Writravelicious Go To Holtimart

Writravelicious Go To Holtimart



Kalau pulang dari arah Salatiga untuk piknik atau kunjungan ke destinasi di kota dingin itu, balik ke arah Semarang kita bisa mampir di Holtimart ini.
Sebuah kawasan wisata agro di Bawen yang dipadupadankan dengan mall alias super market yang menjual produk kebun dan lahan holtimart sendiri.


 Saat  rombongan kami tiba di Holtimart, gerimis mulai turun. Tapi kami tetap kekeuh menerjangnya untuk bisa sampai ke mushola karena waktu ashar sudah tiba. Prinsipnya, yang penting sholat dulu, setelah itu puas-puasin jalan-jalan hehe...




 Selesai sholat, kami mlipir ke bangunan terdekat yang adalah toko tanaman dan berbagai jenis bunga.











Ada banyak sekali pilihan. Bahkan beberapa di antaranya baru kulihat saat itu di sana.  Dengan  lay out ruang yang luas dan penataan yang manis, kembang-kembang yang biasa kita lihat di taman-taman jadi kelihatan eksklusif ya. Memang owg penyajian itu berpengaruh banget. Cara mengemas jualan punya impact besar.









Keluar dari bangunan toko tanaman,  mata menangkap lantai dua bangunan sebelah yang mendominasi kawasan. Kayaknya asyik deh yang lantai dua itu. View-nya pasti bagus dengan jendela-jendela lebar dan full fasade.

Rupanya venue itu merupakan kafe yang berada di atas restoran yang ada di lantai satu.  Dengan lampu-lampu bola-bola putih dan kursi meja minimalis, membuat kesan ruangan makin modern. Borrowed view yang continous dari ruang luar lewat bukaan jendela-jendela kaca yang full dinding, membuat kafe ini nyaman, cozy dan sekaligus attractive.




 Kafe dan resto itu menjadi satu dengan bangunan super market holtimart yang menjual berbagai buah, sayuran dan makanan minuman olahan produk perkebunan mereka sendiri.



 Oleh karena itulah maka harga-harga buah di sana, juga sayurnya, lebih murah dari tempat lain. Sebab inilah ibu-ibu banyak yang suka belanja di sini. Hehe


Setelah puas jalan-jalan, lihat-lihat dan sedikit belanja, juga minum es krim, kami berkeliling kawasan perkebunan holtimart naik gokart eh apa sih namanya kereta mini ya.

 Saat itu karena bukan hari libur, ruang tunggu di area holtimart tour ini tidak begitu ramai. Sehingga kami juga tidak perlu menunggu terlalu lama.



Nih dia video hasil jalan-jalannya keliling kebun ....


Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog  Pesona Kabupaten Semarang

Writravelicious Go To Kampung Banaran Semarang

Writravelicious Go To Kampung Banaran Semarang




Untuk seorang penggemar kopi kayak diriku, pergi ke kampung kopi adalah sebuah mimpi dan cita-cita mulia. Untunglah akhirnya keinginan ini terwujud.  Tahun baru itu aku kesampaian juga pergi ke  Kampoeng Kopi Banaran. Wisata agro yang terletak di perkebunan kopi ini sangat terkenal.  Makanya kesempatan berkunjung ke tempat ini bersama kakak ipar dan anak-anaknya segera kusambar.  
Mudah sekali untuk mencapai tempat wisata ini karena letaknya persis tepi jalan  di daerah Bawen. Tepatnya Jl. Raya Semarang – Solo Km. 35. Sekitar  satu kilometer dari terminal bus Bawen ke arah Salatiga. Dari Semarang mobil kami melaju, dan plang nama besar yang terpampang di depannya  bisa terbaca jelas dari kejauhan sehingga kami segera tahu kalau hampir sampai ke lokasi. Yeay!!
Kami segera bisa mencium sedap aroma kopi dan menyaksikan keindahan pemandangan kebun kopi yang luas saat mulai memasuki  lokasi wisata yang gratis ini, alias tidak dipungut biaya. Uhuy! Jadi kalaupun sedang lelah dan hanya ingin  datang serta  duduk-duduk minum kopi atau Cuma jalan-jalan menikmati segarnya udara perbukitan, juga tak masalah.
Anak-anakku yang kelaparan padahal tadi sudah sarapan, inginnya langsung jajan saja di minimart yang ada di bagian terdepan lokasi ini. Si budhe, kakak iparku, langsung tanggap dan membelikan beberapa jajanan yang bisa dicemil selama perjalanan kami mengelilingi kebun kopi.  Walaaaah….nggaya banget wis, lha wong kebunnya luaassss bingits.
Mau tak mau kami ikutan antri bersama para pengunjung lainnya yang hendak naik kereta wisata. Dengan kendaraan inilah sebagian kebun kopi ini bisa kami nikmati lebih dekat. Biayanya murah, Cuma lima puluh ribu dan seluruh anggota keluarga bisa naik. Cuma, karena mungkin pas hari libur, jadi antrinya cukup lama juga. Sampai-sampai kudapan di tangan pelan-pelan hampir habis. 


