Yang Terang Dan Yang Padam

Yang Terang Dan Yang Padam




Siang itu langit sedang bercanda. Sesaat tadi sempat gerimis menyapa bumi. Namun ketika aku sudah memakai jas hujan, tiba-tiba gerimis berhenti. Langit terang benderang dan aku tiba di venue siang itu dalam keadaan berjas hujan. Ahaha.

Siapa sangka sorenya kemudian jalanan banjir seperti lautan.

Undangan kali ini datang dari sebuah brand internasional. Roadshow nasional yang kali pertama digelar di kota ini berupa talkshow bertajuk Masa Depan Pencahayaan, The future of lighting. Sebuah kajian yang menarik. Karena ada kata 'future' di situ, dan pencahayaan adalah elemen penting dalam sebuah desain arsitektural. Bidang yang tetap berusaha kupertahankan dan kugeluti di antara karir kepenulisanku.

Ngomongin future, siapa yang bisa mengira 'future' kita? Akan sampai manakah kita? Kapan kita selesai dan 'paripurna'? Dan seterusnya.

Ngomongin future, jadi teringat dengan berita yang barusan terbaca di time line tentang seorang arsitek yang karyanya sangat futuristik.
Hari itu rupanya mendung yang sesungguhnya sedang terjadi di dunia kearsitekturan. Adalah seorang blasteran Irak British, arsitek wanita kenamaan dunia wafat setelah serangan jantung.  Zaha Hadid memang fenomenal. Karyanya tidak saja artistik dan modern futuristik, namun juga bisa dibilang belum ada duanya.  Dan orangnya nyentrik banget, fashionnya bener-bener bikin kepincut, gesture dan gaya penampilannya inspiratif.

Entahlah, who is the next Zaha Hadid?

Ada tegun saat aku berdiri di antara booth-booth venue hari itu.
Ada yang terang dan ada yang padam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox

@diannafi