RASA

RASA

Pasrah penuh
atas apa yang tak kukuasai tentang rasa
tak terbendung
Tak terlawan

sepenuh jiwa
kupasrahkan
pada Pemilik rasa dan keindahan.

Biyadikal khoir
di tanganMulah segala kebaikan.

Tak Kaucipta sesuatu dengan sia sia
termasuk rasa.
Cinta tak pernah salah dalam memilih.
kupasrahkan padaMu
Maha membolak balikkan hati.

Skenario

SKENARIO

karuniaMu tak terbantahkan
trus bersamaku
meski sering kuberpaling

buatku malu

tak seharusnya meragu
karena janjiMu pasti
siapkan yang terbaik

Ya Allah
karuniakanlah kepada kami keampunan-Mu
bukan azab-Mu,
masuk ke dalam surga-Mu tanpa hisab,
melihat wajah-Mu tanpa hijab

Engkaulah
Sebaik baik pembuat skenario

Kuharap kasih sayangMU

Pandang

PANDANG

Aku capek Tuhan
Terus membohongiMu
Bersembunyi dibalik kata humani

Aku malu Tuhan
Terus mengkhianatimu
Bersembunyi dibalik persepsi dan konsepsi

Aku lemah Tuhan
Tak berdaya tanpa Kau berdayakan

Rengkuh aku Tuhan
Tak mau Kau acuhkan
Undhur ilainaa Ya Rabb
Tunduk aku
Pandang aku
Kasihi aku
Ampuni aku
padaMu akuku

Pukau dan Paku

Teruntuk Mbak Dewi Lestari (Dee)
“Untuk Blog Contest Mizan.com”

Wah! Seru banget diberi kesempatan berkirim surat dan bertanya pada mbak Dewi Lestari.
Pertama kali baca novel karya mbak Dee, aku ingat banget, di Solo. Supernova yang ciamik milik sepupuku. Aku tertegun dan berulang kali membaca kalimat-kalimatnya. Wow! Aku terpaku pada rangkaian kalimatmu yang memukau, mbak. Setengah tidak percaya kalau penulisnya adalah Dewi Lestari Simangunsong- seseorang yang selama ini kukenal sebagai penyanyi tergabung dalam grup nyanyi “Rida-Sita-Dewi”. Bahkan sempat berkarir nyanyi solo. Aku juga menyukai lagu-lagu mbak lho.

Mantap sekali novel ini,mbak Dee, sangat lain dari novel yang pernah kubaca. Begitu berisi sehingga sepertinya tak ada satupun kata dan kalimat yang mubadzir. Ia ada di sana untuk sesuatu, seperti komponen yang inheren dalam menciptakan sebuah masterpiece.
Keren!
Kekagumanku padamu mbak Dewi Lestari semakin menebal ketika aku beberapa kali membaca tulisan mbak Dee yang menanggapi pertanyaan banyak orang mengenai karir kepenulisan, tips dan trik menulis buku best seller dan pertanyaan sejenisnya. Uraian mbak Dee begitu polos, jujur dan bahkan mengungkapkan kesejatian mbak Dee sebagai penulis yang memiliki soul, berkarakter dan rendah hati serta mengakui keberadaan ‘sesuatu’ di luar kendali kita yang mempengaruhi proses penulisan. Penjelasan mbak Dee juga membangkitkan semangatku untuk terus menulis secara tulus, terus berlatih dengan menajamkan kepekaan.
Dan satu lagi, kisah penerbitan sendiri yang mbak Dee lakukan untuk buku-buku mbak, sangat menggugah semangat. Tak ada yang tak mungkin jika kita mau mencoba dan berusaha.

Yang ingin kutanyakan, mbak Dee, bagaimana cara mengendapkan sebuah tulisan untuk mematangkan dan menyempurnakan kembali tulisan itu sebelum kita upload atau kirim maupun kita terbitkan? Mohon sharing tips dan trik khususnya ya..:)

Kemudian bagaimana caranya berpikir dan menulis yang out of the box macam mbak Dee ini? Kasih bocorannya dong. Terima kasih ya mbak Dee, Aku tunggu jawaban juga kiriman hadiah bukunya. Salam sukses untuk mbak Dee :)
Dari : Dian Nafi
Untuk : Mizan.com

[ngemil baca] katastrofa cinta

Katastrofa cinta berkisah tentang dua wanita beda generasi yang oleh skenarioNya bertemu dan saling membantu. Mereka tak tahu jika sebenarnya ada ikatan di antara mereka. Sebuah catatan panjang terukir. Sejarah tentang kehidupan sejak dari 1936.

