selalu bersemangat!


TAK bisa disangkal, seks memegang peranan yang cukup penting dalam hubungan suami-istri. Saat inilah terjadi aksi memberi-menerima sentuhan kasih sayang. Saat ini pula masing-masing memberikan perhatian penuh terhadap pasangannya. Sayangnya, keintiman ini bisa jadi terkikis sejalan dengan waktu dan kebiasaan. Namun, jika kita perhatikan, ada pasangan-pasangan yang nampaknya tak bisa melepaskan tangan dari pasangannya, bahkan mereka sudah menikah lebih dari 10 tahun. Apa rahasianya, ya?

1. Tentukan kuota seks

Bertahun-tahun menikah, rutinitas antara kerja, mengurus anak, urusan rumah, belum lagi urusan keluarga, bisa menjadikan hubungan intim sebagai hal terakhir yang perlu dipikirkan. Tips yang bisa Anda lakukan adalah dengan menciptakan angka. Atau bisa juga dengan melakukan semacam arisan, masukkan angka 1 sampai berapa pun, ke dalam satu wadah. Lalu, tiap hari Senin, Anda dan suami mengambil satu angka, dan sekian banyak itulah Anda dan suami harus bercinta selama seminggu atau sebulan. Tentukan hukuman bila kuota tidak dipenuhi. Dengan demikian, Anda dan suami sama-sama harus memenuhi kuota, sehingga, kapan pun ada kesempatan, harus diupayakan untuk melakukan aktivitas bercinta.

2. Fantasi seksual

Ketika memasuki masa puber, manusia sebagai mahluk seksual secara alamiah akan memiliki keinginan seksual yang besar. Tak jarang, fantasi seksual seringkali terlintas ketika sedang lengang. Ketika wanita sudah menikah, fantasi seksual seringkali tak terpikirkan lagi. Padahal kemampuan kita untuk berfantasi sebenarnya bisa dijadikan alat untuk menumbuhkan gairah di saat-saat lengang. Letupkan libido Anda dengan berkonsentrasi mengingat betapa hangatnya helaan napas suami di tubuh, sentuhan lembutnya, atau bisikannya. Sehingga, ketika ada kesempatan berduaan dengan suami, Anda bisa melakukan serangan lebih dulu.

3. Saling memberi dan menerima

Ciptakan pengertian antara Anda dan suami. Dengan jadual kegiatan yang berbeda, Anda dan suami tidak berada dalam kondisi yang sama pada malam hari. Ada kalanya Anda sangat lelah, tapi justru dia sedang bergairah. Trik yang bisa Anda lakukan adalah dengan membagi pengertian. Misal, ketika Anda sedang lelah, dialah yang harus mengupayakan agar Anda bisa turn on dan siap bercinta, dengan segala cara. Karena sudah diberikan pengertian, Anda dan dia sudah sama-sama tahu, bahwa Anda akan melakukan hal yang sama untuknya di lain hari. Anda dan dia akan sama-sama mencari cara baru untuk saling membangun keintiman meski sedang kelelahan.

4. Selipkan waktu

Mungkin terdengar biasa. Tetapi, saran ini terus diulang karena memang benar adanya. Ritual yang sama bertahun-tahun di jam yang sama akan membuat seks terasa membosankan. Jika Anda terbiasa melakukan hubungan intim pukul 22.00, lalu tidur setelahnya, rutinitas ini bisa jadi hal yang sangat membosankan. Anda sebenarnya bisa melakukan hubungan intim ini di sela-sela waktu. Misal, tidur lebih cepat, lalu bangun lebih awal. Setelah itu lakukan sesi intim sebelum mulai berkegiatan. Perhatikan betapa menariknya suami Anda saat mengenakan pakaian kantornya yang rapi. Eits, tapi lihat, ia masih punya sisa waktu cukup banyak atau tidak sebelum berangkat kantor. Jika ya, mengapa tidak dimanfaatkan untuk menunjukkan betapa seksinya dia di mata Anda? Bercinta di pagi hari bisa jadi pembangkit semangat seharian, lho. Buat sesi bercinta menarik kapan pun ada kesempatan.

5. Soundtrack menggoda

Tahukah Anda, bahwa musik memiliki khasiat yang hebat untuk mengubah mood seseorang? Jadi, tak mengejutkan ketika musik bisa menjadi peningkat semangat Anda untuk bercinta. Coba cari lagu-lagu yang menurut Anda seksi dan menggairahkan. Pasang setiap sesi bercinta tiba. Setiap kali mendengar lagu itu pasti Anda ingin segera bertemu suami dan membuat "musik" bersamanya.

6. Sexual healing

Beragam alasan sudah ada di kepala Anda untuk menghindar dari sesi bercinta. Anda lelah, stres, pusing, bahkan marah-marah karena hal sepele. Tetapi tahukah Anda, bahwa seks adalah hal yang bisa membantu menghilangkan segala hal itu? Berterimakasihlah pada hormon oksitosin yang terbentuk setelah Anda dan dia bercinta. Zat ini membantu seseorang merasa lebih nyaman dan senang. Selelah apa pun, ingatlah, Anda akan merasa lebih baik usai bercinta yang memuaskan. Akan lebih baik jika Anda berpikir bahwa seks merupakan kegiatan untuk merasa lebih nyaman bersama pasangan, bukan hanya sebagai salah satu kewajiban yang harus dilakukan.

7. Bergairah sepanjang hari

Nyalakan energi erotis sepanjang hari. Entah itu dengan mengenakan celana dalam seksi atau sutera, atau mandi dengan sabun yang wanginya seksi. Jangan lupa untuk menggoda suami di pagi hari agar ia pun merasakan getaran yang sama. Misal, dengan melakukan sedikit peregangan. Mengangkat lengan, menegakkan punggung sambil menggulung rambut Anda ke atas, bisa membuatnya bergairah. Ide lain, adalah dengan memanggilnya ke kamar mandi untuk membawakan handuk juga ide yang menarik.

8. Spontan

Seks spontan adalah hal yang menarik. Jika Anda memperkirakan anak-anak akan pulang dalam 20 menit, dan Anda sudah ada di rumah bersama suami, mengapa tidak melakukan quickie sex? Jika Anda dan dia sanggup mencapai klimaks dalam waktu sekian menit, lakukanlah. Biarkan api kemesraan itu tetap menyala di antara Anda dan dia.

sumber : internet

tangga bahagia



happy krn dua buku antologiku ini,
aku share tulisan ttg tangga bahagia ini ya...:))



Tangga Bahagia

Pendapat-pendapat Bertrand Russel, Amin Al-Raihany dan Al-Anisah Mai tentang ‘Bahagia’.

Sebelum kita munci pasal kebahagiaan dan sebelum kita tutup dengan menerangkan sebab orang jadi celaka, lebih dahulu kita salinkan beberapa pandangan dari ahli fikir yang besar-besar di Barat dan Timur.

Pertama Bertrand Russel, filosof yang masyhur di Inggeris itu. Kita bandingkan falsafah perjuangannya dengan keterangan Imam Ibnu Qayyim.

Kedua Amin Al Raihany, sorang filosof Arab yang beragama Nasrani, seorang pujangga perempuan Anisah Mai, yang juga beragama nasrani. Kita dahulukan menyalin kerangan-karangan pendapat mereka, supaya kaum Muslimin memperluas dadanya mencari hikmat, akan kita tutup dengan pendapat Sheikh Yusuf Dajwi tentang sebab-sebab celaka.

A. Bertrand Russel

Filosof Bertrand Russel dalam bukunya “Kemenangan Manusia Lantaran Bahagia”, telah menulis perasaan, dan yang kedua tempat timbulnya ialah fikiran. Bahagia manusia pada yang pertama sama darjatnya, tetapi dalam bahagian kedua (fikiran), tidaklah merasainya melainkan dalam kalangan ahli-ahli ilmu.

Rasa bahagia timbul menurut darjat panas dinginnya perasaan hati (syu’ur) dan menurut ukuran kemahuan bekerja. Seorang biadab di Australia yang memburu kanggaru, merasa amat beruntung bila buruannya dapat ditangkapnya. Seorang pemeriksa kuman-kuman penyakit (bakteriologi) yang berkerja memisahkan kuman-kuman dalam laboratorium, merasa beruntung bila dapat mengetahui apa nama kuman yang sedang diselidikinya. Sama perasaannya dengan pemburu kanggaru di Australia itu.

Menghadapi pekerjaan sehari-hari pun bermacam-macam pula, corak manusia. Ada orang yang menghadapi pekerjaan diserang oleh ‘ghurur’ (kesombongan), tidak menghargai jasa dan usaha orang lain, merasa dia saja yang berhak mengerjakannya pada fikirnya, takabur (merasa diri besar) bahawa orang lain kalau tidak sedalam pengetahuannya tidak boleh masuk ke medan yang telah dimanukinya itu. Tetapi dibalik itu ada pula orang yang menghadapi pekerjaannya dengan tawadhuk, insaf akan kekurangan dirinya, dan insaf bahawa pengalaman dan perjalanan hidup itu adalah sekolah yang setinggi-tingginya, yang tidak tamat, sebelum mati.

Maka orang yang menghadap pekerjaan dengan kesombongan (ghurur) dan ketakburan itu, selamanya tidak akan mengecap rasa bahagia, meskipun waktu dia mendapa kemenangan (sukses) sekalipun. Kerana kesombongan itu selalu menghambat dan menyebabkan rasa kurang terima, sebab selalu merasa dirinya lebih dari kedudukannya yang sebenarnya. Oleh kerana yang demikian maka suksesnya yang besar, selalu kecil dalam hatinya, padahal dia seorang yang lebih dari ‘luar biasa’ menurut perasaan ghururnya. Sebaliknyajuka dia jatuh atau kalah bukan main mendongkolnya. Dia pantang dibantah.

