belajar dari wajah

Menarik sekali jika kita terus menerus belajar tentang fenomena apa pun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya, hari ini kita belajar tentang WAJAH.

Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah PANCARAN yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.

Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri:
"Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa?“
“Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?"
Karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang.
Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah istri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapa pun hari ini, marilah kita BELAJAR ilmu tentang WAJAH.
Subhanallah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah.
Tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita.
Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan.
Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya?
Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan.
Ada yang sorot matanya tajam menghujam, tapi menyejukkan.
Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.

Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ULAMA dari Afrika di Masjidil Haram. Subhanallah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya, SEJUK sekali! SENYUMNYA begitu TULUS meresap ke relung kalbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari.

Ada pula seorang ULAMA yang tubuhnya MUNGIL, dan diberi karunia KELUMPUHAN sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar KESEJUKAN yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam KETENTRAMAN BATIN yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.

Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang MENENTRAMKAN, maka cari tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa SENYUMANnya yang TULUS; PANCARAN WAJAHNYA, nampak ingin sekali ia MEMBAHAGIAKAN siapa pun yang menatapnya.

Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang WAJAHNYA BENGIS , struktur KATANYA KETUS, sorot MATANYA KEJAM, SENYUMANnya SINIS, dan SIKAPnya pun TIDAK RAMAH. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu, bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.

AMBILLAH kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita.
BUANG jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.

Tidak ada salahnya jika kita EVALUASI DIRI di depan CERMIN. Tanyalah, raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapa pun yang memilikinya untuk BERUSAHA senyum ramah lebih maksimal lagi.

Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal MENINGKATKAN lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi.

Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita MEMBAHAGIAKAN orang lain?
Ingin tidak kita membuat di sekitar kita TERCAHAYAI?

Nabi Muhammad saw memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa PUAS. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bila ada orang yang menyapanya, menganggap orang tersebut adalah orang yang PALING UTAMA di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.
Walhasil, ketika Nabi saw berbincang dengan siapa pun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap SIKAP dan PERASAAN orang yang diajak bicara.

Ada pun KEMURAMDURJAAN, KETIDAKENAKAN, KEGELISAHAN itu muncul karena kita BELUM menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang PALING UTAMA. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya SEPARUH MATA, berbicara hanya SEPARUH PERHATIAN.

Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah TIDAK MENGUTAMAKAN ORANG LAIN, maka curahan KATA-KATA, cara MEMANDANG, cara BERSIKAP, itu tidak akan punya DAYA SENTUH. Tidak punya DAYA PANCAR yang kuat.

Orang karena itu, marilah kita berlatih diri MENELITI WAJAH, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, MENGAMBIL TAULADAN wajah yang baik, MENGHINDARI yang tidak baiknya, dan cari KUNCInya kenapa sampai seperti itu? Lalu PRAKTEKKAN dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu BELAJARLAH untuk MENGUTAMAKAN orang lain!
Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallah.

Sumber :Cyber MQ AAGym

Have a positive day!

marah


Marah atau amarah sebenarnya merupakan tanggapan terhadap perasaan dan perlakuan yang tidak berkenan bagi dirinya. Dan penyebab marah bisa dari diri sendiri maupun dari external. Penyebab dari diri sendiri seperti curiga, cemburu, kecewa atau merasa terancam, sedangkan dari external seperti ‘delay’ penerbangan, penundaan jadual kereta api, kemacetan lalu lintas. Ada tiga macam gaya marah yang ditunjukkan oleh orang yang sedang marah, yaitu:

Reaksi Marah dengan diungkapkan
Menurut para pakar, ketika amarah diutarakan secara tegas tanpa ada kesan menyerang merupakan cara tersehat. Ketika ada masalah, persoalan ditempatkan pada tempatnya tanpa menyakiti orang lain ataupun dirinya sendiri. Seperti orang tua yang menegur anaknya agar disiplin, teguran sebenarnya merupakan amarah tetapi karena disampaikan dengan cara yang sesuai dan tepat maka amarah tersebut tidak dirasakan oleh orang yang dimarahi.

Reaksi Marah dengan dipendam / ditahan.
Gaya ini akan lebih bermanfaat jika si ‘pelaku’ yang marah untuk bersikap positif dan mencoba-coba untuk mencari pemecahannya. Misal ketika seorang anak yang merasa diperlakukan tidak adil dengan tidak boleh keluar rumah dan kemudian dia mencari pemecahannya dengan berkonsentrasi belajar/beraktivitas yang bermanfaat lainnya maka dia bisa menyalurkan amarahnya. Tetapi jika terlalu sering ditahan tanpa dicari solusinya, amarah yang dikumpulkan terlalu banyak tersebut dan bisa ‘keluar’ dalam bentuk masalah yang lain seperti tekanan darah tinggi atau bahkan dalam bentuk depresi. Atau memicu masalah baru seperti menjelek-jelekkan, sinis, atau sikap bermusuhan, sehingga lama-lama status dari korban akan berubah menjadi pelaku dengan menganggap rendah dan mengkritik segala hal yang dilakukan orang yang menyebabkan dia marah sehingga menyebabkan nyaris tidak ada hubungan baik dengan siapa pun.

Reaksi Marah dengan diredakan.
Gaya yang terakhir ini yang bersangkutan mencoba berusaha untuk mengendalikan sikap, serta menenangkan hati dan perasaannya. Misal (ini hanya contoh semata) kita berencana pergi ke Plaza Semanggi untuk berbelanja tetapi sebelum sampai di tujuan, mobil kita yang membawa ke Plaza Semanggi bocor rodanya dan setelah diperbaiki kita mendengar bahwa akses menuju kesana tertutup karena ada demonstrasi sehingga kemacetan sangat parah. Meskipun kita kecewa, tidak ada yang menyalahkan mobil atau demonstrasi tersebut. Dan untuk meredakan kekecewaan yang bisa berubah kemarahan tersebut, kita berbelanja di Mall Ambassador karena kita melewati mall tersebut.

http://www.f-buzz.com

kendala bercinta




'' Kebenaran bercinta itu hendaklah dituntut ole petunjuk dari RasulNya ,

Yang hadir bersama manusia itu sendiri. Untuk menggalinya perlu merujuk kedalil
''Naqly dan Aqly '' yaitu Alqur'an dan Hadits serta menghadirkan akal. Tanpa menggunakan
Dalil Aqly , maka apa bedanya manusia dengan hewan.''
Disinilah sesungguhnya kendala berat untuk bercinta.

Sifat curiga dapat merusak hubungan bercinta . Sepasang remaja yang sedang asik berpacaran atau sudah betukar cincin , akan dirusak oleh curiga , cemburu. Si Wanita mencurigai Sa Pria disebabkan hasutan pihak ke tiga , Si Pria curiga kepada Si Wanita berdasarkan laporan pihak ketiga, bahwa kemarin kekasihnya pernah berkenalan dengan teman sekelasnya dulu, mereka berdua- duaan didalam rumah.

Semua itu dapat menimbulkan pertengkaran dan keretakan dalam hubungan mereka.
Bahkan pengaruh pihak ketiga itu dapat menimbulkan perceraian bagi mereka.
Boleh saja hidup ini menganut dan memiliki rasa kecurigaan , akan tetapi harus dikedalikan akal.

Tanpa menggunakan akal sebagai kendali , maka kecurigaan itu menimbulkan kerusakan ,
Kesulitan dan hambatan - hambatanserta perpecahan. Bagi perkawinan muda , yaitu dibawah umur 20 tahun, kecurigaan dan cemburu itu sangat tinggi prosentasenyauntuk bercerai. Perceraian dapat dihindarkan , sebab pada setiap waktu terjadi pertengkaran dengan saling tuduh menuduh dan tidak ada yang mengalah.

Beban yang paling berat akibat kecurigaan dan berperang didalam diri sendiri , akhirnya dapat menimbulkan tingkah laku kita menjadi serba salah. Pada detik ini bathin kita mengatakan salah. pada saat berikutnya mengatakan betul . Pendapat itu akan saling berganti pada saat demikian orang akan mengigau dengan berteriak sendiri , '' tidak , tidak '' Beban Bathin seperti itu dapat menghijab kita kepada suatu tujuan untuk mendekatkan diri , dengan harapan akan menemuiNya. padahal obat yang paling mujarab saat kekacauan tiba ialah berdiam diri sejenak dalam renungan suci.Untuk menghapus kecurigaan perlu kepastian , perlu pembuktian, kejelasan. Agar mendapatkan jawaban ya atau tidak , betul atau salah.

Apapun yang dicintai di alam matematika , dialam formal adalah merupakan idios , merupakan keanehan dan kebodohan . Ucapan cinta merupakan kebohongan yang belum dibuktikan. Cinta dapat berakhir dengan perceraian, pesengketaan bahkan pembunuhan.

Berbeda halnya cinta bagi mereka yang sudah mukhasyafah kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala. Cinta demikian tidak dapat diubah ,diajak dan dipindah.Tidak ada kesenjangan sosial bagi yang bercinta. Mereka menjadi satu tingkat disisi Allah Subhanallahu Wa Ta'ala. Meskipun pendidikan formalitasnyajauh berbeda.

Mungkin yang satu sudah prfesor dibidang Agama dan yang lain hanya penjual ikan hias dipinggir jalan . Tidak gap atau bual lagi bagi mereka. Mereka bukan lagi menjadi pak turut bukan pula khayalan ( Imaginatif ) menyelimuti alam pikirannya. Sebab mereka sudah sama - sama berangkat dari tanah haram dimuka bumi ini ketanah suci di langit , terdekat.

Mereka telah melaksanakan tugas suci ( isra ' dan mi ' raj ) ke langit terdekat ( As Saffat 37:6) Di tanah suci itu tidak mereka jumpai lagi pemerkosaan dan pembunuhan. Tidak ditemui kecemburuan sosial , kesenjangan antara konglomerat dengan kaum melarat , Ditanah suci tidak ada lagi manusia kentut dan mulut berbau yang menimbulkan polusi lingkungan , bahkan dolar dan dinar tidak berlaku disana.

Ditanah suci semua terdiam , menyaksikan keaslian Wajah ILAHI. Tidak ada disebut kecuali Nikmat. Subhanallah.....?


..semoga catatan ini memberi hikmah dan manfaat..
bagi yang sedang bercinta

~..~ jazakumullah khairan katsiran ~..~

sumber: renungan inspirasi

cinta sejati


Definisi Cinta
Imam Ibnu Qayyim mengatakan, "Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; memba-tasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.

Kebanyakan orang hanya membe-rikan penjelasan dalam hal sebab-musabab, konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat dan buah dari cinta serta hukum-hukumnya. Maka batasan dan gambaran cinta yang mereka berikan berputar pada enam hal di atas walaupun masing-masing berbeda dalam pendefinisiannya, tergantung kepada pengetahuan,kedudukan, keadaan dan penguasaannya terhadap masalah ini. (Madarijus-Salikin 3/11)

Beberapa definisi cinta:
1. Kecenderungan seluruh hati yang terus-menerus (kepada yang dicintai).
2. Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya.
3. Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan dia daripada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya baik dengan sembunyi-sebunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa bahwa kecintaan tersebut masih kurang.
4. Mengembaranya hati karena men-cari yang dicintai sementara lisan senantiasa menyebut-nyebut namanya.
5. Menyibukkan diri untuk menge-nang yang dicintainya dan menghinakan diri kepadanya.

PEMBAGIAN CINTA

1. Cinta ibadah

Ialah kecintaan yang menyebabkan timbulnya perasaan hina kepadaNya dan mengagungkanNya serta bersema-ngatnya hati untuk menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala larangaNya.
Cinta yang demikian merupakan pokok keimanan dan tauhid yang pelakunya akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang tidak terhingga.

Jika ini semua diberikan kepada selain Allah maka dia terjerumus ke dalam cinta yang bermakna syirik, yaitu menyekutukan Allah dalam hal cinta.


2. Cinta karena Allah

Seperti mencintai sesuatu yang dicintai Allah, baik berupa tempat tertentu, waktu tertentu, orang tertentu, amal perbuatan, ucapan dan yang semisalnya. Cinta yang demikian termasuk cinta dalam rangka mencintai Allah.

3. Cinta yang sesuai dengan tabi'at (manusiawi),

yang termasuk ke dalam cintai jenis ini ialah:

a. Kasih-sayang, seperti kasih-sayangnya orang tua kepada anaknya dan sayangnya orang kepada fakir-miskin atau orang sakit.
b. Cinta yang bermakna segan dan hormat, namun tidak termasuk dalam jenis ibadah, seperti kecintaan seorang anak kepada orang tuanya, murid kepada pengajarnya atau syaikhnya, dan yang semisalnya.
c. Kecintaan (kesenangan) manusia kepada kebutuhan sehari-hari yang akan membahayakan dirinya kalau tidak dipenuhi, seperti kesenangannya kepada makanan, minuman, nikah, pakaian, persaudaraan serta persahabatan dan yang semisalnya.

