Pengalaman Mengurus VISA USA

 Pengalaman Mengurus VISA USA





Jadi sekitar Agustus dpt pengumuman lolos conference ke Amrik. Berhubung paspor dah mau habis, jadi urus perpanjangan paspor dulu. Krn smrg full, so ke Pati. September apply visa via US dos ceac

Waktu isi form pembayaran, sempat lihat slot jadwal wawancara awal Oktober masih tersedia, eh lha kok selisih beberapa menit kemudian ketika mau selesaiin isi form, slot yg tadi sudah gak ada. Jadwal tersedia geser ke pekan ketiga Oktober. Hadeuh. Tapi ya mau gimana lagi

Oh ya, biaya visa 2,8 juta. Ini bakal hangus kalau kita gak lolos wawancara. Dan sempat deh dengan juga krn kabarnya banyak yg lolos. Tapi nothing to lose aja lah. Toh biayanya sumbangan dari bupati pas aku ngakuin proposal minta dukungan/sponsor/support buat bea ke conference

Sempat repot juga pas mau bayar. karena staf BCA gak mau ambil resiko, takut gagal kirim. Aku malah baru tahu dari dia kalau ada loket pembayaran bank CIMB niaga di kawasan kantor kemenag. Biasanya mereka melayani utk kepergian haji dan umroh. Dus ke sanalah aku pergi untuk membayar.

Saat tidak ada notifikasi lebih lanjut setelah membayar, aku buru-buru inbox ke email admin web ceac-nya. Eh ternyata memang harus menunggu 24 jam dulu untuk dapat konfirmasi pembayaran dari sananya. Dus, aku menunggu. 

Tapi melihat schedule appointment wawancara yang mepet tanggal keberangkatan ke amerika, sebenarnya aku sudah pesimis kayaknya nggak bakal berangkat nih. Nggak mungkin terlalu mepet. Kupikir-pikir, seharusnya aku  apply wawancara di Jakarta saja ya, biar kalau mepet-mepet begitu tetap bisa langsung berangkat ke Amerika begitu memegang visanya. 

Aku ngobrol dengan teman yang pernah mengurus visa amrik juga, dia bilang supaya aku memantau tiap hari, siapa tahu tanggal wawancara bisa maju. So setiap hari aku lihatin tuh web-nya. Dan alhamdulillah bisa maju sehari, besoknya maju sehari lagi, besoknya maju sehari lagi. Sampai padha akhirnya aku dapat jadwal hari Senin. Persis sehari setelah aku mengisi pelatihan menulis di kampus Unisfat. 

Dus, begitu selesai mengisi workshop, aku buru-buru mengejar bis ke surabaya. (jadi inget momen membuat visa schengen eropa di Surabaya juga waktu itu.  Oh ya, teman-teman kalau mau membaca pengalamanku memperoleh visa Schengen Eropa, bisa baca di sini >> https://www.writravelicious.com/2019/05/cara-mendapatkan-visa-schengen.html )

Kali ini Surabaya-nya beda lokasi ya. Kalau dulu di gedung wisma HSBC, kali ini di konsulat AS di Surabaya. 

Malam itu aku sempat nge-mall dulu dan dapat baju-baju diskonan ehehe. Eh tapi pas mau istirahat, ternyata penginapan yang aku booking gak ada di lokasi alias zonk. Duh, mana sudah malem banget. Alhamdulillah syukurlah tukang gojeknya baik, mau anterin aku cari tempat penginapan lain. Tapi ya gitu, jadi lebih mahalan dikit. Gak apa-apa lah yang penting aman, selamat. Alhamdulillah. 

Paginya aku sempat mampir ke rumah teman dan mengobrol panjang lebar. Dari situ barulah pergi ke konsulat AS. Untung aku sudah pernah pergi ke konsulat UK di jakarta yang super ketat banget. Jadi lumayan nggak jiper banget karena sudah terlatih mentalnya waktu itu melewati pengawasan berlapis-lapis. 

Pas duduk di ruang tunggu menunggu dipanggil buat wawancara, hati makin deg-deg ser. Apalagi denger penolakan demi penolakan terhadap satu per satu orang yang maju wawancara. Duh!

Aku juga harus siap  dengan penolakan nih, pikirku. 

Alhamdulillah untungnya pas aku maju wawacara, cukup lancar. Jadi kayaknya memang mereka sudah mengobservasi kita sejak dokumen dikumpul beberapa minggu lalu. Sehingga sebenarnya mereka sudah punya jawaban menerima atau menolak permohonan visa ketika kita datang. Wawancara itu untuk memastikan saja. 

Mau conference ke mana? (nanya-nya dalam bahasa Inggris tentu saja)

Aku sebutin universitas dan kotanya. 

Presentasi tentang apa?

Secara singkat kuceritakan paperku.

Mau berapa lama tinggal di amrik? (belum lagi kujawab, dia sudah membaca ulang keteranganku yang ada di dokumen)

Oke, all is well. Begitu dia menutup percakapan singkat kami. 