Adapun orang yang tawadhuk memandang segala perangsuran langkah perjalanan itu, ialah kemenangan yang harus dishukuri.

Timbulnya kekuatan menghadapi pekrjaan dan usaha, ialah dari kekuatan keyakinan dan kepercayaan (iman). Lawannya iala tiada peduli dan leah iman.

Inilah sebabnya pemuda zaman sekarang di Eropah kurang beroleh bahagia dan kemenangan dalam pekerjaan, sebab keprcayaannya lemah terhadap orang yang lebih mengerti daripadanya. Tetapi pemuda di Rusia lain, mereka merasa kekurangannya, tetapi insaf serta berusaha, sehingga di dalam pekerjaan tangan dan perburuhan mereka lebih menang dari pemuda Eropah.

Kalau dibandingkan pekerjaan perburuhan halus dengan pertanian, lebih tinggi darjat pekerjaan pertanian, lebih tinggi darjat pekerjaan pertanian. Sebab perputaran mesin dan keadaan tanam-tanaman sejak dari tunas lalau mengarang bunga, lalu menjelmakan buah, semuanya berbekas kepada jiwa pak tani.

Ole sebab mengharapkan bahagia, seharusnya kita menghadapi segala usaha dengan percaya, diadakan hubungan diri dengan pekerjaan hubungan cinta dan persaudaraan,bukan enci dan bosan.

1. Tangga Bahagia Yang Pertama

Tangga bahagia yang pertama, ialah sehingga mana jangka perasaan kelazatan di dalam hidup. Untuk menjelaskan soal ini haruslah lebih dahulu kita beri keterangan dengan suatu kemestian yang tidak boleh dipisah-pisahkan dari manusia, iaitu mereka ketika menghadapi makanan. Kerana makanan adalah keharusan hidup yang pertama.

* Ada manusia yang menghadapi makanan seperti menghadapi barang yang tidak ada rasanya saja, tidak ada lazatnya, meskipun enak rasanya dan maal harganya. Orang ini, ialah orang yang belum mencuba bagaimana rasa lapar. Belum pula merasai bagaimana hajat selera kepada makanan di waktu susah mencarinya.
* Kaum Epicurian, yang makan hanya sekadar untuk hidup saja. Lebih dari jangkaan itu, dia mendongkol dan dipandangnya berlebih-lebihan. (Atau sebagai kaum Suluk Tariqat Naqsyabandi yang di dalam Rabithah 40 hari, makannya hanya ditentukan setakat nasi dan garam, tidak boleh makan daging dan cili).
* Orang yang sangat rakus. Baru saja melihat makanan, belum sampai masuk mulutnya, air seteranya telah titik. Orang ini tidak mahu berhenti makan, sebelum lebih dari kenyang.
* Orang yang mempunyai percernaan sihat dan fikiran waras. Mereka suka kepada makanan, dan makan dengan nafsu yang baik, tetapi sebelum sampai kenyang dia telah berhenti. Dia tidak mengisi perutnya secara berlebihan sampai perutnya gendut.

Orang yang merasa bahagia di dalam hidup, hampir samalah keadaannya dengan orang makan pada pangkat yang keempat ini. Mereka merasa dan mengakui, bahawa makanan itu memang lazat, tetapi mereka tidak mahu memperturutkan kehendak nafsunya lebih dari yang mesti.

Kebahagiaan seorang insan, sangat berhubung dan bersangkutan dengan tarikan hidup. Bertambah kuat tali tarikan itu, bertambah kuat pula pertalian diri dengan bahagia. Yang menyebabkan kebencian kepaa hidup, yang menyebabkan hidup ini tidak menarik hati, ialah kalau tidak tahu rahsia hidup. Manusia yang arif akan erti hidup dengan sedalam-dalamnya, tidak setengah-tengah jalan, sentiasa merasa beruntung merasa beruntung dan tenteram.

Akal adalah alat yang pertama dalam menempuh hidup. Dia ambil segala lukisan lahir yang terbentang di luar, dibawanya masuk ke akalnya. Ketika itu timbullah lazat dan puas. Bekerja dan berusaha dengan tidak mempergunakan akal, dan tidak kuat membawa apa yang di luar ke dalam, ‘fabrik’ akal supaya beroleh bentuk yang special, yang menyebabkan akal menjadi ‘pengangguran’, tumpul. Kecewa datang, bahagia terbang.

Apa yang membawa akal kepada tarikan hidup? Dalam cara bagaimana akal dapat mencari bahan buat diberi bentuk di dalam batin? Ialah dengan jalan menghadapi hidup dan tidak mengutuk hidup. Sebab hilang kekuatan akal itu pada kebanyakan manusia di hari ini, ialah lantaran terikat oleh raam basi (adat-istiadat), etika, yang dibuat oleh kemajuan.

Cubalah bandingkan bagaimana kaum biadab Afrika berburu menjangan atau mejaring ikan, dengan orang kota pergi ke pejabat. Keduanya sama-sama mencari makan, tetapi kelazatan yang dirasai orang biadab itu atas makanan yang didapatinya tiap bulan atau tiap minggu jauh lebih terasa. Sebab orang primitif itu hanya semata-mata mengubati kelaparan, sedang orang kota sudah ditambah oleh keperluan-keperluan lain yang pada hakikatnya tidak perlu.

2. Tangga Kedua

Perasaan hati, salah satu sebab orang merasa miskin atau sunyi dari bahagia, ialah perasaan sendiri, bahawa dia tidak disukai orang.

Kalau ada perasaan bahawa orang suka kepadanya timbullah kekuatan menghadapi kehidupan dan timbul keberanian.

Sebabnya timbul perasaan diri tidak disukai orang, amat banyak. Orang begini mengerjakan suatu pekerjaan bukan lantaran pekerjaan itu wajib dikerjakan, melainkan lantaran mengharapkan penerimaan manusia. Kalau tidak diterima orang, sedihlah hatinya. Kerana manusia itu seluruhnya hanya mahu menerima yang telah jadi saja. Lantaran merasa bahawa orang tidak percaya kepadanya, lalau dia membalas dendamnya kepada segenap masyarakat. Orang-orang beginilah yang kerap mengotorkan sejarah, membuat huru hara, membikin pemberontakan. Kalau dia wartawan, dipergunakan ppenanya untuk mencela memaki orang , menghinakan dan menyesali orang. Ini golongan aktif.

Hidupnya bertanjuran,ertinya kerana orang tidak juga akan memuji kita, lebih baik kita lepaskan apa yang tersenak dalam hati, biar kita dicela – Penyalin.

Adapun golongan yang pasif, kebanyakan tidak mahu mengganggu masyarakat, tetapi diundurkannya dirinya ke belakang. Tidak mahu memperdulikan dunia dan isi dunia. Dia tegak seorang dirinya, dalam dirinya dengan perasaannya kecewa dan taasyum (pesimis), tidak merasa puas dengan segala yang ada. Lantaran dia meminta supaya orang suka memperhatikan dirinya, padahal hubungannya telah diputuskannya dengan luaran, maka dia tidak pernah merasai ketenteraman. Dia tidak berani, terlalu banyak pertimbangan, mundur maju, dan kalau hidup itu dicapai oleh orang lain, dia kembali mengeluh.

Itulah sebabnya kebanyakan penganjur-penganjur bangsa, ahli-ahli politik dan pahlawan-pahlawan pena, pertaliannya dengan hidup itu amat teguh seketika orang masih banyak menghargai buah tangannya. Kalau tidak ada lagi, maka kebanyakan orang ini mengundurkan diri, menjauh dari masyarakat dan sengaja dirinya dilupakan.

Maka kian lama jauhlah dia. Tidak ada orang yang sempat menjemputnya, sebab putaran roda hidup amat cepat.

Sebab itu,haruslah pendidik, terutama ayah bonda mencari tempat mana yang patut dihargai mana yang disayangi dan mana yang patut dipuji buat anaknya yang akan menempuh hidup dengan segenap kesulitannya di belakang hari.

Dalam pada itu Bertrand Russel tidak pula melupakan sebab-sebab yang paling penting, yang menjadi tangga di dalam mencapai bahagia itu, iaitu kesempurnaan rumahtangga. Kata beliau:

3. Yang Ketiga Ialah Rumahtangga

Sejauh manusia hidup, rumahtangga adalah pusat kesenangan dan bahagia. Tetapi sekarang, rumahtangga pulalah yang paling kacau-bilau. Kecintaan di antara ayah dan anak, kian lama kian kering dan kaku. Kelemahan tiap-tiap orang mencari ketenteraman fikiran di dalam rumahtangganya, itulah yang paling membawa kecelakaan masyarakat pada hari ini. Kecelakaan rumahtangga tersebab dari kedaan diri masing-masing, keadaan ekonomi dan pergaulan sehari-hari. Tidak usah kita mengambil keterangan terlalu jauh. Secara pendek saja dapat kita terangkan salah satu sebab yang menimbulkan kerosakan rumahtangga.

Pertama: Lapangan kerja terbuka amat besar bagi kaum perempuan.

Kedua: Perempuan zaman kini sudah mulai bosan memandang rendah melakukan kewajipan-kewajipan yang perlu dalam rumahnya.

Dia hendak bekerja pula, sebab itu rumahtangga tak ubahnya dengan hotel tempat singgah menumpang tidur.

Ada lagi yang terpenting, iaitu masalah kesulitan tempat diam yang sederhana. Sebab kota-kota mulai ramai, orang kampung lari ke kota tidak beroleh rumah tinggal yang layak dan agak cukup dan mengurangi kesenangan fikiran.