Cinta-cinta yang demikian termasuk dalam kategori cinta yang manusiawi yang diperbolehkan. Jika kecintaanya tersebut membantunya untuk mencintai dan mentaati Allah maka kecintaan tersebut termasuk ketaatan kepada Allah, demikian pula sebaliknya.

KEUTAMAAN MENCINTAI ALLAH

1. Merupakan Pokok dan inti tauhid

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Sa'dy, "Pokok tauhid dan inti-sarinya ialah ikhlas dan cinta kepada Allah semata. Dan itu merupakan pokok dalam peng- ilah-an dan penyembahan bahkan merupakan hakikat ibadah yang tidak akan sempurna tauhid seseorang kecuali dengan menyempurnakan kecintaan kepada Rabb-nya dan menye-rahkan seluruh unsur-unsur kecintaan kepada-Nya sehingga ia berhukum hanya kepada Allah dengan menjadikan kecintaan kepada hamba mengikuti kecintaan kepada Allah yang dengannya seorang hamba akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenteraman. (Al-Qaulus Sadid,hal 110)

2. Merupakan kebutuhan yang sangat besar melebihi makan, minum, nikah dan sebagainya.

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah berkata: "Didalam hati manusia ada rasa cinta terhadap sesuatu yang ia sembah dan ia ibadahi ,ini merupakan tonggak untuk tegak dan kokohnya hati seseorang serta baiknya jiwa mereka. Sebagaimana pula mereka juga memiliki rasa cinta terhadap apa yang ia makan, minum, menikah dan lain-lain yang dengan semua ini kehidupan menjadi baik dan lengkap.Dan kebutuhan manusia kepada penuhanan lebih besar daripada kebutuhan akan makan, karena jika manusia tidak makan maka hanya akan merusak jasmaninya, tetapi jika tidak mentuhankan sesuatu maka akan merusak jiwa/ruhnya. (Jami' Ar-Rasail Ibnu Taymiyah 2/230)

3. Sebagai hiburan ketika tertimpa musibah

Berkata Ibn Qayyim, "Sesungguh-nya orang yang mencintai sesuatu akan mendapatkan lezatnya cinta manakala yang ia cintai itu bisa membuat lupa dari musibah yang menimpanya. Ia tidak merasa bahwa itu semua adalah musibah, walau kebanyakan orang merasakannya sebagai musibah. Bahkan semakin menguatlah kecintaan itu sehingga ia semakin menikmati dan meresapi musibah yang ditimpakan oleh Dzat yang ia cintai. (Madarijus-Salikin 3/38).

4. Menghalangi dari perbuatan maksiat.

Berkata Ibnu Qayyim (ketika menjelaskan tentang cinta kepada Allah): "Bahwa ia merupakan sebab yang paling kuat untuk bisa bersabar sehingga tidak menyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Karena sesungguhnya seseorang pasti akan mentaati sesuatu yang dicintainya; dan setiap kali bertambah kekuatan cintanya maka itu berkonsekuensi lebih kuat untuk taat kepada-Nya, tidak me-nyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya.

Menyelisihi perintah Allah dan bermaksiat kepada-Nya hanyalah bersumber dari hati yang lemah rasa cintanya kepada Allah.Dan ada perbeda-an antara orang yang tidak bermaksiat karena takut kepada tuannya dengan yang tidak bermaksiat karena mencintainya.

Sampai pada ucapan beliau, "Maka seorang yang tulus dalam cintanya, ia akan merasa diawasi oleh yang dicintainya yang selalu menyertai hati dan raganya.Dan diantara tanda cinta yang tulus ialah ia merasa terus-menerus kehadiran kekasihnya yang mengawasi perbuatannya. (Thariqul Hijratain, hal 449-450)

5. Cinta kepada Allah akan menghilangkan perasaan was-was.

Berkata Ibnu Qayyim, "Antara cinta dan perasaan was-was terdapat perbe-daan dan pertentangan yang besar sebagaimana perbedaan antara ingat dan lalai, maka cinta yang menghujam di hati akan menghilangkan keragu-raguan terhadap yang dicintainya.
Dan orang yang tulus cintanya dia akan terbebas dari perasaan was-was karena hatinya tersibukkan dengan kehadiran Dzat yang dicintainya tersebut. Dan tidaklah muncul perasaan was-was kecuali terhadap orang yang lalai dan berpaling dari dzikir kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala , dan tidaklah mungkin cinta kepada Allah bersatu dengan sikap was-was. (Madarijus-Salikin 3/38)

6. Merupakan kesempurnaan nikmat dan puncak kesenangan.

Berkata Ibn Qayyim, "Adapun mencintai Rabb Subhannahu wa Ta'ala maka keadaannya tidaklah sama dengan keadaan mencin-tai selain-Nya karena tidak ada yang paling dicintai hati selain Pencipta dan Pengaturnya; Dialah sesembahannya yang diibadahi, Walinya, Rabb-nya, Pengaturnya, Pemberi rizkinya, yang mematikan dan menghidupkannya. Maka dengan mencintai Allah Subhannahu wa Ta'ala akan menenteramkan hati, menghidupkan ruh, kebaikan bagi jiwa menguatkan hati dan menyinari akal dan menyenangkan pandangan, dan menjadi kayalah batin. Maka tidak ada yang lebih nikmat dan lebih segalanya bagi hati yang bersih, bagi ruh yang baik dan bagi akal yang suci daripada mencintai Allah dan rindu untuk bertemu dengan-Nya.

Kalau hati sudah merasakan manisnya cinta kepada Allah maka hal itu tidak akan terkalahkan dengan mencintai dan menyenangi selain-Nya. Dan setiap kali bertambah kecintaannya maka akan bertambah pula pengham-baan, ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan membebaskan diri dari penghambaan, ketundukan ketaatan kepada selain-Nya."(Ighatsatul-Lahfan, hal 567)

ORANG-ORANG YANG DICINTAI ALLAH Subhannahu wa Ta'ala

Allah Subhannahu wa Ta'ala mencintai dan dicintai. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman di dalam surat Al-Ma'idah: 54, yang artinya: "Maka Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah."
Mereka yang dicintai Allah Subhannahu wa Ta'ala :

• Attawabun (orang-orang yang bertau-bat), Al-Mutathahhirun (suka bersuci), Al-Muttaqun (bertaqwa), Al-Muhsinun (suka berbuat baik) Shabirun (bersa-bar), Al-Mutawakkilun (bertawakal ke-pada Allah) Al-Muqsithun (berbuat adil).
• Orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam satu barisan seakan-akan mereka satu bangunan yang kokoh.
• Orang yang berkasih-sayang, lembut kepada orang mukmin.
• Orang yang menampakkan izzah/kehormatan diri kaum muslimin di hadapan orang-orang kafir.
• Orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Allah.
• Orang yang tidak takut dicela manusia karena beramal dengan sunnah.
• Orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah wajib.

SEBAB-SEBAB UNTUK MENDAPATKAN CINTA ALLAH Subhannahu wa Ta'ala

• Membaca Al-Qur'an dengan memikir-kan dan memahami maknanya.
• Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah yang wajib.
• Selalu mengingat Allah Subhannahu wa Ta'ala , baik de-ngan lisan, hati maupun dengan anggota badan dalam setiap keadaan.
• Lebih mengutamakan untuk mencintai Allah Subhannahu wa Ta'ala daripada dirinya ketika hawa nafsunya menguasai dirinya.
• Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama dan sifat-sifat Allah.
• Melihat kebaikan dan nikmatNya baik yang lahir maupun yang batin.
• Merasakan kehinaan dan kerendahan hati di hadapan Allah.
• Beribadah kepada Allah pada waktu sepertiga malam terakhir (di saat Allah turun ke langit dunia) untuk bermunajat kepadaNya, membaca Al-Qur'an , merenung dengan hati serta mempelajari adab dalam beribadah di hadapan Allah kemudian ditutup dengan istighfar dan taubat.
• Duduk dengan orang-orang yang memiliki kecintaan yang tulus kepada Allah dari para ulama dan da'i, mendengar-kan dan mengambil nasihat mereka serta tidak berbicara kecuali pembica-raan yang baik.
• Menjauhi/menghilangkan hal-hal yang menghalangi hati dari mengingat Allah Subhannahu wa Ta'ala .
(Disadur dari kalimat mutanawwi'ah fi abwab mutafarriqah karya Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd oleh Abu Muhammad).

kasih sayang yang kuat


Orang yang ragu melakukan yang baik untuk dilakukannya, adalah orang yang tegas membiarkan dirinya menerima yang tidak disukainya.

Marilah kita perhatikan, bahwa …

Kehidupan ini berisi persaingan antara kemampuan kita dengan masalah-masalah kita.

Semua orang yang berhasil, mencapai keberhasilan mereka melalui ketegasan untuk menjadikan diri mereka lebih kuat daripada masalah-masalah mereka.

Dan dia yang hidup dalam keluhan, adalah biasanya orang yang menunda menyelesaikan masalah kecil, untuk kemudian membiarkannya tumbuh menjadi masalah besar.

Seperti juga dia yang mengeluhkan kesulitan hidup, adalah biasanya orang yang tidak menyelesaikan masalah saat masalah itu masih mudah ditangani, dan membiarkannya tumbuh menjadi masalah yang terlalu sulit untuk diselesaikannya.

Ketegasan!

Seandainya saja setiap jiwa ikhlas untuk berlaku tegas bagi kebaikan hidupnya sendiri …

Marilah kita berhati-hati dan bersikap tegas terhadap daya tarik dari kesenangan-kesenangan sementara. Karena, kesenangan sementara berperan menarik perhatian, merampas waktu, dan memboroskan tenaga kita untuk hal-hal yang tidak akan menjadikan kita lebih mampu.

Jutaan orang di dunia, setiap tahun, menjadi lebih tua tanpa menjadi lebih mampu – karena mendahulukan kesenangan-kesenangan sementara. Dan Tuhan Yang Maha Pengasih memberikan kepada mereka sebuah tanda, yaitu ketidak-damaian.

Ketidak-damaian adalah tanda penuh kasih yang secara khusus ditujukan kepada jiwa-jiwa baik yang sedang mendahulukan kesenangan sementara.

Dan kepada kita, orang tua dan pendidik yang super,
semakin besar keyakinan kita atas kebenaran yang kita nasehatkan, harus semakin tinggi kualitas kesabaran kita.

Karena sesungguhnya, dalam menasehatkan yang baik – tugas kita bukanlah untuk menjamin terjadinya perubahan kepada yang membutuhkan perbaikan, tetapi apakah kita telah berupaya menjadi penyampai nasehat dengan cara yang se-pengasih mungkin.

Perubahan kualitas hidup seseorang sepenuhnya adalah hak Tuhan.

Jika keluhan kita penuh berisi ketidak-nyamanan, kekurangan, kesulitan, dan keterbatasan dalam hidup – akan indah sekali jika kita menengadahkan wajah, membuka telapak tangan, dan melamatkan ratapan hati kita ke langit – ke arah kerajaan langit yang sistem pemerintahannya di tata dalam keterhubungan langsung antara setiap jiwa dengan Tuhan-nya Yang Maha Berkuasa.

Ya ..., langsung - antara satu jiwa dengan Tuhan-nya.

Dan,

Untuk setiap jiwa yang sedih, Tuhan Yang Maha Mendengar sedang menanti ketulusan keluhannya, yang termasuk mengakui perannya sendiri dalam mendekatkan dirinya dengan yang menyedihkannya.

Untuk setiap jiwa yang merasa diperlakukan tidak adil, Tuhan Yang Maha Adil sedang menanti pengertiannya untuk ikhlas menerima keadaan yang diijinkan oleh Tuhan untuk terjadi, dan juga berlaku adil kepada sesama dan kepada Tuhan.

Untuk setiap jiwa yang marah, Tuhan Yang Maha Perkasa sedang menanti keterbukaannya bahwa kemarahannya adalah tenaga yang harus digunakan untuk memindahkan dirinya sendiri dari sikap-sikap dan cara-cara yang memarahkan, dan naik kelas ke keadaan-keadaan yang lebih baik.

Untuk setiap jiwa yang pedih karena perendahan oleh orang lain, Tuhan Yang Maha Memuliakan akan menemaninya dalam perjalanan tenggelam dalam kesedihannya, menemuinya di dasar kesedihannya, dan dengan penuh kasih akan menyisipkan kekuatan yang magis kedalam pikiran, hati, dan otot-ototnya untuk bangkit dan menghadapi perendahan dengan gagah berani - sebagai jiwa yang berhak bagi kemuliaan, yang menyandarkan harapannya bagi kemuliaan diri hanya kepada Tuhan Yang Maha Mulia.