Sembari menunggu nomor antrian dipanggil, aku dan anak-anakku menikmati main jungkat-jungkit, jalan-jalan ke kebun buah naga yang ada di sekitaran pool kereta wisata, juga taman anggrek yang mungil persis di sebelah kasir kereta.  Dan tak lupa berkunjung ke kamar kecil yang berada di sebuah rumah-rumahan yang kesannya seperti gua karena terletak di bawah dataran yang lebih tinggi. Desainnya yang meniru bangunan jaman Belanda memberi pengalaman yang asyik dan mengayakan. 

Selain kamar kecil yang jumlahnya lumayan banyak, Kampoeng Kopi Banaran rupanya  juga  dilengkapi dengan fasilitas untuk sholat, peturasan alias kamar mandi, kafe maupun restaurant yang menyediakan berbagai makanan minuman. Dua keponakanku sempat sarapan di kafe tersebut setelah memarkir mobil saat tiba tadi, makanannya lumayan lezat dengan harga yang terjangkau.
Karena masih lama urutannya, aku mengiyakan anak-anakku yang ingin mengunjungi taman kupu-kupu. Ada banyak sekali jenis kupu-kupu di sana. Kalau selama ini kami hanya bisa melihat gambarnya, kali ini sosok fisiknya langsung bisa kami kagumi. Keluar dari taman kupu-kupu, kami dapat free teh hangat. Wah, lumayan untuk menghangatkan tubuh nih karena bisa-bisa membeku menunggu antrian.

Yes! Akhirnya nomor antrian kami dikumandangkan, dan here we are. Kereta kami pun melaju, berputar-putar sepanjang lokasi perkebunan kopi. Pak sopir (atau masinis ya) menjelaskan aneka tanaman yang kami saksikan, juga area-area wisata yang bisa kami nikmati dari ketinggian ini, termasuk rawa pening yang terkenal dengan legendanya itu. Meski jalannya meliuk-liuk,  menanjak-nanjak tetapi pak Sopir terlihat tenang membuat hati yang sebenarnya deg-deg pyur, jadi ikut tenang juga. Sungguh perjalanan yang seru dan  mendebarkan. Tepi-tepi jalan berbatu yang sempit ini langsung berhubungan dengan tanah miring perkebunan, sebagian tera sering,  namun tak jarang  berbentuk jurang terjal. Jadi sebenarnya memang cukup mengerikan. Namun lama-lama rasa takut itu reda karena anak-anak mulai tanya ini itu pada pak Sopir yang memang pandai sekali mengalihkan suasana dari seram menjadi menyenangkan. Kereta sempat berhenti juga pas kami tiba di tempat tertinggi untuk bisa menikmati pemandangan dengan lebih leluasa sembari menghirup segarnya udara perbukitan. Pak sopir bercerita juga tentang pernah ada serombongan orang yang nekat mengendarai kendaraannya sendiri sampai ke atas dan terjerembab di salah satu pojok perbukitan, padahal sudah dilarang sebab hanya kereta resmi yang diperbolehkan.

Setelah seperempat jam berkeliling, kami kembali ke pool kereta. Tak lupa foto-foto bersama pak Sopir yang ramah dan baik hati. Dari sana, kami melanjutkan perjalanan menggunakan mobil karena matahari makin terik. Berkendara ke daerah atas kawasan kebun kopi untuk melihat-lihat berbagai aneka aktifitas lain yang ditawarkan kawasan wisata ini. Ada flying fox yang penuh dengan anak-anak yang antri main, ada beberapa pengunjung yang memilih berkeliling kebun kopi dengan mengendarai kuda-kuda yang disewakan, ada ATV, camping ground, kolam renang,     playing ground  dengan ayunan, jungkat-jungkit, perosotan, tarik-putar, gazebo-gazebo yang gratis ataupun disewakan untuk acara-acara, dan bahkan villa-villa yang ada di bagian paling atas dari kawasan ini.