Lain dari itu ialah lantaran zaman telah berpindah dari zaman feodal kepada zaman demokrasi. Tetapi kerap melampaui batas. Orang tidak merasa perlu lagi taat kepada yang patut ditaati, sehingga anak pun tidak taat lagi kepada ayahnya. Si ayah tidak lagi akan kewajipan kepada anaknya, dan si anak pun demikian. Lama-lama kuranglah jumlah keturunan, jaranglah kelahiran yang baru. Sebab tidak ada lagi keinginan orang kepada perkahwinan, lantaran mengelakkan tanggungan rumahtangga dan kebebasan pergaulan.

Kemajuan yang sekarang telah sampai di puncaknya, tidaklah akan kekal dan panjang umurnya, bilamana tali berketurunan itu telah mulai genting akan putus. Inilah suatu bahaya yang amat besar yang mengancam masyarakat, yang harus diubati segera. Ialah dengan pendidikan tentang rumahtangga bahagia dan mengaturnya dengan peraturan-peraturan agama.

Perasaan sebagai ibu dan ayah, itulah yang amat banyak menimbulkan bahagia dalam diri. Kalau orang tidak merasainya, dia tidak akan tahu apa sebab dan apa nama kekurangan itu. Supaya bahagia dirasai, apalagi kalau zaman remaja telah mulai lepas, hendaklah kita merasai bahawa kita tidak sendiri di dalam alam ini. Kita ada hubungan dengan masyarakat, ada pertalian dengan orang lain. Pertalian yang dikatakan itu tidak terasa kalau hanya dengan sahabat atau handai taulan. Yang sejati pertalian dengan alam, dengan hidup dan dengan masyarakat, ialah berketurunan, beranak, bercucu. Kalau hidup tidak ada pertalian dengan zaman yang akan datang, nescaya kita bosan dengan hidup. Hidup itu terasa hambar, tidak ada paterinya dengan diri terasa tidak sama sekali pentingnya bagi kita. Kalau ada hubungan kita dengan zaman yang akan datang itu, iaitu anak dan turunan, maka terbentanglah di hadapan kita pengharapan,seagai yang terbentang di mata Nabi Ibrahim ketika dia mengetahui bahawa anak cucunya akan memenuhi bumi.

Jadi menurut Bertrand Russel yang mengalami sendiri kegoncangan hidup moden Eropah: Bahagia itu adalah dalam rumahtangga.

4. Yang Keempat, Apakah Mata Penghidupan Itu Membawa Bahagia Atau Celaka?

Banyak mata penghidupan atau perusahaan itu memenatkan badan memayahkan diri. Tetapi tidak dapat dimungkiri bahawa perusahaan yang ada buahnya, walaupun bagaimana payah mengerjakan, membawa bahagia bagi diri.

Zaman kemajuan ini segala daya upaya mengikhtiarkan bagaimana supaya orang merasai kesenangan dan bahagia di waktu yang lapang, atau di waktu cuti bekerja. Kepayahan yang dirasai orang di zaman moden ini di waktu bekerja, kecil sekali jika dibandingkan dengan kepayahan dan kesudahannya bilamana diam mempergunakan istirehat itu, istirehat lebih susah sekaaang dari bekerja.

Usaha (mata penghidupan) itu ialah jalan manusia mencapai kejayaan. Kalau pekerjaan itu masih lekat dengan diri, selama itulah dia disukai orang, selama itu pula ada harapan perusahaan itu akan membawanya kepada kepayahan. Oleh sebab itu, kalau orang masih yakin dan percaya di dalam megang pekerjaan, selama itu pula dia mempunyai harapan akan mencapai bahagia.

Dua sebab yang boleh menjadikan usaha kita itu menarik hati, iaitu:

* Mahir
* Pandai mencari bentuk baru.

Orang yang mengerjakan suatu pekerjaan dengan sungguh-sungguh, selalu berusaha mempermoden, memperbaharui dan memperindah pekerjaan itu. Di waktu orang masih muda remaja, perasaan ini nyata berlebihan.

Kemahiran dan kesanggupan membuat bentuk baru, sangat sekali menimbulkan bahagia di dalam hati, walaupun hasilnya yang lahir tidak kelihatan pada waktu itu juga.

Seorang ahli politi yang pernah menjadi menteri dalam pemerintahan, bila telah tua, sangatlah bahagia hatinya melihat hasil pekerjaannya dahulu itu. Tetapi di kalangan ahli seni ada yang cepat putus asa. Sebab itu kalau orang ini tidak beroleh sukses di dalam pekerjaannya, ramai di antara meraka yang mengundurkan diri dan memencil.

Kebahagiaan seorang pengarang ialah mahir mengatur bahasa dan pandai mencari teknik yang baru dari kerangannya atau surat-khabarnya. Tetapi pada zaman kita kaum wartawan itu banyak yang tidak merasa bahagia, lantaran kebanyakan orang menerbitkan surat khabar tidak didasarkan suatu cita-cita, tetapi untuk mencari wang. Sebab itu mereka tidak dapat memuaskan kemahirandan teknik atau bentuk yang baru, sebab takut akan merugikan perusahaan majikan, yang menyebabkan hilangnya sesuap nasi. Sebab itu kebanyakan mereka menulis hal yang tidak sesuai dengan perasaan hati sendiri, hanya laksana mesin saja, menghasilkan tulisan dan menerima gaji tiap bulan. Lain dari ini… masa bodoh! (jangan hiraukan).

Orang yanghidupnya hanya untuk mencari sesuap nasi, bukan kerana kesenangan mengerjakan pekerjaan, amat sukarlah merasai bahagia, tetapi kian lama kian mundur tenaganya, dan kian kecewa hatinya.

5. Kebahagiaan Dicapai Dengan Berjihad Dan Berjuang.

Yang kelima, kebahagiaan itu bukanlah anugerah Allah yang dapat diterima dengan mudah saja. Yang selalu kejadian, ialah bahawa mencapai bahagia ialah setelah berjihad, berjuang.

Tiap-tiap manusia berjuang. Semangat berjuang lebih kelihatan dimiliki oleh bangsa Barat, dan kurang sekali pada kalangan Timur. Terutama udara dan pergaulan Barat menyebabkan ‘kerja lebih disukai orang daripada malas. Itulah sebabnya maka berbezapandangan Barat dengan Timur dalam perkara mencapai bahagia. Bagi Timur dengan berdiam diri dan bermenung, bersemedi dan suluk, dianggap bahagia. Tetapi bagi Barat bermenung atau menyerah saja, tiadakan dapat menghasilkan bahagia.

Bangsa Barat tidak hendak mencukupkan keprluan sekadar yang perlu tiap-tiap hari saja, tetapi menghendaki lebih dari itu. Kerana usaha yang berhasil (sukses) itulah kebahagiaan yang sebenarnya bagi mereka. Cuma sayang pada masa yang akhir-akhir ini kebahagiaan itu telah diukur orang dengan ukuran materi, kebendaan.

Disinilah keteledoran bangsa Barat. Akibat lebih mementingkan kehidupan materi, mereka lupa pada rohani. Akibat mementingkan kebahagiaan diri, mereka lupa pada orang lain di luar dirinya. Termasuk hubungan suami isteri menjadi kendur. Bila hubungan suami isteri rosak, yang menjadi korban tiada lain ialah anak-anak.

Kalau ini diingat dan diinsafkan kembali oleh bangsa Barat, bahawa kemenangan atau kekayaan dan penghasilan yang mereka pendapat dalam perjuangan hidup ialah buat keberuntungan anak dan turunan di belakang hari, haruslah mereka perbaiki kembali hubungan suami isteri itu.

Sebaliknya dengan Timur, mereka belum banyak memikirkan apa erti perjuangan. Itulah sebabnya kemajuan masih sangat jauh dari bangsa Timur.

Manusia berkehendak kepada kekuatan. Ada orang yang menggunakan kekuatan untuk memelihara diri sendiri, dan ada yang menggunakan kekuatan buat menguasai dan mempengaruhi orang lain, atau digunakan untuk mengubah aturan yang pincang dalam masyarakat, maka semua kekuatan itu tidak diiringi oleh perjuangan.

Orang yang tidak merasa perlu ada kekuatan, bererti sudi enghadapi perjuangan. Orang ini tergolong orang yang tidak bertanggungjawab. Saya kritik bangsa Barat yang pada masa akhir-akhir ini hendak meniru “Kebijaksanaan Timur”, menyingkirkan perjuangan, hanya hendak tenteram dalam diri sendiri. Padahal orang Timur sendiri sudah mulai membenci “Kebinaksanaan” itu.

Sekian
by: Bertrand Russel.

evaluasi doa


Menikah merupakan salah satu hal yang banyak didambakan semua orang. Banyak orang menunggu saat-saat special ini. Akan tetapi pada kenyataannya sampai saat ini pun momen menikah itu belum juga berlangsung untuk sebagian orang. Kenapa..??

Berikut ada beberapa hal yang bisa Anda terapkan dalam diri Anda:

1. Mungkin Anda belum benar-benar ingin menikah..!!!
Karena keinginan kita memang belum benar-benar kuat, entah itu alasan karir, masih kuliah, masih ada banyak hal yang belum dilakukan atau alasan lain yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pernikahan.
untuk hal ini Anda semua harus merubah mindset bahwa dengan menikah tidak berarti salah satu hal harus kita korbankan, dengan menikah banyak hal yang masih bisa kita lakukan.

