Sewu Kutho Uwis Tak Lewati Sewu Ati Tak Takoni

Sewu Kutho Uwis Tak Lewati Sewu Ati Tak Takoni




Alhamdulillah makin banyak kota telah writravelicious kunjungi dan tuliskan kisah perjalanannya dalam berbagai artikel di blog maupun memoir, novela dan novel di berbagai penerbit. 

Insya Allah yang terdekat akan ada 4 novela dengan setting Palmerah, Karimun Jawa, Surabaya dan Depok. 

Sembari menunggu proses eksekusi pengembangan out line keempat novela tersebut, teman-teman bisa nih membaca novel-novel yang telah hadir duluan. 

Berikut link tempat beli novel versi  digital alias ebook berikut setting kotanya. 
Cekidot!

Selamat membaca!


http://bit.ly/FightForRight lampung - jakarta
http://bit.ly/Mayasmara dunia maya
http://bit.ly/NovelKatakanCinta demak

Wisata Ke Kota Hujan

Wisata Ke Kota Hujan



Yang kuingat terakhir kali ke kota hujan aka Bogor tuh sekitar tahun sembilan puluhan waktu ada study tour bareng teman-teman sekolah menengah atas. Whoooo tua banget ya akyuuu.. hahaha.

Nah, kayaknya aku pengen nih mengajak anak-anak dan saudara-saudara buat liburan ke Bogor juga. Karena kami sudah pernah ke Bali, Karimun Jawa, Banyuwangi, Jakarta bahkan beberapa kali, Mojokerto, Tuban, Lamongan, Solo, Jogja.

Mulailah aku berselancar mencari tahu ada apa saja kegiatan menarik di bogor
Ternyata ada banyak banget ya tempat-tempat yang hits sekarang. Destinasi wisata makin menjamur dan banyak yang instragrammable.


Kami memilih Taman Buah Mekar Sari karena selain pemandangannya pasti menyegarkan juga ada unsur edukasi buat anak-anak. Dan kebetulan lagi tidak begitu jauh dari lokasi rumah saudaraku yang sedang punya gawe mengkhitankan anak lelakinya. Jadi kan sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Uhuy!



















Dus, aku pun mulai hunting tiket sebagai syarat masuk lokasi liburannya juga. Agak lama pula membanding-bandingkan harga tiket sana-sini ya. Maklum emak-emak. Hahaha....


Akhirnya kami memperoleh harga tiket yang lebih murah dengan pilihan tiket yang lebih lengkap pula nih.




Dan... nggak pakai lama alias GPL, kami pun book tiketnya. Yeay!!

Alhamdulillah. Seperti biasanya, kalau mau memesan tiket apa pun via Traveloka memang gampang. Beberapa kali aku memesan tiket kereta via Traveloka juga mudah. Memesan hotel di Traveloka juga tidak ribet. Pembayarannya  pun mudah, tinggal transfer saja. Konfirmasi dari Traveloka juga cepat. Dan ciamiknya lagi ada banyak  pilihan hotel yang lengkap di seluruh Indonesia bahkan di dunia.






Alhamdulillah akhirnya terkabul sudah cita-cita untuk jalan-jalan ke Bogor bareng keluarga. Kami berangkat berombongan dari Bekasi jam tujuh pagi usai sarapan bersama. Bahkan bakda subuh itu ada beberapa sepupu yang sempat renang juga di taman belakang. 




Kami sempat tersesat  pas mau jalan ke lokasinya. Maklum tadinya gegayaan mau lewat jalan tikus atau jalur cepat. Tapi tahunya malah tersesat ke jalan-jalan buntu dan perumahan-perumahan baru yang tidak jelas mana jalan keluarnya. Alamaaaak. 



Tapi alhamdulillah setelah memutuskan balik kanan dan lewat jalan yang biasanya ditempuh banyak orang, akhirnya kami sampai juga ke Taman Buah Mekarsari. 


Beuh, sempat terjadi insiden ada yang ketinggalan sendal sebab pas tadi naik kendaraannya sembari main game alias fokus ke gadget, sehingga tidak sadar kalau belum pakai sandal. Hadeeeeuuuh..

Untung ada saudara lain yang bawa sandal cadangan sehingga kakinya terselamatkan dari panasnya Bumi Cileungsi yang sama panasnya dengan bumi Indonesia manapun.