Siang pun beranjak terus, dan kami harus segera balik karena ada tugas lain menunggu. Aku bisa melihat ekspresi puas di wajah anak-anak dan keponakan-keponakanku. Kampoeng kopi Banaran menjadi oase dan semacam surga bagi semua orang. Tak Hanya Surganya Pecinta Kopi.


Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog  Pesona Kabupaten Semarang

Writravelicious Goes To Verve Bistro And Rooms Inc Hotel

Writravelicious Goes To Verve Bistro And Rooms Inc Hotel


Ada resto baru di Semarang. Letaknya di lantai L, satu kompleks dengan bangunan DP Mall di jalan Pemuda, pusat kota Semarang. Lokasinya strategis kan.

Dulu kalau ke DP Mall, seringnya aku jajan bakso di lantai paling atasnya, di deretan food court itu. Sambil meet up masalah gawean pekerjaan desain arsitektur dan juga konstruksi beberapa proyek yang tengah kugarap bareng tim.

Jadi seneng juga akhirnya ada pilihan tempat kuliner baru yang menawarkan ambience arsitektural banget, selain tentu juga menu yang beragam.


 nih dia tagline-nya verve bistro:
Di mana makanan enak, percakapan tiada henti dan suasana yang nyaman menjadi satu.
Verve - Bistro & Coffee Bar bertujuan menjadi hotspot bagi pecinta kuliner di semarang.

Mantap ya.

Kali pertama ke Verve Bistro waktu dapat undangan pre-launch resto ini.  Jadi kita datang ngopi-ngopi dan menikmati kudapan-kudapannya yang crunchy sembari mendengarkan cerita asal muasal Verve ada dan bagaimana konsep filosofis dan pelayanannya. 

Selain Verve bistro, terdapat pula Rooms inc hotel yang ada di lantai-lantai atasnya lagi lho.

Nah, kemarin ini kami berkesempatan untuk datang lagi dan bisa menikmati jamuan makan siangnya Ada banyak menu yang disediakan. Dan kami mengambil sendiri alias prasmanan. So, supaya tahu rasa semua menu, kami ambil semua item dengan porsi sedikit-sedikit supaya nggak tambah gendut.

#eaaaa



 Salah satu yang patut dicoba adalah soup daging yang lezat ini.

Yang paling menjual dari Verve Bistro juga Rooms Inc Hotel ini apalagi kalau bukan suasana interiornya yang ciamik banget,

Sinar Mas Land, pemiliknya, adalah salah satu  pengembang properti yang sudah establish/maoan sejak lama di Indonesia.



Rooms Inc. Hotel ditengarai sebagai hotel Lifestyle pertama di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Urban yang pas banget bagi para pebisnis, millenial, dan traveler yang sedang melakukan business trip atau sekadar jalan-jalan ke Semarang.


Rooms Inc. juga memberikan personalise travel experience bagi para tamu. Terdiri dari 162 kamar yang terbagi dalam 3 kategori yaitu Standard, Superior, dan Deluxe. 

Dilengkapi pula dengan fasilitas kelas satu seperti premium bed, smart check-in, high speed internet access dan area communal.

Harga yang ditawarkan sangat beragam mulai dari Rp600 ribu sampai dengan Rp800 ribu




Ada juga fasilitas  3 Combinable Meeting Room, Gym, Verve Bistro & Cofffee Bar, 24 hours grab & go corner bagi para pengunjung yang terbatas dengan waktu. Ada outdoor terrace dengan kapasitas sampai dengan 100 orang. Bahkan dedicated car parking area.
 


Karena punya akses langsung dengan DP Mall Semarang, jadi ada tambahan fasilitas seperti Transmart Carrefour, Family Karaoke, dan XXI Cinema dengan Studio Premiere pertamanya di Semarang dan banyak tenant lain.

Seru banget kan ya kalau makan siang bareng teman-teman se-geng gitu.

Besok-besok kita cobain menu yang lainnya lagi yaaa..







**

Untuk  kerjasama  review, liputan, event, narsum dll

For reservation,  review and any other collaboration

please do not hesitate to contact at 085701591957 (sms/wa)

Line: diannafi57
Email: diannafihasfa@gmail.com

Selamat Hari Blogger Nasional #writravelicious

Selamat Hari Blogger Nasional #writravelicious


Writravelicious juga mau merayakan hari blogger nasional ini dengan nge-trace alias melacak kembali postingan-postingan mana yang paling digemari di blog ini.