2. Banyak orang berdoa untuk disegerakan jodohnya. Pertanyaannya? Kita ingin Menikah atau ingin ditemukan jodohnya? Kita semua sudah dijamin jodoh kita masing-masing, maka jika kita berdoa yang ada kata-katanya jodoh entah itu disegerakan atau didekatkan. Ya berarti doa kita sudah dikabulkan.
Ada cerita menarik tentang ini, ada seorang teman yang usianya diatas saya yang belum menikah juga pernah sharing ke saya, pertama kali sebelum bertemu saya, doanya dia adalah salah satunya dekatkanlah jodohku, kemudian saya sharingkan seperti diatas, kemudian dia rubah doanya menjadi “Segerakanlah aku untuk menikah…” dan ternyata dia menikahnya dengan tetangganya sendiri..!!!

3. Salah satu hal lagi yang bisa Anda lakukan dengan mengubah kata-kata Anda, jika ditanya orang lain mintalah doa kepada orang yang bertanya agar disegerakan untuk menikah. Bukan menjawab hal lain yang jadi “alasan” kita, missal belum ketemu jodohnya, belum dapat ijin ortu, dan alasan lainnya. Mulai sekarang rubah jawaban Anda, lalu perhatikan keajaiban yang akan terjadi. Ingat kata-kata kita adalah doa.
Beberapa hal diatas menjadikan orang untuk tidak segera menikah. Padahal menikah bagi yang sudah waktunya kondisinya sama dengan seorang yang berpuasa yang diharuskan untuk segera berbuka dan seorang mayat yang harus segera dikuburkan.

“Menikah itu Mudah, Menyenangkan dan Mengasyikkan…”

by: Muhammad Zaky

sawan


SAWANAN DAN CARA MENGATASINYA
Oleh: Ubaidilah Muhammad
Dilihat dari segi psikoterapi, sawanan adalah sakit yang muncul akibat ketidak seimbangan energi yang terjadi didalam tubuh kita karena guncangan jiwa yang terlalu berat sehingga muncul masalah-masalah yang tampak dalam tubuh kita. Yang biasanya ditandai dengan meriang, tetapi telapak kaki dan telinga terasa dingin, dan meskipun sudah berobat ke dokter, sakit belum sembuh juga.
Pada kasus tertentu misalnya sawanan yang timbul setelah seseorang pergi melayat dan sepulang dari melayat orang meninggal. Sawanen yang seperti ini timbul karena faktor pikiran, perasaan yang ikut terlarut dalam suasana duka, sehingga ketika mendengar seseorang meninggal dunia, apalagi itu famili atau teman, maka reaksi yang pertama kali adalah kaget, setelah kaget, muncul rasa kasihan kepada keluarga, dsb. Rasa yang terlalu mendalam semacam inilah yang akhirnya mempengaruhi sistem syaraf dan dari sistem syaraf ini akhirnya mempengaruhi kinerja organ tubuh. Jadilah sakit panas, meriang, tidak doyan makan dll.
Jika dilihat dari sisi kebatinan, sakit karena sawan ini prinsipnya hampir sama dengan orang kesurupan. Fikiran kosong, sehingga makhluk dari dimensi yang lain ikut bermain disini, ingin masuk ke dalam tubuh, sedangkan dalam tubuh ini ada jiwa yang sudah mengisi, maka terjadilah pertarungan antara dimensi luar dan dimensi dalam tubuh ini, seperti halnya ketika ada luka ditubuh, maka secara otomatis pasukan anti bodi bekerja melawan kuman yang masuk melalui luka itu. Jadilah nanah.
Nah, sebagai efek dari pertarungan antara dimensi luar (baca : jin atau makhluk halus tsb), jadilah tubuh ini meriang dsb. Ini terjadi karena ada dua gelombang elektromagnetik yang saling berlawanan.
Solusi mengatasi sawan
Diantara obat tradisional untuk mengatasi masalah sawan adalah; ambil daun dlingi, bengkle, tanah, bawang merah, semua ditumbuk jadi satu, kasih air dengan dibacakan ayat kursi 7 kali lalu ditiupkan pada ramuan tersebut lalu borehkan di tengkuk, telapak kaki, belakang pergelangan tangan dan dahi. Jika dianalisa secara syaraf, titik-titik tadi adalah pusat syaraf, ketika syaraf tersebut normal kembali, maka tubuh ini kembali sehat. Jika dianalisa secara metafisik lagi, bahwa unsur tumbuh-tumbuhan bisa meredam unsur api yang ada dalam tubuh. Maka panas tubuh pun akhirnya turun.
Trik agar terhindar dari sawan
Trik agar terhindar dari sawan adalah TAUHID, ini yang harus di pertebal. Menghadapi kondisi apapun, harus tetap tenang, tidak usah muncul rasa was-was, hati harus tetap terisi dengan dzikir ALLAH.. ALLAH… ALLAH… kapan saja dimana saja, jangan biarkan kosong atau banyak melamun. Jadi kuncinya cuma satu ALLAH.
Selain itu istiqomahkan dzikir dan wirid setiap selesai shalat fardhu dengan membaca kalimt-kalimat thoyyibah serta bacaan dzikir dan doa yang terdapat dalam al-Qur’an. Seperti ayat kursi, al-ikhlas, al-falaq dan an-Nas.

by : Bp. Marzuki
* Penulis adalah praktisi bekam (jawa: canduk) sekaligus penyedia obat-obat herbal (seperti: Habbatus sauda/jinten ireng, madu, minyak zaitun, kapsul gurah, kolesterol, darah tinggi, penyubur kandungan dll.)

lepaskan dari belenggu diri sendiri

Hadapi kenyataan: Mungkin saja yang menjadi “polisi tidur” penghambat jalan sukses anda adalah diri anda sendiri.
1. Seringkali langkah tersulit membebaskan diri kita dari kesulitan adalah mengakui bahwa sebenarnya kita adalah biang keladi kesulitan. Karena itu, saat anda menghadapi masalah di jalan mencapai kesuksesan, pertimbangkan dengan hati-hati apakah anda merupakan sumber semua masalah tersebut.
2. Anda dapat melakukan apa yang anda inginkan. Namun bagaimanapun, anda mungkin tidak mampu melakukan semua yang anda inginkan. Belenggu kita adalah kita berusaha untuk melakukan semua hal dalam sekali waktu yang sama. Meski kita bekerja keras untuk melakukan segala hal, pada akhirnya kita hanya akan menyelesaikan sedikit hal saja. Yang kita perlukan sebenarnya adalah memusatkan perhatian pada satu atau dua proyek saja, karena hal ini justru meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan apa yang anda inginkan.

3. Agar mendapat gambar yang jelas, anda pelu fokus. Begitu anda mengetahui proyek-proyek mana yang akan anda erjakan, anda harus memfokuskan diri pada apa yang benar-benar diperlukan untuk mengerjakannya. Susunlah rencana selangkah demi selangkah apa dan kapan anda harus mengerjakan.

4. Apa yang tertulis di atas kertas adalah rencana, sedangkan apa yang tertulis di kepala adalah mimpi. Beberapa orang segan untuk menuliskan rencana-rencana mereka. Menulis rencana di atas kertas merupakan langkah awal menuju pencapaian hasrat seseorang. Tanpa rencana tertulis, kebanyak orang akan memulai suatu proyek namun segera perhatiannya akan teralihkan oleh banyak hal kecil yang muncul kemudian.

5. Bila anda bergerak itu belum berarti maju. Gejala pasti anda dalam belenggu kesulitan adalah saat anda telah bekerja keras namun tidak jua mendekati titik sasaran. (Hal ini sering terjadi juga pada orang-orang yang tidak mau menyusun rencananya secara tertulis.) Agar anda dapat bergerak maju, anda harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan pada saat yang diperlukan pula.

6. Tidak memilih adalah pilihan. Penghalang jalan lain yang kita ciptakan sendiri adalah terlalu banyak memikirkan pilihan-pilihan sehingga membuat kita tidak melakukan apa-apa. “Saya bila melakukan A, B, atau C. Kalau begitu sebaiknya saya pikirkan baik-baik,” begitulah angan-angan kita. Kemudian kita mulai merenungkannya, namun kita sama sekali tidak memutuskannya. Sebenarnya pada saat itu kita melakukan sesuatu, yaitu memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa. Tapi coba tebak apa hasilnya? Bila anda tidak melakukan apa-apa maka hasilnya pun bukan apa-apa.

7. Pusatkan pada apa yang akan berhasil. Beberapa orang sangat pandai mencari-cari alasan mengapa sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jangan melipatgandakan sesuatu yang akan berakibat negatif. Lipat gandakalah seuatu yang positif. Berkonsentrasilah pada apa yang akan berjalan baik bagi anda.

8. Bila tidak berhasil, jangan kerjakan. Salah satu pertanda “manusiawi” adalah “mengerjakan hal yang sama secara terus-menerus, namun mengharapkan hasil yang berbeda.” Saya cenderung untuk menyatakan itu sebagai pertanda “humanitas”. Terkadang banyak orang tidak mampu mengakui bahwa sesuatu tidak berjalan dengan semestinya karena alasan harga diri, “sudah dari sononya”, atau sikap keras kepala. Jika itu adalah anda, maka terimalah moto baru: “Jangan lakukan!” Bila segala sesuatunya tidak berjalan, hentikan, setel kembali persenelling, baru kemudian bergerak maju.

9. Bila anda tidak tahu, mintalah pertolongan. Kita tidak dapat mengetahui segala hal. Kita pun tak kan mampu memecahkan semua persoalan. Ada banyak konsultan, penasehat, dan pembimbing yang dapat diajak kerja sama oleh anda untuk memecahkan persoalan anda. Mintalah pertolongan mereka.

