Writravelicious Jalan Ke GBK Gelora Bung Karno

Writravelicious Jalan Ke GBK Gelora Bung Karno


Nggak nyangka banget akhirnya aku kesampaian pergi ke GBK aka Stadion Gelora Bung Karno setelah pada Juli Agustus lalu aku seliweran selama dua minggu lewat sana terus pagi sore tiap mau berangkat dan pulang dari Hotel di Tanah Abang menuju Gedung Tempo Palmerah.


Whoaaa rasanya senang banget sampai di tempat terselenggaranya Asian Games yang heboh kemarin ituuu... Tahu-tahu aku diberi seragam Muslimat NU gratis dan diajak pergi Harlah Muslimat ke GBK gratis pula. Waaaah...




Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah sebuah stadion serbaguna di Jakarta, Indonesia yang merupakan bagian dari kompleks olahraga Gelanggang Olahraga Bung Karno. Stadion ini umumnya digunakan sebagai arena pertandingan sepak bola tingkat internasional.
 Kami berombongan ada sebelas bis berisi ibu-ibu Muslimat NU dari empat belas kecamatan. Ada seratusan ribu muslimat datang dari seluruh penjuru negeri.


 Siapa yg paling ingin dijumpai dalam



aku sempat membuat polling di twitter, dengan option: Bu Sinta Nuriyah Gus Dur, mbak Yenni Wahid ketua panitia harlah muslimat di GBK ini dan bu Khofifah Indar Parawansa yang dulunya menteri sekarang jadi Gubernur Jatim. Dan polling dimenangkan oleh bu Sintaaaaa. Yeaayyy!



Ini beberapa cuitanku di twitter saat acara berlangsung meriah di GBK. Biasa laaah, layaknya blogger lagi live tweet liputan event gitu deh.

Stroke itu bukan krn kebykn daging atau ketdkseimbgn mknn. Tapi krn tdk seimbangnya antara struk belanja dan struk gajian Mbak e mc ndagel terussss. Stand up comedy. Siapa namanya?


Tiap senandung thola'al badru terdengar spt skrg, selalu terbayang raudhahnya rasulullah. Begitu dekat. Begitu lekat. *rindu

Mahallul qiyam dipimpin habib anis sholleh baasyin

Ning mau menerima amanah mjd ketua panitia krn teringat neneknya,- ibunya gus dur- nyai wahid hasyim yg jd ketua Muslimat th 70 an. Bersyukur dan terpanggil utk khidmat muslimat, khidmat umat

Perempuan adl doa2. Terima kasih pd perempuan2 yg sdh meminjamkan energi spiritualnya utk mendokan bangsa hari ini. Tawasuth, tasamuh, tawazun adl artikulasi dr risalah kenabian ~ Aku bangga jadi anggota Muslimat Nu -

Waah ada bu jugaaa Love you, ibuuuu

Perbedaan dijadikan utk fastabiqul khoirot saling berlomba kpd kebaikan Sikap moderasi utk menghadapi keberagaman Kekuatan Muslimat NU adl dlm kemandiriannya. Sejak dr ranting, anak cabang, cabang, wilayah, pusat

Umat washathan, yg keren, hebat, berkualitas, berkontribusi. Agar berperan di tengah2 masyarakat, peran agama (majlis taklim,madrasah dll) peran akhlaq, budaya, peradaban, peran ekonomi, kesehatan, peran politik - said aqil siradj

GBK Jakarta ijo royo royo hari ini. -

100 ribuan kader Muslimat dari seluruh pelosok indonesia yg dtg ke jakarta dua hari ini, bikin laris pedagang. Sampai kehabisan peuyeum di bbrp tempat.





Bersamaan acara di GBK itu ternyata ada pengajian juga di Bandung lho. Pengajian Ust abdushshomad bandung & harlah Muslimat GBK sama-sama baik.


Apakah stlh hari ini, akan juga ada kesempatan ed sheeran an di GBK mei nanti?

Writravelicious Go To Surabaya

Writravelicious Go To Surabaya




Wa man yattaqillaaha yaj'al lahuu makhrojan. 
Barang siapa bertawakal padaNya, akan diberi jalan keluar. 

Demikianlah hikmah dan insight yang kudapat dalam masa-masa menjelang, selama dan sesudah perjalanan ke Surabaya ini. 



Jadi ceritanya, aku sudah berencana ke Surabaya untuk menemui sahabat penulisku yang tinggal di Singapura, si Claire yang menulis novel fenomenal yang menang lomba novel kelas dunia itu.

Tapi  karena berbarengan acara di Semarang, jadi rencanaku batal.

Lalu pas harus ke Surabaya untuk launching antologi HIIB Single Fighter, eh ada kendala lagi. Sebab ada acara keluarga besar aka Haul yang nggak mungkin juga ditinggalkan begitu saja.


