Writravelicious Go To Kafe Social Canteen

Writravelicious Go To Kafe Social Canteen






 Wah, senangnya karena writravelicious berkesempatan untuk mengunjungi satu lagi kafe di Semarang. Kali ini adalah Social Canteen di Ngesrep dekat Tembalang Semarang.

Jaman dulu kuliah di kampus Undip mah kafe ini belum ada ya. Lupa juga dulunya ada bangunan apa ya di sebelah sini ini.

 
 Halaman parkir Social Canteen luas banget. Sehingga bisa menampung banyak kendaraan, baik roda empat ataupun roda dua.


 Menempel pada fasade bangunan kafe, terpasang atap dengan rangka baja besi hollow dan penutup atap fiber yang transparan. Cukup panjang untuk bisa sekaligus difungsikan sebagai tempat parkir motor para pengunjungnya.

 Tulisan Social Canteen di fasade bangunan yang dsematkan di sebuah backdrop berbentuk gelembung yang sering dipakai dalam percakapan-percakapan di komik-komik, seolah menjadi simbol dari filosofi kantin ini. Sebagai tempat untuk bercakap-cakap, bersosialisasi.



 Di area penerima ada welcoming board dengan tipografi Social Canteen yang khas, dengan lampu-lampu hiasnya. Aksen hijau tanaman melunakkan material dan warna coklat dinding aslinya.


 Meja resepsionis menjadi semacam penahan bagi tamu yang sekedar iseng. Kalau mau beneran jajan, silakan masuk. Kalau enggak, monggo pikirkan lagi. Karena area dalam menjadi tidak public space lagi. Begitu kesan yang tercipta dengan penataan ini.

 Memasuki lorong ke bagian dalam kafe, kita diapit dua ruang makan yang berada dalam ruangan kaca tertutup.
 Sebelah utara berupa ruangan panjang berisi  cluster-cluster meja kursi makan. Sehingga  sekaligus beberapa rombongan pengunjung bisa sama-sama masuk ke sana untuk keperluannya masing-masing.
Berbagai gambar mural menghiasi dinding-dinding ruangan yang  memakai dasaran ekspos bata difinsihing putih. 



 Ruang makan sisi selatan sepertinya ditata untuk keperluan makan liwetan yang mengharuskan memakai meja panjang. Dengan kursi-kursi saling berhadapan.



 


Dari dalam ruangan ini kita juga bisa menikmati mural warna-warni yang ada di dinding-dinding atas ruangan sebelahnya. Mural ini juga menjadi pemandangan menarik selamaa kita melalui lorong masuk tadi. Memecah kebosanan, sekaligus menjadi focal point ruangan. 

 
 Di pojok sebelah dapur yang ada di bagian paling selatan kafe, ada sudut makan dengan pilihan-pilihan masakan yang eksotis. Semacam kebab dan lainnya.


 Di dinding dapur ini muralnya asyik juga. Warna merah menyala seolah membangkitkan nafsu makan nih.



Penggunaan kain-kain yang dilengkung-lengkungkan menjadi treatment untuk melunakkan langit-langit yang berbahan baja besi hollow.Sehingga kesan ruangan lebih soft dan tidak industrial banget.
Good job!





Turun ke bagian bawah, kita akan bertemu ruangan outdoor yang sekaligus sebagai panggung acara-acara semacam pertunjukan musik dll.

 Kanan kiri ruang terbuka alias plaza ini adalah ruang-ruang makan semi open. Lagi-lagi dengan mural yang kali ini kesannya lebih laki.




 Toilet di ujung bagian ini juga tidak didesain sekedarnya. Bisa menjadi salah satu spot asyik juga lho buat foto. Istilahnya instagrammable.





 Daaan ternyata kafe masih diperluas lagi dengan membuat bangunan dan panggung tambahan serta taman di bagian paling belakang lagi lho. Whoaaa. Kebayang kan gimana ramainya kalau semua ruangan dan bagian kafe ini full house.





Dan di banyak bagian kita dibikin terkesima dengan caranya memadukan kain dengan baja. 
So beautiful!




 **


Untuk  kerjasama  review, liputan, event, narsum dll
For reservation,  review and any other collaboration
please do not hesitate to contact at 085701591957 (sms/wa)
Line: diannafi57
Email: diannafihasfa@gmail.com







0 komentar:

Posting Komentar