SLI

Super Learning of Islam (SLI)
Super Learning of Islam (SLI) mungkin merupakan satu system pendidikan yang jarang diketahui banyak orang. Secara umum system ini diambil dari mutiara kata Sayyidina Ali KArromallahu wajhah

Tidak akan dapat tercapai ilmu kecuali dengan ENAM ini :
Kecerdasan , merupakan satu modal penting yang harus dimiliki para pelajar diamanapun di dunia ini. Kecerdasan dalam hal ini tidaklah seeseorang harus memiliki IQ jenius atau superior, tetapi cukuplah dengan standar IQ yang memadai, seseorang sudah dapat menjalankan tugas studinya dengan baik dan lancar
High Motivation, dengan motivasi tinggi untuk terpacu mencapai sesuatu , meraih ilmu untuk diamalkan.
Patient, kesabaran dalam menempuh berbagai hal maupun rintangan – rintangan dalam pembelajaran sepanjang hidup.
Sarana dan Prasarana yang memadai. Jer basuki mawa bea.
Advice from Teacher. Irsyadul Ustadz. Petunjuk dari Ustadz. Menyadur dari untaian kata bijak , aku lupa darimana, Guru Pintar Mengajarkan Guru Ulung Memperagakan, Guru Besar Mengilhami.
LONG TIMe. Sepanjang zaman lah pembelajaran itu berlangsung. Dari ayunan sampai ke liang lahat …. For a lifetime.

SOULMATE

Soulmate

Secara otomatis dalam benak akan terlintas kata ‘cinta’. The never ending story .. begitulah kata sederhana untuk menggambarkan dimensi cinta ‘love dimension’ that affect to us.
Semenjak dari penciptaan Adam manusia pertama yang merasa kurang enjoy di surga karena merasa ‘alone and no one with him’. Dia bermunajat untuk dicipatakan ‘some one who know, someone who always with him, and someone who loves him’. Bergulirlah rantai – rantai cupid di muka bumi ini. Tanpa siti hawa tak akan turun Adam ke bumi ini, menyusuri dari Hindustan menuju Jeddah untuk menemui Hawa.
(at Tafsir Munir Li Ma’alimit Tanzil Dar El Fikr Vol I Hal 12)
Padahal kata ahli sejarah (arkeolog) bumi pada waktu itu hanya dihuni makhluk macam T-Rex, Raptor , burung pteorodon….etc.
Whatever lah kata mereka, yang jelas para ahli tafsir sudah sepakat jika Nabi Adam bersua kembali dengan Siti Hawa di padang Arafah , tepatnya tanggal 9 arafah yang sampai sekarang peristiwa monumental itu diabadikan dalam satu bentuk ritual yaitu “wukuf”…………
Dan yang menarik itu semua terjadi karena satu kata yaitu “cinta”……….

Tanpa cinta, Nabi Yusuf as tak akan mungkin jadi menteri pangan dan kemakmuran social di Mesir . …….kok ???????
Ya iya lah, orang awalnya Nabi Yusuf terkena “hot gossip” dengan siti Zulaikha sehingga beliau dipenjara dan raja mengetahui bakat “ clairvoyerces” yang terpendam dalam diri beliau
(Tafsir Al Maraghi Dar El Fikr Vol. II Hal 138 -144)

Tanpa cinta tak akan ada epos “ Rama Sinta”, “Romeo Juliet”, “Cleopatra” sampai yang terakhir baru – baru ini bisa melupakan SBY dari rencana kenaikan BBM, film AAC (Ayat – ayat Cinta) yang disadur dari Novel karya Habiburrahman El Shirozy ……ups sorry pak SBY ya.


SEcara garis besar dasar dari “soulmate” and cinta dapat dibagi menjadi dua garis besar:
Cinta Ghoiru Mukallaf (“Unrespectable Moslem”)
Soulmate dalam cinta semacam ini biasanya hanyalah beberapa hal yang gak penting gitu loch.. contoh sederhana anak kecil yang sangat mengidolakan seorang Uzumaki Naruto alam kehidupannya, maka soulmate dalam skala hidupnya pada saat itu adalah ang bocah srigala “Uzumaki Naruto”.
Coba piker, gak penting banget khan…………





Cinta Mukalallaf (“Respectable Moslem”)
Dalam hal ini bisa terbagi menjadi dua kategori

Unconditional Love
Cinta yang hanya berdasarkan feeling hati tanpa didasarkan fakta dan realita kehidupan sehari – hari. Seperti Rama Sinta yang kata orang “eternal flame of love” . maka soulmate Rama adalah Sinta dan demikian pula sebaliknya.

Conditional Love
Cinta yang berdasarkan fakta, realita dan knowledge yang memadai dari seorang pecinta. Dalam kasus ini Soulmate sangat variable tergantung pada intelegensi, emosi individu masing – masing…
Sebagai contoh seseorang bisa mengidolakan Adolf Hitler dedengkot Nazi yang terkenal dengan politik “lebensraum”nya………

Di lain sisi seseorang yang sudah wushul (take to the highest place) ,bagi dia gak ada soulmate kecuali sang Khaliq yaitu Allah swt………..
WONDERFUL !!!!

