan warga local atau orang lain juga terlibat? Perbandingan di Waerebo. Hanya warga local yang boleh karena rumah bagi mereka memiliki nilai tertentu sehingga orang lain tidak boleh ikut membangun.

Bambu dilapisi batang pisang sbg pendingin. Cukup lembab shg tdk menyebabkan kebakaran di bawahnya. Stlhnya diberi bambu hitam. Baru ritual mumalika Sauh bisa mengawetkan dendeng, jagung sampai bertahun2 Bagian sauh paling penting: jembatan sbg tangga dan altar


Gambar

Apakah untuk masuk ke dalam sa'o digunakan pintu? Apakah aktivitas sehari-hari masyarakat berada di dalam sa'o atau di luarnya? Bgm hal2 yang terkait dengan Tektonika dan Estetika fisik Arsitekturnya?



apakah ada pencegahan yg sebenarnya sudah dilakukan warga setempat untuk berjaga dari kebakaran, sebelum terjadi kebakaran terakhir kali? dan apakah penanganan mereka saat ini untuk mencegah kebakaran menyesuaikan kondisi saat ini?

kan ukiran gambar tidak boleh diukir sembarangan oleh orang lain misalnya gambar atau ukiran khas tersebut tidak sengaja ditemukan didinding bandara, stasiun atau tempat wisata lainnya apakah diperbolehkan, karena jika dilihat memang cukup riskan karena selalu terdapat ritual2

Yg dikhususkan dlm pembuatannya. dan terakhir apakah rumah adat Sa'o ini diperbolehkan untuk dimodifikasi seperti misal dijadikan contoh rumah adat pada PLBN atau bolehkah ditiru dalam rumah modern saat ini, dan jika diperbolehkan apakah ada ritual2 tertentu seperti di Gurusina
Gambar
Bgm juga aspek simbolik dan pemaknaan bentuk dan tatanannya penyajian antropologik dan kultural harus diapresiasi tinggi. bagaimanakah apresiasi komposisi dan sistem proporsi dari bangunan gurusina ini? Berapa batang pohon yang diperlukan untuk membangun satu rumah?

Setiap rumah dibangun dlm waktu berbeda2 krn konteksnya berbeda2 Menyesuaikan dg lingkungan eksisting yg sdh terbentuk

Gambar

Komponennya stimulan dr pemerintah tapi masyarakat yg byk andil dlm pembangunan dan terutama ritual yg ternyata menghabiskan dana lumayan byk bagaimana fungsi ruang didalam sao itu sendiri, dalam hal ini seperti ruang tidur, untuk terima tamu dan toilet?

Mrk punya sistem tersendiri utk mengukur lendut tanah memakai bambu Alang2 meredam suara hujan Celah2 dinding mengalirkan angin One sengaja dibuat gelap Kesannya sakral Scr aktifitas tdk butuh pencahayaan Mrk berkebun di siang hari Mamak2 menenun di luar Mrk bercanda2 di luar

Krn dinding punya telinga, jd dilarang bercanda apalagi bicara ngawur di dalam one Mrk punya hewan pantangan masuk rumah Ada sanksi, rumah bisa dibongkar Pernah ada anjing masuk dan melahirkan, si mamak yg punya rumah sakit sampai lama
Gambar
apakah warga tidak tergiur untuk membangun ulang sa'o menggunakan material yang lebih modern (aman dan tahan api)? hal ini terkait sifat arsitektur vernakular yang selalu berevolusi sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Utk menentukan arah, kayu mau diambil dr hutannya siapa, pakai ritual tertentu Kapak dibasahi dg darah ayam dr ritual. Mudah2an kayu jd empuk Pernah ada cerita. Kapak ketinggalan Pohon sdh dipanjar 2-3 minggu sblmnya. Klhtn bagus sblmnya Gara2 kapa ketinggalan, dalamnya bolong


Berhbgn dg evolusi Atap akan dg mudah digulingkan ke belakang jika terjadi kebakaran Ada 4 tiang disebut tudi Seluruh struktur atap di atas tudi Saat ada angin kencang. Tiang2 bisa dipotong. Otomatis atap bisa digulingkan ke belakang. Utk dibangun kembali kemudian

adakah penjelasan maksud dari peletakan elemen ornament ukiran yang begitu indah hanya pada bagian vertical saja sedangkan dinding kayu yang begitu luas tdk ada ornament ukirannya?