(apa makna katastrofa sendiri? Coba Tanya mbah google)



Kisah ini dituturkan dari dua POV dan selang seling di antara setting waktu jaman baheula dimulai dari 1936. Dan setting waktu yang lebih ke kini dimulai dari 1998.



Adalah sekar astuti, tokoh utama yang pertama. Merupakan cucu dari seorang ningrat. Namun dalam darahnya mengalir darah kyai Rifangi, seorang ulama di Murong. Ayah Sekar wafat ketika ia masih orok. Dan ibunya yang janda muda dijodohkan dengan seorang dokter ningrat yang pro belanda sekali.



Membaca katastrofa cinta membawa ingatanku pada novel ronggeng dukuh paruk (RDP) dan novel the only girl (TOG). Bahkan ada kalimat yang nyaris mirip dengan yang ada di RDP, yang menggambarkan kecanttikan Sekar muda seperti seorang wanita dewasa. Kesamaan lainnya adalah setting masa Gestapu 1965 dan bakar-bakaran pesantren yang memang banyak terjadi waktu itu.

Persamaan dengan TOG, antara lain kisahnya tentang dua wanita beda generasi. Tokohnya yang keturunan cina dengan orangtua yang kebarat-baratan, inderland. Dan peristiwa sejaah seputaran pendudukan Jepang di Indonesia setelah Belanda.



Yang sangat menarik adalah cara penceritaan yang tak biasa. 2 POV, plo zigzag, cerita penuh kejuta, konfliknya yang ekstrim dan terutama bagaimana pertemuan tak terduga antara dua wanita lintas zaman ini terjadi. Excellent. Kita terhipnotis membacanya, penasaran dan menebak-nebak.



Saat jepang menduduki Indonesia, para inlander ditangkap-termasuk ayah tiri Sekar. Guntari-ibu Sekar-dijadikan pemuas nafsu para tentara Jepang. Sekar kecil berhasil melarikan diri saat kerusuhan itu. Dia ditemukan serdadu Jepang yang kemudian ternyata memperkosanya saat Sekar 7 tahun.



Gadis kecil itu berhasil melarikan diri dan bertemu jeng Palupi yang malah menjadikannya seorang pelacur/geisha di Jepang.



Seorang pelanggan kemudian mengangkatnya sebagai istri. Namun Sekar kembali lari lagi karena ternyata sang suami sudah memiliki istri pertama yang datang marah-marah dan membuat suaminya tak berkutik, tak punya kemampuan membela Sekar.



Sekar 14 tahun ditemukan oleh tuan dan nyonya Haruda yang mengangkatnya sebagai anak. Ketika usianya 18 tahun, sekar memohon untuk bisa dikembalikan ke Indonesia, ke rumah kakeknya Kyai Rifangi. Permintaan itu dikabulkan.

Di sekolah barunya, Sekar mengenal dua sosok lelaki yang sama-sama menyukainya. Prakoso yang seorang aktifis komunis. Dan Purnomo anak seorang menteri.



Kyai Rifangi sempat melarang Sekar bersekolah karena ia pacaran dengan Prakoso yang musyrik. Lalu Purnomo datang ke pesantren kyai Rifangi membujuk sang kakek agar mengijinkan Sekar sekolah kembali.

Sekar yang merasa terkungkung dengan aturan kakeknya meminta tolong Purnomo untuk mencarikannya tempat tinggal di luar pesantren. Akhirnya ia ditempatkan di sebuah kamar di losmen, dibiayai oleh Purnomo, dengan imbalan yang akhirnya membawa Sekar berbadan dua.



Purnomo tidak bertanggung jawab karena ia harus segera ke Prancis untuk melanjutkan studi.

Kyai Rifangi datang ke losmen bersama santri terdekatnya, Ahmad, menjemput Sekar. Demi menutup aib, Ahmad yang memang dari semula naksir sekar sejak perempuan itu datang ke pesantren, diminta untuk menikahi sekar. Pemuda itu setuju pada akhirnya meskipun dengan berat hati mengingat ia sebenarnya memiliki prinsip untuk menikahi perempuan suci/baik-baik.



Mereka sempat menikmati indahnya sebuah keluarga kecil. Namun koyak setelah Prakoso kebali datang. Sekar yang labil jatuh kembali ke pelukan Prakoso. Sampai Ahmad mengucap talak tiga dan KyaiRifangi marah serta mengusir Sekar dari pesantren.