Dan untuk setiap jiwa yang hampir menyerah, Tuhan Yang Maha Penolong akan mendekatkan telinga dari jiwa yang hampir menyerah itu kepada suara-suara yang menasehati, menampilkan teladan baik bagi penglihatannya, dan memasukkannya kedalam pergaulan dengan orang-orang yang menyabarkan diri dan kemudian dimuliakan karena kesabarannya.

………..


Adik-adik dan anak-anak saya yang kebaikan hidupnya adalah isi dari semua doa orang tua,

Dengarkan ini ya? Karena ini yang diyakini oleh Mario Muda (saat saya masih muda dulu, kira-kira dua tahun yang lalu):

Lebih baik dikatakan sok tua, daripada sok keren hari ini, tapi menua tanpa jadi lebih mampu.

Lebih baik dikatakan sok tua, tapi jadi orang sukses tanpa harus jadi tua.

Jangan izinkan orang lain menentukan apa yang bisa membuat Anda merasa yakin, selain kesungguhan Anda untuk mencapai TITIK LEDAK keberhasilan pribadi.

Ya, akan datang suatu saat yang menjadi titik ledak keberhasilan Anda.

Adik-adik dan anak-anakku yang bersabar dalam menjadikan dirinya berhati damai, santun, pandai, dan mudah disenangi orang lain – ketahuilah bahwa kehidupan ini sering berlaku tiba-tiba dan tahu-tahu.

Tiba-tiba Anda dikenalkan kepada seorang besar yang membutuhkan bantuan Anda, atau tiba-tiba Anda dikenal di kalangan yang luas sebagai pribadi yang bernilai.

Tahu-tahu Anda bisa menyelesaikan hal-hal besar yang tadinya sulit dilakukan oleh kebanyakan orang lain, atau tahu-tahu Anda sudah hidup dalam kualitas yang tadinya tidak terbayang dalam mimpi Anda.

Jika Anda mengasihi diri Anda sendiri, dan jika Anda ingin membahagiakan mereka yang mengasihi Anda, tegaslah melakukan yang baik untuk Anda lakukan, dan tegaslah menghindari yang tidak menjadikan Anda lebih sehat dan lebih mampu.
Berhentilah memikirkan hanya kesusahan kita sendiri.

Sadarilah ada jiwa-jiwa yang mengasihi Anda, yang sedang menanti kelembutan suara Anda dalam mengatakan terima kasih dan pujian atas kehadiran mereka dalam hidup Anda.

Tersenyumlah dengan manis kepada mereka. Senyum itu mudah sekali bagi Anda, dan mungkin tidak bernilai, tetapi bagi hati-hati yang sedang merasa sendiri dan tak terperhatikan – senyuman Anda terasa seperti sentuhan Tuhan yang telah lama mereka rindukan.

Jadikanlah diri Anda pembahagia kehidupan sesama.

Jadilah jiwa kecintaan Tuhan, yang menghadiahkan senyuman dan kata-kata penuh kasih kepada mereka yang terluka oleh kurangnya kasih sayang dalam keluarga dan kehidupan mereka.
Nasehatkanlah kesabaran, walaupun Anda sendiri sedang dalam ujian kesabaran.
Nasehatkanlah kekuatan, meskipun Anda sendiri merasakan kesedihan yang melemahkan tubuh Anda.

Berlakulah penuh hormat dan kasih kepada diri sendiri.
Berlakulah penuh hormat dan kelembutan kepada orang tua.
Berlakulah penuh kasih dan dukungan kepada anak-anak.
Berlakulah penuh pengertian dan penerimaan kepada orang lain yang berbeda pendapat.
Berlakulah penuh kebaikan kepada kehidupan.

Karena …
itu semua, adalah cara berlaku baik kepada Tuhan.

by mtgw

cinta...


"...tak usah engkau tunjukan dgn bahasa tubuhmu krn aku tahu bahasa hatimu; tak usah engkau tunjukan dgn bahasa bibirmu krn aku tahu bahasa hatimu..." (aku ada dlm hatimu; kutipan Kitab Sapta Adi (Tujuh Keagungan) - Mpu Kun.


Walaupun kau menyanyi dengan suara bidadari, ------ namun hatimu tiada menyukainya, ---- maka tertutuplah telinga manusia. (Kahlil Gibran)



Cinta membuat hatimu dipenuhi suara malaikat, yang berkata2 melalui bibirmu. Kata Kahlil Gibran: "Kebenaran diri seseorang bukan pada apa yang ia nampakkan, tapi pada apa yang tak dapat ia ungkapkan. Oleh karena itu,---- bila kau ingin mengerti dirinya, dengarkanlah bukan apa yang ia katakan, tapi apa yang tidak ia ucapkan."

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, menuils Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin, dgn berkata, " Hati yg paling baik adalah yg paling sadar mengikuti kebaikan dan petunjuk, ----- dan hati yg paling buruk adalah hati yg paling sadar mengikuti kesesatan dan kerusakan."

Dgn hati, kau menemukan jalan cinta, dan dgn cinta kau menemukan petunjuk kebenaran yg hakiki yg bersemayan di tiap hati dan sanubarimu sendiri.
Kahlil Gibran berkata, " Jika kau tak sanggup bekerja dengan cinta, hanya dengan enggan maka lebih baiklah jika engkau meninggalkannya, lalu mengambil tempat di depan gapura candi, meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita."


Cinta adalah kekuatan agung yg membuka tabir segala kepalsuan, dan barangsiapa yang lari dari cinta adalah orang yang berlindung atas nama kepalsuan.
Jika kita berduka, sakit kita tidak berada dalam luka kita, tapi di dalam jantung alam. "Orang yang dicintai lebih dekat dengan orang yang mencintai, ketimbang rohnya sendiri, " kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.


Cinta, membawamu menemukan bahasa, keindahan dan air mata. Cinta membuka tabir segala tabir, sekalipun dgn derita. "Sebagaimana biji meski pecah agar intinya bisa tegak di bawah matahari, demikian pula kau meski mengenali derita," kata Kahlil Gibran.
Cinta tercakup di dalam inti dirinya sendiri, dan tiada bergerak dari hati cinta ke hati cinta kekasihnya, dlm suara merdu hatimu dan hatinya.

Jiwa yang mencintai tahu bagaimana jalan untuk saling berdampingan dengan orang yang dicintai, hingga mencipta daya tarik tersendiri, seperti magnit terhadap besi, seperti api dan tungku, seperti duri dan mawar, seperti pagi dan embun, ---------- seperti mikrolet dgn keneknya, seperti bus kota dgn sopirnya, sperti program TV dgn kameramannya, sperti radio dgn penyiarnya, ---------- seperti jln raya dgn penambal aspalnya, sperti pasar dgn ibu2 yg berdagang setiap pagi, cinta selalu menemukan org2 yg mencintainya.

kita tdk akan pernah bisa menjadi yang segala2nya bagi orang yang kita cintai, tapi cinta adalah sgala2nya yg harus diberikan kepada org yg kita cintai, tdk hanya skr, nanti, tapi juga di hari yg akan dtg. Bukankah sang waktu, sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang --------- cinta meliputi segala sesuatu, bahkan meliputi cinta itu sendiri!

Cintamu, cintaku dan cinta siapapun, --------- akan mulia bila suara merdumu didengar oleh Telinga Tuhan. Keharuman cinta, selalu bernapas lewat napasku, dan nafasmu, untuk bersatu dgn nafas Tuhan. Cinta adalah satu2nya jln untuk menemukan keimanan, menuju Tuhan.

Cinta tak berkait dengan pandangan sehingga dia mampu membendungnya, tidak pula terkait dengan akal, sehingga dia bisa menalarnya --- bahkan Cinta adalah perpaduan jiwa dgn jiwa, karena adanya kesesuaian dan kecocokan, --- jka air bercampur dengan air, maka keduanya akan sulit dipisahkan, seperti kau dan aku.
Kebenaran adalah kehendak dan maksud Tuhan di dalam diri manusia, dlm bahasa cinta, antara kau dan aku.
Secara naluri, orang akan selalu mencintai seseorang yang bisa memahami dirinya.

Anda sudah bosan berakhir pada cinta yang salah. Alih-alih mengharap cinta sejati, yang didapat malah cinta sehari. Sebelum memutuskan menerima cinta seseorang, perhatikan tanda-tandanya, apakah dia memang soulmate Anda? Ini dia tandanya.

1. Ia Sahabat Terbaik Anda
Saat sedang mengalami kesulitan, yang pertama kali terlintas di kepala Anda adalah dirinya. Ia pandai menenangkan hati Anda. Begitupun ketika bahagia, Anda tahu pada siapa kebahagiaan itu akan dibagi. Ia selalu hadir untuk Anda dalam situasi apa pun. Tak ada orang yang lebih baik mengisi peran ini daripada pasangan Anda. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut hidup.

2. Punya Banyak Kesamaan
Hasil penelitian mengungkapkan, pernikahan yang paling stabil adalah pernikahan yang melibatkan dua orang dengan banyak kesamaan. Tidak terlalu penting jenis kesamaannya apa, tapi semua itu merupakan modal untuk langgengnya hubungan. Rahasia pasangan sejati adalah, manakala Anda berdua selalu bisa menikmati bersama semua aspek kehidupan. Tidak butuh orang lain untuk membuat kalian bahagia. Apakah Anda sudah merasakannya? Jika ya, jangan lepaskan dia.

3. Kepentingan Anda adalah Segalanya
“Cinta dimulai ketika seseorang menemukan bahwa kebutuhan orang lain sama pentingnya dengan kebutuhannya sendiri.” (Harry Stack Sullivan). Dari bahasa tubuh dan sikapnya selama ini, terlihat jelas, dia memperlakukan Anda sebagai orang terpenting dalam hidupnya, bahkan seringkali dia mementingkan kebutuhan Anda ketimbang dirinya. Bila dia punya potensi itu, mungkin dia yang Anda cari. Karena cinta abadi melibatkan komitmen rela berkorban untuk kebahagiaan pasangan.

4. Cinta tak Beryarat
Coba ingat-ingat, apakah ia pernah cemberut saat Anda memakai baju yang tak sesuai seleranya? Atau Anda pernah dicueki, ketika Anda memotong rambut tanpa sepengetahuannya? Bila ya, sebaiknya pikir-pikir lagi untuk memilih dia jadi kekasih. Padahal, cinta sejati adalah cinta yang tak bersyarat, mampu menerima pasangan apa adanya.

5. Mau Mendengarkan
Setiap Anda berbicara padanya, tak sedetik pun perhatiannya beralih. Ia pendengar yang baik, bisa mendengarkan Anda bicara berjam-jam lamanya tanpa rasa bosan, penuh perhatian dan mengerti apa yang Anda diinginkan. Sehingga Anda tak perlu mengulang kalimat yang sama berkali-kali dan mengatakan,”Kamu ngerti enggak sih, apa yang saya bicarakan tadi?”

6. Always On Time
Untuk urusan apa pun, dia selalu berusaha untuk tepat waktu. Janji bertemu jam tujuh malam, dia sudah tiba di tempat setengah jam sebelumnya. Baginya, lebih baik dia yang lumutan, daripada membiarkan Anda menunggu. Apalagi jika meeting pointnya dirasa tidak familiar dengan Anda.

7. Kontak Batin
Tanpa diucapkan, kalian bisa saling tahu cuaca hati masing-masing. Meski bukan paranormal, kalian seperti bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi, serta perasaan pasangan pada situasi dan kondisi tertentu. Bila Anda sudah merasakan hal tersebut terhadapnya, selamat! Mungkin dialah belahan jiwa Anda.


Cinta Sejati dan Teman Sejati

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur, ketika kita menangis, ketika kita membayangkan, ketika kita berciuman? Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT.

Kita semua agak aneh… dan hidup sendiri juga agak aneh…
Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita.
Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.

Ada hal – hal yang tidak ingin kita lepaskan…
Orang – orang yang tidak ingin kita tinggalkan…
Tapi ingatlah… melepaskan BUKAN akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari, dan mereka yang telah mencoba.

Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

CINTA yang AGUNG adalah…

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya..

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sambil berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil… BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI…
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya…
Tapi, ketika cinta itu mati… kamu TIDAK perlu mati bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang, MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.

Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat.