Yang jelas sepantasnya soulmate diberikankepada seseorang yang benar- benar mengasihi dan menyayangi kita sepenuh hati semisal Orang tua, para Nabi, sahabat dan tentunya ALLAH SWT…
Let’s find our Soulmate
Reach the highest level of Love !!!!!

me, architecture, children, da'wah

that circle i try to bound and bind

i need money for run
but i need love for live
i need Allah .... that must...

those things around me
can be blessings
but sometimes also can be problems....

mostly
i can't do them all by myself... as a single fighter

can't do..

i need partner, i need team
it is why ....the amal jama'i can do

cause by together, dreams can be true....


how many people can join with me to make those dreams come true
where's the people

come and join with me
dream and come to make it real together..........

children i love

i say i love my children
by opening pre-school for kids

but in reality
caause i am also busy in that school
my son and daughter seems jeaolusy

and they may feel i ignore them
and not much love them
oh god...

how i can handle all
kindly and well organized

love my own children

but also can make the school run well...

i need help
is there somebody out there can help me out...
i need a teacher for this school

so i can care my own children
so they can feel be loved much....

love and hate

love and hate
can't lie

i wonder how come
the two thing that looks opposite...
can be unity in one heart

sometime love
sometimes hate.....
i can't deny

this person
i hate ...
even my heart says
she should be loved
cause she is my husband's mom

but she's annoying
so how can't I hate her...



how come

bear lovely bear

here it is
somebody 's coming to my dream last night

guess who??
my husband.........

i feel so sad that it was just a dream
and then...

i feel missing him a lot.

friend

Good Dian, I am sorry for what happened last time and I could not go there to express my big condolence. But time will always be clocking........many things can be done.....many hopes must be tried to be reach......never loss hope and dream.....stay firm to see ahead.....Allah will see what we will do......and trust Allah for everything.......as His promise is always be true.............See your rainbow.....see the world rainbow...you will se how big is the world...............
 
that is a message from my friend, my boss , my teacher...
friend always care
i very appreciate it
thanks........

rainbow

i have rainbow in my life....
i start to use english again after a long time

hope it will increase and develop my languange ability

i will

dear all

couldn't talk more than i will survive
i will survive

di luar kehendak manusia

Ya Allah
Berikanlah anak-anakku kesehatan, kebahagiaan kemuliaan . amin

Ternyata matematika dan logika manusia sungguh terbatas.
Tidak bisa dimatematika semua hal karena ada kalanya yang kita anggap benar secara logika pada kenyataannya belum tentu begitu terjadinya….

Ketika aku momong hasan saja, fatimah aku titipkan kemarin sebelum lebaran. Eh hasan sakit. Logikanya kan kalau aku momong satu anak daripada dua, kan musti lebih ringan. Ternyata tidak juga.
Sekarang ini hasan nginep di rumah mas Uki, kakak sepupunya , sehingga aku momong Fatimahthok eh Fatimah sakit. Ya kan…. Ya begitu itu. Semua di luar kehendak manusia.

Makanya kembali Laa Haula walaa quwwata illa billahil aliyyil adziem
Semoga Fatimah lekas sembuh dan Hasan sehat – sehat.

Oh ya ….
Seperti biasa, kalau aku lupa bilang Insya Allah. Ya ternyata Allah mengingatkanku…………

Sudah berkali – kali lho, fi……… harusnya ingat! Ingat! Ingat!

Rabbana dhalamna anfusana wainlam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal khosirin.

pelangi


PELANGI KEHIDUPAN

Ada banyak hal dalam tiga hari ini yang bisa kubagi untuk dicaeritakan dan diambil pelajaran darinya. Olehku dan mungkin oleh yang lain juga.

Salah satunya adalah kisah seorang kawan yang setelah belasan tahun mengarungi pernikahan kemudian terpaksa menyudahiny karena tidak sejalan. Anehnya secara status resmi mereka tidak bercerai, masih tinggal serumah. Jadi semua orang lihatnya it’s ok.
Aneh khan ???? aku bilang ini gaya baru.
Pertimbangannya adalah supaya bebas tapi tetap aman…
Sudahlah tidak usah mencampuri urusan orang terlalu jauh.
Tapi.. yang jelas bisa diambil pelajaran adalah berkeluarga memang amanah yang sungguh pelik dan berat. Mitsaqan galidhan. Janji yang berat.

Berita baik aku dapat guru Bantu untuk PAUD Cahayaku. Kami seide dan bahkan rame berdiskusi dan mengembangkan mimpi – mimpi untuk kemajuan PAUD ini. Semoga saja tidak layu sebelum berkembang seperti yang terjadi padaku dengan partner-an di konsultan arsitek yang rame di awal dengan mimpi – mimpi, tapi sementara waktu ini melayu karena saling menggantungkan satu sama lain…dan satu proyek kecil tersendat pembayarannya karena klien ku mbandel. Of course ini cukup mengganggu trust dari rekananku, sementara aku tidak mengkomunikasikan apa yang terjadi sesungguhnya dengan baik.

Pelajarannya adalah komunikasi ku harus di improve.
Lebih baik jujur meski menyakitkan.
Juga belajar bicara yang diplomatis dan persuasive.

Begitulah.. seperti temanku bilang hidup adalah pelangi. Jadi bagaimanapun sulitnya semestinya dipandang indah. Amin.

Hasan dua hari ini dekat dengan budhe-nya. Istri kakak ipar yang kuceritakan itu.
Kubiarkan saja karena anakku memang butuh pelarian , mungkin dari diriku. Karena aku merasa aku bagaikan pemicu kemarahan dia.
Aku juga butuh pelarian sehingga tidak terlalu menuntut dan menekan anakku. Supaya kami sama – sama balance and netral. Begitukah ??? aku tidak tahu…………..

pusing

aku pusing hari ini
sutris...
hasan tadi nangis ndak mau pake baju

klienku belum mau bayar tagihan

temanku mungkin hilang trust atas kemampuanku

ank - anak di paud susah dikendalikan

why
semuanya tidak berjalan dengan baik..

pusing....

