New Face of Masjidil Haram



Masjid Al Haram akan diperbesar, areal tawaf di sekitar Kakbah ditutup dengan pelindung, puluhan apartemen pencakar langit sedang diselesaikan, hotel-hotel bintang lima sedang ditambahkan, mal-mal baru dikebut, jalur kereta cepat dari Jeddah dipersiapkan langsung sampai ke Al Haram, monorel dibangun untuk menghubungkan 3M (Makkah-Muzdalifah-Mina), kereta cepat dipersiapkan untuk menghubungkan Jedah-Makkah-Madinah.

Bangunan-bangunan itu dibongkar karena berbagai alasan, namun sebagian besar karena ingin menyesuaikan dengan kota-kota besar di dunia lainnya. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir. Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.

Dan banyak lagi: terowongan, terminal, gedung parkir, plaza, eskalator perkotaan, pertamanan.... semua serbabaru. Di tahun 2010 ini, sebagian proyek raksasa itu sudah terlihat. Dan semuanya akan sempurna pada 2020.



Penataan Makkah kali ini dilakukan secara total, terencana, dan tidak tambal sulam. Pembuatan konsep perencanaannya saja memerlukan biaya Rp 100 miliar! Kali ini, perubahan Makkah tidak tanggung-tanggung. Langsung dirancang untuk memenuhi kebutuhan masa depan secara sempurna.

Tidak boleh ada sedikit pun yang menghambat: bangunan yang masih baru pun harus dibongkar. Gunung batu yang keras pun diiris, dipotong, dan digali. Peninggalan sejarah tidak dipedulikan. Protes tidak dilayani. Termasuk dari pemerintah Turki yang mempersoalkan dihancurkannya benteng Ajyad. Inilah benteng yang dibangun pada 1775 yang sangat berjasa dalam mempertahankan Kota Makkah. Yakni, benteng yang dibangun ketika Makkah masih di bawah pemerintahan Turki Osmani.

Pokoknya, apa pun yang berada di atas tanah seluas 23 hektare itu harus dikosongkan. Yakni mulai Makkah Hotel, kanan kirinya sampai ke belakang. Kawasan ini mencakup wilayah yang disebut Jabal (Gunung) Omar, yang bentuknya berupa gunung batu yang sangat keras.

Selama ini di lereng-lereng dan di atas gunung itu penuh dengan bangunan rumah yang kalau musim haji sangat laris disewakan. Jamaah haji pun harus turun naik gunung ketika pergi atau pulang dari masjid. Tentu juga harus melewati lorong-lorong kecil yang menanjak dan menikung.

Semua bangunan itu sudah dua tahun ini hilang. Sudah digusur empat tahun lalu. Di situlah akan dibangun perumahaan modern, berupa apartemen pencakar langit sebanyak 40 tower (menara). Menara-menara itu dijajar kiri kanan dalam posisi seperti setengah melingkar. Di antara dua jajaran tower itulah disediakan ruang kosong yang bisa dipakai sembahyang untuk 200.000 orang. Pengeras suara tersambung dengan pengeras suara Masjid Al Haram.



Di areal ini juga dibangun pertokoan, termasuk showroom. Sekira 4.500 toko tersedia di situ. Juga 3.000 showroom. Kendaraan yang bisa ditampung mencapai 12.000, satu penambahan yang luar biasa dibanding tempat parkir sekarang yang hanya muat 570 mobil. Di ujung superblok ini dibangun satu "pintu gerbang" yang wujudnya gedung pencakar langit kembar, seperti di Kuala Lumpur itu. Masing-masing 50 tingkat.

Kalau kawasan 23 hektare ini sudah jadi, maka berada di plaza ini akan merasakan sensasi luar biasa: menghadap dan memandang ke keagungan Masjid Al Haram yang letaknya agak di bawah sana. Kalau malam, tentu lebih menakjubkan karena pencahayaan lampunya yang seperti tanpa batas. Proyek Jabal Omar, kalau sudah jadi, bisa saja terasa lebih menonjol daripada Masjid Al Haram. Namun, karena desainnya yang menjadi satu kesatuan, tidak akan ada kesan pembandingan seperti itu. Jabal Omar juga bisa disebut bagian dari Masjid Al Haram.

Seluruh biaya untuk membangun kawasan 23 hektare ini saja sekira Rp 250 triliun. Yang membangun adalah perusahaan swasta bernama Jabal Omar Development Company (JODC). Untuk merealisasikan proyek ini, perusahaan itu langsung go public di bursa saham Arab Saudi.

Waktu masuk pasar modal, yang menjadi underwriter adalah sebuah anak perusahaan bank swasta setempat: Al Bilad. Auditornya adalah perusahaan keuangan Amerika Serikat, Ernst & Young. Sebanyak 30 persen saham perusahaan ini dilepas di pasar modal. Sisanya milik beberapa pengusaha terkemuka, seperti Abdul Rahman Faqeeh dan Bin Laden.

Faqeeh juga dikenal sebagai pengusaha pertama dan terbesar yang bergerak di bidang rumah potong hewan dan ayam. Belum lama ini Faqeeh membangun rumah potong ayam besar-besaran. Empat buah sekaligus di empat kota. Ini karena ada aturan baru di Arab Saudi (bahasa Mandarinnya: shada alabo) tidak boleh lagi mengangkut ayam hidup dari satu kota ke kota lain.

Meski harus berhenti selama musim haji hari-hari ini, proyek Jabal Omar benar-benar dikebut. Kontraktor readymix-nya, misalnya, sampai harus membangun dua pabrik pencampur semen sekaligus, khusus untuk melayani satu proyek ini saja. Maklum, proyek ini sehari saja memakan semen yang sudah diaduk kerikil 11.000 ton. Sang kontraktor juga harus mampu mengirim semen adukan itu secara konstan 24 bulan penuh.

Tentu bisa dibayangkan, dengan wajah Makkah yang baru seperti itu, apakah masih akan ada tempat bagi orang-orang dari Indonesia yang selama ini naik haji sambil berjualan nasi bungkus dari satu pondokan ke pondokan yang lain. Dan, kalau monorel 3M sudah berjalan, bagaimana nasib para penjual teh susu atau kopi di sepanjang jalan yang menghubungkan tiga wilayah itu, yang umumnya juga dari Indonesia?