Ritual-ritual itu sebenarnya adalah proses penerbitan ijin. Hewan korban dan berbagai selamatan itu adalah biaya penerbitan ijin. Instansi yang menerbitkan ijin ini adalah para orang tua, tukan ahli dan tetua masyarakat setempat. Selamatan bersama, satu lagi contoh, sebenarnya
Gambar
adakah upah tenaga yang digunakan untuk ikut membangun. Di sinilah kita melihat bahwa proses bangunan itu ada kesamaan, yaitu harus ada ijinnya, tetapi beda masyarakat beda pula langkah pengijinannya. apakah ritual itu bisa dipadankan dengan pengijinan?
Ada simulasi2 kebakaran Usulan hydrant dan listrik Cara masuk rumahnya yg belum rapi 26 rumah dibangun dlm 1 waktu Ada bbrp org menggunakan kerabat dr kampung lain Frase tdk serta merta Biasanya diskusi dg anak2 Proses membnatu tdk hy dg uang, tp juga dg leluarga.

untuk menangani kebakaran yang disampaikan, hal yang sama dilakukan pula di Toba dan Karo, juga di beberapa tempat di Sulawesi dan Jawa. jadi, itu bukan khas guru sina

di sana ada sekolah? di mana tpt anak2 sekolah? di dlm sa'o juga? dan tentang perapian digunakan utk memasak atau memasak ada di tempat lain?

Dg adanya perbedaan berdasarkan latar belakang penghuni itulah g namanya keberagaman Kalau ditinjau dari budaya maka kebudayaan itu berkembang, dinamis begitu juga dengan perkembangan arsitektur setempat.

api yang di "jaga" di dalam sao. apakah tetap menyala atau hanya ketika memasak atau ritual..?

Gambar
One hanya boleh disusun 7 lembar papan apakah rumah rumah di sini diwariskan kepada anak perempuan bila iya, apakah ada elemen-elemen arsitektur yg bisa mewakili perempuan tsb.


Simbol: Bagian luar ada gambar ayam Bgm prinsip berkomunitasnya Dulu sekolah pd tetua2 kampung Remaja2 ikut membgn, sekaligus belajar dr para tetua Transformasi: Ada yg nambah kamar di bawah one













mas nicholas saputra
Perjalanan Sastra Ke Film

Tadi siang aku sempat ikut webinar tentang sastra ke film, tapi telat masuknya. Hiks. Jadi cuma dapat sedikit saja. Nggak apa-apa ya. 

Kenapa tayangan film itu2 saja? Krn ada 3 hipotesa sosiologi. 3 posisi ekonomi Ada gear yg bergerak, mengikuti rules. Pleasure
Identity
Mari menanggapi dg cara kritis Spy punya wacana berpikir lain dr yg dominan Film laku di pasaran jarang dpt award

Film itu berbahasa. Film itu komunikasi Secara naratif, teks Kalau sastra, struktur kata Kalau film, sinematografi, properti, set Bgm teks itu bekerja dlm sastra/film
Film warkop boneng jd orang gila, memukul org dg kostum polisi, tentara. Menggunakan org gila Konsep yg dikuasai penguasa Gila itu posisi netral Representasi keganasan masyarakat mengkritisi penguasa Kecerdasan warkop mengkritisi Anehnya pengarang tdk sadar melakukan itu.
Bgm cara mengkaji film yg sensitif thd agama dan politik? Pak Sapardi dg lembutnya melakukan kritik via #sastra Pengarang menyembunyikan kritik lewat karya2nya Itu yg hrs kita cari #Film Great dictator Charlie Caplin mengkritisi nazi, hitler, musolini

Jadi ingat cuitan om Richard Oh beberapa waktu lalu terkait sastra dan film, seni serta kreatifitas.


Aku berpikir, seorg kreator, setelah menguasai dasar2 di bidangnya, mesti mengembangkan minatnya pd bidang2 di luar spesialisasinya. Penulis sastra nggak melulu baca karya2 sastra. Sutradara nggak melulu nonton film. Sama juga utk perupa, pemusik dsb.

Seorg penulis yg bisa menulis kalimat plg bagus tdk berarti ia berkualifikasi sbg penulis baik. Ingat, Hemingway pny editor keren yg mengoreksi kata2/kalimat2nya yg kacau. Skenario Tarantino pd awalnya tdk ditulis dgn format penulisan skenario dan sering ditolak.
Dan Einstein pd awalnya tdk menguasai matematika, mesti minta bantu temannya utk gagasan2nya.

Alasannya, kupikir, penguasaan bahasa, medium, atau teknik, walau sangat membantu dlm berkarya, tidaklah sebanding dgn kekayaan imajinasi/pengalaman/wawasan yg merupakan anasir2 eksplorasi yg menjadikan karya unik/berbeda/dari sebuah perspektif ajaib.

