Kumpul Blogger di Pring Sewu Kota Lama Semarang

Kumpul Blogger di Pring Sewu Kota Lama Semarang



Sudah lama sekali aku ingin berkunjung ke Restoran Pring Sewu di salah satu sudut Kota Lama Semarang ini. Beberapa kali aku hanya bisa melewatinya ketika harus datang ke beberapa event di daerah seputaran sana. 

Waktu ada Coworking Space Conference yang berjarak hanya beberapa bangunan dari situ, aku pun hanya lewat saja. Beberapa kali ke Impala Space di lantai atas Spiegel untuk menghadiri beberapa event, Pring Sewu ini juga cuma sekelebatan saja kulalui.




Pas ada satu event di Pring Sewu, eh malah kebetulan berbarengan acara lain, jadi terpaksa aku skip. Nah, alhamdulillah kesempatan itu datang juga akhirnya waktu kemarin komunitas bloggerku dan kawan-kawan blogger Semarang Gandjel Rel merayakan ulang tahun yang keempat.





Sembari menunggu datangnya teman-teman yang lain aku jalan berkeliling menikmati keindahan arsitektur bangunan tua ini. Jiwa arsitekturku langsung tergugah. Sembari menyadari bahwa dulu selagi kuliah arsitektur di Undip Semarang, ternyata kami belum pernah diajak masuk ke dalam salah satu heritage building ini. Saking banyaknya bangunan tua di kota lama sih ya.


Bagian depan Resto Pring Sewu dijadikan sebagai kedai makanan dan minuman bagi pengunjung umum. Dinding utamanya yang mengekspos batu bata merah menjadi pemandangan pertama yang kita tangkap saat membuka pintu.

Logo dan tulisan Pring Sewu yang berwarna merah menyala menjadi back drop utama yang eye- catching sekali di sana.

Beberapa merchandise dipajang sebagai sampel benda oleh-oleh yang bisa dibeli oleh para pengunjung. Kaos-kaos khas Semarangan, gantungan kunci, juga jajanan khas. Sebagian yang lebih banyak lagi jumlah dan tipenya tersedia di bagian dalam kompleks bangunan Pring Sewu ini.



Masuk ke bagian yang lebih dalam, ada sebuah taman vertikal di sisi dindingnya dengan aksen kayu-kayu silang dan lagi-lagi logo serta tulisan Pring Sewu. Ini spot yang juga tidak boleh dilewatkan untuk berfoto. Semacam penanda, marker. Beberapa teman sudah datang juga, jadi kami berfoto bersama.



Area tengah ini agak gelap dan haiiii, kami menemukan tempat yang lucu di pojoknya untuk berpose. Sebuah penjara. Jail Break. Whoaaaaaa...


Masuk ke bagian yang lebih ke belakang, sampailah kita ke area terbuka alias vide alias void. Deretan tiang yang menyangga teras bangunan samping menuju bangunan belakang itu mengingatkanku pada pelajaran arsitekturku dulu. Ritmis dan romantis. Akan menimbulkan bayang gelap terang di saat-saat tertentu. Hal ini yang beberapa kali kami adaptasi kalau sedang mengerjakan Tugas Desain arsitektur di kampus. Dan sekarang pun untuk beberapa proyek order desain arsitektur yang kukerjakan bersama tim, juga menerapkannya jika memungkinkan.





Area dapur bisa kita intip dari sebagian bukaan yang terhubung dengan teras belakang, selasar dan ruang terbuka (vide) di tengah kompleks bangunan lho.



Tempat cuci tangannya alias wastafel meskipun kelihatan kalau dipasang belakangan, tetap tampak serasi dengan keseluruhan desain kompleks bangunan kuno ini. Great choice!






Di area terbuka di tengah kompleks bangunan itu terdapat beberapa lampu hias, lampu taman yang klasik. Dengan latar bangunan berlantai dua dengan jendela-jendela besar khas bangunan kolonial Belanda, tempat ini sangat instragrammable.

Lantai bawah bangunan belakang itu sebagian digunakan sebagai toko oleh-oleh, musholla dan toilet sebagai fasilitas pelengkap dan untuk umum. Sebagian dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan yang bisa disewa.

Dan tebaklah, ternyata ada ruangan tersembunyi di dekat toko oleh-oleh, yang dulunya merupakan brankas si pemilik bangunan lhooooo....... Kalau saja tidak diantar dan ditunjukkan sama orangnya Pring Sewu, mungkin kita gak akan tahu.

Ternyata selain restoran, Pring Sewu ini juga menyediakan banyak ruang pertemuan alias convention hall. Salah satunya yang kita pakai untuk acara hari itu.



Tangga ini bisa jadi sudah diperbarui dengan struktur konstruksi dan bahan baru agar lebih kokoh dan luas sehingga memungkinkan dipakai oleh banyak orang sekaligus. Meski begitu, secara keseluruhan, kehadirannya tidak merusak estetika desain bangunan eksisting yang sudah ada terlebih dahulu.




Selain ruangan luas yang ada di lantai dua bangunan depan dan bisa digunakan sebagai convention hall alias ruang pertemuan dan acara, ternyata terdapat juga beberapa ruang-ruang  pertemuan lainnya.


Masing-masing dengan konsep interior dan kapasitas yang berbeda-beda. Aku rambah semua ruang karena penasaran sehingga tak bersisa. ahahaha. Tidak lupa berfoto di pojok-pojoknya.



Akhirnya acara pun dimulai. Dan seperti biasa dong, ternyata aku datang paling awal. 
Makanya dapat bingkisan hari itu sebagai hadiahnya. Yeay!!!


Seneng banget bisa ketemu teman-teman yang sudah kayak saudara sendiri saking lamanya kami berteman dan bersahabat selama bertahun-tahun.



Hari itu tambah seru karena kami mengundang Gus Mul editornya Mojok buat sharing tentang kepenulisan di media online. Terima kasih banyak ilmunya yang sangat bermanfaat dan jadi charger semangat buat kami terus menulis dan memperbaiki serta mengembangkan tulisan-tulisan kami.



Acara hari itu seperti biasa ditutup dengan berpose bersama-sama. Semoga kita semua menjadi blogger yang semakin kece dan mantap, cetar mengglobal dan cemerlang. Aamiin aamiin ya Robbal alamiin.



2 komentar:

  1. Barokallah Gandjelrel milad, tambah dewasa tambah keren dan tambah segalanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Nyi sudah berkunjung. Semoga persahabatan kita berkah dan manfaat. Amiin

      Hapus

Adbox

@diannafi