Juga tidak tahu lagi di mana tempat para pedagang kaki lima yang selama ini menawarkan barang apa saja dengan berteriak: fatimah, hamsa real, fatimah, hamsa real! (Ibu, lima riyal, Ibu lima riyal!)

41 cara menyambut husnul khotimah

41 Cara Menyambut Kematian khusnul khotimah...

Bismillahi minal awwali wal akhiri.... Bismillahi Nawaitu Lilahi Ta'ala.....

1. Dengan iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk

2. Dengan senantiasa memelihara shalat lima waktu tepat pada waktunya dengan berjamaah di masjid bersama kaum muslimin, disertai dengan kekhusyukan dan perenungan makna-maknanya. Sedangkan shalatnya kaum wanita di dalam rumah adalah lebih utama

3. Dengan mengeluarkan zakat yang diwajibkan tepat pada waktunya, sesuai dengan ukuran dan kriterianya berdasarkan syara’

4. Dengan berpuasa ramadhan di dasari keimanan dan mengharap pahala dari Allah

5. Dengan haji mabrur, karena tidak ada balasan bagi haji mabrur ini melainkan surga. Sedangkan umroh pada bulan ramadhan setara dengan menunaikan haji bersama Nabi saw

6. Dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah tambahan (nafilah), yaitu ibadah selain fardhu, baik berkenaan dengan shalat, zakat, puasa maupun haji. Allah SWT berfirman dalam hadist qudsi : “Dan hamba-Ku masih saja mendekat kepad-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah, sehingga Aku mencintainya”

7. Dengan segera bertaubat yang setulus-tulusnya dari segala kemaksiatan dan kemungkaran, dan dengan berjanji untuk selalu mengisi waktu-waktu yang ia miliki dengan banyak beristighfar, berdzikir, serta melaksanakan segala jenis ketaatan lain.

8. Dengan memurnikan ibadah kepada Allah (ikhlas kepada-Nya), dan meninggalkan riya’ dalam segala hal. Allah SWT berfirman : “Mereka tidaklah diperintahkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan kepatuhan kepada-Nya dalam melaksanakan agama dengan lurus” (QS. Al-Bayyinah : 5)
9. Dengan mencintai Allah dan rasul-Nya. Kecintaan kepada Allah tidak akan terwujud kecuali harus disertai dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah : “Katakanlah, jika kau (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu” (QS. Ali Imron : 31)

10. Dengan memberikan kecintaan karena Allah dan benci karena Allah pula, serta memberikan loyalitas karena Allah. Ini berarti mencintai perbuatan yang Allah cintai seperti beribadah, berdzikir dan melakukan amal kebajikan, benci karena Allah berarti membenci hal-hal yang tidak disukai Allah seperti zinah, ghibah, serta perbuatan maksiat lainnya.

11. Dengan rasa takut kepada Allah Yang Maha Mulia, mengamalkan kandungan Al-Qur’an, ridha dengan yang sedkit, dan mempersiapkan diri menghadapi hari perjalanan menuju hisab. Ini adalah hakikat takwa

12. Dengan bersabar dalam menghadapi cobaan, bersyukur ketika memperoleh kelonggaran, selalu merasa diawasi oleh Allah, baik dalam keadaan sembunyi maupun terbuka, serta dengan mengharap anugerah dan karunia yang ada di sisi-Nya

13. Dengan bertawakal (pasrah) seutuhnya kepada Allah SWT. Allah berfirman “Hanya kepada Allah-lah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Al-Maidah: 23)

14. Dengan menuntut ilmu yang bermanfaat, serta berusaha menyebarkan dan mengajarkannya. Allah SWT berfiman “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa tingkat” (QS. Al-Mujadilah: 11) dan juga firman Allah SWT “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan jangan sampai kamu menyembunyikannya” (QS. Ali Imron: 187)

15. Dengan mengagungkan Al-Qur’an. Yaitu dengan cara mempelajarinya, mengajarkannya, menjaga batasan-batasan dan huku-hukumnya, serta mengenali apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkannya. Nabi saw bersabda “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

16. Dengan jihad di jalan Allah, bersiaga selalu dan berjaga di perbatasan musuh, serta tidak lari dari medan laga. Nabi saw bersabda “Janganlah kamu mengharap-harap bertemu musuh dan mohonlah kesehatan kepada Allah. Namun jika kamu bertemu dengan mereka, bersabarlah. Ketahuilah bahwa surga itu di bawah naungan pedang” (Muttafaqun ‘alaih)

17. Dengan menjaga lidah dari hal-hal yang haram seperti dusta, ghibah (menggunjing), mengadu domba dan memfitnah, mencaci, mengutuk, serta berkata dan bernyanyi kotor. Nabi saw bersabda “siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhi hendaklah berkata baik atau (memilih) diam” (Muttafaqun ‘alaih)

18. Dengan memenuhi janji, menunaikan amanat kepada yang berhak, serta tidak berkhianat dan menipu. Allah SWT berfirman “Penuhilah janji-janjimu” (QS. Al-Maidah :1) dan “hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya” (QS. Al-Baqarah : 283)

19. Dengan meninggalkan zina, minum-minuman keras, membunuh jiwa, berbuat zhali, mencuri, makan harta orang lain secara bathil, makan barang riba, dan makan segala yang tidak menjadi haknya menurut syara’. Allah SWT berfirman “Katakanlah, sesungguhnya Rabbku mengharakan perbuatan keji yang tampak maupun yang tersembunyi” (QS. Al-A’raf : 33)

20. Dengan bersikap wara’ dalam hal makanan dan minuman, serta menjauhi barang yang tidak halal.

21. Dengan berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturahmi, mengunjungi saudara dan bersabar menghadapi gangguan mereka, serta berbuat baik kepada orang lain yang berada dekat dengan kita maupun yang jauh.

22. Dengan menjenguk orang yang sakit, berziarah kubur dan mengiringi jenzah. Sebab, itu semua akan mengingatkan kepada akhirat dan menganggap rendah dunia.

23. Dengan tidak mengenakan pakaian dan aksesoris yang diharamkan, seperti sutra, emas dan isbal (memanjangkan pakaian hingga melampaui mata kaki) bagi kaum pria, atau menggunakan bejana-bejana yang terbuat dari emas dan perak untuk makan dan minum. Semuanya itu hukumnya haram.