Yuk cekidot!

http://www.writravelicious.com/2014/02/peta-kesultanan-demak.html

http://www.writravelicious.com/2012/01/cerpen-kaos-kaki-dimuat-di-majalah.html

http://www.writravelicious.com/2012/11/keliling-dunia-di-kampung-wisata.html

http://www.writravelicious.com/2014/11/kabut-kasumi-cerpen-jepang-ceritane.html

http://www.writravelicious.com/2014/09/bakal-film-baru-adipati-dolken.html

http://www.writravelicious.com/2010/04/blog-post.html

http://www.writravelicious.com/2013/02/resensi-99-cahaya-di-langit-eropa.html

Hmmm...jadi ada kesultanan Demak,  wisata kalipancur, jepang, adipati dolken, langitan dan eropa yang jadi favorit destinasi para pengunjung blog www.writravelicious.com ini


Besok-besok kita tulis lebih banyak lagi ya tentang Demak, Jepang Dan Eropa. Siapa tahu bakalan bisa sampai Jepang dan Eropa sungguhan. Aamiin



**
Untuk  kerjasama  review, liputan, event, narsum dll
For reservation,  review and any other collaboration
please do not hesitate to contact at 085701591957 (sms/wa)
Line: diannafi57

Itinerary Korea


Itinerary Korea

 









Banyak sekali negara yang ingin dikunjungi writravelicious. Mungkin dimulai dari negara-negara yang terdekat dari Indonesia dulu lah ya. Yang sama-sama Asia. Ya kan.


Nah, ini mencontek dari perjalanan teman blogger yang sudah ke sana. MUngkin bisa buat inspirasi.

Day 1 Arrival – Itaewon
penerbangan  ditempuh selama 6-7 jam untuk sampai di Bandara Incheon, salah satu yang terbaik di dunia. Bandaranya besar dengan berbagai maskapai
Jalan kaki ke imigrasi lumayan jauh, sekitar 15 menit. antrian panjang  butuh waktu sekitar 40 menit sampai kami distempel. di pesawat akan dibagikan kartu kedatangan dan form custom
Dari area imigrasi naik shuttle train hingga sampai di bagian arrival.
Di Incheon, beli T-Money, kartu transportasi di 7 Eleven. Harganya KRW 4.000. Kartu ini bisa diisi ulang dan digunakan untuk naik kereta, bus, taksi, belanja di minimarket tertentu. isi kartu di mesin.
naik A*REX (Airport Express) sampai ke Stasiun Gongdeok, kemudian ganti subway Line 6 untuk sampai di Itaewon.
Langsung ke penginapan dulu untuk drpp barang.
makan malam bisa dibeli di resto Turki yang halal.



Day 2 Gyeongbokgung, Seoul Square, Namsan Tower
Istana yang luas halamannya. Ada tempat pinjam hanbok gratis
Salah satu atraksi utama di sini adalah keseruan saat jadwal pergantian penjaga
Di halaman Gyeongbokgung bisa foto-foto
Lalu ke Seoul Square dekat gerbang Gyeongbokgung

Sore bisa ke Namsan Tower dengan naik bus kuning (shuttle bus) No 3 dari Itaewon Fire House

Day 3 Itaewon
Jalan sepanjang Itaewon.

Day 4 Namdaemun, Hyoehoen, Myeongdong, Dongdaemun DP, Seoul City Walls
Pagi bisa ke Namdaemun – pasar tradisional terbesar di Seoul.
Lalu lanjut ke City Hall dan Bankof Korea lalu jalan kaki sampai ke Myeongdong
Ada banyak toko skincare/kosmetik Korea kaya Etude House, Missha, Nature Republic, The Saem, Tony Moly, The Face Shop, Skin Food
Ada juga banyak jajanan. Tapi kalau mau foto-foto saja juga bisa.
Lalu ke Dongdaemun Design Plaza (Stasiun Dongdaemun History and Cultural Park)
Kemudian ke Gate dan Seoul City Wall yang ada di dekat Stasiun Dongdaemun.

Day 5 Myeongdong Cathedral, Namsangol Hanok Village, Chungmuro
Di Seoul memang banyak pertokoan bawah tanah, kayak di Singapura ya.
ke Myeongdong lagi untuk masuk katedral Hanok Village di Chungmuro
Dari Myeongdong bisa jalan kaki ke Chungmuro untuk mengunjungi Namsangol Hanok Village.
Day 6 Itaewon, Ichon, National Museum of Korea, Banpo Bridge
Ke Itaewon untuk mengunjungi masjid dan sholat di sana.
Lalu dari Ichon bisa jalan ke Seobinggo sekitar 2km, terus naik ke jembatan Banpo.
Jembatan Banpo adalah jembatan bertingkat yang menyeberangi Hangang River, sungai yang membelah Seoul.

