Time Line Covid-19 VS Writravelicious

Time Line Covid-19 VS Writravelicious


Sedih banget karena kita harus mengalami masa pandemi corona yang panjang ini. Di seluruh dunia.
Musti tinggal di dalam rumah dengan segala kecemasan melihat banyak yang berguguran di mana-mana.

Kalau melihat lagi ke belakang, ternyata sejak covid-19 itu hadir,  kita masih sempat bepergian dan melakukan aktifitas seperti biasa. Tidak pernah menyangka bahwa ada ancaman sebesar dan seberbahaya itu.

Berikut Time Line Covid-19 VS Writravelicious

17 nov ada pasien zero covid-19 di hubei, besoknya aku di FE undip ketemu pak hermawan kartajaya eh itu 18 okt dink, 17 nov di cokro 15 des. 17 terinfeksi, aku di cirebon woman writer's conference 27 des. 180 terinfeksi, dokter Hubei beritahu otoritas kshtn, aku rapat kbih

31 des kasus dilaporkan ke who, aku rapat kbih 11 jan kematian pertama, aku beli kacamata utk anakku, cakamad n fam ke japan 13 jan, thailand kena, aku beberes camp 16 jan, jepang kena, aku ke jkt fest finalis lomba blog Bank Indonesia 17 jan, kematian kedua, aku msh di BI jkt

21 jan, AS kena, aku laporan pajak 22 jan, wuhan tutup bandara, aku training for trainee google 30 jan, WHO umumkan darurat kshtn, aku di jogja sertifikasi pembimbing manasik haji 2 feb, kematian di philipina, aku kbih 4 feb, 10 org diamond princess, aku ke palembang trip dinas pariwisata

7 feb, dr li wenliang yg alarm awal covid meninggal,aku msh di palembang 11 feb,who beri nama covid-19, aku landed 14 feb org china meninggal di paris,mesir kena,aku ke kudus 29 feb, kematian pertama di amrik, ibu umroh 2 maret,2 WNI kena,aku di kampus 3 maret, iran,aku di kampus

3 maret, pasien cianjur meninggal 8 maret,italia batasi flight,aku ke kudus 11 maret,WHO umumkan pandemic 11 maret, kematian pertama di indonesia versi pemerintah saat itu, aku juri lomba nulis

Antara merasa bersyukur masih sempat jalan-jalan, tapi juga waduh kok ya negara kita kurang cepat dan responsif menanggapi keadaan dan situasi yang genting seperti itu.

yach, semoga semua segera berlalu ya. dan kita menjadi manusia yang lebih baik di new normal world yang akan datang. Aamiin..

Detailing Make You More Loving

 Look closer and make yourself being amazed.


Yang sebenarnya aku ingin cerita tentang bangunan Pasar Bulu yang akhirnya dirubuhkan, padahal dia jelas-jelas merupakan bangunan lama yang layak dikonservasi dan preservasi. Kenapa Pasar Bulu? Karena selama hampir empat tahun aku tinggal berseberangan dengan pasar itu. Pagiku selalu ke sana untuk cari sarapan (biasanya lontong sate), siangnya sih cukup santap manyung saja, malamnya kadang cari nasi kucing atau kikil bareng (alm) bapak.

Atau sebenarnya aku bisa saja cerita tentang gereja Blenduk dan Marba yang memang the legend itu. Karena bersama teman-teman jaman kuliah arsitektur, kami kerap kali datang ke kota lama untuk memotret, mengamati dan membuat sketch bangunan-bangunan keren ini.

But,
karena kerangkanya kita sedang bicara tentang konservasi dan preservasi bangunan lama dan bersejarah, aku ingin bercerita tentang pengalaman dan persinggunganku dengan sebuah bangunan kuno yang berdiri tegak di sepanjang tepian sungai mberok. Ini dia bangunannya, cekidot :

Keren banget kaaaaaan?
Bangunan bergaya Eropa dengan tambahan dua menara di samping kiri dan kanan bangunan ini dibangun pada awal XIX dan digunakan untuk NV CULTUUR MAATSCHAPIPIJ DER VORSTENLANDEN yaitu perusahaan Belanda yang bergerak di bidang perkebunan dan pertanian. Perusahaan ini membuka cabang di Semarang pada tahun 1888. Pendirian perusahaan ini berkaitan dengan sejarah tanam paksa (Cultur Stelsel) di Hindia Belanda.

