Traveling Tidak Selalu Tentang Pergi Jauh, Kadang Tentang Pulang
Ada orang yang bepergian untuk melihat dunia.
Ada juga yang bepergian karena ingin menjauh—dari rutinitas, dari luka, dari diri sendiri.
Aku pernah berada di fase itu.
Mengemas tas, memilih tujuan, berharap jarak bisa membuat segalanya terasa lebih ringan.
Dan memang, ada hal yang berubah saat kita berpindah tempat.
Langit yang berbeda. Jalan yang asing. Waktu yang melambat.
Tapi di setiap perjalanan, ada satu hal yang selalu ikut terbawa:
diri kita sendiri.
Jalan-Jalan Tidak Selalu Menyembuhkan, Tapi Mengungkap
Traveling tidak selalu menyembuhkan luka.
Kadang justru membuatnya muncul ke permukaan.
Di kamar penginapan yang sunyi,
di stasiun yang ramai,
atau saat duduk sendirian memandang laut—
kita bertemu pikiran yang selama ini kita hindari.
Dan di situlah aku sadar:
perjalanan bukan hanya tentang destinasi,
tetapi tentang keberanian untuk mendengarkan diri sendiri.
Bertumbuh di Jalan yang Tidak Direncanakan
Tidak semua perjalanan berjalan sesuai itinerary.
Ada kereta yang terlambat.
Ada hujan di hari yang seharusnya cerah.
Ada rencana yang harus dibatalkan.
Mirip hidup, bukan?
Di jalan, aku belajar bahwa:
pelan bukan berarti salah arah,
tersesat bisa membawa kita ke tempat baru,
dan berhenti sejenak tidak selalu berarti gagal.
Pelajaran-pelajaran kecil itu akhirnya menempel—bahkan setelah koper dibuka dan baju dilipat kembali.
Tentang Growing While Healing
Growing While Healing lahir dari kesadaran itu.
Bahwa hidup, seperti traveling, adalah proses panjang yang tidak selalu rapi.
Buku ini bukan peta yang menjanjikan jalan lurus.
Ia lebih seperti catatan perjalanan—tentang luka yang ikut dibawa, tentang lelah yang ditemui di tengah jalan, dan tentang keberanian untuk tetap berjalan meski belum sepenuhnya pulih.
Di dalamnya, kamu akan menemukan refleksi tentang:
bertumbuh tanpa tuntutan kesempurnaan,
menghargai proses pribadi tanpa membandingkan diri,
menjadi rumah aman bagi diri sendiri,
dan menerima bahwa penyembuhan tidak selalu linear.
Ketika Akhir Perjalanan Adalah Pulang
Pada akhirnya, setiap perjalanan akan selesai.
Tiket disimpan. Foto diunggah. Cerita dibagikan.
Tapi perjalanan paling panjang tetap ada di dalam diri.
Dan mungkin, tujuan terpenting bukanlah sejauh apa kita pergi,
melainkan sejauh apa kita belajar berdamai dengan diri sendiri.
Jika kamu sedang berada di fase ingin pergi—atau sedang belajar pulang—
Growing While Healing mungkin bisa menemani langkahmu.
Dibaca di bandara.
Di kereta.
Atau di rumah, saat rindu perjalanan berikutnya.
Karena bertumbuh, seperti traveling,
tidak selalu tentang cepat sampai—
tetapi tentang tetap berjalan, dengan lebih sadar dan lebih lembut.
**
Baca juga buku growing while healing. Berikut link-nya:
http://lynk.id/diannafi/mvl17zx4kwgv
http://lynk.id/diannafi/mvl17zx4kwgv/checkout




Tidak ada komentar:
Posting Komentar