Subhanallah ternyata Allah Maha Penyayang. Malah aku diberangkatkan ke Surabaya tanpa harus mengeluarkan biaya. Naik pesawat Garuda pulang pergi. Tidur di hotel tunjungan plaza dan hotel Santika Surabaya. Dapat sangu pula. Semua dibiayai Bekraf aka  Badan Ekonomi Kreatif nya pak Triawan Munaf, karena aku dapat undangan hadir di Coding Mum Conference dan Festival Bekraf di gedung Convention and Exhibition aka Convex Surabaya.

Alhamdulillah tsumma alhamdulillah.



Dus, di antara waktu-waktu tugas itu, writravelicious ini juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa destinasi di Kota Surabaya. Kota Pahlawan.

Ke Taman Bungkul yang asri dan sangat  ramai pengunjung.

Ramainya pengunjung taman bungkul mungkin bentuk nyata dari kecintaan dan apresiasi warga Surabaya terhadap kepedulian ibu @trirismaharini pada kota ini. 
Mungkin secara fisik sama dengan taman-taman yang lainnya, tetapi realita kalau hampir ada taman asri di semua tepi alan-jalan di Surabaya membuat taman ini menjadi istimewa. 
Surabaya tidak saja menjadi hijau, terlihat segar, nyaman, bersih dan rapi tetapi juga menyenangkan. 

Ketika aku sempat berpikir bahwa mungkin tak akan ada lagi yang bisa bikin aku sakit, tahu-tahu pagi itu di kebun binatang aka Bonbin Surabaya, sesuatu meretakkan jiwaku. "Yah, singa yah!"
Teriak seorang anak kecil pada ayahnya ketika ia lewat di depan arena singa kebun binatang. 
Aku berdiri tertegun mendengarnya. 
Dan tiba-tiba teringat anak-anakku. 
Mereka tak pernah sempat berseru seperti itu pada ayahnya. Mereka tak pernah merasakan kehangatan dan kebahagiaan seperti itu. 
Dan tahu-tahu wajahku menghangat. Dan sesuatu mengalir di sana. 
Aku tahu ini bukan sakit namanya. Aku tak tahu ini apa. 



Monumen kapal selam

Sejak menonton kembali kisah penyerangan Surabaya oleh kolonial, kembali hati tergugah, haru dan bangga atas perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kita. 


Surabaya panas banget. Tapi jadi adem ketika kaki menginjakkan langkah di masjid cheng ho. 
Subhanallah hati terasa tersiram es tatkala tausiyah terdengar dari arah masjid. 
Air, demikian kata penceramahnya tadi, adalah urgen. Saat seseorang meminum air kebenaran, ia akan menjadi lembut, mudah memperoleh hidayah dan kebaikan. 






"lha wong dalan dhowone koyok ngene kok ora ono tempat sampahe."
Kudengar dari arah belakangku, seorang perempuan mengobrol dengan temannya. Tapi dia juga tidak kemudian membuang sampah sembarangan tuh. Dia masih bawa sampahnya sampai ketemu tempat sampah. 
Kagum aku sama warga Surabaya. Inilah rupanya hasil didikan ibu @trirismaharini
Salut! 
Seneng banget karena design concept maupun exterior elements yang dulu hanya bisa kulihat di majalah atau buku-buku semasa kuliah arsitektur, kini banyak diterapkan di kota-kota Indonesia, termasuk Surabaya sebagai perintisnya. 
Lampu-lampu yang didesain indah. Tempat-tempat sampah yang fungsional tapi juga estetis. Kursi-kursi yang eksotis. Dan tatanan semuanya yang menjadikan kota terasa romantis. Oh ya, dan tentu saja tamannya yang bikin kita membayangkan sorga. 
Ahay! 😊
*sungkem bu @trirismaharini
Kembali ke jembatan merah setelah puluhan tahun lalu pernah ke sini bareng teman-teman arsitektur untuk kkl. 




Yang juga mengagumkan dari Surabaya adalah kegigihannya menjaga bangunan-bangunan lama dengan preservasi, konservasi. 
Architecture is the way how city tell its story and history. 


Hari pertama dan kedua, tinggal di hotel Tunjungan Plaza di tengah kota. Barengan delegasi aka ambassador Coding Mum dari Kendari Sulawesi.


Hari ketiga dan keempatnya tinggal di hotel Santika, bareng delegasi aka Ambassador Coding Mum dari Tenggarong Kalimantan.


