melihat Tuhan

melihat Tuhan



Aku melihat Tuhan saat mengenalmu. Ada banyak sekali cinta di sana, sehingga dari pohonnya tumbuh berbagai kebaikan dan keajaiban. Tapi aku juga melihat setan. Setan? Mungkin aku salah menerjemahkan. Kuserap dan kuendapkan lagi sebelum aku memuntahkannya. Dan ini yang kudapatkan. We have to make God being  impressed if we want to make Him fall in love with us. Kenapa begitu?

Aku belajar dari membaca sikapnya. Ia mungkin sekali bukan pria flamboyant. Bukan maunya, setidaknya. Tapi jika banyak wanita kesengsem, ia tak mungkin menolak. Itulah  sifat asli Mars. Venus juga sebenarnya. Semua manusia pada dasarnya sama, suka dicintai.

Mungkin ada yang gerah.Kenapa di bulan Ramadlan juga masih ngomong cinta-cintaan. Oh ya gimana lagi? Memang masih belajar, dan tingkatannya baru bisa melihat sesuatu dari sudut berjudul cinta.

Tapi aku belajar sesuatu. Mencoba memahami  misteri cinta Tuhan melalui bentuk cinta manusia. Jadi saat kusadar dia bisa berpindah dari si E, ke W, ke I, ke R, ke E yang lain, ke D, lalu mungkin ke M, aku melihat sesuatu. Pada dasarnya ia mencintai keindahan, kebaikan, kecerdasan, keutamaan dari orang – orang yang ia jatuhi hati. Dan orang-orang ini membalas perhatiannya sebab ia menunjukkan ketertarikannya sembari menebar mantra dan kebajikan.

Demikianlah mungkin juga Tuhan. Dia-Nya bisa jatuh cinta pada A, lalu B, lalu C, lalu D dan seterusnya karena mereka layak dijatuh cintai. Dan jika cinta ini tak bertepuk sebelah tangan, maka makin menjadi jadi-lah dan terbakarlah cinta itu sehingga terjadi ekskalasi hingga anihilasi.

Mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox

@diannafi