Memiliki minat2 di luar bidang seorg kreator, kupikir membuka cakrawala bagi seorg kreator utk mencoba sesuatu baru/bereksplorasi tanpa perlu berbanding secara apel ke apel karya lain, tetapi ke sebuah orientasi berbeda.

Org2 ini ketika sedang mencoba sering dianggap gila atau bodoh, tp pada akhirnya kupikir mrk mendekati sesuatu secara lateral, ke samping tdk linear, atau non-Euclidean. Beresiko, tp jauh lbh banyak peluang utk bereksplorasi.

Intinya, kupikir, seorg penulis, sutradara, photographer, perupa, dsbnya, berupaya membongkar medium yg ditekunin utk memperkayakannya: bahasa, musik, visual, gambar dll. Inovasi bisa menekuk ke dlm medium atau dicangkok dr unsur2 luar.

Penulis yg menekuk ke dalam medium bahasa namanya Samuel Beckett. Yang mencangkok bnyk elemen ke dalam karya sastra, James Joyce. Perupa: Monet (nekuk dlm medium), Picasso (pencangkok). Film: Tarkovsky vs Godard dstnya.

Nah, setelah mengatakan itu semua, jgn salahtafsir mrk yg menelusuri seenak jidatnya, tanpa sebuah metode penelusuran berlandasan atau coba hanya sekedar berani mencoba. Krn pd akhirnya menemukan sesuatu baru sekalipun, mrk tdk bs mengulangi atau pny sebuah metode berlanjut.

Karena karya2 yg berani mencoba ini pd akhirnya tdk memiliki sebuah pola atau sebuah konsistensi yg mengukuhkannya menjadi sebuah keseluruhan. Atau bs direkonstruksi kembali menjadi sebuah bentuk, betapapun bedanya karya itu.
Perjalanan Pembelajaran Anak-Anak Kita



Siapa yang turut memperhatikan Perjalanan Pembelajaran Anak-Anak Kita belakangan ini?

HIKMAH PANDEMI
Ada beberapa hikmah yg bisa dipetik dr keniscayaan Learning from home tersebab pandemi covid-19
1. Mengembalikan kewajiban mendidik pd orgtua, yg selama ini byk diabaikan
2. Ponpes2 jelas2 butuh byk tools utk bisa menyelenggarakan online learning. Krn meski santri2 sdh balik ngaji.. ..di pesantren, tp mereka masih hrs tetap remote online learning pelajaran2 dari sekolah/madrasahnya. Sementara pesantren hy py sdkt fasilitas utk itu, pdhl jumlah santri sangat banyak.
Yok suply pesantren with the tools they need for that purpose.


3. Bagi pesantren yg mmg py idealisme utk mengembangkan metode pendidikan khasnya sendiri yg beda dg madrasah/sekolah formil, masa ini mjd istimewa,krn mrk dpt porsi besar utk apply their methods for their santris.
Kudos!


EVOLUSI
Dalam “The Singularity Is Near” Kurzwell membagi evolusi dalam enam era informasi:

(1) Era fisika dan kimia: informasi tersimpan dalam partikel subatomik.
(2) Era biologi, informasi tersimpan dalam DNA organisme seluler sederhana.

3. Era otak manusia,info memunculkan kesdrn 4. Era teknologi: transformasi informasi ke digital,artificial Intelligence 5. Era Singularitas: manusia& teknologi cerdas menyatu, makhluk super cerdas-transhuman 6. Era semesta tersadar: transhuman berekspansi ke seluruh alam semesta

PELUANG BESAR
Ada peluang besar banget utk courses ngajarin cara online learning dan remote learning. That's totally different from traditional / conventional learning / teaching
Ini mustinya tugas mas menteri nadiem makarim and friends sih. Tapi gak yakin juga kalau mrk sdh bisa ngajarin atau nggak nya. Krn kyknya ya cuma mas menteri aja yg sdh advanced.


Apakah kita akan mengambil bagian dalam perjalanan pembelajaran alias online remote learning ini?

Perjalanan Ketulusan Cinta




Bicara tentang tulus, kita pasti ingat penyanyi bernama Tulus dong. Tapi kalau band? band mana yang terdengar cintanya paling tulus

sheila on 7?
letto?
the overtune?
atau siapa?


Bicara tentang tulus, kita tak akan lupa keterkaitannya dengan cinta.

Seperti apa cinta yang tulus itu?

Bagaimana cara mengukurnya? Baik dalam diri kita sendiri, maupun pada orang lain?

Apakah kita bisa menilai ketulusan cinta orang lain?

Apakah boleh?



Btw, kurasa, aku tidak menyesal telah memberikan cinta dengan tulus selama bertahun-tahun, karena cuma ketulusan itu yang kupunya. Hanya saja aku butuh ketemu yang sama tulusnya.