24. Dengan memakai jilbab yang sempurna dan menutupi aurat bagi kaum wanita, yang tidak bisa menggambarkan lekuk tubuhnya dan juga tidak tipis, tidak menarik pandangan orang lain untuk melihatnya dan tidak menimbulkan fitnah, serta menjauhi tasyabbuh (meniru-niru, menyerupai) kaum wanita kafir dalam berpakaian, dimana pakaian yang mereja kenakan itu memang sengaja dibuat untuk menimbulkan fitnah dan membangkitkan nafsu birahi.

25. Dengan sederhana dalam membelanjakan harta, menjaga nikmat, dan tidak berbuat tabdzir (pemborosan)

26. Dengan meninggalkan perbuatan khianat, dengki, iri hati, permusuhan, kebencianm serta menggunjing harga diri kaum muslimin dan muslimat tanpa ada alasan yang benar.

27. Dengan memerintahkan yang makruf dan mencegah yang mungkar, menyeru kepada Allah dengan menempuh jalan hikmah dan bimbingan yang baik.

28. Dengan berbuat adil terhadap sesama manusia serta saling menolong dalam kebajikan dan takwa

29. Dengan berpegang kepada akhlak mulia seperti rendah diri, penyayang, sabar, malu, pemaaf, menahan marah, dan murah hati, serta tidak sombong, menipu, angkuh, congkak dan sebagainya.

30. Dengan menunaikan hak-hak anak dan istri sesempurna mungkin, serta mengajarkan kepada mereka urusan agama yang mereka butuhkan.

31. Dengan menjawab salam dan memberi salam, menyambut doa orang yang bersin, memuliakan tamu dan tetangga, serta menutupi aib orang sebisa mungkin.

32. Dengan hidup zuhud di dunia (tak berlebih-lebihan dengan dunia) dan memendekkan angan-angan sebelum sampai ajalnya.

33. Dengan sikap cemburu terhadap harga diri, menahan pandangan dari melihat hal-hal yang diharamkan di jalanan atau melalui layar televisi, dan internet.

34. Dengan berpaling dari kesia-siaan, senda gurau dan permainan, serta mengambil hak-hak yang berharga dan meninggalkan segala hal yang tiada artinya.

35. Dengan mencintai para sahabat Nabi saw, berlepas diri dari kebencian terhadap mereka atau mencaci mereka

36. Dengan mendamaikan antara sesama manusia dan mendekatkan arah pandangan antara kedua belah pihak yang bertikai, sehingga hilang perselisihan dan perpecahan tidak semakin melebar.

37. Dengan tidak mendatangi dukun, ahli nujum, tukang sihir, tukang ramal dan sejenisnya. Rasulullah saw bersabda “Siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal lalu membenarkan kepada apa yang dikatakannya, berarti dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)

38. Dengan mematuhi suami bagi seorang istri, serta menjaga hartanya, anaknya dan ranjangnya

39. Dengan meninggalkan perbuatan bid’ah dalam beragama, serta tidakmenyeru kepada kebatilan dan kesesatan

40. Dengan tidak menyambung rambut bagi wanita, tidak mentato, tidak mencukur ais, serta tidak merenggangkan gigi dan meruncingkannya.

41. Dengan tidak memata-matai kaum muslimin dan tidak mengungkap aib mereka, serta tidak menyakiti mereka

KATA Bijak bagi YG ingin BijaK


kata-kata orang orang bijak untuk orang bijak dan yg ingin bijak.
Share
Yesterday at 11:38am
Pendapat seorang tua adalah lebih baik daripada tenaga seorang muda.


Menyokong kesalahan adalah menindas kebenaran


Kebesaran seseorang itu bergantung dengan qalbunya yang mana adalah sekeping daging


Mereka yang bersifat pertengahan dalam semua hal tidak akan menjadi miskin


Jagailah ibubapa kamu,nescaya anak-anakmu akan menjagai kamu


Bakhil terhadap apa yang ditangan adalah tidak mempunyai kepecayaan terhadap Allah


Kekayaan seorang bakhil akan turun kepada ahli warisnya atau keangin. Tidak ada yang terpencil dari seorang yang bakhil


Seorang arif adalah lebih baik daripada arif.Seorang jahat adalah lebih jahat daripada kejahatan


Ilmu adalah lebih baik dari pada kekayaan kerana kekayaan harus dijagai ,sedangakn ilmu menjaga kamu


Jagalah harta bendamu dengan mengeluarkan zakat dan angkatkan kesusahan mu dengan mendirikan sembahyang

Sifat menahan kemarahan adalah lebih mulia daripada membalas dendam


Mengajar adalah belajar


Berkhairatlah mengikut kemampuan mu dan janganlah kamu jadikan keluargamu hina dan miskin


nsan terbahagi kepada 3 :

* mereka yang mengenal Allah
* mereka yang mencari kebenaran
* mereka yang tidak berpengetahuan dan tidak mencari kebenaran. Golongan yang terakhir inilah yang paling rendah dan tak baik sekali dan mereka akan ikut sebarang ketua dengan buta seperti kambing

Insan tak akan melihat kesalahan seorang yang bersifat tawadhu' dan lemah


Janganlah kamu takut kepada sesiapa melainkan dosamu terhadap Allah


Mereka yang mencari kesilapan dirinya sendiri adalah selamat dari mencari kesilapan orang lain


Harga diri seseorang itu adalah berdasarkan apa yang ia lakukan untuk memperbaiki dirinya


Manusia sebenarnya sedang tidur tetapi akan bangun bila ia mati


Jika kamu mempunyai sepenuh keyakinan akan Al-Haq dan kebenaran, nescaya keyakinanmu tetap tidak akan berubah walaupun terbuka rahsia2 kebenaran itu.

