Dian Nafi's

journey journal
Travel Blog vs LockDown Corona


Banyak travel blogger yang mengelola web dan Travel Blog menjadi resah di masa pandemi wabah Corona ini. Apa iya mau menulis tentang traveling terus sementara orang-orang diharuskan tinggal di  dalam rumah alias stay at home, apalagi jika adalock down negara maupun kota.

Yang sebenarnya kita sebagai travel blogger masih bisa menulis tentang hal-hal terkait traveling. Karena sejatinya traveling itu bicara tentang beberapa hal berikut ini. Sehingga di blog traveling kita bisa menyajikan tulisan-tulisan yang terkait dengannya. 


- wonder, kekaguman, bertanya-tanya, keheranan, atau kegawokan kalau kata orang jawa. Eaaa...

- curiosity, keingintahuan, kepenasaranan.
- learning how other people live, belajar bagaimana manusia dan orang-orang lain ini hidup, berkehidupan
- tolerance, cerita perjalanan berarti cerita toleransi. Bener kan?!
- empathy, tanpa punya empati kita tak mungkin bisa menikmati perjalanan apapun, ke manapun, dengan siapapun.


- the joy of looking stupid and getting other people to laugh at you, keasyikan dan keseruan untuk terlihat bodoh dan membuat orang lain menertawakan kita.

- landscape and history, pemandangan dan sejarah, bisa juga berarti latar belakang segala sesuatu. kita bisa menelaah banyak hal dari perspektif teropong ini, ya kan.
- all the sciences and arts; semua hal berbau sains dan seni. Hmmm... jangan lupa juga semua hal terkait kesehatan dan virus di masa corona ini. Itu sains juga loh. Microbiologi kayak bidangnya cakamadku. Eaaa...

- the importance of community and of helping others who need that help; pentingnya komunitas dan menolong orang lain yang membutuhkan.


- how to connect with things far greater than you'll ever be, and why that's a really good thing for your ego in the long run; bagaimana terhubung dengan hal-hal yang lebih besar daripada kita, dan mengapa penting bagi ego kita dalam perjalanan yang lebih panjang.

- travel is also about hope, travel juga berarti harapan.


- opening your eyes to what's around you - including at home. Buka mata terhadap apa yang ada di sekitar, termasuk yang ada dalam rumah.

- adventures In Going Nowhere; petualangan yang dilakukan saat tidak ke mana-mana.

- about finding stillness to stop your brain catching fire; tentang menemukan keheningan untuk menghentikan pergumulan otak yang terus membara menyala-nyala.

- from a travel perspective, try writing about fear; dari perspektif travel, coba tulis tentang ketakutan.

- write about risk; menulis tentang resiko.

- uncertainty, juga ketidakpastian.

- Travel is, at its heart, as much about fascination and learning as it is about physical exploration. That's also why most people read travel stuff, even when movement is unrestricted.

Travel sejatinya adalah tentang keterpesonaan dan belajar eksplorasi fisik. Itulah sebabnya kebanyakan orang membaca hal-hal terkait travel meskipun pergerakan dibatasi.


- honest, unflattering self-portrait of someone falling apart; kejujuran, potret diri yang tidak menarik dari seseorang yang terjatuh.


- 'how to find yourself' guide for the emotionally fragmented; petunjuk bagaimana menemukan diri sendiri bagi mereka yang terbelah emosinya.

- "travel the world and fix your life" thing; mengelilingi dunia dan memperbaiki kehidupan kita

- stay home and mercilessly take the piss out of the kind of travel you love. tinggal di rumah dan tanpa ampun misuhi jenis perjalanan yang kita sukai.

- Nomad is tremendously awful, the pettiest and least self-aware Partridge has ever been, and the results are sublime/excruciating.
Pengembaraan sesungguhnya mengerikan, kita bagai ayam hutan yang tak sadarkan diri dan hasilnya menyakitkan

- Write about where you are, where you live right now. Tulis tentang di mana kita tinggal saat ini.