Anam- anak Sekar- tumbuh bersama ayah tirinya-Ahmad.

Sekar menjadi pentolan Gerwani atas didikan Prakoso. Pada masa terjadi onar juga perseteruan antara pesantren dan komunis, 1965, saat itulah Prakoso membakar pesantren Kyai Rifangi dan membunuh penghuninya.

Ahmad berhasil melarikan diri membawa Anam. Dari persembunyiannya ia bisa melihat Sekar menangisi seonggok mayat anak-anak mengarang yang dikiranya Anam-buah hatinya.



Di setting waktu yang lebih kini, 1998, adalah aku-Ong Mei Hwa atau Cempaka yang menjadi korban perkosaan saat terjadi kerusuhan Mei itu. Orang tuanya meninggal, saudaranya tercerai berai. Ia dilarikan ke rumah sakit jiwa karena dianggap hilang akalnya.



…. To be continued ya….

[ngemil baca] steve jobs

Alih-alih ingin belajar bisnis dan manajemen dengan membaca biografi steve jobs, malah dapat poin plus-nya, jadi belajar karakter manusia dan bahkan ilmu parenting.



ada banyak hal yang kudapat dari membaca biografi steve jobs. dan yang paling terasa adalah aku bisa langsung mempraktekkannya. dalam beberapa hal, bahkan bisa kupraktekkan untuk menghadapi anak-anakku.



beberapa yang membekas sekali dan mengesankan tentang steve jobs adalah:

ia ternyata seorang yang sensitif, sering menangis meskipun ia juga seorang yang pemarah.



ia juga pernah bangkrut, namun bangkit lagi. ciayoo.. semangatnya itu lhoh.



bahkan tetap semangat menciptakan sesuatu saat kanker telah menggerogoti tubuhnya.



ia tidak suka pornografi, bahkan menghalangi situs pornografi bisa diakses dari perangkat yang diciptakannya.



meskipun sangat mencintai Tina Reds,ia akhirnya memilih Laurene Powell sebagai istri karena Laurene lebih tahan untuk menghadapinya.



dan saking sibuk dan produktifnya Steve, kukira ia tak pernah sempat selingkuh...ahay.. ia setia dan itu bisa dibaca di tulisannya untuk sang istri di ultah pernikahan mereka yang ke-20



kematian menjadi pelajaran dan pengingat utamanya untuk terus berkarya dan menghasilkan warisan produk hebat dan terbaik untuk dunia.



Oh iya, ia tak hanya focus di produk, tetapi ia mengelola tim, meng-create perusahaan juga habitat, sedetail-detailnya dengan kecenderungannya sebagai penuntut kesempurnaan. Sehingga lahirlah pemain dan produk kelas A.



Ia bahkan merancang sendiri kantornya, kapalnya, pesawatnya. Berdiri di persimpangan seni dan teknologi menjadikannya seorang visioner yang lengkap, canggih dan berkarakter.



Pencarian spiritualnya, gaya hippies-nya, selera musiknya, kehebatan lobbinya, keyakinan dan kepercayaan dirinya, ketegasan dan maneuver-manuvernya….hmm..menginspirasi.



PROMO : Yang ingin sukses bisnis online, sila beli buku
101 Bisnis Online Paling Laris 
Storycake For Mom Preneur

[ngemil baca] the kite runner

The kite runner, novel pertama seorang dokter spesialis penyakit dalam bernama Khaled Hosseini yang menjadi New York Time Best Seller dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa serta meraih banyak penghargaan internasional.



Adalah seorang Afghan bernama Amir. Ia berjuang untuk memperoleh perhatian Baba-nya yang dirasakannya tak ada karena Baba mungkin kecewa istrinya meninggal saat melahirkan Amir. Anak pelayannya-seorang Hazara- bernama Hassan adalah sahabatnya yang setia tanpa syarat, yang melakukan apa saja untuknya. Termasuk mengejar layang-layang untuk Amir, yang akan jadi kunci kebanggaan demi memenangkan cinta ayahnya. Tetapi Amir tak melakukan apapun untuknya ketika Hassan dibully oleh tiga orang rekan sebaya yang dipimpin Assef, ketika mempertahankan layang-layang itu. Kepengecutannya saat ia berusia 12 tahun itu terus menghantui dirinya.