TEMAN SEJATI…

Mengerti ketika kamu berkata ‘Aku lupa’
Menunggu selamanya ketika kamu berkata ‘Tunggu sebentar’
Tetap tinggal ketika kamu berkata ‘Tinggalkan aku sendiri’
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata ‘Bolehkah saya masuk?’

MENCINTAI…

BUKANlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu memaafkan.

MEMAAFKAN…

BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti.

MENGERTI…

BUKANlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan.

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu-sedu.
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang.

Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri.

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang. BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Apabila kamu benar – benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia.
Jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar – benar mencintai MELAINKAN… BERJUANGLAH demi cintamu.
Itulah CINTA SEJATI

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang ‘yang tersedia’.
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA orang yang berada di sekelilingmu.
Lebih baik menunggu orang yang tepat kerena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya dengan ’seseorang’.

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.

Buaya Darat

Buaya Darat identik ama kaum laki-laki, tapi ini emang fakta laki-laki banyak yang kaga kuat nahan Iman kalo dah ketemu jenis makhluk yang bernama wanita.
Ampe ada jargon "Wanita Racun Dunia" tapi maksudnye wanita yang gimana...???
Semoga kita terhindar dari sifat-sifat jelek dan menjelekan orang laen
dalam konstek harus instropeksi diri ...

Menghindari cowok berjiwa ‘buaya darat’ nggak gampang, lho! soalnya ada tipikal ‘buaya darat’ yang pintar menyamar jadi kancil manis tak berdosa dan bikin kita jatuh dalam jeratnya. Dan sekali kita terperangkap…alamat bakal susah lepasnya, tuh! Biar nggak terjebak dalam perangkapnya, kita harus tahu trik si buaya dalam menjerat sekaligus trik biar nggak patah hati kalau memang sudah terlanjur terperangkap. Ini dia…

Buaya darat bisa tampil dalam berbagai tipe, lho. Tapi pada dasarnya mereka punya ciri yang sama:



* Romantis abis!


* Punya pede tingkat tinggi.


* Suka menonjolkan kelebihan-kelebihan dirinya.


* Matanya sering ‘belanja’ dan nggak tahan lihat cewek cakep.


* Selalu mendominasi percakapan dengan menceritakan dirinya, dan selalu dirinya.


* Sering ngasih kita ‘ini-itu’, terutama barang-barang yang disukai sama cewek.


* Sering dikelilingi sama cewek-cewek cantik.




* Antusias dan perhatian banget pas masa-masa PDKT. Soalnya, dia merasa PDKT adalah tantangan. Semakin susah didekati, dia semakin semangat.


* Suka bikin cewek simpati karena isi curhatnya.


* Cepat bilang suka dan sayang, tapi juga cepat bosan.


* Nggak segan-segan ngedeketin cewek lain biarpun statusnya udah ‘taken’.


* Murah banget ngejual pujian ke cewek dan bikin cewek tersebut melayang tinggi.


* Buat ‘buaya’ berpenampilan domba, dia pintar bikin kita seolah-olah satu-satunya cewek di mata dia. Dia jaim dan nggak suka flirting terang-terangan di depan kita demi ‘menghargai’ perasaan kita. Tapi dia jual sepona habis-habisan begitu kita nggak ada.


* Selalu menawarkan bantuan dan stand by buat kita kapan pun kita butuhkan.



Biar nggak terperangkap
Kalau kita nggak pengen jadi korban, ada cara-caranya, nih!
tapi kalo ada yang macem-macem tuh buaya-nye
kirim aje ke penangkaran karantina ABDI (Akademi Buaya Darat Insyaf)..^^


* Jangan memusuhinya, tetaplah perlakukan dia sebagai teman.


* Kalau dia PDKT dan ngajak jalan, tolak baik-baik dengan bilang, “Nggak deh, makasih.” Atau cari alasan-alasan lain kayak, “Sorry, gue mesti les, nih. Dan kalau dia telepon atau SMS ke HP, diamkan saja.


* Say thanks setiap kali dia memuji kita. Tapi kalau pengen dia nggak gombal lagi ke kita, katakan…”Oh, gue tahu kok kalau gue keren dan cantik.” Dijamin, dia ilfeel memuji lagi. Soalnya kebanyakan buaya darat malas berurusan sama cewek kegeeran.


* Buaya darat itu nggak kapok ngedeketin kita? Bisa kok kita kerjain sedikit. Kalau dia ngajak nge-date, terima saja. Tapi kita janjian sama dia untuk langsung ketemuan di tempat kencan. Begitu waktunya tiba, kita nggak sendirian datang tapi ramai-ramai bareng sobat se-gank.


* Si buaya darat tetap ‘kekeuh’ mengejar, ada kemungkinan dia benar-benar kepincut sama kita, tuh! Bicaralah dari hati ke hati dengan lembut dan didramatisir, “Kalau lo benar-benar peduli sama gue, tolong jangan paksa gue.” Sisipkan juga kata-kata pujian kepadanya di antara kata-kata penolakan kita. Biasanya sih sesudahnya dia merasa bersalah dan menghentikan pengejaran. Meskipun sebenarnya dia masih berharap sama kita.


* Ada buaya darat yang kasar begitu ditolak cewek. Kalo kita ketemu buaya jenis ini, nggak usah ragu buat bertindak tegas terhadap dirinya dan anggap dia nggak ada.



Khusus buat yang nekat yang bener-bener hidup cuma buat ajang pemuasan semata lewat macarin para-para buaya, ane cuma ngingeti aje... "mentang-mentang tuh buaya cakep, tajir, punya motor kawasaki 250cc, mobil keren... dan sebagainya" kamu maen gebet aje tanpa mikirin ujungnya akan gimana. Karena ujung itu terbagi dua kalo kaga "bahagia" yaa "sengsara"

Sedia Payung sebelum Banjir..


* Jangan berpikir kalau dia setia. Bersiaplah suatu saat nanti dia bakal ‘nyantol’ sama cewek lain.


* Jangan main perasaan, nanti kita yang rugi. Soalnya begitu buaya darat tahu kita trully jatuh cinta sama dia, dia pasti ngerasa sudah nggak ada tantangan lagi.


* Jangan ke-geeran atau gampang percaya sama kata-katanya.


* Pakai sistem tarik ulur dan nggak usah banyak menceritakan diri kita ke dia.


* Jangan jadi pahlawan kesiangan, dengan bermaksud bikin dia berubah atau bertobat. Salah-salah kita malah jadi korbannya. Buaya darat baru kapok kalau kena batunya sendiri.


* Think like a man, act like a lady. Imbangi posisi kita dengan punya pola pikir ala cowok. Jadilah cewek mandiri yang berprinsip dan tunjukkan kalau kita nggak takut kehilangan dia (biarpun sebenarnya takut juga… hehehe).



Sekian dari ane semoga ada manfa'atnye supaya kita bisa saling instrofeksi diri..
bukan untuk menyudutkan kaum adam tapi memang itulah faktanya.
Dan bagi kaum hawa mengambil pesan dari almarhum bang Meggi Z bahwa "Tidak semua Laki-laki"
ini bukan kata-kata bisa karena ini adalah pesan moral untuk lebih jangan berputus asa karena Allah telah menyediakan yang terbaik untuk hamba-hambaNya yang tawaqal dan tak cepat berputus asa dari rahmatNya. Dalam hal ini dapat di buktikan bahwa betapa hebatnya ayah-ayah kita yang telah ikhlas menemani ibu-ibu kita dalam suka dan duka soo... "Tidak semua Laki-laki"

Akhirkata ane lantunkan sebait do'a untuk kebaikan kita semua
Ya akhi wa ukhti fillah,
Semoga antum segera dipertemukan dengan pasangan hidup, dikumpulkan dalam kebaikan, kebahagiaan, kemesraan, canda tawa yang tak putus-putusnya mengisi rongga kehidupan rumah tangga. Kalaupun nanti ada air mata yang menetes, semoga itu adalah air mata kebahagiaan, tanda kesyukuran kepada Allah SWT karena Ia telah memberikan pasangan hidup yang selalu bersama mengharap keridhoan-Nya, aamiin allahumma aamiin.
Barakallahulaka barakallahu’alaika wajama’a bainakuma fii khairin.
Wallahu a’lam bishowab,
*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

(mang djejen)

persahabatan dan cinta

Mampukah kita membayangkan persahabatan tanpa cinta..?
Persahabatan dan cinta adalah teman terbaik,
karena dimana ada cinta… persahabatan selalu ada disampingnya.
Dan dimana persahabatan berada, cinta selalu tersenyum ceria dan tidak pernah meninggalkan persahabatan.
Pada suatu hari persahabatan mulai berpikir bahwa cinta telah membuat dirinya tidak mendapat perhatian lagi karena persahabatan menganggap cinta lebih menarik daripada dirinya.
Hmmm… seandainya tidak ada cinta mungkin aku lebih terkenal dan lebih banyak orang memberi perhatian kepadaku’begitu pikir persahabatan.
Sejak saat itu persahabatan mulai memusuhi cinta.Ketika cinta mulai bermain bersama persahabatan selalu seperti akan menjauhi cinta.
Kesedihan pun menghampiri Cinta dan cinta tidak sanggup menahan airmata nya lalu menangis tersedu-sedu.Kesesdihan hanya termangu memandang Cinta yang kehilangan teman baiknya.
Beberapa hari tanpa Cinta, persahabatan mulai bergaul dengan kecewa, putus asa, kemarahan, dan kebencian.
Persahabatan mulai kehilangan sifat manisnya dan orang-orang mulai tidak menyukai persahabatan.Persahabatan mulai tidak disukai dan dijauhi lagi.Walaupun persahabatan cantik tetapi mulai memuakkan.
Persahabatan mulai menyesali keadaannya dan saat itulah kesedihan melihat persahabatan…lalu menyampaikan kepada cinta bahwa persahabatan dalam kedukaannya.Dengan segera cinta berlari dan menghampiri persahabatan.
Saat persahabatan melihat cinta menghampiri dirinya, dengan airmata yang berlinang persahabatan pun meluapkan seribu penyesalannya meninggalkan cinta.
Akhirnya…
Persahabatan dan Cinta menjadi teman baik, persahabatan kembali menjadi pribadi yang menyenangkan dan cinta pun kembali tersenyum ceria.Semua orang akhirnya melihat kedua teman baik itu sebagai berkat dan anugrah dalam kehidupan.
Mampukah Persahabatan TaNpA Cinta..?
Mampukah Cinta TaNpA Persahabatan..?
Seringkali kita temui banyak orang memisahkan persahabatan dan cinta karena mereka berpikir’ kalau persahabatan sudah diselami dengan cinta pasti akan menjadi sulit.Terutama bagi mereka yang menjalin persahabatan antara lelaki dan wanita.
Persahabatan merupakan bentuk hubungan indah antar manusia, dimana cinta hadir untuk memberikan senyumnya dan mewarnai persahabatan.
Tapi cinta, persahabatan mungkin akan diisi dengan kecewa, benci, marah, egois dll.
Berhentilah membuat batas antara cinta dan persahabatan.
Biarkan mereka tetap menjadi teman baik, yang harus diluruskan adalah cinta bukan perusak persahabatan.


jadi maukah bersahabat denganku....................

sumber:internet

Hidup dengan Alquran


Al Quran adalah sumber kemuliaan. Siapapun yang menjadikan Al Quran sebagai panduan hidup, maka tidak ada yang akan dia dapatkan selain kemuliaan. Hidup bersama Al Q'uran adalah suatu kenikmatan yang tiada tara. Lalu, bagaimana cara mendapatkannya?

Sebagaimana kita yakini bersama, bahwa Al Quran adalah sumber kemuliaan. Siapapun yang menjadikan Al Quran sebagai panduan hidup sebagai pedoman hidup, maka tidak ada yang akan dia dapatkan selain kemuliaan sebagaimana firman Allah swt dalam Surat Al Anbuyaa ayat 10 : "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? "(QS Al-Anbiyaa [21]: 10).

Namun, bagi siapa pun yang berpaling dari tuntutan Al Quran, maka Allah akan memberikan kesempitan dalam hidupnya, sebagaimana firman Allah swt dalam Surat Thahaa ayat 124 : "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS Thahaa [20]: 124).

Oleh karena itu, syarat yang paling mendasar dalam berinteraksi dengan Al Quran adalah bagaimana kita mampu menjadikan Al Quran sebagai pedoman kehidupan kita sehari-hari dimanapun dan dalam kondisi apapun.