Oke, stop sampai sini curcolnya. hahaha..


**


Bicara tentang tulus, tentu tak luput dari ikhlas.

Bicara ikhlas, kita akan ingat dengan karma.

Berikut konsep karma, phala (pahala), & dosha (dosa) menurut Hindu Dharma.

Karma berarti tindakan (baik & buruk). Tiga jenis karma: Sancitta, Prarabdha, & Kriyamana/Agami. Dosha (√dush) adl tindakan yg salah. Phala adl buah karma.




Karma menyebabkan kelahiran kembali. Moksha berarti lepas dari siklus ini. Bagaimana bisa, sementara semua tindakan kita di dunia menghasilkan karma? Shri Krishna mengatakan ‘nishkama karma’, jadikan setiap perbuatanmu sebagai persembahan; jangan terikat pd hasilnya. Karma Yoga.


Teknik membaca Prarabdha Karma diajarkan dalam Jyotisha (ilmu astronomi/logi Veda). Prarabdha Karma ini dianalisis untuk membantu perjalanan Jiwa. Kriyamana Karma juga bisa dibaca dengan teknik yang serupa

Apakah yang banyak sedekah/karma baik misalnya bisa lepas dari bala/karma buruk?

Konsep dasarnya agak berbeda dlm Hindu Dharma. Derma & perbuatan baik lainnya bagus dilakukan, tapi masih karma. Dia akan ber-pahala baik, dan akan membantu perkembangan Jiwa. Tapi masih “menjerat” krn phala baik bisa membuat kita (makin) betah di dunia.

Orang yg menderita ingin segera mengakhirinya. Sdgkan orang yg menerima phala berupa segala kesenangan duniawi malah akan sulit keluar dari permainan. Tp bukan berarti berbuat jahat juga supaya menderita. Baik phala karma baik maupun buruk, keduanya adl “penderitaa

Mungkin Nishkama Karma ini kalau di Islam disebut ikhlas lillahi ta'ala, ikhlas karena Allah semata? Nggak memikirkan apakah ini berpahala, apakah ini akan jadi tiket masuk surga, intinya ikhlas karena Allah.

Ya, seperti pengabdian tulus ikhlas (bhakti) Rabi’ah yg tak mengaharap surga atau menghindari neraka


Pada upacara api suci (agnihotra), setelah umat memasukkan persembahan ia akan mengatakan “idan na mama”, ini bukan milikku, bukan ‘aku’. Ini adl bentuk latihan utk mencapai keikhlasan itu.




Rg Veda kitab tertua yg masih hidup dalam tradisi Hindu Dharma juga dibuka dgn semangat ini. Kita perlu melalui Agni/api. Membersihkan diri dari kotoran-kotoran. 

Perjalanan ke dalam diri, adalah perjalanan oleh Dia, dari Dia, menuju Dia.

kalau dalam islam, di tasawuf ada takholli, tahalli, tajalli (yang kujadikan dasar dalam buku How To Reset Your Life)
takholli: mengosongkan diri dari keburukan
tahalli: mengisi dengan kebaikan
tajalli: mengejawantah/ menyatu denganNya


Dalam hindu, semua karma yang masih mengharapkan hasil (baik di sini atau di alam nanti) masih menghasilkan buah; masih ada ‘aku’, egonya. Kita masih harus memetiknya, di sini atau nanti.

Sedangkan tulus, berarti tak lagi mengharapkan apa-apa lagi. 

Hidup adalah Perjalanan Perbaikan Diri


Waktu 1 on 1 call dengan oola saat konsultasi tentang coaching, aku  ditanya apa yang sekiranya menghalangi. Apa yang membuat langkahku seperti tidak jalan dengan cepat, apalagi  berlari. 


Aku bilang mungkin karena diriku sedikit ragu sebab backgroundku arsitektur dan nulis, bukan psikiater atau psikolog, kok nge-coach life reset. Meski ada background pendidikan pesantren dan tasawuf yang juga kujadikan approach pendekatan dalam program life reset ini. 

Trus dia (konselor coaching) bilang, nggak masalah. Make boundaries aja, apa-apa yang bisa kubantu untuk orang-orang yang bermaksud untuk reset their life. (menata ulang hidup mereka kembali) 

Dia memberi saran agar aku memberikan pendekatan/approach sebagaimana yang pernah aku alami dan dipraktekkan oleh  beberapa teman/kenalan yang pernah kubantu. The general recipe. 
She said, kamu yang bikin silabusnya, arahnya, caranya. Memang akan berbeda dengan cara yang psikiater atau psikolog lakukan, karena memang beda. Tapi not problem at all. You have boundaries, apa yang menjadi tanggung jawabmu, wilayahmu, mana yang bukan.