- A good way to discover how woefully ignorant you are of what the world actually looks like, at ground level?

Cara yang baik untuk mengetahui seberapa tidak pedulinya kita pada dunia sebenarnya, pada level permukaan?

- "All great civilizations are based on parochialism. To know fully even one field or one land is a lifetime's experience...it is depth that counts, not width."

Semua peradaban besar didasarkan pada parokialisme. Mengetahui sepenuhnya bahkan satu bidang atau satu tanah adalah pengalaman seumur hidup ... itu adalah kedalaman yang diperhitungkan, bukan lebarnya. 

- the power of looking closely at what's so familiar to us that we never actually see it
kekuatan untuk melihat dengan cermat apa yang begitu akrab bagi kita sehingga kita tidak pernah benar-benar melihatnya.


See? 
Ternyata banyak hal yang bisa kita tuliskan di blog travel kita kan meskipun harus berada dalam rumah di masa wabah pandemi corona ini. 

Smoga menginspirasi ya!
Dan semoga corona segera berlalu. Aamiin.

Corona Effect: Cancelled Traveling and Events



Cancelled Traveling Because Of Corona akhirnya tak terhindarkan lagi. Setelah sempat ketar ketir apakah event di BSD Tangerang akan tetap berlangsung atau tidak, akhirnya kami dapat kabar bahwa acara diganti menjadi virtual selebrasi.

Begitu juga beberapa event lainnya yang sudah ada rencana jauh-jauh hari, terpaksa harus dibatalkan. Aku tidak jadi mengisi sesi parenting di hotel Amantis yang diselenggarakan sebuah yayasan pendidikan, batal mengisi talkshow pada literasi dan research festival di sebuah sekolah menengah atas, batal acara Muslimat Demak Berzikir, Haflah Fatayat Kabupaten, Harlah Fatayat Wilayah. Ada beberapa acara yang tetap kekeuh dan ngeyel diselenggarakan juga, tapi aku menolak untuk datang karena memilih stay at home.


Tapi alhamdulillahnya meskipun event dan travelingnya jadi tertunda atau batal, tapi ada beberapa pengganti aktifitas yang sama bermanfaat dan menghasilkannya.


Alhamdulillah ada beberapa kelas online yang bisa kuampu dari dalam rumah. Antara lain kelas online Women  Will  dan Gapura Digital, initiative by Google. Kelas Digital Marketing, kelas sosmed, kelas kepenulisan.

Ada juga beberapa pekerjaan campaign program dan produk dari beberapa brand perusahaan dan agensi. Semuanya bisa dikerjakan dari dalam  rumah sambil menemani anak-anak belajar serta mengerjakan tugas-tugas selagi karantina di masa pandemi Corona.

Semoga pandemi corona ini segera berlalu dan semua kembali pulih seperti sediakala. Aamiin





Image



Aku pernah motoran bersama adik-adikku ke candi gedongsongo belasan tahun lalu. Lalu pernah juga pergi  bareng momsquad darwis ke sini juga 2018 trus foto depan miniatur eifel tower di salah satu tempat wisata dekat candisongo ini, 2019 eh ke eifel beneran. Maret 2020 ini datang lagi for green campaign dan social ecological movement yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation.

Seru banget pagi ini bareng 250 mahasiswa mahasiswi dari 58 universitas untuk menanam bareng 868 tanaman di kawasan candi gedong songo.  Sudah saatnya generasi milenial sadar lingkungan dan menjaga kelestarian alam.


Mahasiswa-mahasiswa dari universitas diponegoro,  universitas sebelas maret surakarta, uin walisongo semarang,  universitas negeri semarang dan 50 universitas lainnya menanam bersama-sama bibit yang berasal dari pusat pembibitan tanaman PPT Bakti Lingkungan Djarum Foundation.

Image

Program darling alias sadar lingkungan ini diadakan oleh Djarum Foundation sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Agar semua pihak juga generasi muda bangga dan turut berperan menghijaukan situs-situs bersejarah.