Alhamdulillah beberapa hari kemudian visa amrik-ku sampai. 

**

Berikut tata cara mengurus visa amerika

1. Memilih jenis visa Ada 2 jenis visa Amerika: Visa Non-Imigran Jenis visa ini merupakan visa untuk yang hanya ingin berkunjung ke Amerika dan tidak ingin menetap. Visa ini cocok untuk yang hanya ingin berlibur di Amerika ataupun melakukan kunjungan bisnis. Dengan visa ini, kita bisa mengunjungi Amerika untuk beberapa hari saja dengan rencana perjalanan yang jelas. Visa Imigran Amerika juga menyediakan visa untuk yang ingin menetap lama di sana, yang disebut dengan visa imigran. Visa ini cocok untuk yang ingin belajar ataupun bekerja di Amerika. 2. Menyiapkan Berkas Dokumen Persyaratan Pembuatan Visa Amerika Setelah menentukan jenis visa yang akan dibuat, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan dokumen persyaratan untuk membuat visa Amerika. Berikut adalah syarat visa Amerika yang harus disiapkan untuk apply visa Amerika: Paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan sebelum keberangkatan, Pas foto ukuran 5x5 dengan background putih, Surat keterangan pegawai dari perusahaan jika ada. Dokumen rencana perjalanan selama di Amerika. 3. Melakukan Pembayaran Biaya Pembuatan Visa Biaya aplikasi visa Amerika untuk tipe visa non imigran untuk turis, bisnis, pelajar, dan pengunjung biasanya adalah US$160 atau sekitar Rp 2,3 juta. Biaya visa Amerika untuk pekerja dan pekerja agama adalah US$190 atau sekitar Rp 2,8 juta. Biaya visa K Amerika atau visa tungangan adalah US$265 atau sekitar Rp 3,9 juta. Cara pembayaran visa Amerika bisa dilakukan melalui bank transfer dengan EFT atau Electronic Fund Transfer. Selain transfer bank, kamu juga bisa membayar biaya pembuatan visa ini secara cash di CIMB Niaga. Biaya yang sudah dibayarkan ini tidak akan kembali jika permohonan visa ditolak. 4. Mengisi Formulir DS-160 Langkah selanjutnya setelah melakukan pembayaran adalah mengisi formulir DS-160. Formulir ini bisa kamu isi secara online di https://ceac.state.gov/genniv/. semua data yang diisikan benar dan sesuai dengan data yang ada di paspor. Pastikan tidak ada data yang salah, karena data ini merupakan data utama yang digunakan dalam pertimbangan pembuatan visa Amerika. Data ini juga tidak bisa diubah. upload foto dengan background putih. Foto harus jelas dan yang terbaru. Pengisian formulir ini semuanya menggunakan bahasa Inggris, jadi pastikan ejaan yang digunakan sudah benar. Sebelum melakukan submit sebaiknya cek terlebih dahulu agar tidak ada kesalahan karena data yang sudah di submit tidak bisa diubah lagi. Catat 10 digit nomor formulir ini. Nomor ini akan digunakan untuk membuat akun visa secara online. 5. Membuat Akun Visa Secara Online Tahapan selanjutnya dalam cara apply visa Amerika adalah membuat akun visa secara online. Akun ini nantinya akan digunakan untuk membuat jadwal wawancara. https://cgifederal.secure.force.com/. pilih menu “Pengguna Baru” atau “New User”. Menu ini ada di bagian bawah halaman. Dalam pembuatan akun visa secara online ini butuhkan 3 data, yaitu: Nomor paspor Bukti pembayaran visa, dan 10 digit nomor dari formulir DS-160 Jika akun sudah terbuat, tentukan jadwal wawancara di kantor kedutaan besar Amerika. Ada tiga tempat yang bisa dipilih untuk melakukan wawancara yaitu di Kedutaan Besar Amerika Jakarta, Surabaya, atau Bali. Dalam memilih tempat ini harus sama dengan yang dii isi di formulir DS-160. 6. Melakukan Wawancara di Kedutaan Amerika Ini merupakan tahapan yang paling penting dalam cara apply visa amerika, yaitu wawancara di Kedutaan Amerika. Untuk melakukan interview ini, kita harus datang sesuai dengan jadwal yang sudah tertera. Setidaknya kita datang tepat pada waktu atau 15 menit sebelum wawancara. Dalam melakukan wawancara ini kita harus membawa semua dokumen. Pastikan bawa juga dokumen yang asli. 7. Hasil wawancara Setelah melakukan wawancara, kita akan menerima selembar kertas. Ada 5 warna penanda permohonan visa: Putih, artinya permohonan visa disetujui. Kita akan diberi arahan di mana tempat untuk mengambil visanya. Hijau, artinya diminta untuk memberikan informasi tambahan sebelum keputusan final. Kuning, artinya dibutuhkan waktu tambahan dalam proses pembuatan visa maksimal sampai 60 hari. Merah, artinya permohonan visa ditolak. Biru, artinya dokumen belum lengkap, kita harus melengkapinya terlebih dahulu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox

@diannafi