Sehabatku, sedikitnya ada 4 (empat) keuntungan yang akan kita peroleh bila berinteraksi dengan Al Quran, yaitu sbb :

Pertama, melahirkan jiwa yang sabar.
Banyak kisah tentang cobaan berat yang menimpa para pejuang Islam. Mereka diintimidasi, disiksa, dipenjarakan, bahkan dibunuh. Namun kebersamaannya dengan Al Quran membuat mereka menjadi orang-orang yang sangat tabah. Nadimah Khatul, seorang mujahidah Afghanistan, contohnya. Beliau dipenjarakan oleh kaum komunis selama enam tahun. Dan ia mengatakan, "Kami mengalami berbagai siksaan berat. Namun membaca dan mengkaji Al Quran membantu kami bersabar dan bertahan menghadapinya".

Kedua, melembutkan hati.
Seorang ulama mengatakan, "Sesungguhnya hati itu mengkristal sebagaimana mengkristalnya besi, maka lembutkanlah ia dengan Al Quran".

Ketiga, mengokohkan hati.
Sebagaimana telah difirmankan,
"Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu "(QS Hud [11]: 120).

Keempat, sebagai nasihat dan obat tatkala hati sedih dan gundah.
Allah SWT berfirman, "Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Tuhanmu dan obat bagi yang ada di dalam dada, petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman" (QS Yunus [10]: 57).

Bagaimana Cara berinteraksi dengan Al Quran?
Sahabatku, hidup bersama Al Quran adalah kenikmatan tiada tara. Lalu, bagaimana cara mendapatkannya?

Langkah pertama adalah membacanya (tilawah).
Allah swt berfirman :"Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab mereka senantiasa membacanya dengan sebenar-benarnya bacaan (haqqut tilawah), mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya..." (QS Al-Baqarah [2]: 121).

Haqqut tilawah dalam ayat tersebut adalah berfungsinya lisan, akal, dan hati ketika melantunkan Al Quran. Lisan berfungsi dengan baik ketika mampu mentartikannya. Berfungsinya akal adalah dengan memahami isi ayat yang dilantunkan. Sedangkan berfungsinya hati adalah dengan merenungkan nasihat-nasihat yang terkandung di dalamnya.

Dikisahkan, Imam Rafi'i bin Mahran pernah menderita penyakit akalah, yaitu sejenis tumor tulang pada bagian lutut. Satu-satunya cara untuk menghilangkan penyakit tersebut adalah dengan mengamputasi kaki. Waktu itu dokter menawarkan khamr untuk meredam rasa sakit tatkala proses amputasi dilakukan. Tapi Imam Rafi'i menolak dan ia mengatakan, "Aku punya obat yang lebih mujarab dari apa yang engkau tawarkan kepadaku. Datangkan saja kepada saya seorang qari."

Selanjutnya ia berkata, "Dokter, apabila ayat Al Quran tengah dilantunkan dan anda melihat muka saya memerah dan mata saya terbelalak, itulah saat yang tepat untuk memotong kaki saya".

Ketika qari melantunkan ayat-ayat Al Quran, memerahlah muka serta terbelalaklah mata Imam Rafi'i. Khususnya saat ia mendengar ayat yang berisi peringatan serta ancaman Allah SWT Imam Rafi'i merasakan seolah-olah ancaman itu ditujukan pada dirinya. Saat itulah dokter mulai memotong urat-urat serta menggergaji tulang kaki. Subhanallah, tidak terdengar satu pun keluhan yang keluar dari mulut lelaki saleh ini.

Langkah Kedua, Mengkaji Al Quran
Setelah membaca, interaksi seorang Muslim dengan Al Quran adalah mengkaji serta memahaminya. Hal ini tidak terlepas dari fungsi Al Quran sebagai pedoman hidup (QS Al-Baqarah [2]: 2).

Secara redaksional, Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Akibatnya, kita tidak bisa merealisasikan fungsi Al Quran sebagai petunjuk bila Al Quran hanya dibaca saja. Karena itu, memahami Al Quran secara baik dan benar menjadi kewajiban seorang Muslim.

Ada beberapa syarat yang ditetapkan para ulama agar tidak terjadi penyimpangan dalam menafsirkan Al Qquran, di antaranya:
(1) Memiliki akidah yang benar,
(2) Bersih dari hawa nafsu,
(3) Adil,
(4) Memiliki pengetahuan bahasa Arab. Sebab, Allah SWT menurunkan Al Quran dalam bahasa Arab (lihat QS Az-Zukhruf [43]: 2), dan
(5) Menguasai ilmu-ilmu Al Quran.

Langkah Ketiga, Memahami Al Quran
Bagaimana caranya ¿
Pertama, memahami Al Quran dengan Al Quran itu sendiri (tafsir quran bil quran).
Sesungguhnya Al Quran merupakan penjelas yang membenarkan satu bagian dengan bagian lainnya. Rasulullah SAW bersabda, "Ssementara Allah menurunkan kitab-Nya untuk saling membenarkan satu sama lain." (HR Bukhari).

Contoh ayat yang ditafsirkan dengan ayat lain: Dalam QS Al-Fatihah [1] ayat 7, ''(yaitu) orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat kepada mereka.'' Dalam ayat ini tidak dijelaskan siapa orang-orang yang diberikan nikmat itu. Maka Allah SWT menjelaskan dalam QS An-Nisa [4] ayat 69,

''Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya) mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah sebaik-baik teman.''

Kedua, Memahami Al Quran dengan sunah nabi yang shahih.
Ibnu Taimiyyah berkata, "Cara yang paling shahih dalam memahami Al Quran adalah menafsirkan Al Quran dengan Al Quran. Jika engkau tidak menemukan itu maka engkau mengambil sunnah, karena ia adalah penjelas Al Quran".

Imam Syafi'i mengatakan bahwa seluruh apa yang dihukumkan oleh Rasulullah SAW adalah dari apa yang beliau dapat dari Al Quran. Contoh pemahaman Al Quran dengan sunah: dalam Al Quran ada beberapa ayat yang memerintahkan shalat. Namun, penjelasan bagaimana melakukan shalat hanya akan kita temukan dalam sunnah. Rasulullah SAW bersabda, "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat."

Ketiga, memahami Al Quran dengan pemahaman para sahabat dan tabi'in.
Ibnu Taimiyyah mengatakan, "Jika engkau tidak menemukan tafsir dalam satu ayat Al Quran, tidak juga dalam sunah, maka engkau harus mencarinya dalam perkataan para sahabat. Mereka paling mengetahui hal itu, sebab mereka melihat (qarain) situasi yang terjadi pada saat Al Quran itu diturunkan. Ditambah dengan ketinggian kemampuan bahasa dan kejernihan pemahaman mereka."

Contoh, pemahaman mereka terhadap kalimat "jalan yang lurus" dalam QS Al-Fatihah [1] ayat 6. Maksudnya adalah Islam atau Al Quran atau Sunnah Nabi Muhammad saw.

Pemahaman yang benar terhadap Al Quran akan melahirkan sikap yang benar. Insya Allah

migrain


Migrain atau nyeri kepala sebelah adalah salah satu penyakit yang diperkirakan diderita oleh 25% wanita dan 10% pria di seluruh dunia. Secara statistik, wanita tiga kali lebih sering terkena migrain dibanding laki-laki dan lebih banyak diderita orang dewasa di usia 20 hingga 50 tahun.

Seiring pertambahan usia, tingkat keparahan dan frekuensinya pun ikut menurun. Migrain juga banyak menimpa remaja dan anak-anak. Terutama mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat penderita migrain.

Migrain adalah nyeri kepala berdenyut yang disertai mual dan muntah yang biasanya menyerang di pagi hari, sehingga sangat mengganggu aktivitas. Penderita juga biasanya menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau-bauan.

Sakit kepala akibat migrain, agak sulit dibedakan dengan sakit kepala akibat sinusitis atau otot leher tegang. Meski sering dirasakan di salah sisi kepala, namun nyerinya bisa berpindah atau mengenai kedua sisi sekaligus.

Migrain juga dapat timbul akibat adanya penyakit lain, seperti asma dan depresi atau penyakit berat, semisal tumor atau infeksi. Namun kejadian ini sangat jarang.

Meski belum diketahui pasti penyebabnya, migrain diperkirakan terjadi akibat adanya hiperaktivitas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak dan mengakibatkan terjadinya pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi (peradangan).

Pelebaran dan inflamasi ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala lain, seperti mual. Semakin berat inflamasi yang terjadi, semakin berat pula migrain yang diderita. Faktor genetik umumnya sangat berperan pada timbulnya migrain.

Migrain terbagi dalam empat golongan, yaitu:

Migrain biasa
Sebagian besar penderita migrain umumnya menderita migrain golongan ini, dengan gejala seperti nyeri berdenyut di salah satu sisi kepala dengan intensitas sedang hingga berat. Bila sudah parah, penderita tidak dapat beraktivitas karena selalu merasa mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, suara dan bau. Sakitnya akan hilang sendiri dalam waktu 4 hingga 72 jam.

Migrain Klasik
Migrain golongan ini umumnya didahului dengan gejala yang dinamakan aura, yaitu gangguan penglihatan seperti melihat garis bergelombang, cahaya terang, bintik gelap atau tidak dapat melihat benda dengan jelas.

Gejala aura lainnya, adalah rasa geli atau kesemutan di tangan. Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, merasa kebas di tangan, pundak, atau wajah, atau merasa lemah pada satu sisi tubuhnya, atau merasa bingung.

Penderita dapat mengalami satu atau beberapa macam gejala, meski tidak timbul secara bersamaan. Gejala yang umumnya timbul 30 menit sebelum rasa sakit ini, dapat hilang atau bertahan sampai rasa sakit di kepala menyerang.

Migrain Haid
Migrain ini umumnya timbul beberapa hari sebelum, selama atau sesudah haid. Penderita akan tahu bahwa migrain yang ia rasakan, berhubungan dengan siklus haidnya. Rasa sakit yang dirasakan, bisa seperti migrain biasa atau klasik.

Migrain Komplikasi
Migrain golongan ini kerap disertai gangguan sistim saraf, seperti mati rasa pada kulit dan geli, kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan, ketidakmampuan menggerakkan lengan atau kaki. Gejala syaraf ini dapat tetap bertahan meski migrainnya telah sembuh.

FAKTOR PENCETUS MIGRAIN

- Konsumsi makanan tertentu
- Tidur berlebihan atau kurang tidur
- Tidak makan
- Perubahan cuaca atau tekanan udara
- Stres atau tekanan emosi
- Bau yang sangat menyengat atau asap rokok
- Sinar yang sangat terang atau pantulan sinar matahari.

Penderita migrain harus berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, karena ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya migrain (meski tergantung dari sensitivitas masing-masing individu), misalnya:

1. Alkohol
Alkohol termasuk zat yang diuretik atau penyebab dehidrasi tubuh, sehingga dapat memicu timbulnya migrain. Meski anggur merah memiliki fungsi ganda yang berlawanan, karena kaya akan unsur fenolik yang sangat baik buat jantung, namun anggur merah juga bisa memicu terjadinya migrain.

2. Kafein
Meski mengkonsumsinya membantu menghilangkan migrain, namun sebenarnya tidak dianjurkan dilakukan bagi penderitanya. Sebab bila sudah kecanduan, kurang konsumsi kafein malah akan memicu terjadinya migrain. Bila hanya ingin menghentikan migrain, satu gelas saja sudah cukup.

3. Keju
Meski masih pro-kontra, namun beberapa ahli mengatakan keju adalah salah satu pemicu migrain. Unsur asam amino tiramin yang terkandung pada keju, diperkirakan mampu memicu timbulnya sakit kepala karena mengurangi kadar serotonin dalam otak yang mengganggu irama aliran darah.

4. Aditif Makanan
Para penderita migrain umumnya mengatakan bahwa mereka sangat sensitif dengan makanan yang mengandung MSG, Nitrit, aspartame (pemanis buatan), tetrazin dan sulfite (ditemukan pada minuman alkohol dan wine).

MAKANAN & MINUMAN YANG DIANJURKAN BAGI PENDERITA MIGRAIN:

1. Air putih
Dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala, karena volume darah berkurang dan mempengaruhi irama aliran darah. Pertahankan cairan tubuh dengan minum setidaknya dua setengah liter air sehari.

2. Bubur gandum
Makanan ini melepaskan energi dengan lambat, sehingga membantu mempertahankan kadar gula darah lebih stabil.

3. Kacang-kacangan
Seperti halnya bubur, kacang-kacangan juga melepas energi dengan lambat.

4. Jahe
Jahe mampu mengurangi rasa tidak enak di perut (mual) yang biasanya datang bersama sakit kepala. Minuman atau biskuit jahe, dapat dikonsumsi sebagai makanan tambahan.

5. Makanan rendah lemak
Kontrol lemak darah dengan makanan rendah lemak, karena sangat berkaitan dengan migrain. Kurangi gorengan, saus dan makanan berlemak jenuh. Penuhi kebutuhan protein dari ikan atau daging unggas.