Allah merahmati mereka yang kenal akan dirinya dan tidak melampaui batas


Sifat seseorang tersembunyi disebalik lidahnya


Seorang yang membantu adalah sayapnya seorang yang meminta


Insan tidur di atas kematian anaknya tetapi tidak tidur di atas kehilangan hartanya


Barangsiapa yang mencari apa yang tidak mengenainya nescaya hilang apa yang mengenainya


Mereka yang mendengar orang yang mengumpat terdiri daripada golongan mereka yang mengumpat


Kegelisahan adalah lebih sukar dari kesabaran


Seorang yang hamba kepada syahwatnya adalah seorang yang lebih hina daripada seorang hamba kepada hamba


Orang yang dengki marah kepada orang tidak berdosa


Putus harapan adalah satu kebebasan , mengharap (kepada manusia) adalah suatu kehambaan


Sangkaan seorang yang berakal adalah suatu ramalan


Seorang akan mendapat tauladan di atas apa yang dilihat


Taat kepada perempuan(selain ibu) adalah kejahilan yang paling besar


Kejahatan itu mengumpulkan kecelaan yang memalukan


Jika berharta, berniagalah dengan Allah dengan bersedekah


Janganlah kamu lihat siapa yang berkata tetapi lihat apa yang dikatakannya


Tidak ada percintaan dengan sifat yang berpura2


Tidak ada pakaian yang lebih indah daripada keselamatan


Kebiasaan lisan adalah apa yang telah dibiasakannya

( Saidina Ali Abi Talib)



Jika kamu telah menguasai musuhmu, maafkanlah mereka, kerana perbuatan itu adalah syukur kepada kejayaan yang telah kamu perolehi Sifat utama pemimpin ialah beradab dan mulia hati. ( Imam Al-Ghazali).


Sesungguhnya orang yang termasuk orang yang baik-baik ialah orang yang paling baik akhlak dan adab sopannya. ( Maksud hadis ).


Keadilan itu syurga orang yang terkena zalim dan neraka bagi yang zalim. ( Umar Al-Khatab).

Seseorang mukmin dengan mukmin yang lain laksana rumah batu, yang satu menguatkan yang lain. ( maksud hadis ).

Apabila sempuran akal, kurang perkataan. ( Saidina Ali Abi Talib)

Sifat pemarah adalah musuh utama akal. ( saidina Ali Abi Talib ).


Teman manusia yang sebenar ialah akal dan musuhnya yang celaka ialah jahil. ( Saidina Ali Abi Talib).

Lebih sedikit orang menggunakan akalnya, lebih banyak pula ia berkata-kata. ( Saidina Ali Abi Talib).

Dada orang berakal itu ialah peti rahsianya. ( Saidina Ali Abi Talib).


Peliharalah anak-anakmu dan perbaikilah budi pekerti mereka.Sesungguhnya anak-anak itu adalah hadiah Allah kepadamu. ( maksud hadis ).

Kebahagiaan terletak pada kemenangan memerangi hawa nafsu dan menahan kehendak yang berlebih-lebihan. ( Imam Al-Ghazali ).

Bahagialah orang yang dapat menjadi tuan untuk dirinya, menjadi kusir untuk nafsunya dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya. ( saidina Ali Abi Talib ).

Bahagia sekali orang-orang yang menahan lidahnya daripada berkata-kata secara berlebih-lebihan dan mendermakan hartanya yang lebih. ( maksud hadis).

Berbahagialah orang yang dapat menyalahkan dirinya sendiri sebelum menyalahkan orang lain. ( Maksud hadis ).

Barangsiapa yang mengetahui bahasa sesuatu kaum,nescaya terlepaslah dia daripada ditipu oleh kaum itu. ( Peribahasa Arab ).
kata-kata orang orang bijak untuk orang bijak dan yg ingin bijak.
Share
Yesterday at 11:38am
Pendapat seorang tua adalah lebih baik daripada tenaga seorang muda.


Menyokong kesalahan adalah menindas kebenaran


Kebesaran seseorang itu bergantung dengan qalbunya yang mana adalah sekeping daging


Mereka yang bersifat pertengahan dalam semua hal tidak akan menjadi miskin


Jagailah ibubapa kamu,nescaya anak-anakmu akan menjagai kamu


Bakhil terhadap apa yang ditangan adalah tidak mempunyai kepecayaan terhadap Allah


Kekayaan seorang bakhil akan turun kepada ahli warisnya atau keangin. Tidak ada yang terpencil dari seorang yang bakhil


Seorang arif adalah lebih baik daripada arif.Seorang jahat adalah lebih jahat daripada kejahatan


Ilmu adalah lebih baik dari pada kekayaan kerana kekayaan harus dijagai ,sedangakn ilmu menjaga kamu


Jagalah harta bendamu dengan mengeluarkan zakat dan angkatkan kesusahan mu dengan mendirikan sembahyang

Sifat menahan kemarahan adalah lebih mulia daripada membalas dendam


Mengajar adalah belajar


Berkhairatlah mengikut kemampuan mu dan janganlah kamu jadikan keluargamu hina dan miskin


nsan terbahagi kepada 3 :

* mereka yang mengenal Allah
* mereka yang mencari kebenaran
* mereka yang tidak berpengetahuan dan tidak mencari kebenaran. Golongan yang terakhir inilah yang paling rendah dan tak baik sekali dan mereka akan ikut sebarang ketua dengan buta seperti kambing

Insan tak akan melihat kesalahan seorang yang bersifat tawadhu' dan lemah


Janganlah kamu takut kepada sesiapa melainkan dosamu terhadap Allah


Mereka yang mencari kesilapan dirinya sendiri adalah selamat dari mencari kesilapan orang lain


Harga diri seseorang itu adalah berdasarkan apa yang ia lakukan untuk memperbaiki dirinya


Manusia sebenarnya sedang tidur tetapi akan bangun bila ia mati


Jika kamu mempunyai sepenuh keyakinan akan Al-Haq dan kebenaran, nescaya keyakinanmu tetap tidak akan berubah walaupun terbuka rahsia2 kebenaran itu.