10. Bila tidak membuat anda bahagia, jangan kerjakan. Melaju di jalur menuju kesuksesan anda tidaklah mudah. Mungkin anda tidak mendapatkan keceriaan di setiap langkah anda sehingga membuat anda ingin kembali mundur ke garis start. Namun demikian, secara keseluruhan anda seharusnya merasa bahagia karena ini adalah jalan yang anda pilih. Bila anda tidak merasa bahagia maka anda perlu mengevaluasi tujuan anda atau bagaimana anda mencapai tujuan
tersebut. (diadaptasi dari: 10 Tips to Getting Out of Your Own Way – Jim Allen)

Qalbu


Qalbu adalah Singgasana Allah
Pusat kendali diri setiap manusia
Landasan penampakkan Al Haq
Ranah hamparan kasih rahmatNya

Ia adalah cerminan hakikatNya
Mikroskop nilai keluhuranNya
Wadah penampung kalamNya
Jaring penangkap isyarat-isyaratNya

Ia dianalogikan dengan cahaya
Diurai dengan huruf-huruf Qur’ani
Ia laksana, minyak dan lampu
Dalam Misykat serta kaca menyala

Ia mudah terbalik dan pongah,
Qalbu yang ingat mulia, yang lalai nista,
Ia kadang bersinar, kadang gelap,
Ia menyinari jagad diri dan kehidupan,

Qalbu didatangi DutaNya untuk
Dipersiapkan menerima tugas ketuhanan
Qalb suci bermoral malaikatNya
Qalbu kotor berkarakteri setan terlaknat

Qalbu adalah penanda setiap insan
Adakah ia manusia baik atau buruk
Ia merupakan pundit rahasia batin
Samudera pengetahuan setiap manusia
Ia kunci pembuka keagunganNya
Pintu pembentang rahasia-rahasiaNya

Itulah wajah hakiki qalbumu yang sesungguhnya
Simpanlah rahasia batinmu, kau akan melihat rahasiaNya

Kebahagiaan dunia bisa diraih dengan jejak kaki
Kebahagiaan hakiki akhirat hanya bisa ditempuh dengan qalbu

Penyingkapan Agung dan tirai Makrifat terbuka oleh “laku“ qalbu
Rapor kebaikan dan keburukan setiap insani berdasar “laku“ qalbu

Manusia yang membiarkan kalbunya penuh noda hati
Selamanya tidak akan merasakan penyingkapan rahasia AgungNya

Qalbu adalah perbendaharaan agung
Modal utama setiap manusia menujuNya
Insan yang tidak memuliakan kalbunya
Akan menuai keburukan abadi di sisiNya

Qalbu adalah landasan pacu hakikat
Nilai hakiki tidak akan landing di qalbu yang kotor
Qalbu yang tidak suci berlumur hijab
Qalbu yang terhijab tidak akan Makrifatullah

Qalbu adalah media Wushul dan Qurb
Keintiman denganNya juga dengan “laku“ qalbu
Hakikat kebaikan bersendikan qalbu
Kebaikan yang tidak bernurani, adalah busuk

Ilham suciNya turun di qalbu suci
Qalbu buruk adalah landasan bisikan jahat setan
Muara “laku“ qalbu adalah ridhaNya
KerelaanNya hanya berdasarkan “laku“ qalbu jernih
KemurkaanNya akibat “ulah“ qalbu
Siksa pedih akhirat juga akibat “ulah“ busuk qalbu

Qalbu adalah sentra penentu nasib
Kebahagiaan dan kesengsaraan hakiki akibat qalbu
Qalbu yang taat beroleh ridhaNya
Qalbu yang kufur, akan menuai kemurkaanNya
Qalbu yang pongah dan tersesat
Adalah qalbu yang lupa mendzikir padaNya
Wajah kebaikan qalbu adalah lurus
Wajah kesesatan qalbu, tindak kemaksiatannya

Tajamkan mata Qalbu dan pikir
Akan tersingkap keagungan rahasia ayat-ayatNya
Qalbu adalah pengantin jasad dan ruh
Hanya Qalbu Sakinah yang sambung dengan DiriNya

Lihatlah kepada “laku“ baik qalbumu
Itulah rahasia batinmu, dan modal utamamu menujuNya
Pandanglah kebaikan-kebaikanNya
Akan ditampakkan untukmu segala makna hakiki


Sumber:
MAJELIS RATIB DAN MAULID HABIB ABU BAKAR BIN ALWI ALHABSY

15 sebab kerusakan

Dari Ali bin Abi Thalib Ra … Rasulullah Saw bersabda:
“Apabila umatku telah melakukan lima belas perkara, maka halal baginya (layaklah) ditimpakan kepada mereka bencana.”Ditanyakan,apakah lima belas perkara itu wahai Rasulullah?
Rasulullah Saw bersabda: “Apabila…

1.Harta rampasan perang (maghnam) dianggap sebagai milik pribadi,

2.Amanah (barang amanah) dijadikan sebagai harta rampasan,

3.Zakat dianggap sebagai cukai (denda)
,
4.Suami menjadi budak istrinya (sampai dia)
,
5.Mendurhakai ibunya
,
6.Mengutamakan sahabatnya (sampai dia),

7.Berbuat zalim kepada ayahnya,

8.Terjadi kebisingan (suara kuat) dan keributan di dalam masjid (yang bertentangan
dengan syari’ah),

9.Orang-orang hina, rendah, dan bejat moralnya menjadi pemimpin umat (masyarakat),

10.Seseorang dihormati karena semata-mata takut dengan kejahatannya,

11.Minuman keras (khamar) tersebar merata dan menjadi kebiasaan,

12.Laki-laki telah memakai pakaian sutera,

13.Penyanyi dan penari wanita bermunculan dan dianjurkan,

14.Alat-alat musik merajalela dan menjadi kebanggaan atau kesukaan,

15.Generasi akhir umat ini mencela dan mencerca generasi pendahulunya;

Apabila telah berlaku perkara-perkara tersebut, maka tunggulah datangnya malapetaka berupa; taufan merah (kebakaran), tenggelamnya bumi dan apa yang diatasnya ke dalam bumi (gempa bumi dll)

kisah raja terbuang


Kisah Sufi Tentang Memaknai Isra’ Mi’raj : Sang Raja Yang Menjadi Orang Buangan

Dikisahkan ada seorang Sultan/Raja Mesir yang terkenal bijaksana konon mengumpulkan cerdik cendikia, ulama dan orang orang terpelajar, dan-seperti biasanya timbullah perdebatan sengit. Pokok masalahnya adalah peristiwa Mikraj Nabi Muhammad saw. Dikatakan, pada kesempatan tersebut Nabi Muhammad saw diambil dari tempat tidurnya, dibawa ke langit. Selama waktu itu beliau dapat menyaksikan Surga dan Neraka, dapat berbicara dengan Tuhan sembilan puluh ribu kali, mengalami berbagai kejadian lain--dan kemudian beliau dikembalikan ke kamarnya sementara tempat tidurnya masih hangat. Kendi air yang terguling karena tersentuh Nabi saw waktu berangkat, airnya masih belum habis ketika Nabi saw turun kembali.

Beberapa orang berpendapat bahwa hal itu benar, sebab ukuran waktu disini dan di sana berbeda. Namun Sultan Mesir itu menganggapnya tidak masuk akal.

Para ulama cendikia itu semuanya mengatakan bahwa segala hal bisa saja terjadi karena kehendak Tuhan. Namun penjelasan tersebut tetap saja tidak dapat tidak memuaskan hati sang Sultan.

Berita perbedaan pendapat itu akhirnya didengar oleh Guru Sufi terkenal masa itu, Syeikh Shahabuddin, yang segera saja menghadap sang Sultan. Sultan menunjukkan kerendahan hati terhadap sang guru sufiyang berkata, "Saya bermaksud segera saja mengadakan pembuktian. Ketahuilah bahwa kedua tafsiran itu keliru, dan bahwa ada faktor-faktor yang bisa ditunjukkan, yang menjelaskan cerita itu tanpa harus mendasarkan pada perkiraan ngawur atau akal, yang dangkal dan terbatas."

Di ruang pertemuan itu terdapat empat jendela. Sang Syeikh memerintahkan agar yang sebuah dibuka. Sultan melihat keluar melalui jendela itu. Di pegunungan nun jauh disana terlihat olehnya sejumlah besar perajurit menyerang, bagaikan semut banyaknya, menuju ke istana. Sang Sultan sangat ketakutan.

"Lupakan saja, tak ada apa-apa," kata Syeikh itu.

Ia menutup jendela itu lalu membukanya kembali. Kali ini tak ada seorang prajurit pun yang tampak.

Ketika ia membuka jendela yang lain, kota yang di luar tampak terbakar. Sultan berteriak ketakutan.

"Jangan bingung, Sultan; tak ada apa-apa," kata Syeikh itu. Ketika pintu itu ditutup lalu dibuka kembali, tak ada api sama sekali.

Ketika jendela ketiga dibuka, terlihat banjir besar mendekati istana. Kemudian ternyata lagi bahwa banjir itu tak ada.

Jendela keempat dibuka, dan yang tampak bukan padang pasir seperti biasanya, tetapi sebuah taman firdaus. Dan setelah jendela tertutup lagi, lalu dibuka, pemandangan itu tak ada.

Kemudian Syeikh meminta seember air, dan meminta Sultan memasukkan kepalanya dalam air sesaat saja Segera setelah Sultan melakukan itu, ia merasa berada di sebuah pantai yang sepi, di tempat yang sama sekali tak dikenalnya, karena kekuatan gaib Syeikh itu. Sultan marah sekali dan ingin membalas dendam.

Segera saja Sultan bertemu dengan beberapa orang penebang kayu yang menanyakan siapa dirinya. Karena sulit menjelaskan siapa dia sebenarnya, Sultan mengatakan bahwa ia terdampar di pantai itu karena kapalnya pecah. Mereka memberinya pakaian, dan iapun berjalan ke sebuah kota. Di kota itu ada seorang tukang besi yang melihatnya gelandangan, dan bertanya siapa dia sebenarnya. Sultan menjawab bahwa ia seorang pedagang yang terdampar, hidupnya tergantung pada kebaikan hati penebang kayu, dan tanpa mata pencarian.