Penghibur



Ini dia si lucu fatimah yang selalu saja punya ide untuk bikin aku senyum.................

terima kasih sayang......

tafsir mimpi


MIMPI

Di mimpiku itu aku merasa seharusnya aku berada di menara
Yang dalam mimpiku terlihat sebagai menara masjid demak
Tapi dalam pikiranku itu menara kudus…

Aku seharusnya di menara itu
Juga semestinya aku memberi makan dua anak kecilku

Tetapi entah kenapa dalam mimpiku itu aku justru berada di tempat lain
Di sebuah rumah susun … mungkin…
Dengan menara itu tampak dari kejauhan
Dan perasaan bersalahku aku meninggalkan tugas memberi makan dua anak kecilku..


Agak – agaknya mimpi itu menggambarkan
Dilemaku
Antara ingin menghafal Alquran .. yang berarti naik ke puncak menara
Dan
Bekerja untuk nafkahi anak- anakku

Tapi yang terjadi adalah
Aku berada di tempat lain
Berusaha gabung dengan temanku untuk mewujudkan visi bisnis developer
Yang mungkin kurang dijiwai dengan semangat Qur’ani (karena kita bertiga jadi mestinya tiga pikiran tiga visi berbeda)
Dan sampai saat ini keefektifannya kurang sehingga darinya aku juga belum cukup menghasilkan nafkah untuk anak- anakku..


So..
Mestinya kemana aku harus melangkah ……..
Do you have an advice for me in this case????..

kematian dan misteri kehidupan




Misteri kehidupan juga pertanyaan – pertanyaan yang memenuhi benakku sejak kepergian Mas Halim meninggalkan dunia, aku dan anak- anak kami.
..........................................................................................................

Para Penipu Allah

PARA PENIPU ALLAH SWT
(Tanbihul Ghofilin)
Al Habib Hasan Al Jufri
Seorang sahabat bertanya pada Rosulullah SAW; Wahai Rosulullah!, amal apa yang bisa menyelamatkan (kami) besuk (hari kiamat)?, Rosulullah SAW menjawab: jika kamu tidak menipu Allah SWT. Mereka bertanya lagi: Bagaimana (mungkin) kami menipu Allah SWT?. Rosulullah SAW bersabda: Yaitu apabila engkau melaksanakan perintah-perintah Allah SWT (taat), namun dengan taat itu engkau masih mempunyai tujuan selain Allah SWT. Takutlah kalian dari perbuatan riya’ (pamer), karena riya’ itu termasuk perbuatan syirik pada Allah SWT. Sungguh orang riya’ kelak pada hari kiamat akan dipanggil di hadapan makhluk-makhluk AllahSWT dengan empat sebutan: YA KAFIR (Hai orang kafir), YA FAJIR (Hai orang yang bermaksiat), YA GHODIR (Hai penghianat), YA KHOSIR (Hai orang yang merugi), perbuatanmu sesat, pahalamu hangus, pada hari ini kamu tidak memiliki bagian sedikitpun (dari amalmu). Wahai penipu !, mintalah pahala dari orang yang engkau maksudkan ketika engkau beramal.
Bahkan Syekh Nasr bin Muhammad As Samarkandhi mengatakan bahwa; Barang siapa berharap untuk mendapatkan pahala amal di akherat, maka hendaknya dia memurnikan amalannya hanya karena Allah SWT semata, tanpa “dicemari” perasaan riya’, kemudian lupakan amalan tersebut, supaya nilai ibadahnya tidak hangus karena ‘ujub (membanggakan diri). Karena menjaga taat itu lebih sulit dari pada melaksanakannya.
Syekh Abu Bakar Al Wasithi juga mengatakan bahwa; menjaga ketaatan itu lebih berat dari pada melaksanakannya. Taat itu di ibaratkan seperti kaca, cepat (mudah) pecah, dan tidak bisa ditambal. Demikian juga amal ibadah (taat), jika amal sudah “tercemar” riya’ atau ‘ujub, maka amal itu akan hancur (tidak bermanfaat).
Apabila ada seseorang melaksanakan suatu perbuatan, dan takut timbul riya’ dari dalam dirinya, maka hendaknya dia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengeluarkan perasaan riya’ dari dalam hatinya. Jika ternyata masih belum mampu melenyapkan riya’ dari dalam hatinya, maka hendaknya dia tetap melaksanakan amalan tersebut, dengan disertai istighfar, ,mohon ampunan pada Allah SWT, atas sifat riya’ yang masih melekat pada amal ibadahnya. Dengan demikian, semoga Allah SWT menunjukkan jalan menuju ikhlas pada amal ibadah yang lain.
Syekh Fudhail bin Iyadl mengatakan : meninggalkan amal karena manusia adalah riya’, dan berbuat amal karena manusia adalah syirik. Syekh As Siriy As Saqthi juga mengatakan : Barang siapa menghiasi dirinya untuk manusia dengan sesuatu yang tidak ada pada manusia, maka dia gugur dari pandangan Alah SWT.
Pada hakekatnya, orang yang menipu Allah SWT itu menipu dirinya sendiri. Mereka tertipu dengan amal yang dilakukannya selama ini. Mereka mengira telah mengumpulkan banyak pahala. Namun sayang,hanya karena niat mreka tidak ditujukan pada Allah SWT, amal ibadah yang melelahkan dan menyita waktu itu tidak mempunyai nilai di hadapan Allah SWT. Semoga Allah SWT selalu membimbing hati kita untuk selalu taat kepada-NYA dengan hati yang tulus ikhlas. Amin.




HADITS QUDSI.


Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
Barang siapa mencari katenaran dengan amalnya, ia seperti orang yang mengusung air dipunggungnya ke gunung, ia letih dan lelah, namun tidak sedikitpun amalnya diterima.
Wahai anak cucu Adam, ketahuilah, sesungguhnya AKU tidak menerima amal kecuali yang ikhlas ditujukan kepada-KU ,maka bahagialah orang-orang yang ikhlas .
Wahai anak cucu Adam, jika kau melihat orang miskin mendatangimu, maka katakanlah; selamat datang tanda kaum sholihin. Bila engkau melihat orang kaya mendatangimu, ,maka katakanlah; dosa yang dipercepat balasannya,dn jika engkau melihat seorang tamu yang terpenjara disana, katakanlah; aku berlindung dari syetan yang terkutuk.
Wahai anak cucu Adam, harta adalah milik-KU, kau adalah hamba-KU, dan tamu adalah utusan-KU, tidak takutkah engkau bila KUcabut nikmat-KU darimu ?. Rezeki adalah rezeki-KU, syukur adalah bagianmu, namun manfaatnya kembali kepadamu, tidakkah kau syukuri nikmat yang KUberikan kepadamu ?
Wahai anak cucu Adam, jangan bergantung pada makhluk semisalmu, nanti kau (nasibmu) KUgantungkan padanya. Janganlah bersikap sombong kepada makhluk-KU, karena kau bermula dari nuthfah (air sperma), dan AKU mengeluarkannya dari tempat keluarnya kencing, “dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan”. (At Thoriq/ 86:7).
Janganlah kau melihat pada apa yang KUharamkan kepadamu, karena yang pertama kali akan dimakan cacing adalah kedua biji matamu. Ketahuilah, kau akan dihisab atas dasar simpati dan rasa cinta, dan ingatlah kedudukanmu nanti, karena AKU tidak akan lalai sekejap pun dari bisikan hatimu. Dan sesungguhnya AKU Maha Mengetahui segala yang tersembunyi di dada.
(di nukil dari kitab” Al Mawaidz FiAl Ahadits Al Qudsiyyah”.)

kata mutiara:
· Seburuk-buruk manusia adalah orang yang rela agamanya hancur untuk membangun dunianya.
· Seburuk-buruk manusia adalah orang yang tidak peduli dilihat manusia ia berbuat keburukan.
· Seburuk-buruk manusia adalah orang yang dikerumuni manusia karena keburukannya.

Orang Munafik

ORANG MUNAFIQ
Habib Hasan Al Jufri

Diantara makhluk-makhluk Allah SWT, manusia adalah makhluk yang diciptakan dalam wujud yang paling sempurna. Selain diciptakan dengan bentuk tubuh yang sangat indah dan menarik, manusia juga diberikan anugrah yang sangat besar, ,yaitu nafsu dan akal. Berbeda dengan manusia, para Malaikat hanya dianugrahi akal tanpa mempunyai nafsu; sehingga tidak ditemukan satupun dari para Malaikat yang melanggar perintah Allah SWT. Dalam surat At Tahrim, ayat : 6, Alah SWT berfirman : “ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ; penjaganya Malaikat-Malaikat yang kasar dan keras, yang tidak mendurhakai Allah SWT terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Demikian juga , Allah SWT hanya memberikan nafsu pada hewan/ binatang, sehingga Allah SWT tidak menerapkan aturan, perintah atau larangan, pada komunitas hewan. Hal ini disebabkan karena perintah dan larangan bisa diterapkan jika terlebih dahulu diterima dan di analisa oleh akal pikiran.
Mungkin karena pemberian anugrah yang besar inilah , Allah SWT kemudian memilih manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi, ,agar bumi menjadi makmur dan sejahtera.Dalam menjalani kehidupan sebagai khalifah di bumi, banyak diantara manusia yang berhasil menjadikan akalnya sebagai “komandan” dan nafsu sebagai “ pasukannya”. Sehingga perbuatan mereka terlaksana karena mendapat perintah dari akal (yang mendapat bimbingan, hidayah, dan taufiq dari Alah SWT), bukan nafsu, dan kemaslahatan (kebaikan) akan terwujud. Namun tidak sedikit pula dari manusia yang justru menjadikan nafsunya sebagai “komandan” dan akal sebagai “pasukannya”, Sehingga perbuatan yang dilakukan anggota tubuh merka mustahil akan membawa kemaslahatan. Hal ini disebabkan karena nafsu selalu mendorong untuk berbuat kejelekan/ kerusakan.
Kejelekan/ kerusakan amal perbuatan yang dilakukan manusia ini ada yang hanya berimbas pada dirinya sendiri, dan ada yang juga berimbas pada orang lain; misalnya seperti: mencuri, mengadu domba, dan perbuatan-perbuatan nyata lainnya yang menimbulkan kerusakan. Adapun kerusakan amal yang hanya kembali untuk dirinya sendiri, misalnya seperti; sombong, riya’ (pamer), munafiq, dan penyakit hati lainnya. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa orang riya’ dan munafiq ketika beramal, ,mereka sedikitpun tidak mendapat balasan amal kelak di akherat. Meskipun demikian, namun seringkali amal yang mereka kerjakan membawa manfaat bagi orang lain, sehingga kehidupan di dunia ini bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Disebutkan dalam sebuah ungkapan ; Bahwasanya dunia akan rusak ketika orang-orang yang riya’ telah meninggal dunia. Mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, seperti; membangun madrasah, pesantren, dan masjid, yang mana bangunan-bangunan tersebut bermanfaat bagi masyarakat banyak. Oleh sebab itu, andaikan saja dalam membangun tersebut dia bertujuan riya’, namun dengan adanya do’a dari seorang muslim yang ikhlas, maka orang tersebut tetap akan mendapatkan manfaat dari amalnya, berkat do’a orang muslim yang ikhlas tadi.
Salman Al Farisi r.a berkata : Allah SWT mengokohkan kekuatan orang-orang yang beriman dengan kekuatan orang-orang munafiq, dan menolong orang-orang munafiq dengan do’a orang-orang yang beriman. Lebih lanjut Syekh Nasr bin Muhammad As Samarkandhi mengatakan : bahwa orang munafik itu ada dua macam ;
1. Orang yang menjalankan kewajiban hanya ketika dilihat orang lain, ketika tidak ada orang lain yang melihat, mereka tidak melakukan kewajibannya. Orang yang demikian ini termasuk orang munafiq sejati yang diancam Allah SWT dengan di tempatkan di neraka yang paling bawah, yaitu neraka hawiyah. 2. Orang yang menjalankan kewajiban dengan sangat baik dan sempurna ketika dilihat orang lain, namun ketika tidak ada orang yang melihat, mereka tetap menjalankannya namun tidak sempurna dan tidak baik (asal-asalan). Maka orang yang dedmikian ini kelak akan di hisab, di tanya Allah SWT, dan mereka tidak mendapatkan kelebihan pahala dari amal yang mereka lebihkan (sempurnakan) ketika dilihat orang lain.
Semoga Allah SWT menyelamatkan hati kita dari berbagai penyakit hati yang menyebabkan kegagalan dalam meraih kenikmatan kekal di akherat nanti. Amin.