Day 7 Pulang
Sumber: bacpaklogy

 **
Jangan lupa untuk beli dan baca  buku terbaru writravelicious ya: 101 Travel Tips And Stories Nusantara terbitan Gramedia. Sudah bisa didapatkan di toko-toko buku Gramedia juga online stores.


**
Untuk  kerjasama  review, liputan, event, narsum dll
For reservation,  review and any other collaboration
please do not hesitate to contact at 085701591957 (sms/wa)
Line: diannafi57
Email: diannafihasfa@gmail.com

Itinerary Thailand 3D4N Bangkok -Ayutthaya

Itinerary Thailand 3D4N Bangkok -Ayutthaya



Bangkok  cocok untuk orang Indonesia karena relatif murah



Begitu tiba di bandara, usahakan untuk langsung beli SIM card, harganya THB 199 untuk  isi data unlimited untuk 7 hari. kita akan butuh untuk pesan Grab atau Uber.

Tempat tinggal alternatif yang bisa dipilih adalah Apartemen di Grand Diamond Building, di Pratunam, tepat di sebelah Platinum Fashion Mall.
berkamar satu, balkon menghadap ke sungai dan gedung-gedung.
Ada  kulkas, kompor listrik, panci, peralatan makan, kulkas, microwave, TV dengan android box  dan mesin cuci.



Ini dia itinerary untuk 4 malam 3 hari di Thailand.
Itinerary
Day 1
Buat nasi dengan rice cooker
lauk kari ayam instan bisa dibeli di supermarket 24 jam di bawah gedung
Bisa ke  Grand Palace di hari pertama
Lalu ke Wat Arun. naik perahu
Di Wat Arun  naik-naik ke pagoda.
menikmati taman tepi Sungai Chao Phraya
menyeberang ke Wat Po/Grand Palace naik ferry boat. Tiketnya THB 4 per orang alias Rp 1.000
menyeberangnya  cuma 5 menit
Di Wat Pho bisa melihat patung Buddha Berbaring (Reclining Buddha)
Day 2
ke floating market.
Ada beberapa pasar terapung di sekitar Bangkok
Taling Chan Floating Market jaraknya sekitar 14km. tidak terlalu jauh dan pasarnya lumayan lengkap.
Kuliner di Taling Chan ini banyak pilihannya
buah segar, berbagai jajanan ketan, seafood padahal masih pagi.
tur dengan boat, durasinya 1 jam sudah termasuk mampir ke Wat Kor dan beri makan ikan
di Wat Kor, wat tua di pinggir sungai, foto-foto
Makan ikan balut garam, seabass, THB 240, nila THB 180.
Malam  jalan-jalan sekitar Baiyoke Tower, beli kaos Thailand dan souvenir.

Day 3
ke Ayutthaya seharian


Day 4
Pulang

sumber: backpacklogy

 **
Oh ya, sudah baca buku terbaru writravelicious: 101 Travel Tips And Stories Nusantara
terbitan Gramedia dan bisa didapatkan di toko-toko buku Gramedia juga online stores.

**

Untuk  kerjasama  review, liputan, event, narsum dll

For reservation,  review and any other collaboration

please do not hesitate to contact at 085701591957 (sms/wa)

Line: diannafi57
Email: diannafihasfa@gmail.com

Novel-Novel Perjalanan

Novel-Novel Perjalanan


Dari 24 buku tunggal dan duet serta 84 antologi yang diterbitkan 17 penerbit di Indonesia, berikut beberapa novel yang mengandung unsur perjalanan. 

Ada Miss Backpacker Naik Haji terbitan Mizan. 



Endorsement:
"Siapa bilang berhaji dengan cara backpacker-an hanya bisa dilakukan oleh laki-laki? Buku ini dengan sangat meyakinkan, mengisahkan bahwa perempuan juga bisa menyempurnakan rukun Islam kelima itu dengan cara nekad dan berani. Lucu, menggelikan, menyeramkan dan mengesankan. Barangkali itulah kesimpulan yang bisa didapatkan saat menelusur lembar demi lembar di buku ini. Selamat!"
Aguk Irawan MN, penulis buku bestseller Haji Backpacker


“Buku yang inspiratif, dituturkan dalam bahasa yang mudah dicerna dan diselipi puisi penuh makna yang sangat menyentuh kalbu. Memotivasi pembaca dan memantapkan hati para wanita melaksanakan haji meski awalnya penuh perjuangan namun pengalaman yang didapat sungguh tak ternilai.”
Astri Novia

 
Lalu ada novel Mengejar Mukti terbitan Bentang Belia

ukti resah karena kakaknya-Ayu- tak kunjung menikah. Konon karena ada semacam curse alias kutukan sebab mereka masih keturunan wali. Meski Mukti sudah sering mendengar mbah Haqi bicara tentang 'mereka adalah keturunan wali' ini tiap tahunnya saat acara halal bihalal keluarga. Tapi selama ini Mukti menganggapnya sebagai omong kosong. Sampai kemudian Roro-cewek yang ditaksir Mukti - ternyata lebih memilih Gus, seorang putra kyai. Dia merasa terbanting. Mukti jadi kepikiran seandainya ia benar keturunan wali, hal itu tentu akan membuatnya punya nilai bargaining.