Bayang-bayang perasaan bersalah dan galau berada di dekat Hassan sejak kejadian itu dan juga sedikit cemburu atas kasih sayang ayahnya-Baba- terhadap Hassan ,membuat Amir tega memfitnah mereka. Hassan dan ayahnya-Ali- yang telah 40tahun mengabdi Baba. Mereka kemudian pergi kembali ke Hazara.



Ketika terjadi pendudukan di Afghan, Baba dan Amir terpaksa harus meninggalkan tanah air mereka. Di Amerika lah mereka tinggal, sehingga Amir menemukan kehidupan baru meskipun masa lalunya itu terus menjeratnya. Ia kuliah, menikah dan kemudian Baba yang terhormat meninggal dunia setelah Amir sempat memperbaiki hubungan dengan ayahnya.



Hingga suatu hari datang telpon dari Rahim Khan-sahabat Baba yang juga sahabat Amir. Memintanya kembali ke Afghan untuk melakukan sesuatu, selalu ada jalan menuju kebaikan, demikian katanya.

Bertemu Rahim Khan yang mendekati ajalnya, mengetahui kenyataan yang selama ini disembunyikan darinya bahwa Hassan ternyata adalah saudara tirinya, dan Rahim ingin Amir mengambil Sohrab-anak Hassaan- yang kini yatim piatu karena ayah ibunya ditembak Taliban.



Kemudian serangkaian penyelamatan dilakukan. Selanjutnya….ah..lebih asyik jika baca sendiri. Beneran.



Duh! Novel ini sungguh memikat. Penuh ironi, karma dan kejutan-kejutan.

[ngemil baca] de winst

De winst

Novel bersetting tahun 1930-an di kota Solo.



Rangga, seorang inlander yang baru saja menyelesaikan studi di belanda berkenalan dengan Kareen , seorang noni belanda, di kapal selama perjalanan pulang ke Indonesia. Keduanya saling jatuh cinta dan bertukar cindera mata.

Sayangnya, Rangga telah dijodohkan dengan Sekar Pembayun, sepupunya sendiri . Tapi ada seorang pemuda bernama Kresna yang mengaku sebagai kekasihnya di suatu saat bertemu Rangga. Sekar juga menolak perjodohan itu karena sebenarnya ia telah memiliki tambatan hati bernama Jatmiko. Seorang pemuda aktifis pergerakan yang kharismatik.



Digadang – gadang oleh ayahandanya- KGPH Suryanegara- agar bisa memperjuangkan hak buruh, Rangga menjadi salah satu pegawai pabrik gula De Winst. Tak disangka-sangka, salah seorang pejabat baru di pabrik itu adalah suami Kareen- Jan yang arogan. Perempuan itu terpaksa menikah karena ayahnya terjerat hutang dengan ayah Jan.



De Winst dan Jan mengalami kesulitan ketika datang seorang Pratiwi yang menuntut sewa tanah pabrik sebesar 10 x lipat dari harga sewa sekarang yang belum pernah naik sejak berpuluh tahun lalu. Pratiwi mungil dan muda itu tampaknya memperoleh keberanian yang diajarkan oleh Sekar, Jatmiko dan Kresna.



Sementara itu Kareen yang tetap perawan meski sudah menikah, berusaha mendekati Rangga kembali. Tetapi Rangga yang berprinsip tak akan mengganggu istri orang, menampiknya terang-terangan. Kecewa oleh penolakan Rangga, Kareen mengalihkan perhatiannya kepada Kresna, seorang pemuda yang simpatik dan berapi-api semangat nasionalisme-nya.



Jan yang tidak mendapat kehangatan dari Kareen, lari ke pelukan seorang gundik bernama Partini. Yang ternyata adalah kakak dari Pratiwi, gadis yang melawan Jan dan De Winst. Jan sempat melihatnya dan terpancing birahi sekaligus dendamnya. Di pagi yang naas itu, ketika Pratiwi mengendarai kereta angin menuju tempatnya mengajar bersama Kresna, Jan berhasil memperkosa dan nyaris membunuhnya.



Padahal ayah Partini berpesan agar Pratiwi seharusnya dijaga agar tetap perawan ketika tiba waktunya ia bertemu dengan ayah kandungnya, Seorang ningrat yang menanam benihnya pada ibu Partini dan Pratiwi tanpa pernikahan. Gara-gara si ningrat itu melihat ibu Partini-Darwati namanya- ngangsu air di pancuran…..oalah…nih lho nih lho.. lelaki memang begitu itu :D



Siapakah ningrat bejat itu? siapa lagi kalau bukan KGPH Suryanegara, ayah Rangga.