Orang itu kemudian menjelaskan tentang kebiasaan kota tersebut. Semua pendatang baru boleh meminang wanita yang pertama ditemuinya, meninggalkan tempat mandi, dan dengan syarat si wanita itu harus menerimanya. Sultan itupun lalu pergi ke tempat mandi umum, dan di lihatnya seorang gadis cantik keluar dari tempat itu. Ia bertanya apa gadis itu sudah kawin: ternyata sudah. Jadi ia harus menanyakan yang berikutnya, yang wajahnya sangat buruk. Dan yang berikutnya lagi. Yang ke empat sungguh-sungguh molek. Katanya ia belum kawin, tetapi ditolaknya Sultan karena tubuh dan bajunya yang tak karuan.

Tiba-tiba ada seorang lelaki berdiri didepan Sultan katanya, "Aku disuruh kemari menjemput seorang yang kusut di sini. Ayo, ikut aku."

Sultanpun mengikuti pelayan itu, dan ia dibawa ke sebuah rumah yang sangat indah. Ia pun duduk di salah satu ruangannya yang megah berjam-jam lamanya. Akhirnya empat wanita cantik dan berpakaian indah-indah masuk, mengantarkan wanita kelima yang lebih cantik lagi. Sultan mengenal wanita itu sebagai wanita terakhir yang ditemuinya di rumah mandi umum tadi.

Wanita itu memberinya sambutan selamat datang dan mengatakan bahwa ia telah bergegas pulang untuk menyiapkan kedatangannya, dan bahwa penolakannya tadi itu sebenarnya sekedar merupakan basa-basi saja, yang dilakukan oleh setiap wanita apabila berada di jalan.

Kemudian menyusul makanan yang lezat. Jubah yang sangat indah disiapkan untuk Sultan, dan musik yang merdu pun diperdengarkan.

Sultan tinggal selama tujuh tahun bersama istrinya itu: sampai ia menghambur-hamburkan habis warisan istrinya. Kemudian wanita itu mengatakan bahwa kini Sultanlah yang harus menanggung hidup keduanya bersama ketujuh anaknya.

Ingat pada sahabatnya yang pertama di kota itu, Sultan pun kembali menemui tukang besi untuk meminta nasehat. Karena Sultan tidak memiliki kemampuan apapun untuk bekerja, ia disarankan pergi ke pasar menjadi kuli.

Dalam sehari, meskipun ia telah mengangkat beban yang sangat berat, ia hanya bisa mendapatkan sepersepuluh dari uang yang dibutuhkannya untuk menghidupi keluarganya.

Hari berikutnya Sultan pergi ke pantai, dan ia sampai di tempat pertama kali dulu ia muncul di sini, tujuh tahun yang lalu. Ia pun memutuskan untuk sembahyang, dan mengambil air wudhu: dan pada saat itu pula mendadak ia berada kembali di istananya, bersama-sama dengan Syeikh itu dan segenap pegawai keratonnya.

"Tujuh tahun dalam pengasingan, hai orang jahat" teriak Sultan. "Tujuh tahun, menghidupi keluarga, dan harus menjadi kuli: Apakah kau tidak takut kepada Tuhan, Sang Maha Kuasa, hingga berani melakukan hal itu terhadapku?"

"Tetapi kejadian itu hanya sesaat," kata guru Sufi tersebut, "yakin waktu Baginda mencelupkan wajah ke air itu."

Para pegawai keraton membenarkan hal itu.

Sultan sama sekali tidak bisa mempercayai sepatah katapun. Ia segera saja memerintahkan memenggal kepala Syeikh itu. Karena merasa bahwa hal itu akan terjadi? Syeikh pun menunjukkan kemampuannya dalam Ilmu Gaib (Ilm el-Ghaibat). Iapun segera lenyap dari istana tiba-tiba berada di Damaskus, yang jaraknya berhari-hari dari istana itu.

Dari kota itu ia menulis surat kepada Sultan: "Tujuh tahun berlalu bagi tuan, seperti yang telah tuan
rasakan sendiri; padahal hanya sesaat saja wajah tuan tercelup di air. Hal tersebut terjadi karena adanya kekuatan-kekuatan tertentu, yang hanya dimaksudkan untuk membuktikan apa yang bisa terjadi. Bukankah menurut kisah itu, tempat tidur Nabi saw masih hangat dan kendi air itu belum habis isinya?

Yang penting bukanlah terjadi atau tidaknya peristiwa itu. Segalanya mungkin terjadi. Namun, yang penting adalah makna kenyataan itu. Dalam hal peristiwa isra’ mi’raj itu menurut tuan Raja, tidak masuk akal dan tidak ada makna sama sekali. Namun dalam hal Nabi saw, peristiwa Isra’ Mi’raj itu sangatlah masuk akal dan banyak mengandung makna." Wallahualam bissawab

Catatan
========
Sahabatku rahimakumullah
Sebagaimana Rasulullah saw pernah menyatakan bahwa, setiap ayat dalam Quran memiliki tujuh arti, masing-masing sesuai untuk keadaan pembaca atau pendengarnya. Kisah ini, seperti macam lain yang banyak beredar di kalangan Sufi, menekankan nasehat Muhammad, "Berbicaralah kepada setiap orang sesuai dengan taraf pemahamannya."

===================================================
Dikutip dari Buku : K I S A H - K I S A H S U F I, Kumpulan kisah nasehat para guru sufi selama seribu tahun yang lampau, oleh Idries Shah (terjemahan: Sapardi Djoko Damono), Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984

Tanda Orang yang dilimpahi keberkahan


Telah kita katakan bahwa kita mesti beribadah kepada Allah lahir dan batin. Ibadah lahir disebut syariat. Ibadah batin disebut hakikat. Orang yang sudah melaksanakan syariat akan terlihat oleh kita tandanya yaitu mengucap dua kalimah syahadah, shalat, puasa, zakat, haji, membaca Al Quran, selawat, zikrullah, menutup aurat, menuntut ilmu, bersilaturrahim dan cara hidup lainnya yang diperintahkan oleh Allah SWT dengan meninggalkan (tidak melakukan) segala sesuatu yang dilarang oleh Allah.

Begitu juga orang yang melakukan ibadah batin, terlihat juga tanda-tandanya. Tanda-tanda itu tidak dapat dilihat oleh mata lahir kita, sebab tersembunyi di dalam hati.
Hal itu hanya dapat dilihat oleh orang itu sendiri dengan merasakan gerak dan arah perjalanan hati kita. Hati yang sudah melakukan ibadah berbeda dengan hati yang masih durhaka.

Untuk mengetahui perbedaan itu supaya kita dapat mengenal hati kita, apakah sudah taat atau masih durhaka, saya akan tunjukkan tanda-tanda atau sifat-sifat hati yang tinggi kedudukannya, yang dimiliki oleh orang-orang yang melakukan ibadah batin.

1. SYARIATNYA KUAT

Orang yang kuat beribadah batin pasti akan kuat pula ibadah lahirnya (syariat). Tetapi perlu diingat bahwa orang yang kuat syariat lahir saja belum tentu kuat ibadah batinnya.

Hal itu disebabkan pada diri kita, hati (jasad batin) adalah pemimpin sedangkan anggota-anggota lain (jasad lahir) sebagai pekerja. Kita makan karena hati kita menyuruh kita makan. Kaki dan tangan pun bekerja untuk mencari makanan. Kita hendak ke masjid adalah karena amalan hati kita. Kaki kita hanya menurut saja. Tetapi kalau hati tidak mau pergi walau masjid di sebelah rumah pun, kaki tidak akan melangkah pergi.

Begitu besarnya kuasa dan peranan hati dalam menentukan corak hidup kita. Sebab itu kalau hati sudah baik, taat menghambakan diri pada Allah, hati akan mengarahkan semua anggota lahir untuk tunduk menyembah kepada Allah SWT. Semua perintah Allah akan ditaati tanpa tanya jawab lagi. Semua larangan Allah akan ditinggalkan tanpa ragu-ragu.
Firman Allah : Terjemahannya : Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat." (Dan mereka berdoa), "Tuhan, kami mohon keampunanMu, dan kepadaMulah tempat kembali" (Al Baqarah : 285)

Shalat fardhunya baik, shalat sunat hajat dan lain-lain tidak ditinggalkan. Puasa sunat dianggap penting dan selalu dilakukan dengan senang hati. Membaca Al Quran, selawat, wirid, zikir, tahlil, tasbih dan tahmid dan lain-lain telah menjadi nyanyian rutin yang mengasyikkan. Berjuang untuk menyebarkan agama Allah terasa satu kewajiban yang mesti dilakukan sehingga tidak pernah jemu dan letih karena perjuangan.

Kuat berkorban harta, fikiran, waktu dan tenaga untuk membantu Islam dan umat Islam. Tidak bermewahan dengan rezeki pemberian Allah sekalipun halal dan hanya diambil sesuai keperluan saja. Kelebihannya diserahkan untuk jihad. Sebab itu rumahnya sederhana, pakaian, dan makan minum juga sederhana. Karena hatinya menyuruh tutup aurat maka ia akan melakukannya tanpa peduli apa yang dikatakan orang. Hatinya menyuruh berderma dan bersedekah maka ia akan melakukannya tanpa takut miskin dan bimbang pada hari depan. Hatinya menyuruh ia berjemaah sesama kaum muslimin maka ia pun ikut berjemaah tanpa ragu meninggalkan alam dan kawan di luar jemaah.