Oola nawarin aku untuk menjadi coaching program mereka juga, sebagai kepanjangan tangan alias cabang yang di Indonesia. Bayarannya lumayan ya sebenarnya. Dapat 80% sharing dari klien yang ditangani. 






Another story. Aku sempat mendapat tawaran dari satu startup yang punya layanan curhat. Supaya aku menjadi volunteer yang dicurhatin para pengguna aplikasinya. Kami ketemu di kontes startup kemarin. Startupnya masuk finalis tapi nggak menang. Kalau sama-sama gak dibayar, dan sama-sama starting, kupikir ya mending buka lapak sendiri, ya gak sih. Gimana baiknya

and also..
Aku s
empat kepikiran ninggalin this call karena merasa gak/belum pantas. Sebab bahkan diriku sendiri masih terus menerus on progress resetting life. Beberapa kali merasa sudah  berhasil reset my life, lalu terdistrak lagi, balik lagi. Maju mundur, nge loop gitu.  Lalu aku ingat konsep bandul yang salah satu  guruku pernah ajarkan. Konsep bandul ini kusadur dalam buku how to reset your life itu. 

Aku juga mengingat kiat dari habib luthfi yang kudengar dari pamanku, tentang pentingnya menikmati menghikmati progress perubahan. Tak apa sesekali balik, itu manusiawi banget. Manusia adalah makhluk yang lemah, dhoif. Tapi teruslah gantungkan harap yang tinggi padaNya, sembari terus berusaha. Tawakal penuh. Optimalkan usaha dhohiriyah dan batiniah.  Laman laman, step by step. 

So, sembari menikmati proses dan progressku sendiri, seandainya Allah meridloi dan memberi jalan untukku melanjutkan this call, insyaAllah aku  ridlo alias rela. Kan tujuan akhir kita adalah roodhiyatan mardhiyyah. 


Kita tahu maqom gak bisa diminta. It is given, gift. Amanah pasti berat pertanggungjawabannya. Tapi keinginan untuk bisa membantu orang-orang lain agar tak terpuruk setelah keberantakan dan kehancurannya, masih menggaung. 

Let it be let it be. 

Let it flow let it flow. 

Kadang orang yang merasa bisa membantu, sesungguhnya yang butuh dibantu? 
Who knows. 
We never know

Hidup adalah Perjalanan Perbaikan Diri

**
Wanna know more thought about life reset? Sila subscribe di sini
Buku How To Reset Your Life terbitan Grasindo juga tersedia di toko buku offline dan online. Joy reading and learning ^_^