Rombongan kami, sekitar dua puluh orang lebih, semua sudah pegang  gratis buat tiket all in sekarang. Di arena bom bom car, ATV, naik kuda, kereta gantung, balap mobil, dan lain-lain, sudah tinggal naik aja. 



Setelah puas berkeliling naik odong-odong alias kereta milik Taman Buah mengitari seluruh kawasan ini, kami menyempatkan diri ke kebun durian dan menikmati hasil kebunnya. Sudah beli banyak pada trip pertama sih, tapi langsung habis diserbu pasukan. Jadi terpaksa beli banyak lagi di trip kedua..... ....dan segera habis diserbu lagi :p


Oh ya, kami sempat berfoto bersama di bawah patung Bu Tien Soeharto yang adalah (katanya) pemrakarsa dibangunnya Kebun Buah Mekarsari ini.  




Seru kan?!
So, buat teman-teman yang tidak mau ribet antri beli tiket, lebih baik beli via Traveloka aja. Bisa lebih murah lagi. Asyik kan. 


Writravelicious Go To Plaza Hotel Semarang

Writravelicious Go To Plaza Hotel Semarang



 Akhir pekan lalu writravelicious berkesempatan mengunjungi kembali Plaza Hotel. Terakhir ke sana sekitar dua puluh tahun lalu. Wow! Lama banget kan yaaa...

 Jadi, boleh dibilang Plaza Hotel ini termasuk pemain lama yang masih bertahan. Bravo!
Hotel ini bertempat di dekat tugu patung Kuda gerbang UNDIP Ngesrep, strategis banget di pinggir jalan Raya Setiabudi yang memang merupakan jalur utama dari daerah atas menuju arah Semarang bawah.
 Rupanya bagian belakang sudah ditambah dengan unit-unit hunian yang berderet serupa villa-villa kecil, dilengkapi ruangan ballroom sebagai fasilitas pelengkapnya.



 Sementara bangunan utama  hotel Plaza masih sama seperti dulu. Hanya saja interiornya telah dibenahi dan disesuaikan dengan masa kini.


















 Plaza Hotel juga menyediakan paket Wedding Promo lho. Starts from 34,5 juta. Eh terjangkau yaaaa...
Jadi kapan gelar nikahannya nih?
#eh





Writravelicious Go To Gama Food Resto Semarang

Writravelicious Go To Gama Food Resto Semarang


Setelah dulu cuma  bisa melirik tempat ini setiap kali belanja buku di Toko Buku Togamas jaman itu, akhirnya kemarin aku berkesempatan mengunjungi, masuk dan makan di Gama Food and Resto Semarang.



 Terletak di Jalan MT Haryono Semarang, Restoran Gama ini termasuk yang hits di ibu kota provinsi  Jawa Tengah ini. Selain lokasinya yang strategis, masakannya juga terkenal lezat, sedap, maknyuss..










 Apalagi ikan bakar dan seafoodnya. Kita bahkan bisa menikmati pembakarannya di area depan resto lho. Bayangkan melihat percik bara dan asap yang mengepul sambil membaui sedap bakarannya. Yummyy..










Bangunannya juga asyik banget. Menempati rumah lama alias kuno dengan desain arsitektur klasik rumah gaya kolonial peninggalan Jaman Belanda, kita bisa menikmati ceiling plafon langit-langit yang tinggi, pintu-pintu lebar dan tinggi, serta lantai dengan keramik dengan bahan dan motif lama yang klasik.

Adem kesannya, dan eksotis.





Di setiap sudutnya juga diciptakan spot-spot yang instragammable banget. Mereka menaruh beberapa benda artistik, macam mainan dakon dari kayu dengan aksen naga di ujung kanan kirinya, serta paduan vegetatif hehijauan tanaman yang membuat ruangan menjadi homy sekaligus sejuk.




 Mungkin karena ada permintaan atau kebutuhan pengunjung, atau sekedar memanfaatkan ruang yang ada, di sebelah ruang resepsionis terdapat show case alat-alat kecantikan, produk skin care dan semacamnya. Of course dari merk ternama.