Kembali ke museum dan tugu pahlawan setelah dulu 22 tahun yang lalu pernah ke sini bareng teman-teman kuliah arsitektur. Dan kembali terharu, tergugah, terinspirasi. Allahu Akbar. Betapa besar jasa pahlawan kita. Betapa agung karunia kemerdekaan ini dariNya. 
Alhamdulillah akhirnya kesampaian ke rumah peneleh. Tempat kost nya bung Karno alias ndaleme pak Cokro
Dan ini dia penampakan loteng rumah kost pak Tjokro yang ditiduri oleh Bung Karno bersama teman-temannya termasuk yang menjadi pentholan alias pimpinan PKI yang saat itu akhirnya berhadapan dengan Soekarno sendiri.



Traveling ke Kuil Quan Nam Tu Batam Yang Mempesona

Traveling ke Kuil Quan Nam Tu Batam Yang Mempesona




Terhitung baru dua kali sih aku ke Batam. Yang pertama hanya mampir saja, alias transit di bandaranya dalam perjalanan dari Jakarta mau mengisi pelatihan menulis di Medan. Terus yang kedua Alhamdulillah akhirnya beneran ke Batam, mendarat di Bandara Hang Nadim, menjejakkan kaki di pulaunya yang sudah jadi impian sejak lama banget, dan mengunjungi beberapa tempat wisata budaya dan alamnya yang eksotis. 





Waktu itu aku naik pesawat dari Semarang jam enam pagi, sampai bandara Soekarno Hatta Jakarta sekitar jam tujuh pagi. Terus sambung deh pesawat ke Batam. Dan langsung naik taksi ke beberapa destinasi, sebelum akhirnya istirahat sebentar di hotel Harris Batam. Lalu sorenya sharing kepenulisan di Masjid Raya Batam di seberangnya.



Hari keduanya, aku jalan ke Pulau Galang untuk melanjutkan wisata ke beberapa destinasi lainnya.

Taksi melaju cepat sepanjang jalan Transbarelang yang menghubungkan kota Batam dengan beberapa pulau di dekatnya. Karena hanya ada satu jalur darat untuk pergi menuju dan pulang dari pulau-pulau sekitar Batam.


Setelah melalui lebih dari satu jam perjalanan dari pusat Kota Batam karena sempat macet juga, akhirnya aku tiba di kawasan Kampung Vietnam. Sebelum masuk kawasan, taksi  melintasi portal dan membayar tiket masuk. Untuk  biaya tiket masuk perorang lima ribu rupiah.

Usai  membayar tiket masuk, pemandangan masih belum berubah. Karena kiri dan kanan  sepanjang perjalanan, hanya ada  pepohonan saja. Belum nampak pemandangan lain, seperti 
bangunan ataupun  perkampungan.



Destinasi pertama yang bisa dinikmati saat masuk kawasan kampung vietnam ini adalah sebuah bangunan Vihara. Namanya vihara Quan Am Tu. Bangunannya sangat  mencolok  full colour warna-warni. Langsung nampak dari jalanan. 

Bau hio yang dibakar menusuk  hidung begitu kaki melangkah memasuki halaman vihara. 


Vihara Quan Am Tu diresmikan pada 10 Desember 1979. Secara keseluruhan, vihara tampak resik apik, terlihat kalau well groomed,  terawat dengan baik. Foto-foto berwarna yang sudah pudar ada di sana, menampilkan masa-masa saat vihara dibangun, direnovasi dll. 



Kuil Quan Nam Tu ini diresmikan pada tahun 1979 oleh Maha Guru SEK CHONG SEN dari Tanjung Pinang dan para biksu-biksu Vietnam. Kuil ini jadi saksi para pengungsi Vietnam yang berjuang bertahan hidup di tempat tersebut kala itu.

Di Pagoda ini konon terdapat tempat penyimpanan abu warga Vietnam yang dulu meninggal selama masa pengungsian mereka di Pulau Galang. Pagoda Quan Am Tu ini terletak di atas bukit, dari sana kita bisa melihat view yang indah sekali.  



Terdapat tiga patung berukuran besar warna-warni, dengan patung naga raksasa sebagai penjaganya.  Dewi Guang Shi Pu Sha merupakan patung paling besar.  Dua plakat  di kaki Sang Dewi, berhuruf merah, berbunyi: 

“Dewi Guang Shi Pu Sha bisa memberikan kita hoki, jodoh, dan keharmonisan dalam rumah tangga dengan cara: berdoa, semoga Dewi Guang Shi Pu Sha mengabulkan apa yang kita inginkan setelah selesai berdoa, melemparkan koin ke arah Guang Shi Pu Sha”.

Plakat kedua isinya,“Bagi anak-anak yang ingin pintar sekolah, cita-cita cepat tercapai berdoalah kepada Dewi Guang Shi Pu Sha supaya membantu kita mencapai apa yang diinginkan (yang halal)”.
 Dan akupun berpose di depannya :D

Saat hendak meninggalkan vihara, aku berpapasan dengan beberapa orang yang mungkin punya darah Cina atau Vietnam. Mungkin mereka datang untuk beribadah selain berwisata. 