Allah merahmati mereka yang kenal akan dirinya dan tidak melampaui batas


Sifat seseorang tersembunyi disebalik lidahnya


Seorang yang membantu adalah sayapnya seorang yang meminta


Insan tidur di atas kematian anaknya tetapi tidak tidur di atas kehilangan hartanya


Barangsiapa yang mencari apa yang tidak mengenainya nescaya hilang apa yang mengenainya


Mereka yang mendengar orang yang mengumpat terdiri daripada golongan mereka yang mengumpat


Kegelisahan adalah lebih sukar dari kesabaran


Seorang yang hamba kepada syahwatnya adalah seorang yang lebih hina daripada seorang hamba kepada hamba


Orang yang dengki marah kepada orang tidak berdosa


Putus harapan adalah satu kebebasan , mengharap (kepada manusia) adalah suatu kehambaan


Sangkaan seorang yang berakal adalah suatu ramalan


Seorang akan mendapat tauladan di atas apa yang dilihat


Taat kepada perempuan(selain ibu) adalah kejahilan yang paling besar


Kejahatan itu mengumpulkan kecelaan yang memalukan


Jika berharta, berniagalah dengan Allah dengan bersedekah


Janganlah kamu lihat siapa yang berkata tetapi lihat apa yang dikatakannya


Tidak ada percintaan dengan sifat yang berpura2


Tidak ada pakaian yang lebih indah daripada keselamatan


Kebiasaan lisan adalah apa yang telah dibiasakannya

( Saidina Ali Abi Talib)



Jika kamu telah menguasai musuhmu, maafkanlah mereka, kerana perbuatan itu adalah syukur kepada kejayaan yang telah kamu perolehi Sifat utama pemimpin ialah beradab dan mulia hati. ( Imam Al-Ghazali).


Sesungguhnya orang yang termasuk orang yang baik-baik ialah orang yang paling baik akhlak dan adab sopannya. ( Maksud hadis ).


Keadilan itu syurga orang yang terkena zalim dan neraka bagi yang zalim. ( Umar Al-Khatab).

Seseorang mukmin dengan mukmin yang lain laksana rumah batu, yang satu menguatkan yang lain. ( maksud hadis ).

Apabila sempuran akal, kurang perkataan. ( Saidina Ali Abi Talib)

Sifat pemarah adalah musuh utama akal. ( saidina Ali Abi Talib ).


Teman manusia yang sebenar ialah akal dan musuhnya yang celaka ialah jahil. ( Saidina Ali Abi Talib).

Lebih sedikit orang menggunakan akalnya, lebih banyak pula ia berkata-kata. ( Saidina Ali Abi Talib).

Dada orang berakal itu ialah peti rahsianya. ( Saidina Ali Abi Talib).


Peliharalah anak-anakmu dan perbaikilah budi pekerti mereka.Sesungguhnya anak-anak itu adalah hadiah Allah kepadamu. ( maksud hadis ).

Kebahagiaan terletak pada kemenangan memerangi hawa nafsu dan menahan kehendak yang berlebih-lebihan. ( Imam Al-Ghazali ).

Bahagialah orang yang dapat menjadi tuan untuk dirinya, menjadi kusir untuk nafsunya dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya. ( saidina Ali Abi Talib ).

Bahagia sekali orang-orang yang menahan lidahnya daripada berkata-kata secara berlebih-lebihan dan mendermakan hartanya yang lebih. ( maksud hadis).

Berbahagialah orang yang dapat menyalahkan dirinya sendiri sebelum menyalahkan orang lain. ( Maksud hadis ).

Barangsiapa yang mengetahui bahasa sesuatu kaum,nescaya terlepaslah dia daripada ditipu oleh kaum itu. ( Peribahasa Arab ).

Kasyaf dan ilham sufi

Kasyaf dan ilham sufi

Setiap makhluk yang diciptakan Tuhan dilengkapkan-Nya dengan fitrah. Fitrah menerbitkan bakat dan keupayaan semulajadi yang membolehkan setiap kejadian itu berfungsi menurut kejadiannya. Fitrah matahari mengheret matahari untuk bergerak pada satu landasan sambil mengeluarkan cahaya yang mengandungi tenaga yang diperlukan oleh kejadian di bumi. Haiwan, tumbuh-tumbuhan, galian dan lain-lain semuanya mempunyai fitrah masing-masing dan setiap satunya bergerak menurut peraturan fitrahnya. Di antara semua kejadian, manusia dikurniakan fitrah yang paling sempurna kerana manusia berkewajipan memerintah dan mentadbir sekalian makhluk. Malaikat sendiri tunduk kepada manusia. Malaikat yang menguruskan bidang penglihatan tidak menghalang manusia menggunakan penglihatan matanya sekalipun yang dilihat olehnya itu diharamkan oleh Allah s.w.t. Malaikat yang menjaga nyawa tidak mencabut nyawa itu sekalipun manusia melakukan kejahatan dan kedurhakaan kepada Allah s.w.t.

Fitrah manusia merupakan sebaik-baik persediaan dalam melaksanakan tugas-tugas kehambaan kepada Allah s.w.t. Melakukan ketaatan kepada Allah s.w.t dan menguruskan kehidupan di bumi merupakan kewajipan manusia. Dalam melaksanakan hal yang demikian itu fitrah manusia dikurniakan sesuatu yang sangat luar biasa iaitu keupayaan untuk membuat pilihan. Hanya manusia dan jin yang memiliki keupayaan memilih. Makhluk lain tidak diberikan bakat tersebut. Dalam membuat pilihan fitrah manusia boleh menggunakan bakat-bakatnya iaitu fikiran, ilham dan kasyaf.

Melalui bakat berfikir manusia boleh membuat pilihan dalam menguruskan kehidupan lahiriah mereka. Kekuatan fikiran yang ada dengan manusia mengangkat manusia kepada darjat yang tinggi. Mereka mampu menguasai daratan, lautan dan udara. Mereka mampu mengambil manfaat daripada anasir alam yang ada di sekeliling mereka. Sempadan bagi kekuatan fikiran adalah jangkauan pancaindera dan logik. Apa yang tidak mampu dijangkau oleh pancaindera akan menimbulkan kesulitan kepada fikiran dan apa yang tidak termasuk dalam bidang logik akan mengelirukan fikiran.

Bidang yang tidak dapat diterokai oleh fikiran mampu diterokai oleh ilham. Fikiran sangat mahir dalam menyusun sesuatu yang bersangkutan dengan kebendaan. Kebendaan yang menjadi bidang fikiran ini bertindak sebagai hijab kepada bidang ilham. Pengaruh dan tarikan kebendaan menjadi tembok yang menghalang manusia daripada memperolehi ilham.

Pengaruh dan tarikan kebendaan tertuju kepada hati. Jika hati dapat keluar daripada kekuasaan dan ikatan kebendaan hati akan mampu mengeluarkan sinar cahayanya untuk memperluaskan bidang yang dapat diterokai oleh akal fikiran melalui cetusan ilham. Akal fikiran yang dibantu oleh ilham dapat keluar dari bidang logik dan sempadan kebendaan. Manusia dapat menerima kewujudan kuasa ghaib yang menguasai anasir alam yang nyata.