 Meja-meja konsol dari kayu jati dengan finishing klasik beserta hiasan  mangkok-mangkok antik yang ditata berjejer, menjadi pemandangan indah, ice breaking selagi kita melewati lorong panjang antara area entrance menuju ruang makan utama di bagian dalam belakang.



Terdapat beberapa ruang makan yang lebih privat dengan jumlah kursi lebih sedikit untuk memenuhi kebutuhan pengunjung tertentu. 

Ruang makan utama berada di bagian lebih dalam. Memakai bangunan dengan atap tajug, dan langit-langit yang mengekspos rangka kayu serta bukaan-bukaan yang langsung berhubungan dengan ruang luar, menjadikannya terasa luas namun sekaligus ada kesan intimate.








 Bagian paling belakang ada ruang makan out door dengan aksen tanaman bergelantungan dari rangka  atap galvalum. Kesan terbuka namun tetap terlindung terasa di sini.




Quality Hiatus At Java Paradise Resort Karimun Jawa

Quality Hiatus At Java Paradise Resort Karimun Jawa



Akhir pekan kemarin menjadi salah satu pengalaman mengesankan yang tak mungkin kulupakan. Sudah lama sekali aku ingin pergi ke Karimun Jawa, dan tahu-tahu Allah mewujudkannya dengan cara dan arah yang tak disangka-sangka. Plus another privileges that I realize just minutes before we go. That we will stay at Java Paradise Resort while we explore Karimun Jawa. 
Whoaaaa......





Kami tiba di pelabuhan karimun jawa sekitar jam tujuh pagi, setelah menempuh perjalanan selama enam jam di atas kapal Pelni Kelimutu. (Barusan terlintas dalam pikiran, keli tuh kintir alias mengalir, mutu tuh ya mutu, jadi mungkin maksudnya mengalir secara bermutu. Hahaha halagh ngarang:p)



Demi memuaskan hasrat berpetualang sebenarnya aku inginnya jalan kaki dari pelabuhan ke resort ini karena dari GPS tertera jaraknya hanya satu kilometer-an. Tetapi karena ada tukang becak di situ yang terlihat antusias mengantarkan, akhirnya aku dan adikku menerima tawarannya. Eaaaaa.


Dan....oh my God!
Aku langsung terpana begitu tiba di Java Paradise Resort. Look at this place!
Ingatanku langsung melayang ke masa dua puluh tahun lalu waktu aku dan teman-teman jurusan arsitektur Undip KKL ke Lombok. (waduh tua banget aku ya:p) Kami pergi ke desa-desa adat di pulau seribu masjid itu untuk menyaksikan dan riset langsung tentang keindahan desain arsitektur rumah adat berikut filosofinya.


Siapa sangka aku kembali melihatnya lagi. Kali ini dalam representasi saung-saung di Java Paradise Resort, yang terinspirasi oleh Arsitektur rumah lumbung sasak Lombok. Deretan saung ini menjadi pemandangan memukau ketika kita pertama kali memasuki kawasan resort. 




Tak urung Java Paradise Resort berhasil menyerap spirit desain arsitektur rumah adat Lombok tersebut dalam menggunakan material-material alami, kayu, atap rumbai, bambu sehingga membuat kita feel homey, warm, escalating our positive and good vibes. No wonder that we can call it Class!



Di sisi timur kawasan, berjajar deretan unit-unit hunian dengan gaya Eropa.  Semua unit ditata apik dengan teras yang lumayan luas dilengkapi sofa aksen rotan dan cushion merah yang nyaman. Serta vegetasi tetumbuhan yang membuatnya berasa adem dan bikin betah. 



Yang juga seru adalah ternyata kita berada langsung di tepi pantai begitu kita tiba di ujung selatan kawasan resort. Whoaaa..... Sembari duduk-duduk di kursi-kursi pantai, kita bisa menikmati hembusan angin sepoi-sepoi dan pemandangan laut serta langit biru yang menambah kualitas hiatus kali ini. 






Sedangkan bangunan resto yang berada di depan kolam renangnya memakai desain gaya modern minimalis. Dinding-dinding kacanya yang tinggi memungkinkan mengalirnya pemandangan dari outdoor ke indoor. Aneka vegetasi dan taman menjadi elemen pelunaknya. 
Ruangan resepsionis dan kantor serta dapur menjadi satu dengan bangunan resto ini. 