Dari Sebuah Acara Launching Buku




Agustus.
Zara menyadari ada yang salah dengan peletakan backdrop besar itu. Berbahan dasar MMT dengan tulisan-tulisan yang sangat besar agar menonjol, memang pilihan tepat dalam acara launching dan bedah buku ini.
Benar  bahwa bagian atasnya memang sudah mepet dengan pengaitnya, tidak mungkin ke atas lagi. Namun akibatnya ada bagian bawah MMT yang tertutupi kursi, yang akan digunakan sebagai tempat duduk dua nara sumber termasuk dirinya. Nhah! Masalahnya sekarang adalah bagian yang menjadi hampir tidak terbaca itu adalah nama dirinya berikut profesi yang terdapat dalam tanda buka tutup kurung.   
Ada sebagian suara dalam hati kecilnya untuk mengingatkan panitia akan keganjilan dan janggalan ini. Tetapi belum lagi mulutnya mengeluarkan suara, sisi batin yang lain mencegahnya berdiri.
“Biarlah namaku tidak dibaca atau dikenali,” batinnya.
Ada rasa ingin meluruhkan ego dan narsisme yang selama ini menggerogotinya sedemikian rupa. Akan bersanding dengan seorang doktor dalam acara bedah buku ini, membuatnya tertunduk malu. Dia bukan siapa–siapa, hanya seorang arsitek yang tersesat menulis. Lalu tiba–tiba disandingkan dengan seorang pakar filsafat.
Zenal Edha, nama itu sudah sempat diselidikinya beberapa hari ini. Sepak terjangnya, latar belakangnya dan statusnya. Dari sekilas pembacaan itu, lelaki intelek itu sudah langsung memperoleh simpati dari Zara.
Meskipun kemudian agak sedikit menurun konsentratnya ketika perempuan ini menemukan langsung sang doktor telah duduk di kursi seberangnya. Zara sedang duduk di kursi audience paling belakang, sembari acara sore itu dimulai. Setelah baru saja berbincang dengan Silvi dan Lala, panitia acara, kepalanya segera menoleh karena merasakan ada angin dan aura dari arah sebelah. Ternyata pemilik wajah yang diintipnya lewat fesbuk kemarin, sudah hadir di situ dengan senyum dan sorot mata cerdasnya. Persis seperti dalam profil–profilnya di fesbuk. Tetapi yang tidak diduganya adalah fisik pria ini ternyata tidak lebih tinggi dari dirinya.
“Nhah, ini pak Zenal-nya sudah datang,” seru Zara menggamit bahu Lala dan Silvi.
Mereka berdua kemudian mengucap salam kepada pria yang meski pendek tetapi tampak berwibawa itu. Disambut dengan senyumannya yang ramah. Kemudian dengan takjub mengalihkan pandangan ke arah Zara.
“Ini bu Zara ya?” tanyanya sopan, masih dengan senyuman.
Zara menganggukkan kepalanya, lalu teringat sesuatu.
“Eh, mumpung ingat pak. Saya minta tanda tangannya,” ujar Zara sembari mengeluarkan novel terbarunya, mengulurkannya pada pria di yang duduk di depannya.
“Lho? Kok malah saya yang tanda tangan,” Pak Zenal menerima novel itu sambil matanya jenaka melirik ke arah Zara.
“Memang hobi saya mengoleksi tanda tangan orang–orang terkenal, pak,” Zara mencoba menjelaskan.
“Saya malah ingin baca. Mana yang buat saya?” pak Zenal membolak– balik novel berukuran 11x 18 cm itu. Membaca tulisan di back covernya lalu membaca bagian dalamnya.
“Wah. Sayang sekali, saya juga cuma punya satu ini, pak. Stock-nya habis. Itu juga saya coret–coret pakai stabilo. Maaf ya,” Zara tersipu malu karena tidak menyiapkan sesuatu untuk orang yang dimintai tanda tangan.
Padahal dia biasanya menyerahkan salah satu karyanya. Seperti ketika bersua Pipit Senja, Donatus A Nugroho, Gol A Gong, pak Ahmad Tohari dan yang lainnya.
Zenal manggut–manggut saja sambil terus asyik membaca. Fast reading,  tentu saja karena tidak tersedia banyak waktu. Sebentar lagi acara bedah buku dimulai. Tak berapa lama kemudian, dia menorehkan tanda tangannya. Menyerahkannya kepada Zara dengan senyuman yang khas, menampilkan lesung pipinya dan ujung bibir yang bergeser  beberapa senti ke kiri. Manis juga pak dosen ini, pikir Zara.
**
Zara puas dengan keriuhan dan keseruan acara bedah buku itu. Tidak sia–sia dia mempersiapkan diri selama tiga hari itu. Membaca novelnya secara nyemil menghasilkan fokus yang lebih baik. Sehingga dia bisa menulis empat belas halaman catatan tentang novel tersebut. Sparing partner yang handal membuat irama talkshow ini mengalun indah dan harmoni. Perempuan itu tersenyum lega, meraba dadanya yang penuh kesyukuran.
**
Keesokan harinya,  perempuan ini sempat menemukan sebuah artikel. Yang berisi  ulasan tentang acara kemarin di sebuah media.
Angin Baru Relaunching dan Bedah Buku Semarang. Jum’at (03/8) Penerbit E menyelenggarakan acara relaunching dan bedah novel di gedung toko buku Gramedia Pandanaran Semarang lantai dua. Acara ini terselenggara atas kerja sama Penerbit buku E dan Komunitas Kepenulisan cabang Semarang dengan menghadirkan narasumber Zara Medina (arsitek dan novelis)  dan Zenal Edha (Dosen Filsafat dan Pemerhati Sastra).
Bedah buku ini juga dirasa menarik dikarenakan kombinasi antara kedua narasumber dalam membedah novel tersebut. Pasalnya kedua pembicara memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat novel tersebut. Zara Medina berbicara terkait fisik novel, meliputi diksi, alur cerita, setting, dan lain sebagainya, sedangkan Zenal Edha berbicara terkait jiwanya, yakni berkaitan tentang pemaknaan karya sastra. Kombinasi ini membuat peserta semakin asyik dalam mengikuti dialog.
Acara ini cukup menyita perhatian pengunjung Gramedia. Hal ini dibuktikan dengan membludaknya pengunjung yang berkunjung antara pukul 15.00-17.30 WIB berhenti di area kegiatan dan menyimak apa yang sedang dibicarakan. Dalam acara ini juga hadir segenap pengurus dan anggota Komunitas Kepenulisan cabang Semarang dan beberapa tamu undangan. Lima menit sebelum adzan maghrib berkumandang, bedah novel ini berakhir. Dilanjutkan dengan buka bersama. 