Terdapat dua golongan manusia yang menguasai bidang ilham. Mereka adalah ahli falsafah dan ahli sufi. Ahli falsafah yang menggunakan kekuatan diri sendiri hanya mampu mengambil ilham pada bahagian permukaan sementara ahli sufi berkeupayaan untuk menyelam ke dasar lautan ilham. Walaupun berbeza darjat ilham tetapi oleh kerana ia masih di dalam satu daerah, maka terdapat tolak-ansur di antara sufi yang di dalam daerah ilham dan ahli falsafah yang juga di dalam daerah ilham. Sufi yang begini beranggapan ahli falsafah adalah juga ahli sufi. Begitu juga anggapan ahli falsafah terhadap ahli sufi. Fahaman ahli falsafah dan fahaman ahli sufi tahap ilham banyak persamaan. Sufi pada tahap ini boleh bekerjasama dengan ahli falsafah dalam mengwujudkan kepercayaan atau agama sejagat. Agama sejagat ini mengambil nilai-nilai murni kemanusiaan sebagai peraturan hidup dan keikhlasan sebagai kehambaan kepada Tuhan. Setiap individu diperlukan mempratikkan nilai-nilai murni kemanusiaan dan bebas melakukan keikhlasan menurut kemampuan dan bakat yang ada dengannya dalam menyatakan khidmatnya kepada Tuhan. Golongan ini sangat mengasihi manusia dan sangat bertolak ansur dengan sesama manusia. Mereka menganggap semua agama adalah baik dan benar. Mereka berfahaman semua agama menyembah Tuhan yang sama walaupun caranya berbeza. Mereka tidak mengutuk perbuatan memyembah Tuhan dengan menggunakan perantaraan seperti patung-patung. Kebanyakan agama dalam dunia hari ini telah diolah semula oleh golongan sufi-falsafah. Maksud sufi di sini termasuklah ahli agama yang selain Islam yang mengamalkan bidang kerohanian dan melatih diri dalam bidang tersebut. Dari kalangan merekalah muncul orang-orang yang membina tempat patung-patung dalam tempat-tempat ibadat agama Nasrani dan Yahudi. Orang yang beragama menyembah berhala tidak berasa janggal apabila mereka memasuki rumah ibadat orang Nasrani dan Yahudi. Pengaruh yang demikian juga menjalar ke dalam masyarakat Islam. Orang-orang Islam yang berjiwa falsafah gemar membina sesuatu yang menonjol dan tersergam di dalam masjid-masjid. Jika penyembah berhala melihat kaum Muslimin sedang sujud mungkin mereka menyangka kaum Muslimin sujud kepada benda yang menonjol dan tersergam itu.

Sufi seterusnya masuk ke dalam bidang kasyaf. Penyaksian mata hati dan pengalaman rasa merupakan bidang kasyaf. Hati menyaksikan dan merasakan suasana ghaib dan hal-hal yang berhubung dengan ketuhanan. Walaupun sufi menyaksikan dan merasakan hal ketuhanan tetapi ia bukanlah Tuhan. Apa yang dibukakan kepada sufi itu adalah ibarat kunci yang membuka pintu makrifat untuk sufi mengenali Tuhan. Kasyaf tahap tertinggi hanyalah pengalaman rasa tanpa penyaksian tentang hal ketuhanan itu. Pengalaman rasa atau zauk tanpa penyaksian membawa sufi bermakrifat tentang Allah s.w.t yang Maha Esa, tiada sesuatu yang menyerupai-Nya. Makrifat cara begini menanamkan kefahaman yang tidak mampu dihuraikan.

Penghuraian yang lengkap tentang Allah s.w.t hanya terdapat dalam wahyu. Apa yang diterangkan oleh wahyu tentang Allah s.w.t dapat difahami oleh seseorang manusia menurut tahap pemikiran, ilham dan kasyafnya. Orang yang mempunyai ke tiga-tiga bakat-bakat fitrah itu secara sempurna akan mengenal Allah s.w.t dengan sempurna. Wahyu menerangi kasyaf, kasyaf menerangi ilham dan ilham menerangi fikiran. Nur wahyu yang menerangi kasyaf, ilham dan fikiran itu membuka simpulan pada lidah sehingga lidah boleh berucap dengan fasih tentang Allah s.w.t, menurut kadar yang Dia izinkan.

Apabila sekalian bakat-bakat fitrah itu sudah disinari oleh nur wahyu baharulah fitrah kemanusiaan itu melonjak kepada fitrah Muslim. Manusia yang fitrahnya belum mencapai tahap fitrah Muslim, walaupun pintar menggunakan akal namun, dia masih belum bersesuaian dengan kehendak Allah s.w.t. Daya nilai fitrah manusia banyak bersesuaian dengan daya nilai fitrah Muslim dalam bidang akhlak tetapi tidak dalam bidang ketuhanan. Kebenaran yang sejati berada pada fitrah Muslim. Apa yang dinilaikan baik oleh fitrah manusia jika bercanggah dengan penilaian fitrah Muslim, maka fitrah manusia mesti akur dengan kebenaran fitrah Muslim. Orang Islam yang bijak sekalipun tidak akan dapat melihat hikmah di sebalik suruhan dan tegahan agama, sekiranya fitrahnya tidak naik kepada tahap fitrah Muslim atau pun jika akalnya enggan tunduk kepada kebenaran yang dinyatakan oleh wahyu. Apabila fitrah manusia mencapai tahap fitrah Muslim, akan ujudlah penyerahan yang sejati kepada Allah s.w.t, tanpa hujah dan tanpa takwil. Dia akan tunduk kepada peraturan Allah s.w.t yang dibawa oleh Rasul-Nya. Dalam jiwanya akan lahir keghairahan beragama. Dia akan cemburu jika Allah s.w.t, Rasulullah s.a.w, al-Quran dan agamanya dipersendakan apa lagi kalau dikhianati.