Karena hatinya menyuruh menghentikan pergaulan bebas maka ia akan berhenti tanpa takut kehilangan jodoh. Dan apa saja yang disuruh oleh hatinya, ia akan taat.
Hati yang taat dan takut pada Allah akan menyuruh kita mengikuti semua suruhan Allah. Tidak pernah terlintas dalam hati orang-orang soleh satu keinginan untuk durhaka pada Allah. Hatinya tidak pernah berencana untuk melakukan larangan Allah.

Sebab itu orang yang kuat ibadah batinnya, cukup kuat meninggalkan hal-hal yang haram, makruh dan syubhat. Tidak melakukan zina, tidak menipu, tidak minum arak, tidak berjudi, tidak mengambil pinjaman riba (bank) untuk membeli rumah atau mobil, tidak terlibat dengan suap, tidak berkhianat, tidak merokok, tidak mengumpat, tidak memfitnah, tidak bergaul bebas lelaki dan perempuan, tidak mubazir dan bermewah-mewah, tidak berfoya-foya, tidak terlibat dengan musik-musik haram, tidak bercintaan antara lelaki perempuan secara haram dan lain-lain.

Hati yang kuat dengan Allah akan melarang keras untuk terlibat dengan pekerjaan yang dikutuk oleh Allah. Hati yang sempurna ibadahnya akan menolak semua perkara yang dibenci Allah.
Tegasnya hanya hati kita yang bisa membetulkan diri kita dan hati juga yang bisa menjahanamkan kita. Kalau hati baik, tindakan kita akan baik. Dan kalau hati jahat, tindakan kita akan jahat juga.
Konsep 'hati baik' itu pun jangan disalah artikan. Jangan kita katakan, ''Tidak shalat pun tidak apa-apa, asalkan hati kita baik. Tidak menutup aurat pun tak apa, asal hati kita baik.''

Kalau kita katakan begitu, maka kita telah membuat dua kejahatan. Pertama kita telah berani membantah suruhan Allah karena shalat dan tutup aurat itu suruhan Allah. Kedua, kita menganggap hati kita baik, padahal hati kita masih durhaka pada Allah.

Hati yang tidak mau shalat atau tutup aurat itu adalah hati yang durhaka pada Allah. Hati yang baik adalah hati yang taat dan takut pada Allah. Bila hati taat maka kita akan mentaati seluruh perintah Allah. Bila hati kita baik kita akan kuat bersyariat.

2. MENDAPAT KEJERNIHAN ATAU KERINGANAN BATIN

Apabila seseorang hamba itu sudah mendapat kerohanian yang tinggi, hatinya (batinnya) akan menjadi suci dan ringan. Allah SWT berfirman :
Terjemahannya : Yaitu mereka yang memenuhi janji Allah dan tidak pula merusakkan perjanjian.(Ar Raad : 20)

Terjemahannya : Dan mereka menghubungi apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan (silaturrahim) dan mereka takut pada Tuhan mereka dan takut pada hisab yang buruk. (Ar Raad : 21)

Terjemahannya : Dan mereka juga bersabar dalam mencari keredhaan Tuhannya, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan pada mereka secara sembunyi atau secara terang-terangan. Dan mereka menutupi kejahatan dengan kebaikan. Mereka itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).(Ar Raad : 22)

Terjemahannya : (Yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang soleh di kalangan bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedangkan malaikat-malaikat masuk menemui mereka di semua pintu masuk. (Ar Raad: 23)

Terjemahannya : (Sambil mengucapkan) "Salam sejahtera karena kesabaran kamu", maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (Ar Raad : 24)

Apabila ruh sudah suci dan ringan maka hati terasa ringan untuk mentaati Allah. Nafsu kita akan berubah dari nafsu yang rendah kepada nafsu mutmainnah. Di waktu itu kita akan senantiasa merasa kita adalah hamba Allah, ingin hidup sebagai hamba dan rela menerima apa saja qada dan qadar Allah tanpa mempertanyakan lagi atau resah gelisah.

Untuk lebih jelas akan saya paparkan sifat-sifat hati yang saya maksudkan:
1. Rasa malu kepada Allah karena senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT.

2. Rasa takut dan hebat pada Allah karena terasa diri selalu berada dalam kuasa Allah, sehingga Allah bisa berbuat apa saja seperti sakit, miskin, mati dan lain-lain.

3. Selalu merasa berdosa pada Allah, bukan hanya di depan manusia karena ada kesalahan tersembunyi yang tidak dapat diketahui seperti dosa-dosa hati. Sebab itu dia selalu menangis seorang diri, bukan di depan orang, karena takut dosanya tidak terampuni.

4. Tidak menunda-nunda urusan dengan Allah karena hati selalu merasa kedatangan maut itu bisa terjadi kapan saja.

5. Setiap kali membuat kesalahan yang kecil hatinya merasa takut dan terhina di depan Allah, sehingga cepat-cepat meminta ampun kepada Allah SWT.

6. Setiap kali selesai beramal, hati merasa itu adalah karunia Allah, bukan kemampuan dirinya. Dia tidak merasa bangga karena merasa amalannya tidak sempurna. Karena itu ia mengharapkan belas kasihan dari Allah agar menerima amalannya.

7. Kalau Allah menentukan satu peristiwa terjadi pada dirinya, hatinya akan redha dengan apa yang terjadi tanpa kesal dan keluh-kesah. Dia sadar dirinya yang rendah layak menerima apa pun takdir Allah.

8. Setiap kali melihat pemandangan alam yang indah, hati segera merasakan kebesaran Allah.

9. Kalau dia mendapat kejayaan atau nikmat, hatinya segera merasakan bahwa itu adalah pemberian dari Allah bukan kemampuan sendiri. Karena itu dia merasa takut pada Allah, karena menyalahgunakan atau kurang mensyukuri nikmat yang diperoleh.

10. Kalau dia menderita kemiskinan atau tidak memperoleh nikmat, hatinya terasa tentram karena dia merasa bebas dari tanggungjawab untuk menjaga amanah Allah.

11. Kalau mendapat musibah seperti sakit, hati bisa merasa tenang karena merasakan bahwa bencana (musibah) adalah kifaraf (balasan) dosanya. Dia merasa lebih baik dihukum di dunia daripada dihukum di akhirat. Penderitaan di dunia adalah pengampunan dosa di akhirat.

12. Bila mendapat pujian, hati merasa tidak senang sebab pujian itu tidak layak baginya dan bisa merusak rasa kehambaannya.

13. Kalau dikeji atau dihina orang, hatinya merasa kasihan pada orang yang menghinanya dan segera memaafkan orang itu tanpa diminta. Dia merasa bahwa dosanya telah menyebabkan dia dihukum seperti itu. Kalau tidak begitu dia tidak akan mendapat pahala dari penghinaan itu. Sebab itu dia tidak berniat sama sekali untuk membalas perbuatan orang itu.

14. Dia selalu berlapang dada berhadapan dengan aneka ragam manusia dan kesusahan yang manusia timpakan ke atasnya.

15. Dia tidak bangga dengan nikmat, tidak gelisah dengan musibah, tidak merasa tenang dengan pujian dan tidak menderita dengan cacian. Hatinya selalu merasa sebagai hamba yang serba kekurangan dan sangat memerlukan Allah SWT dalam setiap keadaan.

16. Kalau dia melihat atau mengetahui orang membuat maksiat, dia bersyukur pada Allah karena dirinya selamat dari maksiat. Sebab itu dia tidak menghina orang itu bahkan dia merasa kasihan, ingin menolong dengan memberi nasihat. Bahkan dia tidak menaruh sangka jahat pada orang itu. Dia menganggap kesalahan itu adalah karena tidak tahu, lupa ataupun tidak sengaja.

17. Ketika berhadapan dengan orang yang memarahinya, dia tidak ikut marah dan tidak melawan berdebat sekalipun dia benar.

18. Bila berhadapan dengan kepandaian orang lain, dia akan menerima ilmu atau kebenaran sekalipun dari seorang kanak-kanak. Kalau bermuzakarah dia tidak memperlihatkan bahwa dirinya pandai sehingga tidak merasa bangga diri Kalau ada yang memuji orang lain di hadapannya dia tidak sakit hati sebab dia faham bahwa kuasa hak Allah yang melebihkan dan mengurangkan nikmat pada hamba-hamba-Nya.

19. Kalau ada orang lain menyelesaikan kerjanya, dia tidak menggerutu sebab dia merasa dia dibantu.

20. Kalau dia digemari oleh banyak orang, dia tidak merasa bangga sebaliknya dia bimbang kalau hal itu membuat dirinya riya'.

21. Dia tidak makan seorang diri. Kalau memberi bantuan pada seseorang, tidak di hadapan orang lain.

22. Beramal dan betul-betul beribadah karena Allah bukan lagi karena Syurga atau Neraka.

Sumber : Irdy
http://irdy74.multiply.com/recipes?&=&page_start=40

PEDE


tips supaya percaya diri

1. Coba pikirkan seseorang yang percaya diri dan mulailah berlaku, berucap dan berjalan seperti dia. Tirulah gaya dan sikap mereka. Hal itu berhasil bagi mereka; pastilah hal ini juga berhasil bagi Anda.

2. Pasanglah senyum Anda lebih banyak di bibir Anda. Hal ini bukan berarti memasang seringai yang nampak konyol di wajah Anda! Tetapi tersenyumlah ketika Anda melangkah ke jalan, ketika Anda bertemu orang dan biasanya akan terasa lebih bahagia meskipun Anda tidak merasa seperti itu.

3. Belajarlah dari masa lalu. Jangan buat diri Anda berkompetisi dengan yang dahulu, semuanya telah berlalu dan tidak akan kembali. Sebaliknya ambillah pelajaran untuk waktu mendatang.