Untungnya Kareen menemukan Pratiwi yang sekarat dan berhasil membawanya ke rumah sakit. Meski Pratiwi koma dalam waktu yang sangat lama. Dan ketika ia sadar, ia tak mau memaafkan KGPH Suryanegara yang datang ke sana atas pemberitahuan Rangga.



Jatmiko yang vocal akhirnya ditangkap Belanda. Sekar yang menjadi kolumnis terbitan Belanda menggunakan nama pena sebagai samarannya, semakin berani menyuarakan kebenaran. Sehingga akhirnya ketahuan dan ia juga ditangkap. Pada saat – saat buruk seperti itu Rangga menjadi lebih dekat dengan Sekar dan tumbuhlah benih kasih di antara mereka. Rangga menanyakan hubungan Sekar dengan Jatmiko dan Kresna, apakah ada cinta segitiga? Apakah Kresna don juan karena juga dekat dengan Kareen? Lalu terungkaplah fakta bahwa sebenarnya Kresna adalah Sekar yang menyamar menjadi pria agar ia bisa leluasa bergerak keluar rumah. Meski benih itu tumbuh, kiranya Sekar lebih cenderung kepada Jatmiko. Mereka sama-sama dilempar ke pembuangan.



Rangga pun akhirnya ditangkap Belanda karena ia dianggap memimpin sebuah perlawanan baru. Ia membuka pabrik baru dan sebagian besar buruh pabrik de Winst pindah ke sana. Kareen yang seorang advocate memperjuangkan kebebasan Rangga meski tak berhasil . beberapa hari sebelum pembuangan Rangga ke tempat terpencil, mereka berdua akhirnya menikah -Kareen memeluk agama Rangga.



kejutan-kejutannya lumayan kan? Eh, ada sequelnya lho…. Dilanjut ntar ya kalo sdh selesai baca yg satunyaJ

SUDAH TERBIT BUKU-ku BERSAMA AHMAD FUADI (penulis negeri 5 menara)

Alhamdulillah telah terbit
Judul: BERJALAN MENEMBUS BATAS
Penulis: A. Fuadi, d.k.k.
Penerbit: Bentang
Harga : Rp 39.000

SINOPSIS
Keterbatasan, baik fisik, materi, maupun lingkungan terkadang menjadi dalih untuk tidak dapat meraih impian. Padahal, man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil! Kesungguhan menumbuhkan harapan, sikap positif, dan memperbesar peluang berhasil bagi yang melakukannya.

Cerita-cerita inspiratif dalam buku ini membuktikan kebenaran pepatah Arab tersebut. Kekurangan menjadi suatu kekuatan, dan keterbatasan bukanlah halangan dalam meraih keberhasilan. Ditulis langsung dari pengalaman nyata para tokoh, buku ini menularkan ruh penuh semangat untuk bangkit menembus batas.

Ayo, tularkan semangat berusaha dan berjuang semaksimal mungkin. Bahkan langit kini tak lagi menjadi batas.

Seluruh Penulis:
Ahmad Fuadi (penulis Negeri 5 Menara)
Ahmad Danuji
Nanang Nurhidayat
Mey Zusana
Bernando J. Sujibto
Rahmatika Choiria
J. Sumardianta
Huriyah Riza
Nurkhalis M. Kasim
Rina Shu
Dian Nafi
Shohifah Annur
Setiawan Chogah
Abdullah Mabrur

[cerpen] Kaos Kaki (dimuat di majalah Annida -Januari 2012)

KAOS KAKI
By Dian Nafi

“Haji itu harus dengan uang yang halal”
Kata-kata itu terngiang di benakku.
Aku memandangi kaos kaki basah yang kuseret dengan hati remuk. Hiks. Adakah ini pertanda ada yang kurang bersih dalam uangku yang kugunakan untuk berhaji.
Airmataku juga meleleh, tak terhindarkan. Aku berjalan antara shofa marwa dengan perasaan hancur. Adakah aku ini suci dzohir batin ataukah seperti yang kusangkakan pada diriku sendiri, aku setengah bersih setengah kotor. Mungkin seperberapa bersih seperberapa kotor.