Antara ingin membuktikan apakah benar ia keturunan wali, dan hasrat ingin mencemooh Mbah Haqi yang sombong dan arogan sebab mungkin keyakinan beliau selama ini salah, Mukti berangkat mencari tahu.

Tapi ternyata hal ini tak mudah. Ia memulai dari daerah dan kota sekitar tempat tinggalnya, kota Demak. Sampai ke Semarang, Kudus, Tuban, Surabaya, Banyuwangi hingga Mojokerto.



Terus ada novel Just In Love terbitan Grasindo.

Jiwa kemudaan kami membuatnya selalu bergolak. Tetapi nilai yang keluarganya ajarkan, membuatnya selalu berusaha membatasi diri. Membuat benteng–benteng pertahanan. (Yudhistira)

Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Bagaimana menamakannya. kurasa ini bukan cinta. Tapi tentu saja juga bukan nafsu, aku tidak seburuk itu. Katakan padaku, adakah kau tahu apakah ini, Yudhistira ? (Kemala)

Cantik–cantik kalau tidak punya etika, sama saja dengan nol puthul. Kosong! (Samuel)

Tentu saja aku tidak sehina itu, menukar rasa kasihku yang putih dengan nikmat sekerat daging yang pasti berakhir penyesalan berkepanjangan. (Yudhistira)

Cinta memang buta. Tidak mengenal merah, hijau ataupun abu–abu. Mereka bertemu di kota yang eksotis itu dan saling jatuh cinta. Apakah perjalanan cinta mereka akan mulus?
Ataukah juga disabotase seperti proyek renovasi interior yang tengah dikerjakan Kemala bersama timnya? Bahkan tidak cuma disabotase, dijebak dan dikurung tapi dia juga dituduh mencuri. Siapakah yang mensabotasenya dan kenapa?


 Dan ada pula novel Mesir Suatu Waktu yang menang kompetisi PSA 1 di penerbit Grasindo.

“Siang ini sambungan telepon telah mulai normal. Bergegas aku menelepon Ibu, mengatakan bahwa aku baik- baik saja. Terdengar dari bicaranya, Ibu sedikit bingung. Ah, mungkin Ibu belum tahu keadaan Mesir yang semakin runyam. Yang penting aku ingin memberitahunya bahwa aku aman, itu saja.”

Mesir Suatu Waktu Mesir Suatu Waktu adalah kisah-kisah sederhana yang terangkai dalam kehidupan seorang mahasiswi di Universitas Al-Azhar, Cairo. Entah mujur, entah sial, ia benar-benar menjadi saksi dari aneka peristiwa di sana. Bukan hanya ilmu yang ia dapat, tapi juga pengalaman melihat Mesir yang berkecamuk karena suhu politik yang memanas. Bahkan puncaknya, ia pun harus segera pergi dari negeri tersebut. Walau demikian, di situlah letak arti “belajar” yang sesungguhnya: mengamati kebesaran nama Allah.




Kalian sudah baca yang mana?



**
Untuk  kerjasama  review, liputan, event, narsum dll
For reservation,  review and any other collaboration
please do not hesitate to contact at 085701591957 (sms/wa)
Line: diannafi57
Email: diannafihasfa@gmail.com

Berbagi Travel Tips Dan Stories Bersama Gramedia

Berbagi Travel Tips Dan Stories Bersama Gramedia


Yeay!


Tulisanku terpilih menjadi salah satu naskah yang diangkut untuk antologi 101 Travel Tips And  Stories yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama.



Buku ini berarti menjadi buku ke-6 yang diterbitkan Gramedia, setelah:
101 Bisnis  Online Paling Laris
Storycake for Ramadan
Storycake for Mompreneur
Keajaiban Rejeki
Nikmatnya Syukur yang juga sempat tayang di Kick Andy


Alhamdulillah antologi baru ini sudah beredar di toko-toko buku Gramedia maupun toko buku lainnya. Go grab it!

Ini dia covernya!