Hadits Qudsi

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

Wahai anak cucu Adam, berkhidmahlah kepadaKU, ,karena AKU menyukai siapapun yang berkhidmah kapadaKU, dan AKU akan meminta hamba-hambaKU untuk berkhidmah kepadanya. Sesungguhnya kau tidak tahu seberapa besar maksiat yang telah kau lakukan di masa lampaumu, dan kau tidak juga tahu seberapa besar maksiat yang masih akan kau lakukan di masa depanmu, karena itu jangan lupakan AKU, karena AKU berkuasa untuk berbuat sekehendakKU. Sembahlah AKU, karena sesungguhnya kau adalah hamba yang hina dan AKU adalah Tuhan yang mulia. Kalau saudara-saudaramu dan para kecintaanmu dari anak cucu Adam dapat mencium bau dosamu dan mereka mengetahui apa yang AKU ketahui, niscaya mereka tidak akan duduk atau berdekatan denganmu. Bagaimana tidak ? sebab, dosa-dosa itu setiap hari semakin bertambah, sedang umurmu setiap hari berkurang sejak kau dilahirkan ibumu.
Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya AKU melihatmu dengan ‘afiyah , dan AKU menutupi dosa-dosamu. AKU tidak butuh kepadamu, sedangkan kau terus bermaksiat kapadaKU, padahal kau butuh kapadaKU.
Wahai anak cucu Adam, sampai kapan kau selalu bersepakat (dengan makhlukKU ? ) kau bina urusan duniamu padahal ia fana, dan kau hancurkan urusan akheratmu padahal ia abadi.
Wahai anak cucu Adam, kau selalu bersepakat deengan makhlukKU dan takut pada kemarahan mereka.
Wahai anak cucu Adam, kalau penghuni langit dan bumi memohonkan ampunan bagimu, maka sudah seyogyanya kau menangisi dosa-dosamu, karena kau tidak tahu dalam keadaan apa kelak kau menemuiKU
Wahai Musa bin Imran, dengarlah apa yang KUkatakan, dan kebenaranlah yang KUkatakan, bahwasanya tidak beriman seorangpun dari hamba-hambaKU sebelum ia memberikan rasa aman kepada manusia dari keburukan, kedholiman, tipu daya, adu domba, kekejian dan kedengkiannya.
Wahai Musa, katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” ( Al Kahfi/ 18: 29).

