Dian Nafi's

journey journal

Tips Menulis Memoir (3)

Leave a Comment
Tips Menulis Memoir (3)





Baca juga:

Tips Menulis Memoir (1)

Tips Menulis Memoir (2)


Kita tahu sebuah tips  tidak selalu berhasil bagi yang lain, namun beberapa ide berikut ini bisa dicoba dalam upaya kita menulis memoir yang memikat pembaca

1. Baca yang terbaik dari yang terbaik
Baca buku pemenang lomba, yang dapat penghargaan, tipe buku yang ingin kita ciptakan. Apakah memoir sejarah, jurnal kesehatan, vignette koeleksi humor, travelogue, atau memoir derita? Tentukan bentuk memoir apa yang akan kita tulis, dan baca semua yang terbaik dari genre yang sama sejak masa klasik sampai kontemporer. 

Jangan khawatir plagiarism. Kita menulis memoir, bukan paper riset. Serap elemen penting dari orang lain yang akan kau tulis. Struktur adalah masalah besar. narative arc, alur juga. Pelajari bagaimana membuat tension, tegangan, dan adegan dramatik. pelajari yang penulis letakkan dalam ceritanya dan apa yang mereka tinggalkan alias tidak mereka tulis.  Apa yang membuatmu iri? cari, catat. Apakah dialognya? Prolognya? Penggunaan metaforanya? Bagaimana mereka meng-handle tema? Belajar dari mereka. seperti upaya magang lainnya, belajar non fiksi kreatif dari  penulis yang sukses butuh waktu sebelum kita bisa mengerjakannya. 


2. Sesuaikan egomu
Yakinlah bahwa kamu bisa menyampaikan ceritamu dan ceritamu bisa ditulis. ambil langkah pertama dan pergi ke pelatihan, tampilkan, tunjukkan ke orang-orang. kita punya apa yang dimiliki semua penulis: ego yang cukup untuk meulai. Ganti kata-kata aku percaya, aku pikir dengan bahasa yang lebih otoritatif. 

Merasa siap danbersemanagat? Bagus. Sekarang ingatkandirimu sendiri bahwa kecuali kamu adalah selebriti, tidak mungkin ada yang otomatis tertarik dengan ceritamu. Ini tidak berarti mereka tidak peduli, tetapi kamu harus bekerja lebih keras untuk menciptakan karakter yang simpatik, dan membentuk penuh seni dan mengorganisasikan ceritamu sehingga berharga bagi orang asing/baru.

3. Mulai bercerita secara oral.
identifikasi ceritamu dengan memigurakannya, satu demi satu, lapis demi lapis, potngan demi potongan, rangkaian kejadian, pertanyaan yang butuhjawaban, momen yang mengubah segalanya dan bagaimana kunci memulai memoir. Idea pre-writing yang bagus adalah terhubung dengan teman baik dan menyampaikan ceritamu pada mereka. Selain kita semua adalah pencerita alami, dengan teman di depanmu, akan ada pilihan untu mulai membentuk ceritamu dalam rangak memikat mereka. 

Mungkin kita mndramatisir momen tertentu, yang bisa jadi cue betapa pentingnya hal ini. Mungkin kamu akan menyeberang dari yang personal menuju yang universal, yang membantumu mengidentifikais temanya. Mungkin kamu menandai ekspresimu, yang bisa membantu mengembangkan voice dan karakter. Swtidknya kamu menemukan dirimu berjuang untuk terdengar make sense/masuk akal dengan apa yang kau katakan, yang bisa jadi kunci membuat cerita ini berarti bagi orang lain. 

coba ceritakan dengan beberapa teman lain. Makin sering kamu sampaikan, makin tajam semua elemen yang tercipta. 

4. Tulis deskripsi cover belakang buku menggunakan 5W
Ada beberapa yang menyarakan untuk memakai anekdot, mungkin berguna bagi tahapan awal. atau halaman-halaman buku
Saran saja, tulis satu halaman deskripsi cerita.

Jawab: kapan, di mana, siapa, apa dan mengapa cerita ini ada. 
When and where does this story take place? Who is this story about? (characterization). What does this person want? (narrative drive). Why can’t they have it? (obstacles and tension). 
 Pertanyaan lainnya: what’s at stake if this person doesn’t get what they want? 
Tanyakan this important questions: Why does this story matter to me—and why should it matter to anyone else? (theme). 


5. Refleksikan narasimu
Memoir adalah tentang sensasi pengalamanmu sebanyak pengalaman yang kamu tuliskan.
tentang pertanyaan yang datang padamu dan jawaban yang kamu cari. Semakin banyak yangkamu refleksikan, pembaca makin mampu membawa refleksi itu bagi mereka sendiri, yang akan membuatnya mnenarik.

6. Punya dua perspektif 
Ada dua orang yang hidup saat peristiwa terjadi. yang menceritakan dan yang merasakan. Dua perspektif ini menampilkan dua karakter sekaligus. Siapa kita saat itu? siapa kita sekarang?


7. Identifikasikan dan mulai dengan peristiwa pemicu
tarik minat pembaca dengan flashback atau  flash forward yang mengubah segalanya


8. Bergerak lebih luas dengan makna
Hubungkan ceritamu dengan makna yang lebih luas. 
Apakah kamu menulis tentang obsesi, luka, duka, kesedihan, ratapan, penyesalan, trauma, inspirasi, depresi, balas dendam,cinta tak berbalas? Baca sesuatu terkait dengan temamu dalam disiplin yang lain, seperti filsafat, sains,reliji, agama, sejarah dan lainnya. Lihat apakah kamu bisa membawa perspektif luar ini ke dalam ceritamu. 

Kamu akan terkejut dengan koneksi yang kamu ciptakan. Ini akan menambah kekayaan pengalaman pembaca, menciptakan keseimbangan, membiarkan pembaca mengalami ke dalam dan keluar dirinya. Berpikir secara lebih luas tentang temamu akan membantumu mengidentifikasi hal-hal penting yang menjadi umpan dan pengait bagi mereka yang mencarinya. 

Joy writing your memoir!

Kalau kamu ingin membaca lebih banyak lagi tips-tips menulis, silakan subscribe lewat form ini



UPCOMING EVENT

Oh ya, insya Allah juga akan ada workshop atau kelas webinar Writerpreneurship di Era New Normal 29 Juni 2020 nanti. 




Selamat menikmati perjalanan menulismu!
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 coment�rios:

Posting Komentar