Salahku juga tadi tidak membawa kaos kaki cadangan. Sehingga kaos kaki yang kupakai terpaksa basah karena tak kulepas selama aku masih dalam kondisi ihram melakukan umroh ini. Dan kenapa aku ragu kaos kaki ini masih suci atau tidak, karena aku pergi ke hammam / kamar mandi untuk buang air kecil. Hanya di dalam kamar mandi tertutup, aku bisa membuka kaos kaki sebelum melakukan hajat itu. Tetapi selama melewati ruang hammam yang terbuka, aku tidak mungkin melepaskannya. Jadi siapa tahu di lantai ruang hammam yang terbuka itu suci semua, meski petugas kebersihan selalu berusaha membersihkannya. Siapa yang tahu? Siapa tahu tetap ada yang tidak suci sepanjang jalan itu, dan ada yang nyangkut atau meresap di kaos kaki basahku?
Astaghfirullah. Membayangkannya saja, aku meringis, pilu. Bagaimana kalau tahu kenyataannya. Dan hatiku yang sensitive, yang selalu menghubungkan suatu peristiwa dan keadaan dengan tingkah lakuku sendiri, berderak. Hatiku berdecit. Merintih. Astaghfirullah. Ampuni aku ya Allah, atas semua dosa,kesalahan, kekhilafan, keberanian melanggar laranganMu. Ampuni aku ya Allah,ampuni aku.

Aku berjalan sepanjang shofa marwa dengan kaos kaki basah yang entah kesuciannya dengan berlinang air mata. Sa’i yang tak mungkin kubatalkan begitu saja karena ini sa’i dalam umroh wajib yang sedang kulakukan. Tinggal sedikit lagi perjuangan, kemudian tahalul bercukur dan aku baru bebas. Selesai. Paripurna. Dan aku baru bisa melepas kaos kaki itu.

Yang terus berkecamuk dalam kepalaku adalah kemungkinan –kemungkinan tercampurnya uang hajiku dengan penghasilan yang kurang halal sepenuhnya. Hiks.
Dan kaos kaki basah yang entah itu membasahi dan mungkinkah mengotori, astaghfirullahaladziim semoga tidak, rute sepanjang shofa marwa. Apakah itu artinya aku mengotori rumah Allah ini, masjidil haram. Dan membuat beberapa orang yang berjalan di sepanjang bekas jejak kaos kakiku ikut terkotori,astaghfirullah. Betapa dosa membawa dosa dan menambah dosa di atas dosa. Kotor menularkan kotor, menambah salah di atas salah. Astaghfirullaaaaah……………hatiku remuk redam.

Apakah ada uang yayasan yang dititipkan padaku sebagai bendahara ada yang terlewat pembukuannya, meskipun sedikit? Dan karenanya,uangku sedikit tercampuri? Aku mulai menduga-duga.
Sebenarnya menjadi bendahara yayasan untuk periode lama, karena belum pernah diganti selama empat kali periode, amat berat bagiku. Ada banyak pengeluaran di luar pengeluaran resmi, seperti bensin,waktu dan tenaga yang kugunakan untuk mengambil uang sewa kios – kios milik yayasan setiap bulannya. Sebelumnya tak terbersit tentang hal ini, tetapi hembusan dari ibuku membuatku mengindahkannya. Lalu mulai memasukkan pengeluaran ini sejak entah kapan. Hanya dua ribu rupiah sih per bulan. Tetapi dengan akumulasi sekian lama, beberapa tahun, jumlahnya mungkin jadi tidak sedikit lagi. Apakah itu yang mengotoriku? Mengotori uangku? Termasuk yang kugunakan untuk membayar ongkos haji?

Kepalaku menggeleng-geleng sendiri, menyadari kemungkinan datangnya kotor itu. Entahlah.
Ataukah karena kadang-kadang aku tidak sepenuhnya merampungkan tugas desain dari klien dengan optimal? Kadang karena diburu deadline atau mengerjakan sesuatu sambil momong anak-anak, aku mengerjakannya asal saja? Apakah yang seperti itu termasuk mengotori ?entahlah.

Aku terus meraba-raba. Tapi sedih, itu yang jelas kurasakan.
Menangis meratap di ujung bukit marwah di akhir perjalanan sa’iku. Bersujud di batu – batuan di sana sambil merintih. Alangkah pilu dan pahitnya rasa berdosa.
Aku pulang ke maktabku di Hafair dengan masih berlinang air mata. Sembab dan masih dengan hati yang meleleh.
Atau…..ah,aku ingat. Aku ingat kejadian beberapa hari lalu sehubungan dengan kaos kaki. Apakah itu penyebab semua kekacauan dan kegelisahanku ini?
Entahlah
**

“Wah, nduk. Kaos kakiku bolong”
Mbah Karmi, perempuan tua yang satu kamar denganku di maktab, menunjukkan jempolnya yang keluar nongol dari dalam kaos kakinya.
Aku mengintip sedikit isi tas cangklong biruku yang selalu kubawa ke mana mana selama haji ini.