Jenis pohon yang ditanam kali ini adalah bambu jepang,  hujan mas,  pucuk merah,  tabebuia rosea,  pinus,  puspa,  akarwangi pada kawasan candi 1. Di kawasan candi 4 yang ditanam ada pinus,  puspa,  akar wangi.


Candi gedongsongo adalah candi keempat yang didatangi untuk program darling ini
Direktur Djarum. Foundation pak Hartono juga hadir pagi ini. Social movement ini untuk menumbuhkan cinta dan kontribusi terhadap lingkungan

Spesial di candi gedongsongo acara berlangsung selama dua  hari.  Ada camping untuk 50 darling squad yang terpilih. Berbagai acaranya antara lain Workshop tentang sampah. FGD project challenge untuk aplikasi idenya di daerahnya masing-masing.

Image
Setelah menanam bersama pohon dan semak, acara berikutnya adalah talkshow

So pasti diawali dengan yel-yel dulu.
Siap Darling?
Kami siap darling, kalian kapan?
Darling Squad?
Bikin perubahan itu tidak bisa sendirian.

Speech dari Djarum Foundation yang disampaikan pak Panji, menyampaikan bahwa kita harus menjaga dan memelihara apa yang sudah dikerjakan susah payah oleh pendahulu kita. 
Terkubur 10 meter, candi yang dibangun ratusan tahun lalu berhasil digali. Ribuan candi di Indonesia, merupakan peninggalan nenek moyang yang sangat berharga.
Generasi penerus harus menjaga budaya-budaya tersebut berikut  lingkungannya. Dampaknya kehidupan sosial masyarakat akan meningkat, devisa negara juga.


Kegiatan hari ini bareng 250 mahasiswa juga merupakan aplikasi dari kampus merdeka sebagaimana yang diharapkan mas menteri Nadiem Makarim.


Image

Candi dibangun tidak dengan semen beton, karena butuh material yang tahan gempa. Pohon yang ditanam di kawasan candi juga tidak sembarangan, ada riset. Mari kita membuat narasi yang baik tentang budaya, lalu kaitkan dengan lingkungan.

Peninggalan artefak berupa candi, lingkungan serta budayanya menjadi bagian  yang harus dipelajari. Makin jauh ke belakang bangsa mau belajar, makin maju ke depan juga bangsa itu. 
Tari gambyong sebagai bagian yang termasuk budaya dan harus kita jaga, juga ditampilkan siang itu.

Tema talkshow siang itu adalah "what we can do now?"
Untuk memulihkan ekosistem, kita harus menanam 26 pohon perhari. Demikian yang disampaikan oleh Kapokja pemeliharaan cagar budaya. Sebenarnya ada ribuan candi di indonesia. Di jawa saja ada candi ngenpor, selogriyo, dukuh, ngawen, dll.

Nara sumber kedua ada anak muda dari Jakarta -Iqbal- yang punya sociopreneurship. Dia menaikkan dari bank sampah jadi klinik sampah, kertabumi (nama brandnya) membuat 200 ribu produk sampah. Berawal dari frustasi dan kegeramannya karena melihat sampah di mana-mana. lalu saat pergi ke tempat pembuangan akhir, dia melihat bahwa sampah ternyata tidak diolah. Maka kemudian dia menginisiasi gerakan dan usaha ini. Antara lain adalah memproduksi ubin dari botol plastik. Keren kan. 

Image

Nara sumber berikutnya adalah pak Hasan dari Dinas Kehutanan.
Program dinas kehutanan antara lain mengajak komunitas-komunitas untuk menanam pohon. Salah satunya yang pernah diselenggarakan, ada 2726 peserta yang ikut menanam pohon di merbabu.
Pada musim hujan, minimal seribu pohon ditanam tiap event. Medsos cepat sekali menyebarkan green campaign. Mindset anak muda sekarang sudah berubah. Mereka mudah digerakkan untuk kebaikan. Alhamdulillah.