Teaser Novel Tentang Komunitas



Persinggungan dengan teman-teman di berbagai komunitas, perkenalan dengan Rumah Dunia dan perjalanan ke Qoryah Toyyibah memercikkan sesuatu dalam diri sehingga muncullah ide novel ini.
Dengan tokoh-tokoh utamanya yang berinisial Z, komunitas yang mereka dirikan ini bernama Three-z. Yang bisa diasosiasikan dengan Trees alias pohon. Kebetulan sekali mantan pacar Zahra yang turut memperkuat komunitas ini bernama Wit, yang artinya pohon.
Kisah romantika mereka terangkai bersama dinamika komunitas. Ah jadi ingat untuk berterima kasih pada para sahabat dan teman di berbagai komunitas. Love you all J
Pada kesempatan ini, rasa terima kasih terunjuk pada Allah yang tak pernah mengecewakan hamba-hambaNya, memenuhi janjiNya, menunjukkan dan menerangi jalan yang dianugerahkanNya untuk kita, atas luasnya pengampunan dan rahmatNya. Rosul atas tuntunan dan teladan yang mulia, kasih dan sayangnya yang tulus.
Terima kasih untuk orang tua yang tak henti-hentinya mengasihi dan mendukungku. Saudara-saudaraku  tersayang. Almarhum suami atas semua cinta yang tak sempat kau ucap tetapi kurasakan. Anak-anakku, beranilah untuk mencinta dan setia. Guru-guruku terkasih. Atas semua bimbingan, cinta dan ketulusannya.
Untuk seluruh pembaca, salam hangat dan salam santun. Komentar dan kritik membangunnya selalu kutunggu.

Gambar


Novel Tentang Cinta Lokasi dan Beda Status Sosial

Beberapa hari terakhir ini kan aku cerita kalau lagi proses menulis novel 14 Jomlos. Tapi kayaknya ada perubahan. 
Cerita #14jomlos nya belum jadi kutulis aja ya. Sudah mau padha jadi manten kayaknya. Haha. Baca novel ini aja ya. Tentang cinlok. Cinta Lokasi Pernah naksir orang yg beda status sosial? Bikin galau kan. Apalagi kalau dogma keluarga sdh kudu pilih bebet bibit bubut eh bobot storial.co/book/just-in-love


Pernah naksir orang yang status sosialnya berbeda?

Serasa ada jarak yang jauh, dinding yang tinggi, tebing yang dalam kan untuk bisa melanjutkan hubungan seperti ini.

Khawatir tidak mendapat restu orang tua dan keluarga. 

Khawatir diledek teman-teman pergaulan selama ini. 

Apalagi bagi Kemala yang tinggi hati dan telanjur melabeli dirinya sebagai perempuan yang tidak sembarang memilih pasangan. Bahkan untuk memilih orang yang ditaksir saja, dia akan berpikir panjang terlebih dahulu. 

Lah ini tahu-tahu saat magang mengerjakan renovasi interios di butik luar kota, Kemala malah jatuh hati pada pegawai rendahan di butik itu.  

Cinta beneran atau hanya nafsu ya?

Kalian bisa membedakan nggak? 

Kayak gimana sebenarnya kalau itu cinta? Atau jangan-jangan cuma nafsu? Bagaimana cara membedakannya? 

Bersama-sama selama beberapa waktu membuat Kemala dan Yudhistira mau tak mau juga berakibat kedekatan fisik. Yang membuat mereka....aduh kalian musti baca deh, memang sulit untuk membendung gairah dan gejolak muda.

Meski sepertinya udik, Yudhistira memang ganteng sih. Ganteng dan menggoda. Anak pemilik butik -Vanisha- ternyata juga naksir cowok yang sama. Membuat keadaan menjadi blunder. 

Kecemburuan Vanisha membuatnya melakukan hal-hal yang merugikan Kemala, dan mengancam pekerjaan renovasinya. Sabotase demi sabotase terjadi. 