Dari pagoda Kuil Quan Nam Tu ini, aku pun melanjutkan perjalanan  berkeliling di Eks Kampung  Pengungsian Vietnam.


Kalau saja ada tiket pesawat murah, mau deh jalan lagi ke sana. Musti banyak-banyak browsing harga tiket pesawat sih dan jeli aja supaya nemu tiket pesawat ke Batam

PegiPegi tuh punya portal berbasis browser berbentuk situs alias web yang kita bisa akses melalui  PC desktop ataupun laptop, juga ada layanannya dalam bentuk aplikasi mobile.

Gampang kalau mau cari dan pesan tiket pesawatnya. Tinggal buka web-nya terus log in atau register dulu kalau belum pernah daftar. Bisa juga pesan tanpa register, tapi masuk pakai akun fesbuk.

Klik saja menu Pesawat, lalu gunakan form pencarian paling atas, isi kota asal, tujuan, dan jumlah penumpang. Terakhir klik Cari Tiket. Kemudian tinggal memilih maskapai apa sesuai dengan anggaran kita.

Bisa juga dengan cara memilih tanggal keberangkatan dan kepulangan di laman yang sudah terpampang di sana, tinggal nge-scroll aja. 

Nah, proses selanjutnya tinggal melengkapi data diri seluruh penumpang, dan pastikan isiannya benar.


Kita lalu akan dihantar menuju halaman pembayaran yang sudah  lengkap dengan tata cara pembayaran tuh. Tinggal kita konfirmasi aja via nomor ponsel atau email. Bisa dipantau terus status pemesanan dll nya. Gampang kan. 


Writravelicious Go To Masjid Kubah Emas Depok

Writravelicious Go To Masjid Kubah Emas Depok





Sudah lama banget sebenarnya aku ingin pergi ke Masjid Kubah Emas Depok ini. Beberapa kali ke Depok dalam rangka kunjungan kerja maupun dolan, tapi memang belum sempat mampir ke sini.  Eh alhamdulillah akhirnya November kemarin kesampaian juga deh. 





Masjid Dian Mahri ini sudah terkenal sejak belasan tahun lalu deh kayaknya. Sehingga mungkin karena sudah cukup lama usianya juga, pas aku ke sana beberapa warna bangunannya sudah agak kusam. Meskipun aku yakin pasti pemiliknya sudah mengupayakan sedemikian rupa untuk maintenance bangunan-bangunan maupun kawasannya. 



Ternyata aku datang agak kesiangan hari itu, menurut ukuran Dian Mahri, sebab mereka menutup kawasan jam tujuh pagi untuk pembersihan-pembersihan dan buka lagi siang sebelum dhuhur.
Padahal aku sebenarnya sudah siap sejak sebelum subuh, tapi berhubung tidak tahu ada aturan semacam itu jadi ya tidak bergegas berangkat. Untunglah aku masih punya sedikit waktu untuk berkeliling dan menikmati arsitektur masjidnya yang ciamik.




Lorong-lorongnya mengingatkanku pada foto-foto Alhambra Spanyol, juga tiang-tiang di masjid Nabawi Madinah serta masjidil Haram Makkah. 


Seluruh taman dan pepohonannya ditanam, ditata dengan baik serta dirawat. Tak terbayang berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun dan merawat semua ini. Menurut temanku, tanah-tanah yang dibeli si pemilik Masjid Dian Mahri dari para penduduk setempat dihargai dengan sangat tinggi. Dan pengerjaan pembangunan seluruh kompleks kawasan masjid ini dilakukan dengan diam-diam. Barulah ketika sudah siap launching, masyarakat baru tahu keberadaannya. Keren ya.




 Pas aku sampai di bagian timur masjid, whoaaaa, rasanya ingin nangis. Karena seperti berada di plaza masjid di Kairo Mesir seperti yang pernah kulihat dari foto-foto adikku yang pernah kuliah di Al Azhar selama empat tahun.

Ya Allah, semoga kapan-kapan Engkau perkenan aku sampai ke Mesir juga, serta Turki dan Spanyol, Madinah dan Mekkah lagi. Aamiin aamiin..


Di sisi utara masjid, terdapat rumah yang sangat buesaaaar sekali, yang kemungkinan adalah kediaman sang pemilik masjid Kubah Emas Depok ini. Halamannya juga luaaaaas buangeeet. 

Secara keseluruhan kawasan masjid memang luas buangeet. Taman-taman dan kebun-kebunnya lebih luas lagi. Jadi sempat kepikiran eh si pemilik masjid Dian Mahri ini kok gak ingin bikin pesantren di sini ya?