Rupanya  kawasan Java Paradise Resort memiliki konsep desain eclectic. Memadukan gaya 
arsitektur rumah adat sasak lombok yang etnik, desain gaya Eropa serta desain bangunan modern style minimalis yang chic di sisi utara kawasan. Di bangunan inilah kami tinggal selama di Karimun Jawa. 



Kamarnya luas dengan fasilitas lengkap. Ada bed dengan ukuran extra large, cukup buat aku tidur berdua dengan adikku. Dengan meja masing-masing di kanan kiri ranjang kayu tersebut. Kami bisa tiduran sembari upload foto-foto ke instagram - eaaaaaa- karena ada colokan listrik dekat headboardnya dan tentu saja free wifi :D

Ada TV, cabinet, meja konsol dengan cermin gedhe buat meningkatkan kharisma (hahaha ingat game the sims), wardrobe di depan kamar mandi dengan shower, dan tentu saja kopi. (the one that I need the most every morning. thank you very very much, muaaacch) 

Oh ya, juga ada deposit box-nya lho. Kali ini aku tidak menyimpan apa-apa. Hahaha jadi ingat saat anakku menyimpan komiknya dalam deposit box saat kami staycation dadakan juga .




Ceritanya karena kami membawa dua balita sehingga agak kerepotan persiapan jalan dan eksplore, serta memikirkan kebutuhan mereka, akhirnya kami putuskan untuk tidak pergi snorkeling kali ini. Adikku sudah pernah menyelam dalam kunjungannya ke Karimun Jawa beberapa tahun lalu. Dan aku, baiklah, insya Allah aku akan ke Karimun Jawa untuk misi penting tapi tertunda ini. Hahaha...aaamiin aamiin...


Mobil dan guide tour yang cakap, ramah dan full of excellent service dari Java Paradise Resort  ternyata mengantar kami ke mana-mana selama dua hari di sana. This is also another privilege that we've never imagined before. Thanks a lot Java!


Untuk kunjungan pertama, kami pun pergi ke kawasan Wisata Mangrove siang itu.  Kami berjalan menyusuri jalan setapak yang berupa jembatan kayu  (persis seperti dalam mimpiku sepuluh tahun  lalu) dengan pemandangan hutan mangrove di kanan kiri kami. 


All these creatures from God make us scream but also speechless. All those beauty. Fa bi ayyi aalaai robbikumaa tukadziban. Nikmat Tuhan manakah yang bisa kita dustakan? 


Menyusuri wisata mangrove sampai kami naik-naik ke menara pandang dan menikmati kawasan tersebut dari atas, menambah kesyukuran bahwa alam ini terjaga dengan indahnya. Dan bahkan kami bisa menikmatinya sebagai bagian dari wisata.  So grateful!



Dari kawasan wisata Mangrove, kami menuju Bukit Cinta dan berfoto di banyak spot-nya yang instagrammable banget. Yuhuuu.....


Sometime we need to climb and sit on higher place to get better perspective and become wiser. 


 Aku pun tidak mau melewatkan kesempatan untuk berfoto dalam sarang  dari anyaman rotan yang nangkring di atas pohon tinggi. Nggak sia-sia naik tangganya hahaha karena fotonya cakep ya kan....


Love will always give us lessons. Be prepared. 
 Saat naik dan berfoto di statue berbentuk huruf L O V E ini, kami jadi ingat saat pergi ke Jabal Rahmah waktu  berhaji sepuluh tahun lalu.  Eh kebetulan banget lho saat haji itu kami perginya berempat, eh kok ini pas berempat lagi. Dengan orang-orang yang sama. 
Waaah coincidental banget ya. Berasa reuni haji, tapi di karimunjawa hehehe


When you're tired, just sit down, relax and keep silent. Let Hand's God handle it. 


There will be time for us to start moving again after some rest. 


Kami pun  naik sampai puncak bukitnya sehingga bisa menikmati pemandangan lebih leluasa dari atas. Langit dan laut yang biru, hehijauan bukit dan hutan-hutannya yang masih alami.
Wow! So beautiful Karimun Jawa!



Life has been so good and give its best to us. What have we done to thank. Are we grateful enough? 