Ada. Aku masih membawa kaos kaki cadangan. Tetapi ah, aku segan dan ogah meminjamkan kaos kakiku untuk mbah Karmi. Kenapa ya? Kenapa ogah? Mungkin sifat pelitku yang mendarah daging selama tinggal di Indonesia tetap belum mau pergi meski sekarang sedang berhaji di haromain.
“Hmm..gimana ya mbah?”
“Ya…aku tidak bisa thawaf dengan kaos kaki berlubang”
Mbah Karmi menepi,menjauhi ka’bah.

Dan aku?
Aku tak juga punya kesadaran untuk meminjamkan kaos kaki cadanganku kepadanya.
Pelit dan juga sifat-sifat lain yang negative ternyata memang susah sembuhnya.padahal pembekalan waktu sebelum haji jelas sekali dikatakan bahwa shodaqoh kita selama perjalanan haji akan dilipatgandakan. Bahkan sampai puluhan ribu kali lipat. Tapi ya itu, susah saja untuk tidak pelit.

Jadi kebiasaan kita selama hidup akhirnya menentukan akhir dari kehidupan kita, ya seperti itu mungkin kejadiannya. Kita sadar kalau perbuatan ini baik, sikap ini buruk, tetapi bawah sadar kita yang lebih bicara.
**
“Jadi tidak kau pinjamkan kaos kakimu untuk mbah Karmi?”
“Tidak”
“Menyesal?”
“Banget. Apalagi setelah peristiwa kaos kaki basah itu.”
“Kamu menyangka kaos kaki basah itu karena karma tidak meminjamkan kaos kakimu?”
“Iya. Mungkin. Mungkinkah?”
“aku tak tahu”

Malaikat itu terduduk. Memegang sepasang kaos kaki.
“Kamu mungkin lupa kisah itu. Kisah seorang pelacur memberi minum seekor anjing menggunakan sepatunya”

“Aku ingat. Seorang sahabatku mualaf bahkan terus menerus mendengungkan cerita itu padaku. Cerita itu sangat menyentuh hatinya. Menurutnya itu adalah metafora paling hebat. Bayangkan,katanya. Gambarannya adalah seorang pelacur, seseorang yang dianggap hina dina. Kehausan, kondisi yang menyedihkan. Memberi minum pada seekor anjing, binatang yang dianggap najis. Pakai sepatu lagi meminumkannya, sesuatu yang dipakai di kaki, di injak-injak. Sudah total itu super jelek-jelek, tetapi dengan semua itu, ia sang pelacur masuk surga. Subhanallah….. sahabat saya yang mualaf terus- terusan bertasbih dan kagum. Mungkin kisah itu juga yang menariknya hingga ia masuk Islam. Menurutnya metafora air sebagai yang diberikan pelacur kepada anjing artinya adalah kehidupan”

“Kamu tahu kisah itu”
“Dan ikut sekali lagi terkagum-kagum karena sahabat saya yang mualaf membahasnya sedemikian rupa”
“Apa simpulannya?”
“kedermawanan pelacur itu menjadi sebab ia dimasukkan ke surga”
“kamu tahu?”
“Iya.”
“Lalu kenapa tidak memilih menjadi dermawan saja?”
“Iya.kenapa tidak? Lupa.”
“halah! Alasan!”
“Iya, saya pelit. Saya mengaku”
“Hanya untuk kaos kaki”
“Iya”
“Hanya untuk dipinjamkan. Bukan untuk diberikan.”
“Iya”
“Nhah!”

