dhoom

dhoom

nonton dhoom jadi inget almarhum suami. karena aku selalu menganggapnya sebagai hrithik roshan ku.
bahkan sebelum kami menikah.

hrithik roshanku
my angel
malaikatku

di surga
apa mas fb an juga ??

jiwa mengenal jiwa

jiwa mengenal jiwa

jiwa mengenal jiwa yang mencintainya
jiwa mengenal jiwa yag dicintaiya
bahkan jiwa tetap mengenal jiwa
meski raga mencoba mengingkarinya
meski raga mencoba mengabaikannya

kami tidak janjian hari ini
tapi bertemu
setelah seminggu tidak bersapa
karena enggan menoreh luka

tapi pertemuan tanpa sengaja ini
dan yang mengalir di dalamnya
menggambarkan
betapa kuatnya ikatan itu
ikatan jiwa....

dan jiwa tetap hadir dan ada bersama
meski raga terpisah..

jiwa tetaplah mengenal jiwa

doa doa doa

hidup mati jodoh rejeki. garis kehidupan. bahagia dan celaka telah ditulis.
tetapi dengan doa.
dengan doa..
doa menolak bala'
doa mengubah takdir
doa senjata mukmin
doa..

doa itu
yang seringkali ditinggalkan..
kadangkali berdoa juga..
tanpa ruh..
tanpa setrum....

sebagaimana jika kita berbincang dengan orang lain
tapi tanpan perhatian yang sungguh-sungguh
hanya sepintas lalu
basa basi dan tidak berjiwa..
bagaimanakah respon orang yang diajak berbicara
tentu kecewa
tidak simpatik dengan kita..

lalu
kalo kita berdoa
berbincang dengan yang Maha Kuasa..
tapi tanpa ruh...
tidak sungguh sungguh..
bagaimana Dia akan menatap kita
kalau kita tidak menghadapkan wajah kita kepadaNya..

wahai jiwa..
kembalilah kepadaNya
hadapkan wajahmu kepadaNya
agar Dia berkenan m,endengar dan mengabulkan doa - doamu..

bahkan yang lebih parah
kadang kita tidak mau
tidak mampu berdoa...
sombong sekali diri
merasa tidak butuh sesuatu...
sombong sekali..
padahal diri penuh debu..
penuh dosa..
butuh pengampunan..

wahai jiwa
rendahkanlah dirimu...
merunduklah...
takutlah.....

tadhorru'......
wa khufyah....

mana yang lebih berbahaya

mana yang lebih berbahaya

menjadi orang yang mau menguasai sendiri semuanya.
orang yang suka iri dan menginginkan milik orang lain menjadi miliknya
orang yang mengadu domba dan oportunis, mencari kesempatan untuk bisa merebut posisi orang lain
atau orang yang banyak prasangka dan enggan berbagi.
atau orang yang menonton semuanya dan bergunjing atas kenaifan,kemunafikan dan keserakahan semuanya.

tidak ada yang sempurna di dunia ini.
kesempurnaan hanya milik Allah semata.

kalau manusia mau muhasabah dan intropeksi diri..

mustinya mau berbagi, bekerjasama, saling menghargai, saling menjaga
tidak perlu iri, ikut mendapat bagian alhamdulillah. kalo tidak tetap bersyukur atas segala yang sudah dimiliki
positif thinking, positif hati, positif langkah...
jika ingin ikut terlibat dan memperoleh porsi, sampaikan dengan baik dan menerima sewajarnya porsi yang diberikan.
jangan membuat orang lain surut apalagi menytingkirkan , mendepak atau mengucilkan orang lain.
apalagi membuat konspirasi untuk menjatuhkan (kredibilitas ataupun semangat) orang lain.
maju bersama kan lebih asyik daripada menang sendiri.
tidak perlu mencemooh orang lain dan merasa paling suci dan paling benar.apalagi kemudian berdiri di atas reruntuhan puing
puing keputus asaan orang lain.