Semua bakat-bakat fitrah mestilah menjadi Muslim. Akal fikiran menjadi Muslim, ilham menjadi Muslim dan kasyaf menjadi Muslim. Bila semua bakat itu sudah menjadi Muslim, akan bercahayalah Roh Islam seseorang itu. Roh Islam akan hanya mengeluarkan yang Muslim, tidak ada percanggahan dengan Islam. Roh Islam yang paling sempurna adalah Roh Nabi Muhammad s.a.w. Jibrail a.s membacakan wahyu dan Roh Islam Nabi Muhammad s.a.w mentafsirkannya. Apa yang baginda s.a.w tafsirkan menepati apa yang wahyu maksudkan, tanpa sedikitpun percanggahan. Jika mahu melihat al-Quran dalam rupa manusia, maka Nabi Muhammad s.a.w adalah ‘al-Quran’ yang hidup, berkata-kata dan bergerak dalam daerah kehidupan manusia. Selain Nabi Muhammad s.a.w darjat persamaan dengan wahyu itu bertingkat-tingkat menurut darjat akal, ilham dan kasyaf masing-masing.

Fikiran, ilham dan kasyaf sufi bukanlah satu sumber ilmu yang menyamai wahyu atau pun bebas daripada wahyu. Bakat-bakat tersebut hanyalah alat untuk mentafsirkan wahyu yang disampaikan oleh Rasulullah s.a.w mengenai sesuatu perkara yang diimani. Bakat-bakat tersebut walaupun boleh digunakan sebagai alat bagi menterjemah wahyu tetapi ia bukanlah secara sempurna. Ia berkedudukan seperti ijtihad para mujtahid yang mungkin benar dan mungkin silap. Dalam pembinaan hukum dan fatwa yang mengenai orang ramai, kedudukan ijtihad ahli mujtahid lebih kuat daripada ilham dan kasyaf sufi.

Ilham dan kasyaf sufi lebih bersifat peribadi, berguna untuk sufi itu sendiri dalam menentukan arah tindakannya. Kesan mabuk yang berlaku pada jalan kewalian sufi sukar terpisah daripada seseorang sufi itu dan kesan tersebut boleh mempengaruhi ilham dan kasyafnya. Apa yang diperolehi oleh sufi yang dipengaruhi oleh mabuk mungkin tidak menepati kebenaran yang asli. Sufi tersebut mungkin mengeluarkan pendapat yang kurang benar dan meninggalkan yang lebih benar. Oleh yang demikian kebenaran ilham dan kasyaf sufi itu mesti diuji dengan kebenaran al-Quran dan as-Sunah. Kedudukan seseorang sufi itu diukur dengan melihat sejauh mana ilham dan kasyafnya bersesuaian dengan ajaran al-Quran dan as-Sunah. Sufi yang telah mencapai tahap kewalian peringkat tertinggi, yang telah terlepas daripada kesan mabuk, fana dan bersatu dengan Tuhan, tidak bercanggah dengan al-Quran dan as-Sunah.

Al-Quran dan Hadis telah memberi penjelasan yang lengkap mengenai perkara-perkara yang bersangkutan dengan akidah. Perkara yang sudah cukup terang dan jelas ini tidak boleh digugat oleh apa sahaja, termasuklah fahaman, ilham dan kasyaf sufi. Jika terjadi percanggahan di antara ucapan ahli sufi dengan kenyataan al-Quran dan as-Sunah mengenai perkara akidah, ia mestilah ditolak dan perkataan al-Quran dan as-Sunah itu yang wajib diimani. Ucapan sufi yang demikian hendaklah dianggapkan sebagai ucapan yang lahir daripada suasana hati yang dipengaruhi oleh mabuk dan fana dan sufi berkenaan belum lagi menghabiskan perjalanannya. Jika perkataan sufi menyokong kenyataan al-Quran dan as-Sunah, maka perkataan tersebut hendaklah dibenarkan. Dalam memahami maksud al-Quran dan as-Sunah, aliran Ahli Sunah wal Jamaah hendaklah diikuti.

Ada perkara-perkara yang al-Quran dan al-Hadis hanya memberi maklumat secara sepintas lalu atau pun tidak memberi maklumat sedikitpun. Perkara-perkara berkenaan termasuklah soal-soal syurga, neraka, bumi, alam maya, malaikat, jin, makhluk rohani dan lain-lain. Ahli sufi banyak memperkatakan soal-soal yang demikian berdasarkan ilham dan kasyaf mereka, tanpa sokongan nas yang sahih. Dalam soal ini orang ramai tidak dituntut untuk mengimani perkataan sufi. Ilham dan kasyaf sufi boleh jadi benar dan boleh jadi juga tidak benar. Nabi-nabi diperakui oleh Allah s.w.t sebagai maksum, dijamin terpelihara daripada gangguan syaitan dan tidak terjadi kesalahan pada ilham dan kasyaf mereka. Apa juga kekeliruan yang timbul akibat gangguan syaitan diperbetulkan dengan segera dan kebenaran perkataan Nabi-nabi ditetapkan. Jaminan yang demikian tidak diberi kepada golongan yang bukan Nabi. Namun begitu, perkataan sufi mengenai soal-soal yang tidak bersangkutan dengan akidah itu boleh dijadikan iktibar dan mempercayainya tidak menjadi kesalahan. Melalui perkataan mereka orang-orang yang ingin memahami perkara-perkara tersebut mendapat sedikit pemahaman yang boleh dikembangkan melalui kekuatan akal fikiran.

Sufi memperolehi maklumat melalui kasyaf. Kadang-kadang kasyaf berlaku kepada sufi dalam bentuk ibarat atau pembukaan secara umum tanpa perincian. Kasyaf yang demikian perlu ditafsirkan. Biasa terjadi tafsiran yang dibuat oleh sufi itu tidak menepati gambaran atau ibarat yang dibukakan kepadanya Bila sufi menerima berita secara umum maka tafsiran secara umum juga yang diberikannya. Maklumat yang diperolehi secara umum, tanpa perincian, tidak dapat menceritakan sesuatu perkara dengan tepat. Sufi juga mungkin mendapat maklumat mengenai sesuatu kejadian dan maklumat tersebut datangnya daripada sumber takdir yang akan berubah, sedangkan perubahan yang akan berlaku tidak dibukakan kepadanya. Allah s.w.t berfirman:

Apa sahajat ayat keterangan yang Kami mansukhkan (batalkan) atau yang Kami tinggalkan (atau tangguhkan), Kami datangkan ganti yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah engkau mengetahui bahawasanya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu? ( Ayat 106 : Surah al-Baqarah )

Ayat di atas memberitahukan tentang takdir yang di dalam perbatasan yang boleh berubah dengan kehendak dan perintah Allah s.w.t.