TIPS MEREDAKAN NYERI AKIBAT MIGRAIN

1. Beristirahat.
Karena peka terhadap cahaya, disarankan untuk beristirahat di tempat yang gelap dan tenang. Jauhi sumber-sumber keramaian dan tempat bercahaya terang. Tenangkan diri dan cobalah untuk tidur.

2. Kompres kepala dengan es/air dingin.
Kompres bagian yang sakit dengan es atau air dingin, untuk membantu menyempitkan pembuluh darah.

3. Jauhi faktor-faktor pencetus migrain.

4. Hangatkan bagian leher.
Istirahatkan tulang leher, karena leher adalah salah satu bagian tubuh yang bekerja keras menopang kepala. Kelelahan pada leher dapat memicu rasa sakit kepala. Saat istirahat, coba hangatkan leher atau beri sedikit pijatan lembut.

5. Minum obat pereda sakit.
Ada banyak obat pereda sakit berupa analgesik, antipiretik dan aspirin. Tapi jangan sembarang minum obat, mintalah obat yang telah dianjurkan oleh dokter Anda.

tidak sembarang lelaki




هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا
فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلاً خَفِيفاً فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَت دَّعَوَا اللّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحاً لَّنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
7/189. DIA-lah yang menciptakan kamu dari satu diri, dan menjadikan daripadanya suaminya untuk
tinggal padanya. Ketika itu menutupinya hamilah dia dengan kandungan ringan, keduanya menyeru TUHAN
mereka: “Jika ENGKAU beri kami anak shaleh, akan jadilah kami termasuk orang-orang bersyukur.”


Memang demikianlah keadaannya, wajar dan logis. Kalau ALLAH menghendaki, DIA boleh saja menciptakan manusia ramai dari pertumbuhan benda lain, bukan dilahirkan ibunya, tetapi DIA menentukan adanya pernikahan, penghamilan, dan kelahiran genarasi penerus karena dengan begitu manusia dapat diuji dalam hak dan kewajiban tentang amar makruf nahi munkar. Untuk kelangsungan hidup demikian, manusia sengaja dilengkapi denga syahwat antara dua jenis dan alat kebutuhan secukupnya di permukaan planet, kemudian disempurnakan lagi dengan Firman yang mengandung tuntunan ke arah bahagia bersama. Secara lengkap tuntunan itu telah terkandung dalam Alquran.

Peraturan bagi suatu pernikahan dapat dilihat pada Ayat-ayat Suci tertentu, tetapi orang tidak pernah mendapatkan suatu perintah untuk menikahi gadis perawan, karena hal itu memang sudah menjadi kehendak syahwat semua lelaki. Perintah untuk menikahi hanyalah termuat pada Ayat 4/3 agar lelaki yang berkesanggupan menikahi janda beranak yatim; Perintah untuk menikahkan tercantum pada Ayat 24/32, sementara Ayat 24/33 memberi keizinan menikah bagi para remaja sebagai realisasi dari maksud Ayat 4/1.

Jadi perintah untuk menikahi gadis remaja memang tidak diperlukan, yang ada adalah perintah kepada ibu-bapak dan para pejabat untuk menikahkan para remaja yang sudah berkesanggupan. Dalam hal ini dapat dilihat susunan masyarakat yang dikendaki Islam di mana kaum remajanya senantiasa hidup dalam pengawasan dan bimbingan tertentu, terhindar dari pergaulan bebas memenuhi kehendak syahwat.

Namun Alquran memuat ketentuan yang jadi kelanjutan semua itu, bahwa dalam kehidupan umum sering didapati musibah di mana kematian lebih banyak menimpa kaum lelaki, mungkin saja dalam pekerjaan sehari-hari, di jalan raya, atau dalam peperangan. Semua itu menyebabkan istri kehilangan suami dan anak-anak menjadi yatim tanpa penanggung jawab atas kelanjutan hidup mereka. Maka dalam hal tersebut, ALLAH memberikan perintah kepada lelaki yang berkesanggupan agar menikahi janda beranak yatim untuk mengurangi tekanan hidup yang mereka alami dan untuk menjaga stabilitas keamanan masyaraka. Kalau selama ini pernah berlaku bahwa seorang lelaki beristri lebih dari satu, sedangkan tiada dari istrinya itu beranak yatim, maka lelaki itu tidak memiliki dasar hukum atas perbuatannya. Hal ini tentulah menjadi tanggung jawab pejabat NTR yang telah mengurus pernikahannya. Hukum berpoligami hanyalah Ayat 4/3 bagi masyarakat umum tentang mana pejabat NTR harus paham secukupnya hingga tidak berlaku kekeliruan dan salah pasang.

Keizinan poligami bermaksud agar terdapat susunan sosial yang normal hingga dalam masyarakat tidak berlaku kepincangan menyolok di mana segolongan orang hidup mewah berlebihan sementara yang lain hidup melarat dan dengan tekanan batin. Islam sangat mencela sikap hidup yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa mengindahkan keadaan orang lain. Kematian seorang bapak menyebabkan adanya anak yatim dan seorang ibu yang kekurangan biaya hidup serta penderitaan batin, maka seorang lelaki yang berkesanggupan hendaklah menikahi janda itu dengan maksud membantu mengurangi penderitaannya dan anaknya.

Poligami dalam Islam bukanlah didasarkan pelepas syahwat tetapi sesuai dengan maksud Ayat 4/3 hanyalah untuk kestabilan hidup anak yatim dan ibunya yang janda, maka menikahnya suami dengan perempuan lain menyebabkan istri mempunyai madu. Tentang ini hendaklah masing-masing istri tidak merasa kecil hati tetapi harus berlapang dada dalam imam mematuhi hukum ALLAH untuk membantu keselamatan hidup masyarakat setempat. Selaku orang beriman, si istri hendaklah menjalankan dan mematuhi hukum agama untuk mendapatkan keredhaan ALLAH, karena hukum itu sendiri adalah untuk keberuntungan hidup bersama di antara manusia di mana kepentingan sendiri tidak boleh menonjol.

Seorang istri hendaklah dapat merasakan betapa sedihnya hati perempuan kehilangan suami dan susahnya hidup anak kehilangan bapak. Dia harus memahami bahwa hidup ini hanyalah sementara di mana segala sesuatu mengandung ujian tentang iman, ilmu dan amal, bahwa hidup sebenarnya ialah di Akhirat nanti di mana dia mendapat keampunan dan kebahagiaan dari ALLAH yang dia sembah. Perbantuan terhadap janda beranak yatim lebih efektif jika disalurkan melalui poligami daripada melalui Baitul Maal atau jawatan yang membiayai hidup fakir miskin. Perbantuan Baitul Maal hanyalah di segi ekonomi lahiriah sedangkan bantuan poligami dapat meladeni kehidupan lahir batin pada janda beranak yatim yang sesungguhnya sangat membutuhkan.

Hendaklah disadari bahwa masyarakat terdiri dari rumah-rumah tangga keluarga dimodali oleh suami istri yang hidup dengan kebutuhan syahwat dan biaya diri. Jika dua kebutuhan ini terpenuhi maka bahagialah masyarakat itu menurut tingkat peradabannya. Tetapi bilamana suatu keluarga menjadi janda dan anak yatim, tentulah kebahagiaan masyarakat jadi terganggu, karena sebagai manusia, janda beranak yatim itu akan selalu berusaha mendapatkan kedua macam kebutuhan hidupnya. Waktu itu mungkin berlaku tindakan jahat melawan hukum serta mengacau keadaan rumah tangga lain, maka penyelesaian adalah poligami bagi lelaki yang berkesanggupan.
April 15 at 9:40am · Report
*
Dade Arinto Ditinjau dari kesanggupan diri pribadi lelaki memiliki kesempatan dan kekuatan lebih banyak selaku makhluk bersyahwat, sementara itu perempuan seringkali berhalangan seperti dalam keadaan haid, melahirkan, dan sebagainya. Dalam hal demikian, lelaki yang mampu hendaklah diberi peluang untuk poligami menikahi perempuan lain yang beranak yatim. Jika hukum poligami demikian dihalangi, akan timbullah proses lain yang mungkin lebih merugikan segala fihak. Dan sayangnya, tradisi poligami yang berlaku selama ini dalam masyarakat Islam bukan berdasarkan Ayat 4/3 tetapi poligami bebas sembarangan yang karena salah paham telah menimbulkan sikap sekuler dalam diri perempuan bahkan juga membuka jalan bagi usaha emansipasi. Atau sebaliknya Ayat 4/3 sengaja dijadikan salah pasang untuk pelampias syahwat bagi lelaki kaya mata keranjang, namun keduanya telah menjatuhkan nilai Islam dalam pandangan dunia internasional.

Dan ditinjau dari kerukunan bermasyarakat maka Ayat 4/3 mengandung fungsi bahwa:

a. Anak yatim dapat dibantu dengan mengadakan baginya seorang bapak tiri yang akan membelanjai dan mendidiknya atau sekurang-kurangnya akan memimpin selaku kepala keluarga dalam rumah tangga itu.

b. Perempuan janda dapat dinikahi lelaki berkesanggupan untuk membantunya meringankan kesusahan ekonomi dan tekanan batin. Sekiranya hal ini tidak diselesaikan, akan timbullah kemiskinan dan kemeleratan yang dideritanya bahkan mungkin pula dia berontak mendapatkan kebutuhan yang diperlukannya, terjadilah penipuan, pelacuran, bujuk rayu berebut kasih, kekacauan pergaulan, dan masalah lain yang rumit diselesaikan.

c. Istri, yang memiliki suami berpoligami, jika tidak mengindahkan keadaan suaminya, maka sikap demikian berarti tidak mematuhi hukum ALLAH, membiarkan berlakunya kekacauan dalam pergaulan umum, mementingkan diri sendiri, tidak memperdulikan janda beranak yatim hidup menderita, dan sebaliknya merusak kerukunan rumah tangganya sendiri.


Dari semua alasan dan keadaan di atas ini dapat diketahui bahwa poligami dalam Islam mengandung unsur sosial serba guna, bukan saja berdasarkan kelebihan daya insaniah pada lelaki, ataupun hanya untuk membantu perempuan janda beranak yatim, tetapi juga buat kestabilan hidup masyarakat dalam segala bidang.

Seorang suami harus mempergauli keluarganya secara amar makruf nahi mungkar, sementara dalam berbuat dan berkata hendaklah yang mengandung pengertian baik saja. Dia harus mendidik anak-anak untuk mematuhi hukum yang diturunkan ALLAH, merencanakan masa depan anak-anaknya agar termasuk orang-orang yang menjalankan hukum ALLAH sebagai manusia berguna dalam masyarakat untuk keberuntungan hidup du dunia kini dan di Akhirat nanti. Ketentuan itu termuat dalam berbagai Ayat Alquran.

Demikian pula dalam berpoligami bahwa dia harus pandai membagi waktu bergaul dan pemberian belanja pada istri-istri dan anak-anak secara adil hingga tidak menimbulkan keresahan dan rasa tidak senang di suatu fihak. Dia juga harus mendidik anak yatim yang ada dalam penjagaannya sampai pada waktu tertentu bahwa anak itu telah sanggup mengurus diri sendiri. Ketika itu dia harus memberikan harta benda kepadanya, jika dia ternyata bodoh, maka peliharalah dia sesanggup mungkin hingga ALLAH membukakan kesempatan lain. Untuk semua itu hendaklah orang memperhatikan Firman Suci yang artinya:


وَآتُواْ النَّسَاء صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْساً فَكُلُوهُ هَنِيئاً مَّرِيئاً
4/4. Dan berilah perempuan itu belanjanya berketerusan. Jika mereka merasa baik tentang
sesuatu untukmu secara pribadi, makanlah dia sepuas sesuka hati.

وَلاَ تُؤْتُواْ السُّفَهَاء أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللّهُ لَكُمْ قِيَاماً وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُواْ لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفاً
4/5. Jangan berikan pada orang bodoh hartamu yang ALLAH jadikan bagimu untuk berdiri.
Belanjailah mereka dalam hal itu dan berilah mereka pakaian serta katanlah pada mereka perkataan yang makruf.

وَابْتَلُواْ الْيَتَامَى حَتَّىَ إِذَا بَلَغُواْ النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُم مِّنْهُمْ
رُشْداً فَادْفَعُواْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلاَ تَأْكُلُوهَا إِسْرَافاً وَبِدَاراً أَن يَكْبَرُواْ وَمَن كَانَ
غَنِيّاً فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَن كَانَ فَقِيراً فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُواْ عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللّهِ حَسِيباً
4/6. Dan ujilah anak-anak yatim hingga ketika mereka sampai untuk nikah. Jika kamu melihat kesadaran
dari mereka maka serahkanlah kepada mereka harta mereka, jangan memakannya secara boros dan sembrono menjelang
mereka besar. Siapa yang kaya hendaklah bersabar hati dan siapa yang melarat boleh memakan secara makruf. Ketika kamu
menyerahkan kepada mereka harta mereka maka jadikanlah saksi atas mereka, dan cukupkanlah ALLAH jadi penghitung.