Aku bercerita tentang wisata Demak, dan berbagai tips untuk melakukan perjalanan selama di kota wali tercinta ini.

Selamat membaca ya! Selamat jalan-jalan!




**
Untuk  kerjasama  review, liputan, event, narsum dll
For reservation,  review and any other collaboration
please do not hesitate to contact at 085701591957 (sms/wa)
Line: diannafi57
Email: diannafihasfa@gmail.com

Writravellicious Goes To Candi View Hotel

 Writravellicious Goes To Candi View Hotel




Dasarnya memang senang jalan-jalan, maka aku tak mau melewatkan undangan dan kesempatan berkunjung ke salah satu hotel di Semarang. Ini untuk kedua kalinya  writravellicious menginjakkan kaki lagi lobby hotel Candi View. Kalau tak salah 2012 aku ke tempat yang sama untuk menghadiri workshop Tulis Nusantara.



Hanya saja memang berbeda mood, kemarin ini rasa sedang sangat gundah gulana. Sehingga saking tidak fokusnya dan kacaunya pikiran, aku sempat jatuh dari motor. Benar-benar near death experience. Untung mobil-mobil di belakangku sedang jalan pelan-pelan karena kondisi jalanan macet, sehingga alhamdulillah aku dan motor yang gleseran di jalanan tidak mengalami hal yang lebih parah lagi. Syukurlah motor masih bisa jalan, dan dengan tangan kaki penuh lecet aku meneruskan perjalanan. Dengan air mata terus menderas sepanjang jalan sampai ke venue. Luka dalam batinku mungkin lebih besar, sehingga luka fisik tak begitu kurasakan. Namun campuran keduanya mau tak mau membuat kondisiku benar-benar drop siang itu. Tapi langkah tak surut untuk acara hari ini.


 Beberapa teman menyambutku di teras hotel, juga di lobby. Mereka yang tahu aku sedang mengalami turbulence akhir-akhir ini memelukku, mencium pipi kanan kiriku, memastikan bahwa aku akan baik-baik saja. Sabar. Ikhlas. Semua badai pasti berlalu.

Ruangan sejuk lobby dan pemandangan interior Candi View yang mengalami  perubahan dibanding beberapa tahun lalu itu sedikit banyak mengalihkan perhatianku dari luka dan kecelakaan yang barusan kualami.


 Gunungan bersepuh emas itu masih ada di area entry menuju Rinjani Lounge. Sebuah aksen yang eye-catching. Beberapa endorsment tamu yang ditulis tangan di kain-kain yang diframe, tampak menghiasi dinding-dindingnya. Kenyamanan tamu bagaimanapun juga menjadi yang diprioritaskan oleh hotel berbintang dua ini.






Hohoho, sayangnya musik-musik yang diputar di Rinjani Lounge, ruang utama Candi View di lantai satu ini, memantik lagi kesedihan yang mendekam dalam jiwaku. Lagi-lagi air mata runtuh dan aku tak bisa menahan lajunya. Dari yang mingsek-mingsek sendirian sampai nangis ngguguk di punggung seorang sahabat perempuan, mungkin jadi pemandangan aneh buat teman-teman karena aku biasanya selalu ceria. But they know me, best sisters yang Tuhan kirimkan buatku, they let me cry. They let me release semua sesak dalam jiwaku.



Salah seorang guruku bilang, pergilah dengan teman-teman dan makan-makanlah yang enak-enak, supaya mempermudah proses penyembuhan segala rasa sakit. So we are here for that reason.

Ada menu andalannya iga bakar saus madu yang lezat banget. Kemudian ada udang lempit, creamy broccoli cheese, meatball tomato sauce.



Minumannya body cleanser juice yang bermanfaat membersihkan tubuh alias sebagai detox, bahannya antara lain sari buah semangka dan nanas. Ada juga yang namanya Rinjani Mix Juice yang isinya sari terong belanda dan susu.


Setelah puas menyicip semua menu yang dimiliki Hotel Candi View berikut penjelasan dari GM alias General Manager, Chef dan juga Manager Marketing-nya, kami pun dibawa naik ke atas untuk melihat langsung fasilitas yang ada.

Terdapat satu hall (Borobudur Hall) dan dua meeting room (Mendut dan Prambanan) untuk mengakomodasi berbagai keperluan. Restoran modern-nya berkapasitas 100 tamu untuk stand-up reception. Penawaran dan penjelasan dari manajer marketingnya tadi tentang resepsi pernikahan yang bisa diselenggarakan di tempat-tempat ini bikin mata makin mbrambang. Duh duh...gini banget ya cinta, pedih, ngenes, kalau perbincangan tentang ke arah membangun mahligai rumah tangga dengan calon pasangan menjadi sekedar wacana dan berakhir dengan perpisahan.