Sorenya kami jalan ke pantai Tanjung Gelam untuk menikmati pasir putihnya dan menyongsong sunset. Menikmati debur ombak dan semilir angin laut yang menenangkan.
God knows the best place for us. We only just need to trust, and have faith. Yakin. Husnudz dzon. Positive and good vibe. 


We never know where will life bring us. Just swing. Let's enjoy and live it. 

Berayun kencang dan tak bisa menyembunyikan keriangan saat talinya membawa tubuh seakan terbang menerabas angin laut dan menyentuh air laut saat kaki mengalun turun.



Yang terbit akan tenggelam. Dan esok terbit lagi. Let's enjoy the cycle and we will be peaceful if we can accept all qadla and qadar. 


Dan akhirnya setelah beberapa saat menanti, pemandangan menakjubkan itu pun hadir di depan mata. Sunset will always be stunning.  
Me, speechless.


 Malamnya kami kembali ke Java Paradise Resort untuk membersihkan diri dan bersiap pergi ke alun-alun untuk malam Mingguan. Yeay!!

And guess what?
Ternyata di malam hari, pemandangan di Java Paradise Resort juga indah bangeeeeet....



 Lampu-lampunya membuat bangunan-bangunan dan taman-taman di sana terekspos dengan baik. Sehingga kesannya makin romantis abis. Hadeuuuh jadi baper. Mustinya kalau ke sini lagi dalam rangka honey moon sich hahaha... tapi sama siapaaaaa.... (ealah curcol)


Long short story setelah malam mingguan dan makan-makan enak banget di alun-alun, kami pun balik lagi ke resort dan bobok nyaman untuk melepas lelah. Eh masakan ikan bakarnya maknyussss tenan lho. Jadi nagih, mau banget deh kalau kapan-kapan makan situ lagi. 
 
After sunrise yang menakjubkan juga di Karimun Jawa, kami pun pergi menuju restoran Java Paradise resort yang berada di tengah kawasan.

Such a wonderful view of rumah lumbung sasak Lombok when we sit for breakfast at Java Paradise Resort Resto. 


 Kami bisa menikmati pemandangan indah deretan rumah adat sasak Lombok saat duduk sarapan dalam restoran. Hal-hal yang berbau etnik memang eksotis dan long life time style.

Nasi goreng dan jus-nya juga lezat. Serta kopi paginya menaikkan adrenalinku yang siap menyambut hari terakhir di Karimun Jawa.



After breakfast, we are sitting near pool and enjoy the beauty of rumah lumbung sasak architecture at Java Paradise Resort Resto. So wonderful that we get two advantages, seolah berada di Lombok tapi sekaligus di Karimunjawa. 
Thanks a lot for all kindness and warm servicešŸ˜˜


Get ready to sail
Usai sarapan, kami diantar menuju pantai terdekat dengan Java Paradise Resort. Meski jalan pencapaian ke sananya berkelok-kelok dan naik turun, tapi semua itu so worthy.
Aku hampir nangis saat kami tiba di sana. Pasir putihnya, pemandangan laut dan langit biru yang bertemu di cakrawala, lanscape hijau  hutan dan perbukitan yang menjadi salah satu latarnya, dan kenyataan bahwa pagi itu pantai seolah milik pribadi kami. Karena cuma ada kami berempat.  Whoaaaaaa......
This life is so priceless. Are we still complain of any matter? 


Keep walking even sometime you look at back 
Really really paradise. Let's swing. 


 Akhirnya kunjungan ke Karimun Jawa harus usai. Kami harus naik kapal dan balik lagi ke pelabuhan Tanjung Mas. Sedih yaaaa... tapi insya Allah pengen kembali ke sini lagi sih hihi.

Sebelum merapat ke pelabuhan karimun jawa, kami diantar menuju alun-alun lagi untuk belanja oleh-oleh. Terima kasih banyak Java Paradise Resort untuk semua pelayanannya yang prima. We are so lucky to have you. Semoga makin sukses dan berkah ya. Lemah teles, Gusti Allah yang akan bales. Jazakumullah khoiron katsiron.




Hidup, kadang tidak harus begini, tidak harus begitu. Life is all about life at it is. Love it, live it, with all your heart. Capture any precious moments and keep it captivating.