وَإِنْ أَرَدتُّمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَّكَانَ زَوْجٍ
وَآتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنطَاراً فَلاَ تَأْخُذُواْ مِنْهُ شَيْئاً أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَاناً وَإِثْماً مُّبِينا
4/20. Jika kamu ingin pergantian istri pada tempat istri lain sedangkan kamu telah memberi seorang mereka sepikul,
maka jangan ambil daripadanya suatu juga. Apakah kamu akan mengambilnya dengan kebingungan dan dosa nyata?

وَلَن تَسْتَطِيعُواْ أَن تَعْدِلُواْ بَيْنَ النِّسَاء وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ
تَمِيلُواْ كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِن تُصْلِحُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ اللّهَ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً
4/129. Tidaklah kamu akan sanggup adil antara perempuan-perempuan (dalam poligami) walaupun kamu
mengharapkan, maka janganlah rubuh pada tiap kerubuhan lalu kamu biarkan dia seperti lintah.
Jika kamu shaleh dan menginsyafi maka ALLAH pengampun penyayang.


Dari ketentuan ALLAH pada Ayat 4/3 dan 4/129 dapat diambil kesimpulan bahwa keizinan berpoligami bagi lelaki berkesanggupan hanyalah menikahi janda beranak yatim yang kepadanya dipentingkan pemberian bantuan dan perawatan sebagai anggota keluarga. Suami tidak mungkin benar-benar berbuat adil di antara istrinya yang lebih dari seorang, terutama dalam hubungan batin, karenanya nyatalah keizinan berpoligami bagi lelaki bukan untuk menikahi beberapa perempuan yang disukai karena cantik dan perawan. Ayat 4/129 memperingatkan agar lelaki tidak terpengaruh oleh kecantikan perempuan lalu menikahinya untuk jadi istri kedua atau ketiga, karena yang demikian akan menyebabkan istri pertama terkatung-katung berupa pacet.

Namun perintah berpoligami bagi yang sanggup adalah keshalehan yang menguntungkan masyarakat, dan tidak begitu merugikan istri pertama dalam hubungan lahir batin. Tentang inilah dia diharapkan bertabah hati dan sedikit mengalah untuk kepentingan sosial ekonomi dan kestabilan masyarakat lingkungan di mana dia juga ikut bertanggung jawab. Dengan begitu dia tidak membiarkan janda beranak yatim hidup berupa pacet menjilat tanah.

Ingatlah bahwa poligami hanya diperintahkan bagi lelaki berkesanngupan untuk menikahi janda beranak yatim. Orang mengira bahwa hukum 4/3 hanya berupa keizinan bukan perintah, padahal Ayat Suci secara jelas menyatakan perintah untuk keselamatan hidup anak yatim, ibunya yang janda, dan masyarakat sekitarnya. Namun Islam tidak pernah membolehkan poligami sembarangan karena poligami begini bukan memperbaiki keadaan masyarakat tetapi sebaliknya menambah parah keadaan masyarakat dengan jumlah janda beranak yatim yang semakin banyak.


Misalnya saja, seorang lelaki kaya sehat diizinkan menikahi perempuan sembarangan menurut keinginan hati, maka hal demikian akan menimbulkan:

1. Rasa sakit hati di antara perempuan yang dipermadukan. Masing-masing istri akan berusaha dengan segala daya untuk mempengaruhi hati suaminya agar lebih sayang pada dirinya. Keadaan begitu membuka pintu bagi kepalsuan dan kejahatan tersembunyi, atau menyebabkan perempuan itu mencari jalan lain di luar keizinan suaminya, bahkan mungkin melakukan dosa besar.

2. Adanya rasa cemburu di antara permpuan-perempuan yang dipermadukan. Masing-masing akan menjadikan madunya selaku saingan yang harus dikalahkan hingga akhirnya berbentuk permusuhan dan perbantahan. Hal ini menimbulkan kerugian di segala fihak serta kekacauan yang sulit diselesaikan.

3. Lelaki yang berpologami itu akan merasakan kekayaannya memang berkuasa, pada dirinya timbul sikap angkuh dan pandangan rendah terhadap derajat perempuan karena dapat diperistrinya dengan bantuan kekayaan. Sikap demikian menyebabkan dia menceraikan istri untuk nikah lagi dengan permpuan lain yang dia sukai. Akibatnya jumlah perempuan janda bertambah banyak dengan anak-anak yang tidak terurus, dan kehidupan masyarakat bahkan jadi tidak stabil.

4. Malah jumlah perempuan janda beranak yatim jadi bertambah banyak untuk jadi beban masyarakat keliling. Ingatlah bahwa kematian lebih mudah berlaku pada kaum lelaki karena mereka selalu didampingi bahaya dalam perjuangan hidup.

5. Jumlah perempuan janda semakin banyak yang tidak mendapat suami lagi, dan jumlah anak yatim jadi meningkat, pada mana perintah yang terkandung pada Ayat 4/3 dan 24/32 jadi semakin sulit terlaksana.


Jadi tradisi poligami yang berlaku selama ini nyatanya menimbulkan kericuhan hidup masyarakat dalam berbagai bidang di mana ekonomi jatuh merosot dengan janda beranak yatim yang semakin banyak. Maka cara menghilangkan kericuhan itu hanyalah melaksanakan maksud Ayat 4/3 yang memerintahkan orang berkesanggupan untuk menikahi janda beranak yatim, dua, tiga sampai empat orang. Kini ternyata Ayat 4/3 itu menjadi obat masyarakat, melindungi perempuan secara baik da wajar zahir batin, bukanlah suatu yang merendahkan derajat perempuan sebagaimana selama ini dituduhkan penganut agama asing. Perhatikanlah pula maksud Ayat Suci yang artinya sebaga berikut:


وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاء قُلِ اللّهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فِي
الْكِتَابِ فِي يَتَامَى النِّسَاء الَّلاتِي لاَ تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَن تَنكِحُوهُنَّ
وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْوِلْدَانِ وَأَن تَقُومُواْ لِلْيَتَامَى بِالْقِسْطِ وَمَا تَفْعَلُواْ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللّهَ كَانَ بِهِ عَلِيماً
4/127. Mereka menanyai engkau tentang perempuan. Katakanlah: “ALLAH menerangkan padamu
tentang mereka, begitupun yang dianalisakan atasmu dalam Kitab tentang perempuan beranak yatim yang tidak
kamu beriapa yang diwajibkan untuk mereka sedangkan kamu rindu menikahinya, juga yang tertindas dari anak-anak.
Agar kamu berdiri untuk anak-anak yatim secara efektif. Apapun yang kamu lakukan dari kebaikan maka ALLAH mengetahuinya.”



Ayat Suci 4/127 secara nyata memperlihatkan adanya kehendak berpoligami dalam masyarakat, tetapi salurkanlah kehendak itu dengan maksud Ayat 4/3 yaitu menikahi perempuan janda beranak yatim saja terhadap siapa sikap efektif harus dilaksanakan, maka janganlah kehendak berpoligami itu ditujukan kepada perempuan cantik menurut kehendak syahwat yang akibatnya menambah jumlah anak yatim yang tidak terurus. Sekali lagi dinyatan di sini bahwa Ayat 4/3 bukanlah keburukan tetapi obat dan cara terbaik untuk kesempurnaan hidup manusia ramai.
April 15 at 9:41am · Report
*
Dade Arinto Jadi Ayat 4/3 dan 24/32 bukanlah mengandung keizinan atau kebolehan sebagaimana selama ini dianggap orang, untuk berpoligami sembarangan dengan mana pihak lelaki dapat beristri lebih dari satu untuk pemuas kehendak syahwatnya. Ayat 4/3 telah ditanggapi secara keliru oleh para penterjemah, bahkan sering dijadikan penganut agama lain untuk merendahkan nilai ajaran Islam mengenai derajat perempuan, dan sebagai bukti, cobalah perhatikan kutipan di bawah ini:

A. Alquran dan Terjemahnya, diterbitkan oleh Proyek Pengadaan Kitab Suci Alquran Departemen Agama RI halaman 115
Juz 4 no. 4 An-Nisa’ (wanita) Ayat:

3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim
(bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga,
atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja,
atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat
kepada tidak berbuat aniaya.


B. Tafsir Alquran oleh A. Hassan halaman 150 Juz ke-4 surat ke-4 Surat An-Nisa’ (perempuan) Ayat:


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى
وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ
3. Dan jika kamu takut, bahwa kamu tidak akan bisa berlaku adil tentang (perkawinan kamu dengan)
anak-anak yatim, maka kawinilah beberapa perempuan yang kamu sukai: dua-dua, tiga-tiga, dan empat-empat,
tetapi jika kamu takut bahwa kamu tidak akan bisa berlaku adil (pula), maka (kawinilah) seorang sahaya, atau hamba-hamba
yang dimiliki tangan kanan kamu. Yang demikian itu, lebih hampir buat kamu terhindar dari berlaku aniaya.


Catatan:

(494)... Kalau kamu merasa tidak bisa adil juga, maka janganlah kamu kawin melainkan
seorang saja, atau pakai hamba-hamba perempuan yang di dalam milik kamu. Dengan demikian itu
satu cara yang menjauhkan kamu daripada berlaku aniaya kepada diri-diri kamu.


Dalam terjemahan dan tafsiran Ayat 4/3 di atas ini kita dapati beberapa kekeliruan yang antara lain sebagai berikut:

1. Dikatakan bahwa orang tidak bisa berlaku adil kalau menikahi anak yatim, maka dia hendaklah mengawini perempuan lain yang disenangi sebanyak empat orang. Pendapat demikian sangat bertantangan dengan maksud Ayat 4/3 yang sengaja diturunkan ALLAH untuk keselamatan hidup anak-anak yatim atau untuk membantu meringankan kesengsaraan janda beranak yatim. Jika terjemahan di atas tadi dilaksanakan, bukannya anak yatim dapat dibantu dan bukan kesengsaraan ibunya dikurangi, bahkan semakin menambah jumlah anak yatim dan janda baru.

2. Dikatakan bahwa orang boleh menikahi anak-anak yatim, padahal anak yatim tidak wajar dinikahi karena masih tergolong anak-anak di bawah umur. Kalau anak-anak yatim itu sudah dewasa, maka mereka bukan dinamakan “perempuan yatim” tetapi tergolong para perempuan biasa umumnya. Dalam hal ini juga terjemahan 4/3 tersebut nyatanya keliru.

3. Dikatakan bahwa orang boleh menikahi anak-anak yatim, padahal mereka terdiri dari lelaki dan perempuan, sementara Ayat 4/3 menyebutnya dengan istilah “yatama” berarti “anak-anak yatim” tanpa membedakan lelaki dan perempuan. Istilah itu plural dari “yatiim” masculine gender. Karena anak-anak yatim itu biasanya terdiri dari lelaki dan perempuan, maka terjemahan tersebut kurang tepat, sebab yang lelaki tidak mungkin dinikahi jadi istri.

4. Dikatakan bahwa orang hendaklah mengawini budak, padahal dalam masyarakat Islam tiada yang dinamakan budak.
Kalau orang menemui budak maka harus dimerdekakan dan langsung dijadikan warga masyarakat biasa. Orang hendaklah memahami bahwa Ayat 4/3 adalah hukum yang berfungsi untuk seluruh zaman, sedangkan pada awal abad ke-15 Hijriah saja, tiada seorangpun yang berstatus budak di muka bumi. Dalam hal ini ternyata penterjemah telah keliru tentang istilah “aimaan.”


Kini timbul pertanyaan yang harus dijawab dan diselesaikan oleh ahli hukum:

a. Bukankah satu-satunya dalil hukum untuk poligami dalam masyarakat Islam hanya Ayat 4/3 yang berfungsi sampai ke akhir zaman sebagai hukum perlindungan dan bantuan terhadap janda beranak yatim?

b. Apakah terjemahan sebagai di kutipkan tadi akan dibiarkan terus, dan dijadikan bahan hinaan terhadap hukum Islam?

c. Tidakkah terjemahan demikian menyatakan adanya budak dalam masyarakat Islam yang sesungguhnya tidak mengizinkan perbudakan?

d. Tidakkah mungkin terjemahan demikian menimbulkan ide bagi sementara orang untuk menjadikan pembantu rumah tangganya selaku perempuan yang boleh dipakai tanpa nikah?