Bagaimana kalau kalian  bekerja sampai lelah sampai berbulan-bulan, kemudian terancam tidak dibayar karena terancam lewat dead line pekerjaan? Padahal membawahi banyak tenaga kerja, tukang dan keneknya, juga beberapa pihak outsourcing yang menyuplai berbagai pekerjaan instalasi. 
Studium Generale Kajian Gender KGI




anakku lanang ikut ngaji KGI lho. *biar melek gender

jarang sekali perempuan menjadi subyek
penting utk struggle agar ke depannya makin banyak perempuan yg mjd subyek pengetahuan, maupun jd obyek tapi yg kritis. pengetahuan islam diproduksi di byk negara, dg banyak fatwa yg hrs dicermati, misal: high heels di malaysia, etc


posisi perempuan dlm fatwa, sbg subyek atau obyek akan berbeda jika perempuan jd subyek, krn pengalaman dan subyektifitas perempuan akan mempengaruhinya ketiadaan ulama perempuan di malaysia, maka aktifis perempuan yg jd pencetus agar perempuan jd subyek pengetahuan islam

sbg aktifis hrs berhadapan dg authority, dari segi teks dan badan2 mahkamah syariah dst malah dpt perlawanan, kamu tdk belajar islam, tdk pakai kerudung dst, jd tdk berhak utk beri interpretasi thd ayat, tdk py kriteria2, tdk py otority dlm rg sosial shg tdk bisa fight for women 


mjd pembela perempuan dlm keluarga, hrs jd subyek yg py interpretasi
belajar dr PEKKA pemberdayaan perempuan kepala keluarga dlm realita perempuan jd kepala keluarga pdhl ayatnya lelaki adl pemimpin tantangannya bgm memadukan antara ayat dan realita ini?

meski dlm MUI ada perempuan, syuriyah NU dulu ada perempuan, tp ruang2 agama didominasi laki2. seringkali hal2 yg terkait laki2 dan perempuan, ex: pernikahan, (situasi umum yg tjd) perempuan kdg diundang kholid abu fadhil, buku atas nama Tuhan, ada fatwa2 ajaib ttg perempuan


jawaban2nya tdk mempertimbangkan perspektif perempuan, krn mrk mmg bukan perempuan jd tdk mengalami. kita menulis artikel, sdh termasuk produksi pengetahuan perempuan bisa datang & mengusulkan, tapi yg memutuskan adl laki2. misal sayap perempuan dlm organisasi2

bgm bisa mjd musohih-pentashih (komentar anak lanang: kok ngerti musohih barang? lho bu doktor nur rofi itu ulama perempuan, ngaji sampai turki, mesir dll, jelasku) KUPI kongres ulama perempuan:musyawarah keagamaan, perempuan yg py perspektif keadilan perempuan jd subyek penuh
saat menentukan kpn berhenti haidl, implikasi wajib sholat, sejak baligh - ini berarti perempuan punya kemampuan utk mengambil keputusan/hukum pesantren kebon jambu cirebon dipimpin nyai. santrinya ribuan laki dan perempuan, dr berbagai provinsi
pergeseran tjd posisi perempuan di majlis fatwa mainstream-pendukung di majlis satunya-perempuan terlibat dr awal sampai akhir pglmn2 khas perempuan pernah kudengar saat ngaji KGI waktu itu. kubagikan juga via cuitan twitter tp anak lanang pertama kali ini dengar,so let him learn

laki2 juga bisa diperkosa, tapi biasanya juga oleh laki2 tapi yg dialami perempuan, efeknya lbh jauh pengalaman perempuan tdk saja diperhatikan, tapi kadang malah dijadikan alasan/alibi perspektif kemaslahatan hakiki, mengintegrasikan pglmn perempuan sosial dan biologis

struktur fatwa: dalil, pertanyaan, sikap keagamaan, pendapat fatwa di KUPI: ada pertanyaan, dalil, istidlal, sikap keagamaan, rekomendasi, maroqiq/lampiran ciri penting: mengintegrasikan pglmn sosial biologis perempuan dlm konsep kemaslahatan

sebuah tindakan tdk maslahat, jika hanya maslahat bagi laki2 bgm cara menilai itu maslahat juga bagi perempuan?

perempuan bisa mengalami depresi jika tdk mendapatkan dukungan dr lingkungannya. misal: baby blues hanya mjd perempuan, tapi hrs mengalami semua itu ya tdk adil. 3 fatwa KUPI 1. kekerasan seksual itu haram baik di dlm maupun luar perkawinan, krn membahayakan perempuan

2. mencegah anak perempuan dr pernikahan dini hamil dan menyusui di usia dewasa saja sakit, apalagi anak2. 3. menjaga alam dari kerusakan adl wajib kelangkaan air bersih berbahaya bagi perempuan, terkait kebersihan alat vitalnya dll

konsep keadilan hakiki reproduksi islam atas kemanusiaan perempuan relasi gender dlm bhs arab,tafsir alquran islam dan kemanusiaan penuh perempuan ayat haidl bicara pd laki2, biarkan mrk sendiri utk mengatasi rasa sakit Quran mengajarkan cara pandang aturan rukhsoh adl contoh


Previous PostPostingan Lama Beranda