tanbihul ghofilin

INTINYA ILMU
(Tanbihul Ghofilin)
Habib Hasan bin Abdurrahman Al Jufri

Dalam sebuah hadits Nabi SAW disebutkan bahwa menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap orang muslim, laki-laki maupun permpuan.Dari hadits tersebut mungkin akan timbul pertanyaan dalam diri kita; apakah kita yang nota benenya sebagai seorang muslim/ muslimah sudah melaksanakan kewajiban menuntut ilmu ?, jika sudah, berarti kita sudah berupaya menjadi muslim yang sejati. Namun jika belum, tentunya setiap hari Malaikat pencatat amal akan sibuk “mengoleksi” catatan dosa untuk kita. Hal ini di sebabkan karena dengan meninggalkan menuntut ilmu berarti meninggalkan kewajiban, dan barang siapa meninggalkan kewajiban berarti melaksanakan kemaksiatan, dan barang siapa melaksankan kemaksiatan, maka akan dicatat sebagai dosa. Selanjutnya mungkin juga akan muncul pertanyaan lagi, ; apakah ilmu yang tersebar di muka bumi ini harus kita pelajari semua ?, atau sudah gugurkah kewajiban menuntut ilmu dengan belajar di tempat-tempat kursus, atau sekolah-sekolah formal yang bersifat umum?
Ternyata ilmu yang dimaksud sebagai suatu hal yang wajib dicari kaum muslimin adalah ilmu yang dibutuhkan untuk melaksanakan perintah-perintah Allah SWT, dan menjauhi larangan-larangan-NYA (pelaksanaan ibadah wajib). Hal ini disebabkan karena suatu ibadah tidak akan diterima sebagai suatu ibadah jika pelaksanaannya tanpa didasari dengan ilmu. Sedangkan Allah SWT menciptakan manusia di dunia ini di maksudkan agar beribadah kepada-NYA. Allah SWT berfirman dalam surat Ad Dzariyat, ayat 56 : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KU”
Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa semua ilmu yang kita cari hendaknya ilmu yang bisa lebih mendekatkan diri kita pada Allah SWT. Barang siapa bertambah ilmunya, tapi tidak bertambah hidayah (petunjuk) pada dirinya, maka antara dia dengan Allah SWT tidak akan bertambah, kecuali bertambah jauh, Wal ‘iyadzu billah.
Syekh Nasr bin Muhammad As Samarkandh menuqil sebuah hadits yang diriwayatkan Syekh Abdullah bin Masur Al Hasyimi : Ada seorang laki-laki datang pada Rosulullah SAW dan berkata; Saya datang kepada engkau, agar engkau memberi tahu kepadaku tentang ghoroibul ilmi (aneh-anehnya ilmu/ ilmu-ilmu yang masih asing). Nabi SAW bertanya; Apa yang telah kamu perbuat pada intinya ilmu?, orang tadi kembali bertanya; Apa itu intinya ilmu?, Nabi SAW berkata; Apakah kamu mengenal Allah ‘Azza wa Jalla?, di jawab; Ya, aku mengenalnya.Nabi SAW bertanya; Apa yang kamu lakukan untuk memenuhi hak-hak-NYA?, orang tadi menjawab; Ma Sya Allah (Allah berkehendak terhadap segala sesuatu).Nabi SAW).Nabi SAW bertanya lagi; Apakah kamu tahu kematian?, dijawab; Ya, aku mengetahuinya (bahwa kematian pasti akan menghampiri siapapun yang bernyawa), Nabi SAW berkata; Apa yang kamu persiapkan untuk menyambut kedatangannya?, orang tadi menjawab: Ma Sya Allah . Kemudian Nabi SAW berkata: Pergilah, dan fikirkan semua (yang telah aku sampaikan), setelah itu kembalilah kepadaku, sehingga aku akan ajarkan kepadamu tentang Ghoroibul Ilmi . Setelah waktu berjalan beberapa tahun, orang laki-laki tadi kembali mendatangi Nabi SAW, lalu Nabi SAW menasehati orang tersebut; Apapun yang tidak kamu sukai/ harapkan jika terjadi pada dirimu, maka hendaknya kamu juga jangan berharap hal itu terjadi pada saudaramu muslim, dan apapun yang kamu sukai/ harapkan bisa terjadi pada dirimu, maka hendaknya kamu juga berharap hal itu bisa terjadi pada saudaramu muslim, dan hal inilah termasuk Ghoroibul Ilmi .
Kemudian Nabi SAW melanjutkan nasehatnya; bahwa persiapan untuk menyambut kematian adalah intinya ilmu, maka lebih utama jika seseorang selalu sibuk dalam mempersiapkan kamatian. Barang siapa dikehendaki Allah SWT untuk mendapatkan petunjuk-NYA, maka DIA akan melapangkan dadanya dengan islam. Dan barang siapa di kehendaki Allah SWT menjadi orang yang tersesesat. maka DIA akan menyempitkan dadanya dengan kesusahan (pada islam). Adapun ciri orang yang hatinya di sinari dengan nur islam yaitu apabila orang itu menjauh dari duniawi dan kembali (mendekat) pada kehidupan yang kekal / ukhrowi, serta mempersiapkan datangnya kematian. Semoga Allah SWT mengakhiri kehidupan kita dengan akhir yang bagus dan terpuji (Khusnul Khotimah). Amin.



HADITS QUDSI

Allah ‘Azza wa Jalla Berkata:

Wahai anak cucu Adam, letakkan tanganmu di dadamu, apa yang kau sukai untuk dirimu, kau juga harus menyukainya untuk orang lain.
Wahai anak cucu Adam, tubuhmu lemah dan lisanmu ringan, hatimu angkuh.
Wahai anak cucu Adam , puncak tujuanmu adalah kematian, maka beramallah sebelum kematian itu mendatangimu.
Wahai anak cucu Adam, AKU tidak menciptakan anggota tubuh tanpa menciptakan lebih dahulu rezeqinya.
Wahai anak cucu Adam, kalau kau KUciptakan buta, kau pasti menyesal tidak memiliki penglihatan. Kalau kau KUciptakan tuli, kau pasti menyesal tidak memiliki pendengaran. Maka sadarilah besarnya kenikmatan yang KUberikan kepadamu, bersyukurlah kepada-KU, ,karena kepadaKU kau akan kembali.
Wahai anak cucu Adam, apa yang telah KUbagikan kepadamu, janganlah kau bersusah payah mencarinya. Semua (rezeki) yang KUtetapkan bagimu akan mencarimu sehingga rezeki itu menemukanmu.
Wahai anak cucu Adam, janganlah kau bersumpah palsu dengan namuKU, barang siapa bersumpah palsu akan KUmasukkan ke dalam neraka.
Wahai anak cucu Adam, jika kau makan rezekiKU, ,ikutilah dengan ketaatan kepadaKU.
Wahai anak cucu Adam, jangan kau menuntutKU atas rezeki esok, karena AKU tidak akan menuntutmu atas amalan esok (belum kau lakukan).
Wahai anak cucu Adam, AKU rela dengan sedikit amalmu, tapi kau tidak rela dengan banyak rezekiKU.
Wahai anak cucu Adam, beramallah untuk dirimu sebelum datangnya kematian. Janganlah kau tertipu oleh kesalahan-kesalahan, karena kesalahan itu meninggalkan bekas yang jelas, dan janganlah kehidupan dan angan-angan panjang melalaikanmu dari taubat, karena pada akhirnya kau pasti menyesal ketika penyesalan itu tidak bermanfaat lagi bagimu.