Candi dan lingkungan adalah ekosistem yang tidak bisa dipisahkan.
Batu candi punya skala kekerasan yang rendah. 2 skala mos. Kalau kena goresan kuku cepat rusak. Apalagi  bila kena alterasi alias pelapukan batu oleh belerang. Antisipasinya ditutup dengan  pohon yang rindang. Oleh karena itulah penghijauan sangat penting di lingkungan candi.

Nara sumber berikutnya adalah artis muda Lutfi yang menjadi pemeran Prince Darling. Prince darling web series merupakan produksi Djarum Foundation, dan kemarin sudah mendapat 1,4 milyar views. Series ini  bercerita tentang prince atau pangeran dari masa lalu yang dikirim ke masa depan untuk menanam 100rb pohon. 

Lutfi merasa setelah membintangi series ini, dia menjadi lebih  aware dengan kehidupan yang akan datang. Itu jugalah pesan yang ingin disampaikan oleh series ini kepada para milenial. Apa yang terjadi hari ini mencerminkan masa lalu. 


Pak Hasan menyampaikan bahwa tersedia 2 juta bibit di dinas kehutanan. Silakan ambil untuk ditanam. Cukup kirim pesan via whatsapp, kalau sedikit silakan ambil, kalau banyak bisa dikirim oleh dinas kehutanan. 
Minimal kita ini menanam 1 pohon sehari, dan memeliharanya dengan baik. Jangan menyerahkannya pada Tuhan saja, tapi tidak mau menyirami dan lain-lain. 

Pinus bisa menyerap sulfur, karena itulah ada banyak pinus di kawasan candi. 



Image


Iqbal menambahkan bahwa Social enterprise dimulai tanpa modal, yang penting terus belajar. Ngomongin sampah tidak bisa terlepas dari manusianya. Lakukan social projectmu sekarang!
Saat ini Iqbal dan Kertabumi sudah memiliki 57 bank sampah, dan mendaur ulang 87 ton sampah. Bahkan produknya sudah diekspor ke jepang, eropa dst

Prince Darling memberikan tips untuk milenial agar memulai dari yang mudah.
Jangan membuang sampah sembarangan
Bawa tumbler
Pilah sampah
Bawa totebag
Pakai sedotan stainles steel
Tanam pohon



Mbak Dewi Asmara dari Dinas Cagar Budaya menjawab pertanyaan salah satu peserta. Kita perlu menjadi conscious consument yang hanya belanja benda-benda yang tidak menjadi  sampah.
Bagaimana mengelola budaya konsumsi yg sehat juga perlu digalakkan. Via sosmed, youtube dan lain-lain.

Pak Hasan menambahkan bahwa neraca sumber daya alam harus seimbang. Pemerintah bertugas menghitungnya. Maka kita perlu kajian lingkungan hidup strategis.

Sampah B3 medis kalau mau diolah harus ada sertofikasi dr dinaa lingkungan hidup
Sampah berbahaya seperti popok bekas jadi pot, batu bata
Aplikasi bukan untuk individual atau komunitas. Ada perlakuan tersendiri

Sarannya adalah lebih baik produksi olah sampah yang tidak membahayakan saja. Lebih aman.

Image


Bersahabatlah dengan alam, jangan merusaknya

Di akhir talkshow semua narasumber berfoto bersama moderator, mbak Abex. Ada pak hasan dinas kehutanan, bu Dewi Asmara dari balai cagar budaya, mas Iqbal social enterprise, dan Lutfi  si prince darling.

Ujung rangkaian acara dua hari ini adalah persembahan lagu-lagu yang dinyanyikan Abdul Idol.

Saat perjalanan pulang, aku sempat bertemu dengan Lutfi salah satu nara sumber di panggung tadi.

Nih dia prince darling. Sulungnya cakamad setinggi ini juga kali.

Tonton web seriesnya ya.

Image