Dosen STUPA (Studio Perancangan Arsitektur) waktu itu menyuruh kami berduet dengan teman lain untuk mengunjungi, riset, membuat sketsa sekaligus membuat studi proporsi dan komposisinya yang menjadikan bangunan ini demikian indah dan menakjubkan.

Aku dan Cecil mengunjungi tempat ini berkali-kali, melakukan pengukuran langsung di lapangan, memotretnya dari berbagai sudut, sampai detail-detail fasade ataupun interiornya, membuat sketsanya dst dsb. Pokoknya kami berinteraksi dengan bangunan ini, dari mengenal, dekat, intim sampai dengan bercinta dengannya. Bahkan aku dan Cecil sampai-sampai mengamatinya juga dari Bangunan Departemen Keuangan yang ada di seberangnya, naik ke lantai empat atau berapa gitu (aku lupa) untuk mengamati serta memotretnya dari angle yang berbeda. Dan dia tetap cantik, dari manapun.

Sampai akhirnya aku dan Cecil mengerjakan studi, sketsa, gambar juga maket bangunan ini bermalam-malam,  lembur-lembur sambil ditemani lagu-lagu 60-an yang memang masterpieces semua (aaaaakkk..kayaknya belum ada yang ngalahin lagu-lagu sixties)

Dus, karya yang kami kerjakan dengan penuh kecintaan atas bangunan inipun mendapat nilai AB. Senengnyaaaa....hari-hari tidak mandi dan jarang makan gegara lembur pun terbayar (halagh)

See? Dengan melihat lebih dekat, kita akan (lebih) takjub, lalu datanglah cinta dan pasti akan merasa sayang jika yang menakjubkan dan kita cintai itu dikepras, dipotong dan dihancurkan seperti yang sudah kadung terjadi, pasar bulu..hiks...

Yuk, kita kenali, dekati, jatuh cintai dan sayangi bangunan-bangunan indah ini!

Empati Di Tengah Krisis

Empati Di Tengah Krisis


Siang tadi di meja makan, anak perempuanku tiba-tiba bertanya. Bagaimana dengan keadaan orang tua renta dan tinggal sendirian di dalam rumah saat karantina di masa pandemi corona covid 19 seperti ini?

Kuceritakan di Turki, orang-orang mudanya mengantarkan makanan ke pintu-pintu rumah orang-orang tua ini. Di Amerika, orang-orang masjidnya memberikan bantuan makanan pada semua orang yang tinggal di sekitar masjid tersebut, baik muslim maupun tidak. Di negara-negara lain juga di seluruh dunia, ada banyak aksi kemanusiaan spontan yang serupa. Video-videonya viral di twitter, dan subhanallah membuat kita jadi kagum dan percaya bahwa ternyata masih banyak sekali orang-orang yang baik hatinya.

Jiwa polos anak-anak memang seringkali memunculkan kejernihan dan kebeningan. Simpati dan empati itu sesungguhnya sifat bawaan alamiah yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia. Ada yang terus menjaganya sehingga tetap bernurani bersih dan baik, ada yang mengembangkan sehingga dia tumbuh menjadi seorang yang dermawan, tulus, baik hati dan suka berbagi. bahkan dalam tingkat ekstrim, ada yang menjadi pahlawan sampai-sampai mengorbankan dirinya sendiri.

Di masa krisis seperti saat pandemi corona ini, sifat-sifat inipun tampil dan bisa kita baca bersliweran di time line media sosial kita setiap hari. Dari waktu ke waktu. menit ke menit, detik ke detik. Subhanallah Allahu Akbar.

Dan kita tahu, perbuatan baik ini pun menjadi viral dan menginspirasi banyak orang.