Dibalik Nikmat ada Musibah

Di Balik Nikmat Ada Musibah
( Tanbihul Ghoilin )
HB. Hasan Al Jufri

Allah SWT menciptakan segala yang ada di muka bumi ini dengan berpasang – pasangan, laki – laki dan perempuan, siang dan malam, senang dan susah, nikmat dan musibah, positif dan negative, adalah sebagian contoh dari makhluk Allah SWT yang berpasang – pasangan. Dengan keadaan yang berpasang – pasangan inilah Allah SWT menjadikan kehidupan di muka bumi menjadi makmur dan berjalan dengan normal. Orang bisa menikmati media elektronik saja harus melalui makhluk yang berpasangan, yaitu arus positif dan negative. Bahkan untuk mendapatkan “ Kunci Surga “ seseorang harus menanamkan pada dirinya dua hal yang berpasangan, “ laa ilaaha illa Allah “ Lafadz “ Laa ilaaaha “ dalam tata bahasa arab di sebut kalimat nafi ( negative ), “ Illa Allah “ di sebut kalimat mutsbat ( kalimat positif ). Jika dua kalimat (positif dan negative) ini sudah tertancap kuat di hati seseorang, dia akan mampu menghasilkan “ tenaga “ yang luar biasa (besar) untuk taat pada Allah SWT. Sehingga kenikmatan hakiki (surga) akan diperoleh dengan ridlo-Nya.
Nikmat dan musibah merupakan salah satu dari makhluk Allah SWT yang bersifat ikhtiari ( bisa di usahakan manusia ), namun tetap atas izin Allah SWT.
Termasuk ujian dari Allah SWT, terkadang seorang hamba diberi kenikmatan yang ternyata dibelakangnya menjadikan hamba tersebut celaka/ hina. Salah seorang ulama’ mengatakan bahwa : jika Allah SWT ingin mencelakakan seseorang, maka Allah SWT akan memberikan padanya 3 hal :
Allah SWT akan menganugrahkan ilmu padanya, namun mencegah untuk mengamalkan ilmunya. Syekh Al Imam Ibnu Ruslan, dalam kitab Zubad-nya menyatakan bahwa : orang ‘alim (berilmu) yang tidak mengamalkan ilmunya, maka kelak akan di siksa, sebelum Allah SWT menyiksa para penyembah berhala.”
Hendaknya penjelasan ini bisa menjadi dorongan bagi kita untuk lebih semangat dalam menuntut ilmu, dan mengamalkan setelah mendapatkannya. Karena amalan yang tanpa di dasari ilmu akan ditolak dan tidak di catat sebagai amal ibadah.
Allah SWT akan menganugrahkan padanya kesempatan untuk bisa berkumpul bersama orang – orang sholeh, namun menghalangi untuk mengetahui hak-hak kaum sholihin Orang yang mencintai amalan kaum sholihin dapat di golongkan sebagai pecinta kaum sholihin. Dan barang siapa cinta pada kaum sholihin, maka dia akan memperoleh banyak manfaaat, di dunia daan akherat. Tersebut dalam sebuah Hadits: “Barang siapa tidak menghormati orang tua diantara kami, tidak menyayangi anak muda diantara kami, dan tidak memberikan hak-hak orang ‘Alim diantara kami, maka dia tidak termasuk dalam golongan kami (Umat Nabi Muhammad SAW)”
Allah SWT akan membukakan untuknya pintu taat, namun menghalangi keikhlasan dalam beramal. Ikhlas merupakan penjernihan perbuatan dari campuran semua makhluk, atau pemeliharaan sikap dari pengaruh – pengaruh pribadi.
Syekh Nasr Bin Muhammad As Samarkandi mengatakaan bahwa : “kerusakan – kerusakan” tersebut di atas bisa terjadi karena niat yang rusak dan hati yang kotor. Apabila niatnya benar, hatinya bersih, maka Allah SWT akan menganugrahkan pada orang tersebut berupa ilmu yang bermanfaat, amalan yang ikhlas dan mengetahui kemuliaan orang – orang sholeh, sehingga bisa memenuhi hak – hak kaum sholihin.
Semoga Allah SWT selalu membimbing kita untuk melaksanakan malan-amalan yang di Ridloi-NYA, dan memberikan keselamatan kita di dunia dan akhirat. Amiin…

