Dian Nafi's

journey journal

Empati Di Tengah Krisis

Leave a Comment
Empati Di Tengah Krisis


Siang tadi di meja makan, anak perempuanku tiba-tiba bertanya. Bagaimana dengan keadaan orang tua renta dan tinggal sendirian di dalam rumah saat karantina di masa pandemi corona covid 19 seperti ini?

Kuceritakan di Turki, orang-orang mudanya mengantarkan makanan ke pintu-pintu rumah orang-orang tua ini. Di Amerika, orang-orang masjidnya memberikan bantuan makanan pada semua orang yang tinggal di sekitar masjid tersebut, baik muslim maupun tidak. Di negara-negara lain juga di seluruh dunia, ada banyak aksi kemanusiaan spontan yang serupa. Video-videonya viral di twitter, dan subhanallah membuat kita jadi kagum dan percaya bahwa ternyata masih banyak sekali orang-orang yang baik hatinya.

Jiwa polos anak-anak memang seringkali memunculkan kejernihan dan kebeningan. Simpati dan empati itu sesungguhnya sifat bawaan alamiah yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia. Ada yang terus menjaganya sehingga tetap bernurani bersih dan baik, ada yang mengembangkan sehingga dia tumbuh menjadi seorang yang dermawan, tulus, baik hati dan suka berbagi. bahkan dalam tingkat ekstrim, ada yang menjadi pahlawan sampai-sampai mengorbankan dirinya sendiri.

Di masa krisis seperti saat pandemi corona ini, sifat-sifat inipun tampil dan bisa kita baca bersliweran di time line media sosial kita setiap hari. Dari waktu ke waktu. menit ke menit, detik ke detik. Subhanallah Allahu Akbar.

Dan kita tahu, perbuatan baik ini pun menjadi viral dan menginspirasi banyak orang.

Bagaimana seorang perempuan tua 70 tahun di Belgia yang meminta sang dokter memberikan ventilator kepada orang yang lebih muda, di masa kritisnya menghadapi virus covid 19, karena merasa hidupnya sudah indah dan dia memilih agar kesempatan hidup diberikan kepada yang lebih muda. Subhanallah. Inilah salah satu bentuk altruisme, pengorbanan itu.


 Ada Budhi Hermanto dari Jogja yang mengerahkan dan mendorong banyak orang untuk menjahit masker, membuat APD alat perlindungan diri yang dibutuhkan para dokter dan tenaga medis dalam menangani pasien covid19. 

Demikian juga Ismail fahmi dan banyak nama-nama lain yang menjadi leader dalam menggerakkan orang-orang untuk berbuat banyak, bantu membantu dalam menghadapi wabah corona di negeri ini.

Ada yang mengumpulkan dana dan membelanjakannya menjadi bahan pangan serta makanan untuk dibagikan pada para ojol maupun pekerja harian. Mereka yang terdampak pageblug ini dan harus tinggal di dalam rumah sehingga kehilangan penghasilan sementara kebutuhan hidup terus ada, menjadi orang-orang yang mendapat bantuan.

Pak Haidar Baqir Mizan, bersama-sama KawalCovid nya Ainun Najib dan Gusduriannya mbak Inayah Wahid, lewat kitabisadotcom juga menggalang dana dan membagikannya pada yang membutuhkan.

Ada rachelVenya, influencer yang berhasil menggalang dana milyaran dari para penggemarnya, untuk dipakai membeli dan membuat alat-alat yang dibutuhkan nakes, membeli bahan pangan untuk yang membutuhkan dll.

Via Vallen juga langsung naik motor bersama tim-nya pergi ke rumah-rumah warga,  membagikan sembako pada para  dhuafa di sidoarjo. 

subhanallah Allahu Akbar. Alhamdulillah. 

Mereka, para malaikat ini, hadir di dunia dalam bentuk wujudnya sebagai manusia. 


Ada jack ma pemilik AliBaba yang menyumbang beribu ton alat kesehatan dan lainnya bagi banyak negara.

Perusahaan Wardah kosmetik menyumbang 40 Milyar untuk mengatasi pandemi ini juga.

Habib Muachly Solo berkendara sendiri menghampiri para pedagang di jalanan, tukang sampah dan lainnya, untuk membagikan sembako dan masker.

Nikita mirzani langsung ke rumah sakit mengirimkan alat-alat perlindungan diri yang dibutuhkan tenaga kesehatan. Membagi sembako pada dhuafa juga.

Artis-artis korea bahkan memberikan sumbangan masing-masingnya milayaran buat mengatasi pandemi corona ini. Puluhan artis. wow.


Dokter-dokter China dan Cuba pergi ke Italia untuk memberikan bantuan.
Di Indonesia, ada dokter Handoko 80 tahun, yang sebenarnya sudah pensiun akhirnya turun ikut membantu para pejuang medis kita.

Gerakan salingjaga menggaet Sudjiwo Tedjo dan banyak influencer lainnya untuk menggalang dana guna tujuan yang sama.

Volunteering juga terjadi di bidang riset demi menemukan vasin covid19.

Kawalcovid mengajak volunteer coding dan ahli data untuk bergabung via slack dengan para ahli data seluruh dunia untuk menghadirkan speed data covid19 ini.

Volunteering di bidang medis dan non medis pun tumbuh dan hadir di mana-mana, spontan, sukarela dan dengan antusiasm.

Pak Ridwan Kamil pun mengundang para volunteer untuk bergerak di Jawa Barat.

Mas menteri Nadiem Makariem mengajak para mahasiswa kesehatan untuk mengambil bagian menjadi volunteer kesehatan di rumah sakit-rumah sakit karena memang sangat dibutuhkan.

Di bidang pendidikan, RuangGuru menggratiskan kelas-kelasnya untuk para siswa, didukung oleh beberapa provider di tanah air, seperti Telkomsel, indosat dll.

Gerakannya ini diikuti oleh platform pendidikan online lainnya.

Alhamdulillah. Allahu Akbar.

Apalagi yang teman-teman lihat di sekitar atau baca di timeline?
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 coment�rios:

Posting Komentar