Pak Rivan, GM Candiview yang masih muda banget (25 tahun) mengantar sendiri para tamunya kali ini memasuki kamar-kamar di penginapan yang dirintis ayahnya.  Kami melewati lorong-lorong kamar yang dihiasi dengan aneka lukisan yang eksotis. Juga beberapa set meja kursi di pojok-pojok pertemuan antar lorongnya.






Candiview Hotel terdiri dari 41 kamar dengan 3 type kamar, Superior, Deluxe dan Junior Suite.  
Lokasinya yang berada di area Candi (Gajah Mungkur) membuat hotel ini berhawa  sejuk dan memiliki pemandangan indah yang bisa kita nikmati dari beberapa sudut balkonnya. Untung saja aku habis mengalami near death experience dalam perjalanan menuju ke tempat ini tadi. Karena kalau nggak, mungkin aku terpikir untuk terjun dari atas balkon yang seperti berada di atas tebing.






Alih-alih terjun, aku menikmati pemandangan kota yang bisa dilihat dari balkon ini. Juga laut yang ada di kejauhan sana. Serta langit bersih. Seandainya sedang sendirian, mungkin aku akan berteriak agar lapang dadaku. Untung banyak teman di sekelilingku, jadi aku bisa menahan diri untuk tidak melakukan kegilaan itu.


Saat memasuki kamar dengan bed yang empuk dan aksen backdropnya yang manis, teman-teman langsung pada teriak ketika melihat handuk yang dibentuk jadi dua angsa bertautan. Eaaaa... love is in the air, langsung berasa cinta berayun-ayun dan mengawang-awang di udara.


Umumnya fasilitas yang ada di kamar tipe Superior, tipe Deluxe dan tipe Junior Suite sama, hanya ukuran ruangannya yang berbeda.Fasilitasnya antara lain AC, air panas dan dingin di kamar mandinya, housekeeping, room service 24 jam, LED TV, in-room cable TV, free wifi dan ada semacam meja kerja di salah satu bagiannya.



 Kamar mandinya compact banget. Membagi ruangannya menjadi area untuk shower, toilet  duduk dan wastafel desain simpel elegan dengan aksen cermin ber-frame warna menyala di atasnya. Dindingnya keramik dengan motif menyerupai anyaman, bertekstur tentu saja, dan konsisten memakai warna hitam putih. Monochrome yang kini lagi in, trendy.


Yang menarik adalah adanya konsep minimalis, black white yang elegan yang diusung dan jadi benang merah sejak kita memasuki hotel ini sampai ke bagian paling privatnya, yaitu kamar mandi.

See? Pola geometris hitam putih yang menjadi simbol dari classy living, classy choice - tagline dari Candi View ini- ada di lift-nya, aksen dekat pintu masuk kamar, bahkan cover bantal dalam kamarnya.

Penataan ruangnya yang kompak, memanfaatkan setiap sudut termasuk negative space-nya lumayan dapat acungan jempol. Sehingga alurnya terasa nyaman, dan kamar yang dekat dengan ruang luar mendapatkan view yang bagus.



Penggunaan material kayu untuk furniture berikut finishingnya membuat kamar-kamar ini juga terasa alami dan manusiawi. Layar televisi yang cukup lebar dan penempatannya yang built in dalam board kayu tipis menempel di dinding, justru menjadi aksen yang manis. Selain tentu saja nyaman buat kita menontonnya sambil tiduran.


Puas berkeliling ke kamar-kamar dan fasilitas di hotel ini, kami balik lagi ke lantai bawah dan aku sempat tertegun di bawah lukisan Budha dan sekawanan ikan koi yang ada di dinding koridor antar kamar. Ya Rabb, mungkin aku butuh terus berenang seperti ikan koi bersama teman-temannya agar tak terasa pahitnya kehidupan. Tapi mungkin juga aku butuh menepi sejenak seperti Budha, agar luruh segala sakitku. Mungkin menginap dan berkontemplasi di  hotel Candi View yang feel so homy ini bisa menjadi salah satu alternatifnya.

Teman-teman juga bisa menepi di tempat sejuk ini.
Berikut informasi lengkap Candiview Hotel Semarang.
Alamat: Jalan Rinjani No 12, Candi Baru Semarang, Jawa Tengah Indonesia.
Nomor Telepon: (024) 8508541.
Email: info@candiview.com
Website & Reservasi: www.candiview.com