Padahal Ayat 4/3 mengandung penjelasan tentang kehidupan janda beranak yatim. Perempuan itu hendaklah dinikahi oleh lelaki yang berkesanggupan sebagai sikap bersusila tinggi dalam sosial ekonomi masyarakat, hingga dengan demikian janda beranak yatim terpelihara dari kekurangan kebutuhan hidup dan dari petualangan tanpa pelindung zahir batin. Hal ini sekaligus mengurangi kemungkinan lacur sangat berbahaya.

Memang menikahi janda beranak yatim sangat berat bagi pemuda, terutama sekali bagi mereka yang menganggap pernikahan sebagai pelepas kehendak syahwat. Tetapi bagi lelaki yang lebih mementingkan keredhaan ALLAH serta keselamatan umum, maka menikahi janda selaku istri pertama mendatangkan kebahagiaan bagi dirinya dan rumah tangganya. Hal ini dulu telah dilakukan oleh Muhammad sewaktu berumur 25 tahun, menurut catatan sejarah, telah menikahi janda berumur 40 tahun selaku istri pertama. Walaupun ketika itu beliau belum jadi Nabi, tetapi telah bersikap sesuai dengan maksud Firman ALLAH yang termuat pada Ayat 4/3 dan 24/33.

Kini jelaslah bahwa perintah berpoligami dengan menikahi janda beranak yatim tercantum pada Ayat 4/3 tidak ditujukan kepada sembarang lelaki tetapi khusus pada orang yang berkesanggupan agar tidak berlaku kesombongan dan ketidakadilan dalam kehidupan masyarakat. Seterusnya tentang pernikahan di antara para remaja sebagaimana umumnya, tercantum pada Ayat 24/33. Kedua Ayat suci itu, baiklah dikutipkan artinya sekali lagi untuk jadi bahan penganalisaan dan perbandingan:


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم
مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ
4/3. Jika kamu cemas tidak dapat berbuat efektif pada anak-anak yatim maka nikahilah yang baik bagimu
dari perempuan (beranak yatim) dua dan tiga dan empat. Jika kamu cemas tidak dapat berbuat adil maka satu
saja atau yang dimiliki tatahukummu (yang sudah dinikahi). Demikian lebih rendah agar kamu tidak berbuat sombong.

وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحاً حَتَّى يُغْنِيَهُمْ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
وَالَّذِينَ يَبْتَغُونَ الْكِتَابَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْراً
وَآتُوهُم مِّن مَّالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ وَلَا تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاء إِنْ أَرَدْنَ
تَحَصُّناً لِّتَبْتَغُوا عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَن يُكْرِههُّنَّ فَإِنَّ اللَّهَ مِن بَعْدِ إِكْرَاهِهِنَّ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
24/33. Hendaklah sabar orang-orang yang tidak dapat nikah hingga menyelamatkam mereka dengan
kurnia-NYA. Dan orang-orang yang mencari ketetapan (nikah) dari yang dimiliki tatahukummu maka
tetapkanlah mereka jika kamu ketahui ada kebaikan pada mereka. Dan berikanlah mereka dari harta yang
ALLAH berikan padamu. Jangan paksa bujang-bujangmu untuk mencari (pernikahan) jika mereka ingin
terjaga (tinggal gadis) karena kamu mencari kesenangan hidup dunia. Siapa yang memaksanya
maka ALLAH sesudah pemaksaan (nikah) itu pengampun penyayang.


Tetapi untuk sekian lama Ayat 24/33 diterjemahkan dengan secara keliru disebabkan salah makna tentang istilah AIMAAN yang mereka artikan “budak” padahal seharusnya diterjemahkan dengan “TATAHUKUM” dapat dilihat pada Ayat 4/3, 4/36, 5/89, 6/109, 9/12, 16/71, 16/92, 16/94, 24/33, 35/42, 66/2, 68/39 dan lain-lain, yaitu ketentuan hukum yang berlaku dalam kehidupan, maka ketentuan hukum yang berlaku dalam Islam disebut “Aiman”, begitu pula ketentuan hukum yang berlaku dalam keluarga karena terikat oleh pernikahan. Oleh sebab itu MAA MALAKAT AIMAANUKUM berarti “siapa yang dimiliki tatahukummmu” karena terikat oleh pernikahan. Dalam hal ini termasuk mertua, ipar, anak tiri, menantu, anak, dan cucu. Maka anggota keluarga yang hendak menikah, hendaklah dibantu dengan kemudahan dan harta serta ongkos seperlunya, sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan.
Tetapi jangan paksa anak gadismu atau keluargamu yang masih gadis untuk menikah, jika dia enggan atau masih berniat untuk hidup gadis sampai pada waktunya. Namun jika dia dipaksa juga dengan alasan wajar, maka ALLAH memberi ampun tentang paksaan itu. Pada Ayat 24/33 tersebut dapat dilihat adanya kebebasan berfikir atau memiliki pertimbangan bagi anggota keluarga.


Kita sempat membaca beberapa terjemahan, salah satu diantaranya dikutipkan di bawah ini terjemahan Ayat 24/33 dari Bacaan Mulia tulisan H. B. Jassin diterbitkan oleh Djambatan Jakarta tahun 1978: Surat 24 Ayat 33.


Hendaklah orang yang tiada mampu Kawin, menjaga kesucian dirinya, sampai
ALLAH memberinya persyaratan dari karuniaNya. Dan mereka (budak-budak) yang dimiliki
tangan kananmu, Yang mengiginkan perjanjian tertulis (untuk memungkinkan mereka mendapatkan
kebebasannya dengan membayar suatu jumlah), berikan mereka perjanjian demikian, jika ada kebaikan pada dirinya.
Dan berilah mereka sebagian harta Allah yang dikaruniakan kepadamu. Dan jangan kamu paksa budak-budak wanitamu
melakukan pelacuran bila mereka menghendaki kesuciaan, Karena kamu mencari keuntungan duniawi. Barang
siapa memaksa mereka, sesudah pemaksaan demikian, sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.


Kita sangat heran memperhatikan betapa Ayat Suci yang menyangkut dengan hukum nikah demikian diterjemahkan orang dengan memasukkan istilah “budak” ke dalamnya, seolah-olah masyarakat Islam banyak memiliki budak. Istilah MIMMAA MALAKAT AIMAANUKUM mereka maksudkan “budak-budak” padahal berarti DARI YANG DIMILIKI TATAHUKUMMU yaitu para remaja dalam keluarga. Begitu pula FATAYAATIKUM mereka artikan “budak-budak wanitamu” padahal berarti BUJANG-BUJANG PEREMPUANMU yaitu gadis-gadis dalam keluarga atau yang dimiliki tatahukum tadi.

Lebih hebat kekeliruan mereka dalam menterjemahkan akhir Ayat 24/33 dengan menyatakan bahwa ALLAH mengampuni orang yang memaksa budaknya melacur, padahal Ayat Suci itu menjelaskan bahwa ALLAH mengampuni orang yang memaksa gadisnya bersuami.

Terjemahan mereka demikian semakin menghina hukum Islam dengan menerangkan adanya golongan budak dalam masyarakat, bahkan menyatakan ALLAH mengampuni orang memaksa budak perempuan melacur. Padahal perbuatan itu sangat terkutuk. Jangankan memaksa melacur, sedangkan berzina bahkan mendekati zina dengan pergaulan bebas saja sudah sangat terlarang. Sekali lagi kita dapati kekeliruan besar, dan banyak pula yang lainnya, harus menjadi tugas para ahli hukum Islam untuk menyelesaikan.

Sementara itu, disebabkan salah tafsir demikian juga sering didengar guru-guru agama menerangkan bahwa usaha pembatasan kehamilan diizinkan menurut hukum Islam, padahal ALLAH sangat membenci dan mengancam dengan hukuman berat, sebaliknya memerintahkan beranak banyak yang nantinya menjadi hamba-hamba shaleh pada generasi mendatang.


sumber: internet

bosan sama pasangan


bosen sama pasangan


Jam hampir menunjukkan pukul 01.00 dini hari, tapi laki-laki itu masih asyik ngobrol di salah satu café di pusat ibu kota, bersama sahabat-sahabat karibnya. “Gak pulang loe..? dicariin anak bini tuuh..”, goda salah seorang temannya. Laki-laki itu tersenyum hambar. “Bosen achh… di rumah selalu monoton, gue cuma mau refreshing,” jawabnya santai. Lalu laki-laki itu sudah larut dengan kepulan asap rokok dan perbincangan panjang dengan teman-temannya.


“Kok elo bisa bosen sich..? Gue pikir hidup elo udah nyaris sempurna. Punya empat orang anak yg lucu-lucu, istri yg cantik, pekerjaan sudah mapan, ada rumah dan mobil pribadi, belum lagi elo juga punya bisnis sendiri” , Tanya salah seorang temannya. “Naaah… itu dia, karena hidup gue datar jadi gak seasyik jaman kita kuliah dulu yg hampir tiap bulan ada jadwal demo ke gedung DPR, bisa TePe (Tebar Pesona) sama adek kelas, mmmhh… gue kangen sama my old times..” , laki-laki itu menerawang jauh sambil mengenang masa lalunya.


Pernahkah merasakan kejenuhan yg sama..? Kejenuhan spt dalam prolog tulisan ini…? Gak usah malu mengakuinya, itu adalah hal yg wajar dan manusiawi sekali jika selalu membanding-banding keadaan yg telah ada sekarang dengan masa yg telah lampau. Hanya saja ketika kita merasakan hal tersebut, cepat-cepatlah Istighfar. Mengapa..? Karena itu tanda-tandanya kita sudah kehilangan rasa syukur nikmat atas setiap rakhmat Allah Ta’Ala.


Coba pikirkan lah sahabat, banyak sekali dalam hidup ini yg harus kita syukuri. Usahlah dihidupkan lagi kenangan “jaman kemerdekaan” dulu atau jaman“I’m single and very happy” . Tidakkah engkau sadari bahwa banyak orang-orang diluar sana mau membayar berapapun juga untuk bisa memiliki kehidupan sepertimu..? Coba pikirkan nikmat Allah Ta’Ala yg luar biasa banyak yg telah dianugrahkan kepadamu. Ayoo… sahabatku, buka lah matamu…

Jika engkau jenuh dengan kehidupan yg engkau rasakan monoton, maka berusahalah mencari variasinya. Jika engkau sudah mulai merasakan rumah tanggamu adalah rutinitas yg membosankan, maka ajaklah istrimu untuk membuatnya “segar” kembali. Bagaimana caranya…? Saya punya beberapa tips pribadi, semoga bermanfaat bagi sahabatku.


TIPS BIAR GAK BOSAN DALAM BERUMAH TANGGA

Lakukan saja sesuatu yg tidak pernah kalian lakukan berdua sebelumnya namun masih dalam batas-batas yg Islami.
Cobalah dalam berbagai macam hal, baik dalam hal seks, masakan, penampilan dsbnya. Bisa juga dengan traveling berdua saja (tanpa anak-anak) jangan lama-lama ya, cukup dua hari satu malam, kasian dong anak-anak di rumah.

Jika perlu, berpisahlah untuk sementara waktu.
Percayalah , cara ini efektif banget bikin kita rindu pada rumah, anak dan istri. Bagiku, mungkin karena jadwal kerja suamiku yg 14 hari kerja dan 14 hari off (libur) di rumah, membuat setiap kali pertemuan benar-benar dinikmati. Alhamdulillah meskipun sedang berjalan 10 th pernikahan, tetap saja pernikahan kami dengan ijin Allah Ta’Ala seperti bulan madu terus… Alhamdulillah.

Selalu Berdoa,
Sahabatku, justru inilah kunci dari keharmonisan rumah tangga. Jangan pernah lelah memohon dalam setiap sholat agar rumah tanggamu selalu sakinah ma Waddah wa Rohmah dan penuh Barokah. Allah Subhana Hu Wa Ta’Ala lah pemilik hati, Dial ah yg berhak membolak-balikkan hati manusia, maka bermohonlah pada Rabb mu.

Selalu syukur nikmat,
Cobalah bayangkan, jika istri atau suami yg telah sekian lama setia mendampingimu itu tiba-tiba diambil oleh pemilik ruhnya (dipanggil Allah Ta’Ala), kita tidak akan pernah tau kapan ajal akan menjemput. Jadi nikmatilah setiap momenmu dengan anak dan pasangan hidupmu (baca : suami/istri) selagi masih bisa.


Demikianlah sedikit tips sederhana , semoga rumah tangga tidak pernah terasa bosan dan monoton lagi, InsyaAllah…