Rosulullah SAW, Sang Pembawa Perdamaian Dunia

Alhamdulillah, di hampir penghujung bulan kelahiran Nabi SAW (R.Awal) ini, kita masih akrab dengan lantunan shalawat dan puji-pujian untuk makhluk yang paling mulia dalam segala hal, Rosulullah SAW. Beliau SAW memang sudah meninggalkan kita lebih dari 1400 tahun, namun kemuliaan dan ajaran-ajaran yang beliau terapkan pada umat manusia tidak akan pernah sirna sepanjang masa. Pekertinya patut dijadikan tauladan oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun berada.
Ketika tidak ada agama (yang dipeluk) dan tidak ada tuhan yang disembah manusia, selain hanya sekumpulan patung dari batu atau kayu yang mereka puja dan sembah, padahal patung-patung itu tidak dapat memberi manfaat atau menimpakan bahaya pada mereka; ketika si kuat memangsa si lemah dan si kaya mendholimi dan menindas si miskin; seseorang biasa menyakiti tetangganya dan tangan-tangan panjangpun deengan ringannya mencuri milik orang lain.
Ketika khamr (minuman keras) diminum secara terang-terangan; lidah terbiasa berdusta dan kesaksian palsu merajalela; ketika anak-anak yatim dihinakan; ketika tangisan-tangisan bayi perempuan terdengar semakin keras, memohon pertolongan seseorang yang akan menyelamatkan mereka dari kekejaman sang ayah yang hendak mengubur mereka hidup-hidup, maka saat itu hati mereka benar-benar merindukan sosok yang akan menyelamatkan mereka dari kenyataan yang menyedihkan dan kekejaman yang menimpanya. Ketika para penghuni Jazirah Arab hidup tanpa hati nurani, orang-orang merdeka diperbudak, dan harta-harta anak yatim dimakan secara tidak halal; ketika semua itu terjadi, sosok yang terpercaya, Muhammad SAW lahir di tengah-tengah mereka dengan membawa misi Ilahiyyah, untuk kedamaian dan ketentraman umat manusia.
Dengan pekertinya yang sangat mulia, Beliau SAW mampu menarik simpatik masyarakat jahiliyyah Arab yang terkenal sangat biadab, kejam dan keras kepala. Beliau SAW menerapkan norma-norma agama dan kemanusiaan dengan cara yang santun, dengan harapan agar umat manusia hidup dengan rukun, saling tolong-menolong, saling menyayangi dan menghormati, serta yang paling penting adalah mengenal Allah SWT sebagai satu-satunya DZAT yang berhak untuk disembah. Sehingga Allah SWT menurunkan barokah dalam kehidupan mereka, dan kesejahteraan hidup-pun bakal terwujud.
Maka tidak heran jika nama Nabi Muhammad SAW terukir dengan tinta emas di deretan paling atas dari tokoh-tokoh sejarah dunia, selalu dipuja sepanjang masa, menjadi makhluk Allah SWT yang paling mulia, dan diantara umat para Nabi, umat Nabi Muhammad SAW merupakan umat yang paling mulia, karena Nabinya merupakan Nabi yang paling mulia.
Allahumma Sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad, Wa ‘Alaa aalihi Wa Shohbihi Wa Sallim.

Rahmat Allah

RAHMAT ALLAH SWT MAHA LUAS
Oleh : Habib Ghozy bin Syihab

Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqoroh; 62 : “ Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang yahudi, orang-orang nasrani, orang-orang shabi-in, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman pada Allah SWT, hari kemudian, dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak(pula) mereka bersedih hati.”
Pada ayat diatas , Allah SWT hanya menyebut dua rukun iman, namun pada hakekatnya sudah mencakup rukun iman secara keseluruhan. Karena iman pada Allah SWT harus di ikuti iman pada para Rosul, para Malaikat, Kitab-Kitab, dan semua ketetapan (taqdir) Allah SWT. Adapun iman pada hari akhir meliputi iman pada adanya kebangkitan dari kubur, Mizan, Shirath, dan semua yang berhubungan dengan hari akhir yang sudah banyak di jelaskan oleh para Ulama’.
Pada beberapa ayat sebelumnya, Allah SWT banyak menyinggung tentang kekufuran kaum Bani Israil. Mereka diberikan anugrah yang melimpah, namun bukanya bersyukur, tapi mereka justru mengingkari nikmat tersebut, dan bahkan menggunakanya untuk bermaksiat pada Alah SWT. Oleh sebab itu Allah SWT mengganti limpahan nikmat tersebut dengan adzab yang pedih.
Selanjutnya pada ayat 62 dari surat Al Baqoroh ini, Allah SWT masih terus melimpahkan Rahmat-NYA pada seluruh makhluk. Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang tidak begitu saja menutup pintu Rahmat dan Taubat-NYA bagi semua hamba yang masih berbuat maksiat. Sebelum ruh sampai tenggorokan (menjelang ajal), Allah SWT masih membuka kesempatan untuk bertaubat bagi hamba-hamba yang ingin kembali ke jalan-NYA, -mumpung masih ada waktu, mari kita berataubat dengan sungguh-sungguh-. Pada ayat ini, Allah SWT menyebut empat kelompok beragama yang ada pada saat itu; 1. Orang-orang yang beriman pada Allah SWT dan hari akhir. Kelompok inilah yang dijanjikan akan mendapat keselamatan. 2. Kaum Yahudi. Kata Yahudi diambil dari kata Yahuda, yaitu nama anak tertua dari Nabi Ya’qub a.s. Dalam perjalanannya, kelompok ini menyimpang dari ajaran kitab Taurat. Bahkan mereka melakukan penggantian-penggantian terhadap isi kitab Taurat. 3. Orang-orang Nashoro. Pada zaman sekarang, mereka biasa disebut Nasrani atau Kristen. Kaum ini juga banyak menentang terhadap ajaran yang dibawa Nabi Isa a.s, yang mengajak mereka untuk menyembah dan meng-ESA-kan Allah SWT. Namun mereka justru mengakui Nabi Isa a.s sebagai Tuhan. Disamping itu, ,mereka juga merubah kitab Injil sesuai dengan kemauan mereka. Di antaranya; mereka menghapus kalimat yang menginformasikan tentang datangnya Nabi akhir zazman yang mempunyai sifat yang sangat santun dan lembut, Nabi Muhammad SAW. 4. Kaum Shabi-in. Yaitu kelompok umat yang mempercayai sebagian Nabi, dan mengingkari sebagian Nabi yang lain. Kelompok ini merupakan pecahan dari agama Yahudi yang menyembah api, dewa, batu, dan kayu.
Allah SWT menjanjikan ketenangan dan keselamatan di dunia dan akherat bagi seluruh makhluk, khususnya bagi empat golongan diatas, apabila mereka beriman pada Allah SWT, hari Akhir, dan di ikuti dengan amal shaleh.
Amal shaleh baik lahiriyyah maupun batiniyyah dapat terwujud apabila semua kegiatan anggota badan atau hati di sandarkan pada Allah SWT.