Aku terduduk. Termangu. Menatap sepasang kaos kaki yang dipegang malaikat itu. Penyesalanku semakin dalam. Melebihi penyesalan saat aku harus menyeret kaos kakiku sepanjang shofa marwa kala itu.
Tak ada lagi kesempatan kini kembali untuk merubah semuanya. Takkan ada kesempatan lagi. Aku bahkan tak mampu menangis lagi, meratap lagi. Ini terminal sebelum terminal akhir. Bagaimana nasibku?
“Aku tidak jadi masuk surga? Demikiankah?”
Terlalu lancang pertanyaanku. Tetapi aku penasaran.
“kamu masih ingin masuk surga?”
“tentu saja”
“Kenapa?”
“karena Dia ada di surga kan?”
“Apa Dia tidak ada di neraka? Katamu, Dia ada di mana – mana”
Aku terdiam. Siapalah aku? Aku bahkan tidak mengenal Dia dengan baik,mungkin malaikat ini benar.
“Dia ingin kamu menemuiNya”
“What?!! Beneran? Di neraka ya…?”
Kata terakhirku melemah dengan nada yang sangat sangat putus asa.
“Di mana kamu ingin ketemu?”
“Ya, di surga lah”
“Ya sudah deh.”
“Oh ya?”
Aku hampir berteriak kegirangan, namun urung karena teringat sesuatu……
“Kaos kaki itu?”
Sudut mataku melirik sepasang kaos kaki yang dipegangnya.
“Hmmm… ibu mertuamu, ingat?”
“Ya.kenapa dengan ibu mertuaku?”
“Dia pernah membuang kaos kakimu yang tergeletak sembarangan di rumahnya”
“Oh…? Aku tak tahu itu”
“Memang kamu tak tahu. Ketika ia haji ke Mekkah, penyesalannya karena pernah membuang kaos kakimu tanpa sepengetahuanmu menjadi jadi. Dia kemudian membeli sepuluh lusin kaus kaki di sana dan dia bagikan. Dia sedekahkan atas namamu”
“Oh….Subhanallah….Subhanallah..”
“Di mana ibu mertuaku?”

Tiba-tiba aku kangen beliau. Kadang rasa benci dan cinta bersatu. Memang demikian menantu dan mertua ditakdirkan berhubungan, cara yang aneh.
“sudah di surga, menantikanmu juga. Pergilah ke sana dan berterima kasihlah atas shodaqoh kaos kaki yang dilakukannya untukmu.”
Senyumku mengembang. Sesaat kemudian sempat melirik sepasang kaos kaki yang dibawa malaikat, sebelum kakiku melangkah melewati pintu masuk ke surga.
“Ini kaos kakiku”
Sang malaikat menyeringai mengolok –olok aku. Oh…..

**



Dian Nafi. Pecinta purnama, penikmat hujan. Setia dalam pencarian, penjelajahan. Pimred Majalah Digital De Magz. Pemenang Favorit Lomba Cerpen ROHTO 2011. Menang Lomba Menulis Bareng Ahmad Fuadi-penulis Negeri Lima Menara. Dan berbagai lomba menulis lainnya. Penulis Novel Mayasmara dan 8 buku solo-duet serta 47 Antologi lainnya. Di antaranya: Twinlight (KotaKata) Titik Balik (Leutika), LL Serendipity (IndiePublishing) Be Strong Indonesia (#writers), Para Guru Kehidupan (Gerai Buku) Bicaralah Perempuan (Leu Prio) For The Love of Mom (Etera Imania)Karyawan Gokil (Rumah Ide),Dear Love (Hasfa) Balita Hebat (Jendela-Zikrul Hakim), Man Jadda Wada Series- Berjalan Menembus Batas (Bentang), Storycake for Ramadhan (Gramedia Pustaka Utama) 101 Ide Bisnis Online (GPU), Gado-gado Poligami (Elex Media) Twit@ummihasfa. http://diannafi.blogspot.com; facebook.com/fidianna. kbcahaya@gmail.com. kompasiana.com/ummihasfa;

KUTUNGGU KAMU

KUTUNGGU KAMU

melewati dingin subuh
kuterabas pintu-pintu rumah
menelusup ke lorong-lorong kampung
menggetarkan telinga-telinga yang terkubur masam mimpi dan racun gelisah
bangunlah , temui aku
berdirilah, dan peluk aku
takkan kubiarkan lagi gurat dan gores duka juga dosa menelungkupimu
ke sinilah, merapat dalam sayap – sayap hangat dalam masjidku
#adzan


lama tak kau cium diriku
bahkan terlunta aku terlentang di pojok kamarmu
kurindukan embun bening sukmamu menyapa, membasuhku
mustikah luka tertoreh dulu
tuk paksa dirimu menghambur, memelukku
#sajadah

dan jemarimu tak lagi membelaiku,
kau izinkan debu2 menggerayangi,

masihku disini mengharapmu menyentuh, memahamiku..
. . . .
#Kitab

akankah kau gantung terus cintaku
tak kau biarkan aku membalut tubuhmu
melindungi mahkotamu
#hijab