Untuk mereka sahajalah kebahagiaan yang menggembirakan di dunia dan di akhirat; tidak ada (sebarang) perubahan pada kalimat (janji-janji) Allah; yang demikian itulah kejayaan yang besar. ( Ayat 64 : Surah Yunus )

Ayat di atas ini pula memberitahukan tentang daerah takdir yang tidak akan berubah kerana Allah s.w.t telah menetapkannya. Kasyaf seorang sufi mungkin hanya sampai kepada daerah takdir yang mungkin berubah, tidak sampai kepada daerah takdir yang tetap. Oleh yang demikian apa yang disaksikannya mungkin berlaku dan mungkin juga tidak berlaku.

Perlu juga diketahui bahawa seseorang sufi melalui peningkatan kerohanian secara sedikit demi sedikit, bukan sekaligus. Suasana kerohanian atau makam mempengaruhi fahaman dan pegangan sufi. Seorang sufi boleh mengeluarkan beberapa pendapat yang berbeza mengenai perkara yang sama. Pendapatnya di awal perjalanan, pertengahan dan di akhir perjalanan mungkin bertentangan di antara satu sama lain. Pendapatnya yang paling benar adalah pendapat yang diberikannya setelah dia kembali kepada kesedaran sepenuhnya dan berkamil dengan syariat sepenuhnya.

Sufi yang masih di dalam perjalanan menemui beberapa fahaman yang bercanggah dengan prinsip syariat. Di antara yang demikian adalah konsep tauhid af’al, tauhid sifat dan tauhid wujud. Konsep tauhid yang demikian membawa Tuhan ke dalam perbatasan alam dan mengadakan persamaan di antara Tuhan dengan makhluk. Sufi yang sedang dikuasai oleh suasana kerohanian yang demikian menafikan perbuatan dirinya, sifatnya dan wujudnya. Semuanya diisbatkan kepada Allah s.w.t. Muncullah ungkapan seperti: “Tiada yang berbuat melainkan Allah. Tiada yang hidup melainkan Allah. Tiada yang maujud melainkan Allah” dan lain-lain ungkapan yang seumpamanya. Ungkapan yang paling popular dikaitkan dengan kesufian adalah: “Ana al-Haq!” Ada golongan yang beranggapan kononnya sufi yang belum mengucapkan “Ana al-Haq” belum lagi mencapai makam yang paling tinggi. Golongan sufi ikutan menggunakan ungkapan yang demikian bagi memukau kesedaran diri sendiri dengan cara mengulangi ucapannya sebanyak mungkin dan menghayati maknanya sehingga terpahat kepercayaan yang demikian dalam jiwa mereka. Golongan yang mengikut secara membuta tuli inilah yang menyebarkan kesesatan, berselindung di sebalik perkataan sufi yang sedang mabuk.

Manusia yang masih ada keupayaan untuk membuat pilihan, berfikir dan merasa, mestilah faham keadaan sufi yang fitrah mereka menerima kejutan alam ghaib sehingga keupayaannya untuk membuat pilihan, berfikir dan merasa hilang. Sufi yang demikian dikatakan berada di dalam jazbah. Orang yang berada dalam jazbah adalah umpama orang yang keluar ke laut menaiki perahu kecil. Bila dipukul gelombang dia menjadi mabuk dan meracau. Setelah dia sampai ke tengah laut, ombak sudah tenang, mabuknya berkurangan dan akhirnya dia kembali normal. Bila dia sudah sedar dia tidak meracau lagi. Pengalaman jazbah berguna kepada sufi berkenaan kerana pengalaman yang demikian menanggalkan sifat-sifat yang keji dari hatinya dan sifat ikhlas menjadi sebati dengannya. Pengalaman jazbah itu juga berguna kepada guru yang menjadi pembimbing kerana dengannya guru dapat mengetahui suasana dan stesen kerohanian muridnya. Ia juga menjadi tanda bahawa murid berkenaan mempunyai harapan untuk menjadi cemerlang kesudahannya. Guru yang arif akan membimbing muridnya supaya melepasi peringkat-peringkat zauk sehingga sampai kepada penghujung jalan yang tenang dan damai. Murid yang sudah melepasi peringkat jazbah dan kembali kepada kesedaran kemanusiaan biasa akan menyedari akan kekeliruan yang muncul dalam fahamannya sepanjang perjalanannya. Dia bertaubat daripada pegangan yang lalu. Kini dia menyaksikan satu kebenaran sahaja iaitu kebenaran kehambaan kepada Allah s.w.t. Manusia dan jin diciptakan untuk mengabdikan diri kepada-Nya, bukan untuk bersatu dengan perbuatan, sifat atau wujud-Nya.

Fahaman yang keluar dari ilham dan kasyaf sufi sekiranya menyalahi syariat wajiblah ditolak. Jika orang yang mengetahui tentangnya ada kebolehan, ucapan latah sufi haruslah diterjemahkan menurut stesen kerohanian sufi berkenaan dan penjelasan harus diberi kepada orang ramai agar latah sufi tidak disalahertikan. Sufi yang mengeluarkan ucapan latah ketika dalam jazbah haruslah dimaafkan, walaupun ucapannya menyalahi syariat. Harus diingat bahawa sufi tidak terlepas sepenuhnya daripada suasana mabuk sebelum dia sampai kepada makam siddiqiyat. Semua makam di bawah daripada makam siddiqiyat tidak terlepas daripada pengaruh mabuk sedikit atau banyak. Kesimpulannya pendapat sufi yang bertentangan dengan syariat wajib ditolak tetapi peribadi sufi itu sendiri tidak boleh dikutuk kerana dia dikuasai oleh mabuk.

http://ibnuhussain.wordpress.com/pengajian-kitab/kebenaran-hakiki-bhg-pertama/13-kasyaf-dan-ilham-sufi/


Salam hangat penuh kesejatian rasa jiwa hamba2-Nya yg penuh keperihan.., kesedihan.., kepedihan., kesempitan..