4. Belilah bagi diri Anda baju baru, tatalah rambut Anda, perlakukan diri Anda untuk sesuatu yang baru. Hal ini akan membuat Anda merasa lebih baik dan memberi semangat bagi ego Anda.

5. Siapkah Anda untuk situasi apapun? Cukup siapkah Anda untuk menghadapi tantangan apapun yang dapat muncul? Siapkah Anda untuk meeting itu, presentasi itu, interview pekerjaan itu, ketika bertemu seseorang untuk pertama kalinya? Bila Anda tidak siap, segera persiapkan diri Anda.

6. Mainkanlah hingga sesuai dengan kekuatan Anda. Kenalilah di mana letak keberhasilan Anda dan ekspose diri Anda dalam kesempatan-kesempatan yang ada setiap kali itu muncul -- karena Anda sangat berhasil di dalamnya, maka Anda akan menjadi amat percaya diri.

7. Perbaiki kelemahan Anda. Kenali dan hargai apa saja kelemahan Anda dan taruhlah suatu rencana untuk memperbaikinya.

8. Belajarlah bagaimana berkata tidak kepada orang lain. Jangan takut, tidak ada yang perlu ditakutkan. Cukup perhatikan reaksi di wajah mereka setelah ucapan Anda untuk pertama kali dan tidak perlu Anda tarik lagi.

9. Selalu bersikap positif. Lihatlah lebih pada sisi ”mampu dilakukan” daripada ”tidak mampu dilakukan.” Anda telah menyelesaikan banyak hal dalam hidup dan Anda akan selesaikan lebih banyak lagi di masa mendatang.

10. Kuasailah pikiran-pikiran Anda setiap waktu. Apakah sebuah pemikiran? Hal ini hanyalah sebuah pertanyaan yang Anda tanyakan kepada diri Anda sendiri dan pemikiran adalah jawaban Anda. Bila Anda memikirkan pikiran-pikiran negatif, maka mungkin Anda sedang menanyakan pertanyaan negatif. Gantilah pertanyaan-pertanyaan Anda menjadi lebih positif.

11. Kapan saja Anda merasa pemikiran negatif datang, BERHENTI, BERPIKIRLAH dan ucapkanlah ”Apakah hal ini benar-benar penting di tengah-tengah skema segala sesuatunya?” Kebanyakan tidak. Banyak orang hidup dalam hal-hal yang minor.

12. Apakah engkau membiarkan perkataan orang lain mempengaruhi diri Anda? Keberatankah Anda akan apa yang mereka pikirkan tentang Anda? Ingatlah bahwa tidak ada siapapun dapat membuat Anda berpikir rendah diri tanpa Anda sendiri menciptakannya. Ini bukan apa yang mereka ucapkan kepada Anda yang menjadi masalah tetapi apa yang Anda ucapkan kepada diri Anda sendiri setelah mereka berhenti mengatakan bahwa hal itu adalah masalah. Ubahlah cara berpikir Anda.

13. Daftarkanlah kata-kata yang Anda pakai terus-menerus ketika Anda merasa gagal dan terganggu. Orang menggunakan kata-kata yang berbeda-beda untuk mengatakan hal yang sama dan bergantung kepada intensitas kata tersebut – hal ini dapat mempengaruhi percaya diri Anda. Gantinya berucap “Saya amat marah karena hal ini”, ucapkan “Saya agak terganggu.” Buatlah daftar kata-kata pengganti yang Anda pergunakan. Pastikan ada intensitas yang lebih rendah dan gunakanlah itu. Anda akan terkejut melihat hasilnya nanti.

14. Di akhir dari setiap hari daftarkanlah keberhasilan dan kesuksesan Anda sepanjang hari itu.

15. Hargailah hal-hal yang harus Anda syukuri dalam hidup Anda sekarang juga. Siapakah yang Anda kasihi? Siapakan yang mengasihi Anda? Siapakah yang Anda tolong?

16. Di setiap pagi hari saat Anda mandi mainkanlah dalam kepala Anda event-event hari itu seakan-akan sudah terjadi dan semuanya sukses. Visualisasikan semua meeting yang Anda miliki, orang-orang yang Anda ajak bicara, dan hasil-hasil yang akan terjadi. Bayangkanlah kesuksesan dan keyakinan diri dan akan jadi sesuai dengan yang Anda bayangkan.

17. Perbaiki bahasa tubuh Anda. Cara Anda menggerakkan tubuh Anda memiliki pengaruh yang amat besar kepada tingkat percaya diri Anda. Gerakkanlah tubuh Anda dengan semangat dan berjalanlah dengan kepala tegak, bahu terangkat seakan-akan Anda akan pergi ke suatu tempat yang amat penting. Merasa kurang percaya diri? Ubahlah bahasa tubuh Anda.

18. Emosi diciptakan oleh emosi. Sama seperti ada di usia 17 tahun, pastikan Anda bergerak kesana kemari dengan mudah dan konsisten. Hal ini menciptakan energi dan membuat darah Anda dipompakan ke seluruh tubuh Anda -- hal ini akan membuat Anda merasa lebih baik dan lebih percaya diri.

19. Belajarlah untuk membanggakan diri Anda sendiri. Ya, engkau mendengar perkataan saya! Perkatakan tentang pencapaian dan kesuksesan Anda lebih dari diri Anda saat ini.

20. Dan akhirnya – Anda hanya hidup satu kali, jadi kapan saja Anda merasa down cukup tanyakan kepada diri Anda dalam jangka waktu 10 atau 20 tahun -- akankah yang saya sedang kuatirkan sekarang benar-benar penting?

Tiap Malam


Langit dini hari selalu memikatnya.Bintang yang berkilauan di matanya tampak seumpama mata ribuan malaikat yang mengintip penduduk bumi. Bulan terasa begitu anggun menciptakan kedamaian di dalam hati.Ia tak bisa melewatkan pesona ayat-ayat Al'Qur'an yang maha indah itu begitu saja.jam tiga pagi menikmati keindahan surgawi . Keindahan pesona langit, bintang gemintang, dan bulan yang sedemikian fitri. "Di atas sana ada jutaan malaikat yang sedang berdzkir ."


"Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat menaungi mereka, ketentraman turun kepada mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka kepada para malaikat yang di sisiNya." Shahih Muslim (Kitab adz-Dzikr, Bab Fadhl al-Ijtima’ Ala adz-Dzikr, 4/2075, no. 2701)

"Jutaan malaikat itu mendoakan penduduk bumi yang tidak lalai. Penduduk bumi yang mau tahajjud saat jutaan manusia terlelap lalai." jutaan malaikat."Dan tatkala fajar merekah kemerahan di sebelah timur,hamba Allah masih saja berdzikir dan mengajaknya menikmati keindahan yang menggetarkan itu. Azan subuh selalu menggetarkan kalbunya. Alam seperti bersahut-sahutan mengagungkan asma Allah. Fajar yang merekah selalu mengalirkan ke dalam hatinya rasa takjub luar biasa kepada Dzat yang menciptakannya. Setiap kali fajar itu merekah ia rasakan nuansanya tak pernah sama. Setiap kali merekah selalu ada semburat yang baru. Ada keindahan baru. Keindahan yang berbeda dari fajar hari-hari yang telah lalu. Rasanya tak ada sastrawan yang mampu mendetilkan keindahan panorama itu dengan bahasa pena. Tak ada pelukis yang mampu melukiskan keindahan itu dalam kanvasnya. Tak ada! Keindahan itu bisa dirasakan, dinikmati dan dihayati

Langit dini hari selalu memikatnya kalbunya. Dan fajar yang merekah selalu mengalirkan kedalam hatinya rasa takjub luar biasa kepada Dzat yang menciptakannya. Hamba Allah masih saja berdiri di depan jendela kamarnya yang ia buka lebar-lebar. Ia memandangi langit. Menikmati fajar. Dan menghayati dzikir bersama hembusan angin alam yang mebawa nya ke tempat yang terindah . Dengan dibalu peci putihnya ia menikmati keindahannya dari jendela kamarnya. Ia hirup dalam-dalam aromanya yang khas. Tidak jauh berbeda. Aroma daun padi dari persawahan di desa. Goresan yang indah bernuansa surgawi. Angin pagi yang mengalir seju menyapa rerumputan yang bergoyang-goyang seolah bersembahyang.

Di kejauhan gurun terlintas beberapa penduduk sudah ada yang bergerak. Ada rombongan jama'ah ibu-ibu yang berjalan menapaki langkah nya menuju gurun . Mereka seumpama bidadari bidadariyang turun ke bumi bersama para malaikat pagi. Sebagian sedang shalat sunnah. Sebagian duduk membaca Al Quran. Sebagian yang lain duduk sambil berzikir. Jika para bidadari memiliki ratu, maka ratunya para bidadari yang mengagungkan asma Allah dimasjid itu.

Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’” (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

Semua jamaah mengumandangkan takbir bersama. Mengagungkan asma Allah. Masjid itu lalu menyatu bersama alam yang mengagungkan asma Allah pagi itu.

Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda, ''Tiada suatu hari bagi para hamba yang bangun pagi-pagi kecuali dua malaikat akan turun. Salah satu dari malaikat itu berkata, 'Ya Allah, berikanlah kepada orang yang bersedekah dengan pahalanya.' Malaikat yang kedua berkata, 'Ya Allah, berikanlah kerusakan pada orang yang kikir'.'' (HR Bukhari dari Abu Hurairah).

Hari terus berganti, roda kehidupan tak henti menggelinding. Manusia sebagai bagian dari alam yang terus bergerak ini, hendaknya bisa memanfaatkan momentum untuk mendapatkan kebaikan, dari hari ke hari.



Wasalam ....
***********************
Cairo . 01-07-2010
Andi .Muhammad