Videography and Vlogger Workshop

 Videography and Vlogger Workshop


Senang sekali karena beberapa  waktu lalu kami berkesempatan untuk belajar videography dan nge-vlog di kelas Digital Mum Semarang.

Kami diperkenalkan pada aplikasi yang bernama Legenda dan Quick. Caranya gampang banget, praktis, namun hasilnya oke sekali.

LEGEND
  • Cara memakai Legend
1..Download, install dan buka aplikasi Legend
2. Masukkan kata kata yang kita mau tampilkan di intro video kita
3. Klik tombol centang dibawah, jika kita  pengen ngasih background pilih icon gallery, jika tidak klik centang yang ada di tengah
4. Lalu pilih efek efek yang kita  pengen, kostumisasi terserah selera kita aja atur sebagus dan sekeren mungkin
5. Klik tanda panah arah bawah, pilih video, karena akan dibuat menjadi intro youtube, jika kita memilih GIF maka akan jadi gambar berformat .gif, jika kita pilih video maka format video tersebut adalah .mp4
6. Tunggu hingga selesai



QUIK

Sesuai dengan namanya, Quik hadir untuk kamu yang butuh kemampuan editi video dari sumber gambar dan klip pendek secara instan. Ada sekita 28 video style yang dapat kamu pilih dengan filter, transisi dan juga font yang sangat menarik. Kamu juga bisa memilih suara latar belakang yang disediakan atau dari sumber musik yang kamu punya dengan mudah dan cepat. Salah satu fitur paling menarik dari Quik adalah video kejutan yang disusun oleh aplikasi ini setiap akhir pekan – dari data Camera Roll kamu. Jika dirasa menarik, pengguna bisa langsung membagikan video tersebtu lewat mode Share Extension.


Selamat mencoba ya!

Ini Dia Hasil Pertandingan Timnas Indonesia U23 di Laga Terakhir Anniversary Cup 2018


Ini Dia Hasil Pertandingan Timnas Indonesia U23 di Laga Terakhir Anniversary Cup 2018


Belum lama ini ajang pagelaran sepak bola di Gelar di Indonesia selesai dirampungkan, yaitu ajang sepak bola tahunan Anniversary Cup 2018. Anniversary Cup sendiri merupakan ajang pertandingan sepak bola tahunan yang sengaja diadakan oleh PSSI dalam rangka sebagai perayaan ulang tahunnya. Turnamen yang dibuka perdana pada tanggal 27 April 2018 ini sudah berakhir sejak tanggal 3 Mei 2018 kemarin. Turnamen yang tiketnya bisa didapatkan dari situs belanja online terbesar di Indonesia ini, juga digunakan sebagai test event mandiri pemain PSSI. Hasil pertandingan Timnas Indonesia U23 pun juga sudah bisa dilihat setelah akhir laga 3 Mei 2018 kemarin.

Turnamen yang diikuti oleh 4 negara peserta, antara lain Indonesia, Bahrain, Uzbekistan, dan Korea Utara ini dibuka dengan pertandingan perdana antara Uzbekistan vs Korea Utara dan Indonesia vs Bahrain pada 27 April 2018. Dilanjutkan pada 30 April 2018, Indonesia kembali berlaga melawan Korea Utara dan Bahrain melawan Uzbekistan. Menggunakan sistem permainan setengah kompetisi atau ‘roud robin’ dengan pemenang ditentukan dari poin tertinggi ini, ditutup dengan pertandingan Korea Utara vs Bahrain dan Timnas Indonesia melawan Uzbekistan pada 3 Mei 2018.

Meskipun hanya bertajuk turnamen, baik pelatih dan para pemain menargetkan hasil pertandingan Timnas Indonesia U23 yang maksimal. Sayangnya di akhir pertandingan melawan Uzbekistan, Timnas Indonesia U23 harus rela di tahan imbang pada skor 0-0 pada 3 Mei 2018 yang berlangsung di stadion Pakansari, Bogor ini. Hasil ini tentu membuat tim garuda Muda memiliki catatan rekor terburuk yang tidak bisa menang dan mencetak satu gol pun. Seperti yang kita ketahui, pada laga perdana 27 April 2018 saat Timnas Indonesia U23 melawan Bahrain, Febri Hariyadi dkk harus mengakui keunggulan Bahrain dengan skor 0-1. Pada laga kedua melawan Korea Utara, Indonesia juga harus ditahan dengan skor 0-0.

Melawan Uzbekistan di laga terakhir, Timnas Indonesia U23 harus berjuang dengan cukup alot untuk mengungguli skor lawan. Pertandingan yang berlangsung dengan cukup menarik sejak awal ini dimulai sejak pada menit keempat Uzbekistan melakukan serangan sehingga memaksa Andritany Ardhyasa untuk keluar dari sarangnya. Mengalami benturan dengan pemain Uzbekistan, membuat Andritany harus digantikan dengan Awan Setho Raharjo. Baru pada menit ke-35, Timnas Indonesia mendapatkan kesempatan emas. Salah satu pemain Uzbekistan melakukan handball di dalam kotak 16 meter, sehingga wasit menunjuk titik putih. Sayangnya Septian David Maulana yang menjadi eksekutor tak mampu memasukkan bola ke gawang karena tendangannya diblokir oleh kiper Uzbekistan, Ergashev Umidion. Baru di babak kedua pada meint ke-59, Indonesia kembali mendapatkan peluang lewat umpan silang terukur dari Febri haryadi. Namun sayangnya lagi-lagi tidak mulus karena gagal untuk diselesaikan oleh Osvaldo Haay. Di menit terakhir, peluang Evan Dimas juga belum membuahkan hasil. Sehingga di akhir laga kedudukan masih 0-0 antara Uzbekistan dan Indonesia.

Hasil pertandingan Timnas Indonesia setelah melawan Uzbekistan menjadikan tim besutan Luis Milla ini harus puas menempati peringkat ketiga klasemen akhir. Indonesia meraih jumlah total 2 poin dengan selisih gol -1 mengungguli Korea Utara sebagai juru kunci dengan jumlah poin yang sama namun dengan selisih gol -3. Sementara itu Bahrain keluar sebagai juara setelah pada laga terakhir melawan Korea Utara mampu mengungguli skor dengan 4-1. Bahrain mampu mengumpulkan 7 poin setelah dua kali menang dan satu kali dengan skor berimbang.