Bagaimana seorang perempuan tua 70 tahun di Belgia yang meminta sang dokter memberikan ventilator kepada orang yang lebih muda, di masa kritisnya menghadapi virus covid 19, karena merasa hidupnya sudah indah dan dia memilih agar kesempatan hidup diberikan kepada yang lebih muda. Subhanallah. Inilah salah satu bentuk altruisme, pengorbanan itu.


 Ada Budhi Hermanto dari Jogja yang mengerahkan dan mendorong banyak orang untuk menjahit masker, membuat APD alat perlindungan diri yang dibutuhkan para dokter dan tenaga medis dalam menangani pasien covid19. 

Demikian juga Ismail fahmi dan banyak nama-nama lain yang menjadi leader dalam menggerakkan orang-orang untuk berbuat banyak, bantu membantu dalam menghadapi wabah corona di negeri ini.

Ada yang mengumpulkan dana dan membelanjakannya menjadi bahan pangan serta makanan untuk dibagikan pada para ojol maupun pekerja harian. Mereka yang terdampak pageblug ini dan harus tinggal di dalam rumah sehingga kehilangan penghasilan sementara kebutuhan hidup terus ada, menjadi orang-orang yang mendapat bantuan.

Pak Haidar Baqir Mizan, bersama-sama KawalCovid nya Ainun Najib dan Gusduriannya mbak Inayah Wahid, lewat kitabisadotcom juga menggalang dana dan membagikannya pada yang membutuhkan.

Ada rachelVenya, influencer yang berhasil menggalang dana milyaran dari para penggemarnya, untuk dipakai membeli dan membuat alat-alat yang dibutuhkan nakes, membeli bahan pangan untuk yang membutuhkan dll.

Via Vallen juga langsung naik motor bersama tim-nya pergi ke rumah-rumah warga,  membagikan sembako pada para  dhuafa di sidoarjo. 

subhanallah Allahu Akbar. Alhamdulillah. 

Mereka, para malaikat ini, hadir di dunia dalam bentuk wujudnya sebagai manusia. 


Ada jack ma pemilik AliBaba yang menyumbang beribu ton alat kesehatan dan lainnya bagi banyak negara.

Perusahaan Wardah kosmetik menyumbang 40 Milyar untuk mengatasi pandemi ini juga.

Habib Muachly Solo berkendara sendiri menghampiri para pedagang di jalanan, tukang sampah dan lainnya, untuk membagikan sembako dan masker.

Nikita mirzani langsung ke rumah sakit mengirimkan alat-alat perlindungan diri yang dibutuhkan tenaga kesehatan. Membagi sembako pada dhuafa juga.

Artis-artis korea bahkan memberikan sumbangan masing-masingnya milayaran buat mengatasi pandemi corona ini. Puluhan artis. wow.


Dokter-dokter China dan Cuba pergi ke Italia untuk memberikan bantuan.
Di Indonesia, ada dokter Handoko 80 tahun, yang sebenarnya sudah pensiun akhirnya turun ikut membantu para pejuang medis kita.

Gerakan salingjaga menggaet Sudjiwo Tedjo dan banyak influencer lainnya untuk menggalang dana guna tujuan yang sama.

Volunteering juga terjadi di bidang riset demi menemukan vasin covid19.

Kawalcovid mengajak volunteer coding dan ahli data untuk bergabung via slack dengan para ahli data seluruh dunia untuk menghadirkan speed data covid19 ini.

Volunteering di bidang medis dan non medis pun tumbuh dan hadir di mana-mana, spontan, sukarela dan dengan antusiasm.

Pak Ridwan Kamil pun mengundang para volunteer untuk bergerak di Jawa Barat.

Mas menteri Nadiem Makariem mengajak para mahasiswa kesehatan untuk mengambil bagian menjadi volunteer kesehatan di rumah sakit-rumah sakit karena memang sangat dibutuhkan.

Di bidang pendidikan, RuangGuru menggratiskan kelas-kelasnya untuk para siswa, didukung oleh beberapa provider di tanah air, seperti Telkomsel, indosat dll.

Gerakannya ini diikuti oleh platform pendidikan online lainnya.

Alhamdulillah. Allahu Akbar.

Apalagi yang teman-teman lihat di sekitar atau baca di timeline?